Telaah Jurnal Metode Klt

Oleh Sinta Yuliana

546,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Telaah Jurnal Metode Klt

Telaah Jurnal Mata Kuliah Dasar-Dasar Pemisahan Analitik DOSEN PENGAMPUH: Bapak HENDRI IYABU S.Pd,M.Si TELAAH JURNAL ”Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Saos Tomat Yang Beredar di Pasar Sentral Kota Gorontalo Dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)” OLEH SINTA YULIANA 441419017 PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2021 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada akhirnya tugas menelaah jurnal yang di susun dalam rangka pemenuhan nilai ujian pada mata kuliah DasarDasar Pemisahan Analitik telah dapat diselesaikan. Telaah ini disusun dengan mengacu pada beberapa sumber pendidikan dari akses internet seperti e-book, jurnal penelitian dan ulasan pribadi yang sifatnya hanyalah analisis. Tulisan yang amat sederhana ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya peran dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah semestinya penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak/Ibu dosen team teaching mata kuliah Dasar-Dasar Pemisahan Analitik. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan telaah jurnal ini masih jauh dari kata sempurna dan mungkin beberapa pandangan penulis sedikit yang belum teruji kebenarannya. Namun, harapan penulis semoga karya sederhana ini memiliki sedikit manfaat, terutama bagi penulis sendiri dan teman-teman yang membaca. Aamiin ya robbal’alaamiin Bola’ang Mongondow, Senin 2 Mei 2021 Penulis Sinta Yuliana BAB I DESKRIPSI JURNAL 1.1 Informasi Jurnal Materi Jurnal : Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Judul Jurnal : Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Saos Tomat Yang Beredar Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Dari judul penelitian ini, penulis mengambil lingkup yaitu yang lebih luas yaitu dengan menganalisis kandungan Rhodamin B pada saos tomat yang di anggap bahwa kandungan yang ada Rhodamin B sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Penelitian ini sangat baik karena di dalamnya memberikan informasi yang akurat bagi kalangan masyarakat yang ada di wilayah Gorontalo. Penulis : Andeston Sumandoli Samosir, Nurhayati Bialangi, Hendri Iyabu. Volume Jurnal : Vol. 5 No. 1 Jurnal Entropi Publikasi : Februari 2018 Penelaah : Sinta Yuliana Tanggal telaah : 2 Mei 2021 1.2 Tujuan Utama Penelitian Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui apakah ada kandungan zat rhodamin B yang masih digunakan sebagai pewarna dalam saos tomat. 1.3 Tujuan penelitian peneliti Peneliti melakukan pengujian serta penelitian dimana hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan zat pewarna rhodamin B pada saos tomat yang ada di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo. 1.4 Hasil utama penelitian Dari hasil utama penelitian, peneliti menjelaskan dalam tulisan jurnal penelitiannya bahwa pada sampel saos tomat sekitar 7 buah sampel produk saos tomat setidaknya terdapat 5 produk saos tomat yang memilik kandungan zat Rhodamin B hal ini ditunjukkan oleh peneliti dari 7 sampel saos tomat yang 2 diantaranya dengan kode D dan F tidak mengandung zat warna rhodamin B sehingga dapat dipastikan saos tomat tersebut masih aman dan layak di konsumsi oleh warga Gorontalo dengan catatan harus diketahui terlebih dahulu oleh masyarakat Gorontalo dalam memilih dan mengonsumsi saos tomat ini. Hasil utama penelitian itu memberikan kabar baik bahwa saos tomat aman untuk dikonsumsi. 1.5 Hasil tambahan penelitian Namun disisi lain, peneliti tidak memaparkan apakah ada atau tidaknya kandungan berbahaya lainnya yang terdapat pada saos tomat, penelitian ini perlu adanya penjelasan yang mendetail dan rinci sehingga masyarakat awam pun bisa memahami informasi bermanfaat ini tanpa menduga-duga kandungan zat dari saos tomat yang beredar di pasaran Kota Gorontalo agar masyarakat bisa menggunakan serta mengonsumsi saos tomat tanpa ada rasa was-was dan takut akan dampaknya kelak. 1.6 Kesimpulan penelitian Kesimpulannya, peneliti telah memberikan informasi yang sangat membantu bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. tapi tak bisa dipungkiri juga bahwa dalam 1 botol saos tomat ada banyak zat kimia sebagai penyusun bahan pada saos tomat. Sehingga diharapkan perlu adanya informasi yang rinci dan detail lagi. BAB II TELAAH JURNAL 2.1 Validitas seleksi Dalam penelitian ini telah dijelaskan bahwa Rhodamin B merupakan zat warna sintetik yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil. Rhodamin B merupakan zat warna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produk-produk pangan yaitu salah satunya pada bahan makanan saos tomat. Rhodamin B sangat berbahaya pada tubuh manusia karena dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan, dan gangguan hati bahkan memicu pertumbuhan selsel kanker bahkan kerusakan hati jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah adanya zat rhodamin pada saos tomat yang digunakan sebagai pewarna. Sampel Saos Tomat diambil Di Pasar Sentral Kota Gorontalo yang selanjutnya sampel saos tomat dianalisis dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) guna bertujuan untuk mengidentifikasi adanya zat pewarna rhodamin B pada saos tomat yang ada di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Pengujian yang dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis dengan menggunakan eluen (n-butanol : etil asetat : ammonia) dengan perbandinga (10:4:5). a. Kriteria seleksi Pengujian ini yang dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen (n-butanol : etil asetat : ammonia) perbandingan (10:4:5). Dimana pada masing-masing sampel saos tomat diambil sebanyak 10gr dan ditambahkan 2oml ammonia 2% untuk menarik zat warna yang ada pada saos tomat. Kemudian dilakukan proses penyaringan untuk memisahkan zat warna pada saos tomat yang hasil sifatnya berupa residu dan filtrate. b. Metode alokasi subjek Pada penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengidentifikasi zat warna rhodamin B pada saos tomat. Penelitian ini menjadi penting dikarenakankandungandari zat rhodamin B terutama keberadaannya dalam produk olahan makanan seperti pada saos tomat perlu diawasi, mengingat senyawa dari zat rhodamin B ini merupakan bahan pewarna sintesis yang sering digunakan pada industri tekstil sehingga perlu dilakukan pengecekan kandungan zat bebahaya pada produk saos tomat yang beredar di pasaran kota Gorontalo yaitu dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu dengan eluen (n-butanol : etil asetat : ammonia) perbandingan (10:4:5) guna masyarakat atau konsumen tahu betul produk yang mereka konsumsi. c. Angka drop out Penelitian ini peneliti memaparkan bahwa dalam melakukan analisis telah menggunakan alat : Statif Klem, Corong Pisah, Gelas Ukur10 mL dan 50 mL, Pipet Tetes, Penangas air, Batang Pengaduk, Lampu UV 254 nm dan 366 nm , Kertas Saring, Gelas Kimia 50 mL, Cember, Neraca Analitik, Plat KLT, Erlenmeyer 250 mL, Pipa Kapiler. Sementara untuk bahan yang digunakan : Saos Tomat (sebagai sampel analisis), Rhodamin B Standar, NaOH 10 % dan 0,5%, Asam, Asetat 10%, Metanol, n-butanol, Aquadest, Silika Gel, Benang Wol, Et il Asetat, Ammonia 2% dalam etanol 70% dan Ammonia 10% dalam etanol 70%. d. Jenis analisis Dalam penelitian ini peneliti telah memaparkan akan melakukan analisis pada saos tomat apakah ada kandungan Rhodamin B dengan mengguankan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) memakai eluen (n-butanol : etil asetat : ammonia) dengan perbandinga (10:4:5). Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ini di anggap salah satu metode yang mudah dan murah Sehingga banyak yang menerapkan ataupun menggunakan metode ini dalam kegiatan penelitian ataupun analisis pada kandungan zat pada produk makanan atau minuman yang beredar dipasaran. 2.2 Kesimpulan validitas seleksi Kesimpulan dari validitas seleksi ini dipaparkan bahwa pada Proses KLT dilakukan dengan menggunakan fase gerak/eluen (n-butanol : etil asetat : ammonia) (10 : 4 : 5) dan fase diam terdapat plat tipis aluminium yang fungsinya untuk tempat berjalannya adsorben sehingga proses migrasi analit oleh solventnya bisa berjalan. Kemudian eluen dibuat dengan cara larutan eluen tersebut dijenuhkan terlebih dahulu. Tujuan penjenuhan adalah untuk memastikan partikel fase gerak terdistribusi merata pada seluruh bagian chamber sehingga proses pergerakan spot diatas fase diam oleh fase gerak berlangsung optimal. Selama proses penjenuhan telah dilaksanakan maka selanjutnya Selanjutnya, plat dimasukkan dengan hati-hati ke dalam chamber tertutup yang berisi eluen dengan posisi fase gerak berada di bawah garis setelah kira-kira mencapai jarak tempuh 6,3 cm, plat KLT diangkat dan dibiarkan kering diluar. Tujuannya untuk menguapkan sisa pelarut yang masih terdapat pada plat. Plat diamati dibawah sinar UV, sinar tersebut merupakan deteksi universal yang bisa digunakan untuk senyawa yang berfluorensi seperti rhodamin B. Hasil KLT terdapat 2 noda yang berwarna orange dengan jarak tempuh yang berdekatan ≤ 0,2. Namun noda yang mirip dengan noda larutan baku rhodamin B. BAB III PENUTUP Kesimpulan Pada penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa dari 7 sampel produk saos tomat yang beredar dipasaran kota Goronta lo setidaknya terdapat 5 produk yang mengandung zat berbahaya yaitu zat rhodamin B. sehingganya perlu adanya pengawasan dari pemerintah serta perlu adanya pengecekan terlebih dahulu oleh pihak BPOM agar tidak menimbulkan penyakit pada masyarakat Kota Gorontalo yang mengonsumsi produk saos tomat ini. Saran Hasil dari pengujian dengan menggunakan 7 sampel produk saos tomat dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) masih diperlukan identifikasi golongan senyawa aktif yang lebih spesifik tidak hanya bergantung pada eluen saja tapi bisa menggunakan bantuan senyawa aktif yang lebih spesifik agar srtuktur senyawa aktif pada sampel saos tomat dapat diketahui. DAFTAR PUSTAKA Samosir, Andeston Sumandoli, Nurhayati Bialangi, and Hendri Iyabu, ‘Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Saos Tomat Yang Beredar Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis ( KLT )’, 13 (2018), 45–49

Judul: Telaah Jurnal Metode Klt

Oleh: Sinta Yuliana


Ikuti kami