Jurnal Analisa Log Kuantitatif

Oleh Yuri Fannya

961,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Analisa Log Kuantitatif

ANALISIS LOG KUANTITATIF Fannya Ayuniar1, 2Nurul Hidayati Lalusu 1 PraktikanPraktikumGeologiMinyakdan Gas Bumi, DepartemenGeologi, FakultasTeknik, UniversitasHasanuddin 2 Asisten PraktikumGeologiMinyakdan Gas Bumi, DepartemenGeologi, FakultasTeknik, UniversitasHasanuddin Sari Well Logging merupakan metode pengukuran parameter-parameter fisika, dalam lubang bor, yang bervariasi terhadap kedalaman sumur. Tujuan dari well logging adalah untuk mendapatkan informasi litologi, pengukuran resistivitas dan pengukuran porositas. Dalam pengembangan lokasi eksplorasi diperlukan data-data yang memberikan petunjuk bahwa formasi yang akan dieksploitasi tersebut memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang cukup baik, maka sangat diperlukan adanya suatu karakterisasi reservoar Dengan adanya karakterisasi reservoar,maka kita dapat mendapatkan model reservoar secara lengkap baik litologi, porositas maupun fluida didalamnya, salah satu tahapan dalam melakukan karakterisasi reservoar adalah water saturation atau kejenuhan air. Pada Praktikum acara analisa kuantitatif dilakukan perhitungan nilai Volume shale, porositas total, resistivitas air, porositas shale, porositas efektif,dan saturasi air setelah ditentukan 5 sekuen yang berpotensi prospek. Dari 5 sekuen yang dianalisis dijumpai dua sekuen yang prospek, yaitu pada sekuen 1 dijumpai hidrokarbon berupa minyak dan pada sekuen II dijumpai hidrokarbon berupa gas. Kata Kunci: Well logging,reservoar,saturasi air,hidrokarbon PENDAHULUAN baru. Langkah eksplorasi minyak dan gas Meningkatnya akan sumber keutuhan energi dan industri semakin berkurangnya cadangan minyak bumi yang tersedia,telah mendorong perusahaan minyak dan gas untuk menemukan cadangan bumi (migas) saat ini menjadi semakin kompleks, mulai dari kajian awal geologi dalam skala regional hingga kajian rinci skala mikro berdasarkan data well-log (sumbur bor) dalam upaya mengungkap kondisi rinci dari sebuah petroleum system Maksud dilakukannya praktikum ini yang ditemukan. (Deni Irawan dan Widya adalah untuk Utama 2009) prospek hidrokarbon dengan interpretasi log Dalam eksplorasi pengembangan diperlukan lokasi data-data menentukan sekuen yang gamma ray, log sp, log resistivity. yang Adapun tujuan yang ingin dicapai memberikan petunjuk bahwa formasi yang dalam praktikum akan dieksploitasi tersebut memiliki nilai mampu melakukan interpretasi litologi dan porositas dan permeabilitas yang cukup menentukan lapisan prospek hidrokarbon baik, maka sangat diperlukan adanya suatu TINJAUAN PUSTAKA karakterisasi reservoar. Karakterisasi ini adalah Praktikan Well Logging secara bebas dan reservoar merupakan suatu proses untuk sederhana mendeskripsikan perekaman penggambaran sifat, karakter, secara kualitatif atau kuantitatif. cirri, Karakter berarti data, suatu keterangan, pencatatan urutan bawah reservoar dengan permukaan secara bersambungan dan teratur yang Dengan selaras dengan majunya alat yang dipakai. adanya karakterisasi reservoar,maka kita Diagram yang dihasilkan akan merupakan dapat mendapatkan model reservoar secara gambaran lengkap dengan karakter/sifat yang ada pada formasi. menggunakan baik data ada. litologi,porositas maupun fluida didalamnya,salah satu tahapan dalam melakukan karakterisasi reservoar adalah water saturation atau kejenuhan air untuk hubungan antara kedalaman (Ajimas Pascaning Setiahadiwibowo 2016) Well Logging merupakan metode pengukuran parameter-parameter fisika, Tujuan dari well logging adalah dalam lubang bor, yang bervariasi terhadap mendapatkan kedalaman sumur. (Deni Irawan dan Widya pengukuran informasi porositas, litologi, pengukuran resistivitas, dan kejenuhan hidrokarbon. Utama 2009) Logging merupakan sebuah metode Berdasarkan hal tersebut maka dilakukanlah yang dilakukan untuk memperoleh data praktikum minyak gas dan bumi yaitu untuk rekaman sumur pemboran yang lebih detil membuat suatu untuk menentukan zona, dan yang digambarkan dalam bentuk kurva memperkirakan keterdapatan minyak dan kurva dari nilai parameter petrofisika. Untuk gas dapat melakukan interpretasi log dengan bumi kuantitatif. berdasarkan analisis log baik harus dipahami sifat–sifat kurva dari setiap jenis log serta kondisi–kondisi yang umumnya berpengaruh terhadap bentuk kurva yang (serpih), bersangkutan sehingga kesimpulan yang limestone, dan dolomite sangat sedikit dihasilkan diharapkan tidak jauh dari kondisi jumlahnya kecuali pada batuan tersebut sebenarnya. Berikut ini adalah macam– terendapkan macam wire line log yang biasa digunakan mengandung unsure radioaktif. Sehingga log dalam evaluasi suatu formasi ini Log Caliper Merupakan log yang banyak sedangkan sangat melakukan berada pada pada sandstone, mineral-mineral efektif shale yang digunakan untuk formasi pada evaluasi digunakan untuk mengukur diameter dari lingkungan pengendapan fluvial deltaic yang lubang bor sepanjang pengambilan data sistem perlapisannya terdiri dari sandstone Logging dengan satuan Inci (Harsono, atau shale (Ismail ZakyAlfatih, dkk, 2017). 1997).  Log SP (Spontaneus Potential) Log SP atau Spontaneus Potential merupakan log yang mengukur perbedaan potensial antara elektroda yang bergerak dalam lubang sumur dengan elektoda tetap berada di permukaan, elektoda melewati berbagai jenis batuan yang berbeda sifat serta isinya. Log ini umumnya digunakan untuk mengidentifikasi zona permeable dan non Gambar 1Contohanalisa log gamma ray efekperbedaanlitologi permeabel (Harsono, 1997). Log Resistivitas (Resistivity log) Log Log gamma ray (GR) merupakan salah satu Resistivitas digunakan untuk mengukur aplikasi dari log radioaktif. Prinsip dasar log tahanan batuan formasi besertaisinya, yang gamma ray yaitu melakukan pengukuran mana tahanan ini tergantung pada porositas tingkat radioaktivitas alami bumi. Log efektif, salinitas air formasi, dan banyaknya gamma hidrokarbon dalam pori-pori batuan Log ray mendeskripsikan berfungsi suatu batuan untuk yang resistivitas digunakan untuk mengukur berpotensi sebagai reservoir atau tidak serta resistivitas batuan yang dibor serta dipakai memisahkan batuan permeable dan shale untuk mengidentifikasi zona - zona yang yang impermeabel. Unsur radioaktif pada mengandung hidrokarbon.  Log Densitas (Density Log) Merupakan lapisan batuan.Prinsip dari cara kerja log ini log yang mengukur densitas atau berat jenis sendiri merekam dari banyaknya atom total formasi prinsip cara kerja log ini yaitu neutron yang kembali dari prosentase pori dengan Compton pada formasi yang terisi atom hydrogen hamburan sehingga Atom neutron yang ditembakkan Compton, fotonsinar gamma bertumbukan ke formasi mengakibatkan menabrak atom dengan elektrondari atom di dalam batuan, hydrogen dan atom-atom yang bertabrakan foton akan kehilangan tenaga karena proses tersebut akan melemah energinya sehingga tumbukan dan dihamburkan kearah yang detector akan menghitung atom neutron tidak yang kembali dari formasi tersebut.(Dewan, menggunakan Scatering. sama sedangkan Pada kejadian dengan tenaga prinsip arah foton foton yang awal, hilang 1983). sebetulnya diserap oleh electron sehingga electron dapat melepaskan diri dari ikatan atom menjadi electron bebas (Harsono, 1997). Gambar 3Tanggapan log neutron padabeberapakondisilitolog Dalam pengembangan lokasi eksplorasi selanjutnya diperlukan adanya Gambar 2 Respon log densitas di data–data yang memberikan petunjuk bahwa berbagailitologi formasi yang akan dieksploitasi tersebut Log Neutron Log Neutron berguna untuk memiliki nilai porositas dan permeabilitas menentukan yang cukup baik, maka sangat diperlukan besarnya porositas batuan dengan jalan memancarkan neutron pada adanya suatu karakterisasi reservoir. Karakterisasi reservoir merupakan suatu lapisan tersebut merupakan lapisan yang proses impermeable. untuk mendiskripsikan secara kualitatif atau kuantitatif. Karakter reservoir dengan menggunakan Dengan adanya maka kita data yang karakterisasi dapat ada. reservoar, mendapatkan 2. Indentifikasi Zona Hidrokarbon model Setelah yang merupakan reser- voar, dicari lapisan reservoir secara lengkap baik litologi, hidrokarbon. porositas, maupun fluida di dalamnya. unttuk (Harsono, 1997). Analisa kuantitatif memanfaatkan data log hasil pengukuran dalam imput diketahui lapisan mana mana selanjutnya yang terisi Data log yang digunakan mengi- dentifikasikan reservoar yang mengandung hidrokarbon adalah data log resistivitas, densitas, dan neutron. 3. Menghitung Porositas Data log yang digunakan untuk perhitunganya. Dalam fase analisis ini, menghitung dilakukan perhitungan nilai volume shale antara data log densitas dan neutron. Nilai (Vsh), porositas dari log densitas (φd) porositas total,porositas efektif, saturasi air (Sw). 4. Menghitung Resistivitas Rw 1. Identifikasi Zona Permeabel data log Data log yang digunakan mengidentifikasi impermeable zona permeable untuk dan adalah data log GR. Re- spon GR yang rendah mengindikasikan bahwa pada lapisan tersebut merupakan lapisan yang respon GR yang permeable, sedangkan tinggi kejenuhan air suatu batuan adalah 10% hal ini berarti 1/10 dari ruang pori terisi dengan air, sedangkan sisanya porositas adalah perpaduan terisi oleh sesuatu yang lain (misalnya minyak,gas,udara, dll. Pori batuan ini tidak bisa kosong). Data saturasi pada umumnya mengindikasikan bahwa pada Nilai Rw didapatkan dengan mencari lapisan reservoar yang terisi penuh dengan air (Sw = 1).Sehingga dengan menganggap nilai a = 1, m = 2, n = 2, maka menjadi : Rw = φRt 5. Menghitung Saturasi SW Saturation atau kejenuhan cairan yang berada dalam pori adalah rasio antara volume cairan dengan volume ruang pori (Crain, E. R.., 2012). Sebagai contoh, dilaporkan dalam satuan persen, meskipun ada sebagian kecil yang masih dalam bentuk persamaan. (Crain, E. R.., 2012) Pada praktikum analisis log kuantitatif dimana dijumpai 5 sekuen dengan ketebalan dan kedalaman yang berbeda. Pada sekuen I memiliki ketebalan sekitar 30 PROSEDUR PRAKTIKUM Berikut tahapan yang dilakukan meter dengan kedalaman sekitar 6260 meter. dalam melakukan praktikum analisis log Pada sekuen II memiliki ketebalan sekitar 90 kuantitatif. meter dengan kedalaman sekitar 6370 meter. 1. Satukan problem set yang diberikan Pada sekuen III memiliki ketebalan sekitar secara terpisah sehingga menjadi 30 meter dengan kedalaman sekitar 6530 data log yang utuh. meter. Pada sekuen IV memiliki ketebalan Terdapat beberapa data log yang sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar disajikan dalam satu problem set. 6920 meter dan pada sekuen V memiliki Ada tiga kolom yang menampilkan ketebalan data log yang berbeda sesuai dengan kedalaman sekitar 7670 meter. jenis log yang digunakan saat 1) Sekuen I 2. 3. sekitar 30 meter dengan pengambilan data dilapangan antara lain data log gamma ray , data log resistivity, serta data log density dan log neutron. 4. Cari sekuen Dari hasil perhitungan pada sekuen I yang berpotensi mengandung hidrokarbon 5. Hitung nilai Gambar 4. Sekuen 1 di dapatkan nilai GRlog yaitu 60 yang didapatkan dari data log gamma ray yaitu Volume Shale nilai terkecil dari tiap sekuen. Pada data IGR (Vsh),Porositas total,Resistivitas air diperoleh nilai sebesar 0.166667 dari hasil (Rw), porositas shale, porositas perhitungan nilai GR log, GR min dan GR efektif dan Saturasi air (Sw) max pada log gamma ray. Pada perhitungan HASIL Pada praktikum Geologi Minyak dan Gas Bumi acara analisis log kuantitatif, dianalisa 5 mengandung sekuen yang berpotensi hidrokarbon. Adapun perhitungannya didapatkan sebagai berikut: nilai Vshale didapatkan presentase nilai 4.42666 % dimana dari hasil perhitungan nilai nonconsolidate yang merupakan nilai ketetapan. Pada density shale diperoleh nilai bulk density dari sekuen yang memiliki vshale tertinggi dan diperoleh nilai sebesar 2.3. Untuk data densiti log diperoleh nilai nonconsolidate sebesar 1.98 yang didapatkan dari data log ketetapan. Pada density shale diperoleh nilai density yaitu nilai terkecil pada bulk density bulk density dari sekuen yang memiliki dari tiap sekuen. Untuk nilai porositas total vshale tertinggi dan diperoleh nilai sebesar diperoleh dari 2.3. Untuk data densiti log diperoleh nilai perhitungan antara nilai density log dan sebesar 2.12 yang didapatkan dari data log density sand, dimana nilai density sand density yaitu nilai terkecil pada bulk density merupakan nilai ketetapan. Pada porositas dari tiap sekuen. Untuk nilai porositas total shale didapatkan nilai sebesar 0.03030303 diperoleh berdasarkan nilai Vsh yang tertinggi dari perhitungan antara nilai density log dan semua perhitungan density sand, dimana nilai density sand porositas efektif diperoleh nilai sebesar merupakan nilai ketetapan. Pada porositas 0.404719204 yang didapatkan dari hasil shale didapatkan nilai sebesar 0.03030303 pengurangan antara porositas total dengan berdasarkan nilai Vsh yang tertinggi dari hasil perkalian antara nilai Vshale dan semua porositas shale. Pada perhitungan nilai porositas efektif diperoleh nilai sebesar saturasi 0.320032091 yang didapatkan dari hasil nilai sekuen air 0.406060606 dan pada diperoleh nilai sebesar yang merupakan nilai nilai sekuen 0.321212121 dan pada dari perhitungan 0.610509427. pengurangan antara porositas total dengan 2) Sekuen II hasil perkalian antara nilai Vshale dan porositas shale. Pada perhitungan nilai saturasi Gambar 5. Sekuen II Dari hasil perhitungan pada sekuen air diperoleh nilai sebesar 0.976366661. 3) Sekuen III II di dapatkan nilai GRlog yaitu 58 yang didapatkan dari data log gamma ray yaitu Gambar 6. Sekuen III nilai terkecil dari tiap sekuen. Pada data IGR Dari hasil perhitungan pada sekuen diperoleh nilai sebesar 0,15 dari hasil II di dapatkan nilai GRlog yaitu 60 yang perhitungan nilai GR log, GR min dan GR didapatkan dari data log gamma ray yaitu max pada log gamma ray. Pada perhitungan nilai terkecil dari tiap sekuen. Pada data IGR nilai Vshale didapatkan presentase nilai diperoleh nilai sebesar 0,166667 dari hasil 3.8941 % dimana dari hasil perhitungan nilai perhitungan nilai GR log, GR min dan GR max pada log gamma ray. Pada perhitungan diperoleh nilai sebesar 0,183333 dari hasil nilai Vshale didapatkan presentase nilai perhitungan nilai GR log, GR min dan GR 4.4266% dimana dari hasil perhitungan nilai max pada log gamma ray. Pada perhitungan nonconsolidate nilai Vshale didapatkan presentase nilai yang merupakan nilai ketetapan. Pada density shale diperoleh nilai 4.9824 % bulk density dari sekuen yang memiliki nilai nonconsolidate yang merupakan nilai vshale tertinggi dan diperoleh nilai sebesar ketetapan. Pada density shale diperoleh nilai 2.3. Untuk data densiti log diperoleh nilai bulk density dari sekuen yang memiliki sebesar 2.13 yang didapatkan dari data log vshale tertinggi dan diperoleh nilai sebesar density yaitu nilai terkecil pada bulk density 2.3. Untuk data densiti log diperoleh nilai dari tiap sekuen. Untuk nilai porositas total sebesar 2.18 yang didapatkan dari data log diperoleh nilai 0,315151515dari perhitungan density yaitu nilai terkecil pada bulk density antara nilai density log dan density sand, dari tiap sekuen. Untuk nilai porositas total dimana nilai density sand merupakan nilai diperoleh ketetapan. Pada porositas shale didapatkan perhitungan antara nilai density log dan nilai sebesar 0.03030303 berdasarkan nilai density sand, dimana nilai density sand Vsh yang tertinggi dari semua sekuen. dan merupakan nilai ketetapan. Pada porositas pada perhitungan porositas efektif diperoleh shale didapatkan nilai sebesar 0.03030303 nilai sebesar 0.313810114 yang didapatkan berdasarkan nilai Vsh yang tertinggi dari dari hasil pengurangan antara porositas total semua dengan hasil perkalian antara nilai Vshale porositas efektif diperoleh nilai sebesar dan porositas shale. Pada perhitungan nilai 0.283338665 yang didapatkan dari hasil saturasi pengurangan antara porositas total dengan air diperoleh nilai sebesar dimana dari hasil perhitungan nilai sekuen 0.284848485 dan pada dari perhitungan 1.015467733. hasil perkalian antara nilai Vshale dan 4) Sekuen IV porositas shale. Pada perhitungan nilai saturasi air Gambar 7. Sekuen IV 1.245627864. Dari hasil perhitungan pada sekuen 5) Sekuen V diperoleh nilai IV di dapatkan nilai GRlog yaitu 62 yang didapatkan dari data log gamma ray yaitu nilai terkecil dari tiap sekuen. Pada data IGR Gambar 8. Sekuen V sebesar Dari hasil perhitungan pada sekuen 0.03030303 di dapatkan nilai GRlog yaitu PEMBAHASAN 1. Volume Shale 60 yang didapatkan dari data log gamma ray Dari 5 sekuen yang di analisis pada yaitu nilai dari tiap sekuen. Pada data IGR perhitungan volume shale dijumpai nilai diperoleh nilai sebesar 0,166667 dari hasil rata-rata adalah 0.221563. Dimana volume perhitungan nilai GR log, GR min dan GR shale yang paling tinggi dijumpai pada max pada log gamma ray. Pada perhitungan sekuen IV ialah 0.049824 dan nilai yang nilai Vshale didapatkan presentase nilai paling rendah dijumpai pada sekuen II ialah 4.4266 % dimana dari hasil perhitungan nilai 0.038941. Dimana semakin rendah volume nonconsolidate shale yang merupakan nilai ketetapan. Pada density shale diperoleh nilai maka sekuen tersebut makin permeable. bulk density dari sekuen yang memiliki vshale tertinggi dan diperoleh nilai sebesar 2. Porositas total 2.3. Untuk data densiti log diperoleh nilai Pada perhitungan porositas total sebesar 2.19 yang didapatkan dari data log dengan nilai rata-rata 1.606060606. Sekuen density yaitu nilai terkecil pada bulk density yang memiliki nilai porositas tinggi adalah dari tiap sekuen. Untuk nilai porositas total terdapat pada sekuen I yaitu 0.406060606 diperoleh dari dan sekuen yang memiliki nilai porositas perhitungan antara nilai density log dan rendah yaitu pada sekuen ke V yaitu density sand, dimana nilai density sand 0.27878789. Dimana semakin tinggi nilai merupakan nilai ketetapan. Pada porositas porositas shale didapatkan nilai sebesar 0.03030303 dicurigai sebagai sekuen yang prospek. berdasarkan nilai Vsh yang tertinggi dari 3. Porositas total efektif semua nilai sekuen 0.278787879 dan pada perhitungan maka sekuen tersebut dapat Pada perhitungan porositas total porositas efektif diperoleh nilai sebesar efektif 0.277446477 yang didapatkan dari hasil porositas total efektif yang tinggi adalah pengurangan antara porositas total dengan terdapat pada sekuen I yaitu 0.404719204 hasil perkalian antara nilai Vshale dan dan sekuen yang rendah yaitu pada sekuen porositas shale. Pada perhitungan nilai ke V yaitu 0.277446477. Semakin tinggi saturasi nilai air 1.299096971. diperoleh nilai sebesar sekuen porositas permeable. yang memiliki nilai total maka semakin 4.Saturasi Air Pada menandakan perhitungan saturasi air bahwa pada sekuen ini mengandung hidrokarbon berupa minyak dijumpai nilai rata-rata tiap sekuen dimana sedangkan pada sekuen I adalah 61.05% pada sekuen II presentase nilai sebesar 97.6366661% yang 97.63% pada sekuen III 101.5% pada sekuen menandakan IV 124.5% dan pada sekuen V 129.9%. Jadi mengandung hidrokarbon berupa gas. dapat disimpulkan bahwa pada sekuen I DaftarPustaka terdapat hidrokarbon berupa minyak, pada Dewan, John T. 1983.Essential of Modern Open-Hole Log Interpretation. Penn Erlls Books sekuen II terdapat hidrokarbon berupa gas, dan pada sekuen III,IV dan V terdapat kandungan air (tidak prospek). KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa pada 5 sekuen yang di analisis dijumpai 2 sekuen yang prospek yaitu pada sekuen I dan sekuen II ditinjau dari rendahnya nilai volume shale dimana pada sekuen I didapatkan persentase nilai volume shale sebesar 4.426625% dan pada sekuen II ialah 3.8941% dan tingginya nilai porositas total, dimana pada sekuen I nilai presentase porositas total sebesar 40.6060606% dan pada sekuen II ialah 32.1212121% serta pada nilai porositas efektif dimana yang nilai yang tinggi memungkinkan sekuen tersebut prospek, pada sekuen I didapatkan presentase nilai porositas efektif sebesar 40.4719204% dan pada sekuen II ialah 32.0032091%. Untuk saturasi air presentase nilai pada sekuen I ialah 61.0509427% yang pada sekuen bahwa pada II diperoleh sekuen ini Harsono, Adi. 1997. Evaluasi Formasi Log.Schlumberger Oilfield Services. Jakarta Irawan Deni dan Widya Utama. 2009.Analisis data Well log (porositas,saturasi air, dan permeabilitas) untuk menentukan zona hidrokarbon, Studi kasus : Lapangan ‘’ITS’’ daerah cekungan Jawa Barat Utara. Surabaya : PT pertamina. Ismail ZakyAlfatih, Dwa DesaWarnana, dan Priatin Hadi Wijaya. JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 Setiahadi wibowo Ajimas Pascaning.2016.Analisa karakteristik batubara berdasarkan rekaman well logging di daerah kabupaten katingan Kalimantan tengah.KUARVATEKVol.1.No.2, November 2016, pp.81-87 ISSN : 2477-7870

Judul: Jurnal Analisa Log Kuantitatif

Oleh: Yuri Fannya


Ikuti kami