Review Jurnal Penelitian Rully

Oleh Sepri Yani

146,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Review Jurnal Penelitian Rully

TUGAS REWIEW JOURNAL TOPIK: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR OLEH : RULLY RAMADHANI PROGRAM MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 REVIEW JURNAL PENELITIAN No 1. Nama Peneliti, Tahun, Negara Ismi Trihardiani, Niken Puruhita, 2011, Indonesia Fokus/Topik/ Pertanyaan penelitian dan mengapa penelitian tersebut penting Faktor risiko kejadian berat badan lahir rendah di Wilayah kerja Puskesmas Singkawang Timur dan Utara kota singkawang Tahun 2011, Saat ini angka kematian bayi masih tinggi yaitu sebesar 67 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab utama tingginya angka kematian bayi, khususnya pada masa perinatal adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi yang terlahir dengan BBLR berisiko kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang berat badan lahirnya diatas 2500 gram. BBLR dapat berakibat jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan memiliki risiko penyakit jantung dan diabetes di masa yang akan Unsur kebaruan dan gap pengetahuan yang ingin diisi Angka kejadian BBLR masih cukup tinggi sehingga penelitian ini ingin mengetahui lebih lanjut tentang faktor risiko kejadian Berat Badan Lahir Rendah Metode dan teknik penelitian yang digunakan Variabel/ factor /indikator yang menjadi focus Penelitian ini penelitian Studi kohort retrospektif korelasi dengan rancangan studi cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 250 subyek, yaitu ibu hamil yang memeriksakan diri ke Puskesmas. Analisis data menggunakan Chi Square dan regresi logistik berganda. - BBLR - Indeks Massa Tubuh - Status Anemia - Lingkar Lengan Atas - Pertambahan Berat Badan - Umur - Paritas - Tinggi badan - Frekuensi pemeriksaan - Jarak kelahiran - Status pekerjaan . Hasil/ Kesimpulan penelitian - Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah Indeks Massa Tubuh (p=0,034), status anemia ( p=0,002), Lingkar Lengan Atas p=0,009, Pertambahan berat badan (p=0,019), dan paritas (p=0,043). - Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,119), tinggi badan ((p=0,182), frekuensi pemeriksaan (p=0,255), jarak kelahiran(p=0,496), dan status pekerjaan (p=0,569) dengan BBLR. - Hasil uji regresi logistik berganda diperoleh faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR adalah Indeks Massa Tubuh, pertambahan berat badan, dan Lingkar Lengan Atas. No 2. Nama Peneliti, Tahun, Negara Nurfi Laila, 2012, Indonesia datang. Fokus/Topik/ Pertanyaan penelitian dan mengapa penelitian tersebut penting Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR periode januari sampai desember 2012 di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Tahun 2012, Angka kematian bayi di Indonesia saat ini masih tergolong tinggi. Dari seluruh kematian perinatal sekitar 2 – 27% disebabkan karena kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR). Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin tahun 2012 terdapat 82 bayi dengan kategori BBLR dari 783 ibu bersalin. Unsur kebaruan dan gap pengetahuan yang ingin diisi Angka kejadian BBLR masih cukup tinggi sehingga penelitian ini ingin mengetahui lebih lanjut tentang faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR Metode dan teknik penelitian yang digunakan Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah retrospektif korelasi. Subyek penelitian adalah seluruh bayi yang lahir dari bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Desember 2012 yaitu berjumlah 783 persalinan. Analisis data menggunakan Chi Square. . Variabel/ factor /indikator yang menjadi focus - BBLR Umur Paritas Jarak Kehamilan Hasil/ Kesimpulan penelitian - Ada hubungan umur dengan kejadian BBLR (p= 0,005) - Ada hubungan paritas dengan kejadian BBLR (p= 0,01) - Ada hubungan Jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (p=0.000). No 3. Nama Peneliti, Tahun, Negara Puspita Sukmawaty Rasyid, Buraerah H.Abd. Hakim, Saifuddin Sirajuddin, 2012, Indonesia Fokus/Topik/ Pertanyaan penelitian dan mengapa penelitian tersebut penting Faktor risiko kejadian bayi berat lahir rendah Di RSUD prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo Tahun 2012, BBLR masih menjadi masalah dunia khususnya di negara-negara berkembang. BBLR berdampak buruk terhadap tumbuh kembang setelah diluar kandungan dimana bayi yang bertahan hidup memiliki insiden lebih tinggi mengalami penyakit infeksi, kekurangan gizi dan keterbelakangan dalam perkembangan kognitif. Unsur kebaruan dan gap pengetahuan yang ingin diisi Angka kejadian BBLR masih cukup tinggi sehingga penelitian ini ingin mengetahui lebih lanjut tentang faktor risiko kejadian Berat Badan Lahir Rendah Metode dan teknik penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol, dengan unit observasi untuk kelompok kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 150 orang, dan kontrol adalah ibu yang melahirkan normal sebanyak 150 orang. Analisis data menggunakan analisa data secara univariat, bivariat dengan Odds Ratio dan multivariat dengan regresi berganda logistik. . Variabel/ factor /indikator yang menjadi focus - BBLR - Stres Kehamilan - Paparan Asap Rokok - Riwayat penyakit infeksi - Status Gizi Kehamilan - Pemanfaatan ANC Hasil/ Kesimpulan penelitian - Variabel yang terbukti berisiko terhadap kejadian BBLR, yaitu Stres kehamilan (p=0,037, OR=1,7), Paparan asap rokok (P=0,002, OR=4,2), Status gizi kehamilan (p=0,003, OR=2,7). - Variabel yang tidak terbukti berisiko terhadap kejadian BBLR Riwayat penyakit infeksi (p=0,999), Pemanfaatan ANC (p=0,051).

Judul: Review Jurnal Penelitian Rully

Oleh: Sepri Yani


Ikuti kami