Jurnal Praktek Instalasi Bangunan

Oleh Feby Lova

521,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Praktek Instalasi Bangunan

JURNAL PRAKTEK INSTALASI BANGUNAN Nama : Febyardalova NIM : 2018-71-084 Kelas :C Tgl. Praktek : 30 Oktober 2020 Tgl. Presentasi : 13 November 2020 Jurusan : D-III Teknologi Listrik Asisten : Master Robert Simanjuntak LABRORATORIUM INDUSTRI DAN PEMANFAATAN LISTRIK INSTITUT TEKNOLOGI PLN JAKARTA 2020 Nama : Febyardalova NIM : 201871084 MODUL IV (PEMASANGAN INSTALASI PENERANGAN) Febyardalova & 2018-71-084 INSTALASI BANGUNAN C Febyar.dalova29@gmail.com ABSTRACT Electrical installation is one of the most important parts in the construction of multi-storey buildings to protect the safety of people and animals in the surrounding area so that it is safe from electric shocks. Considering that there are still frequent fires in a building, both houses, markets and buildings whose cause is suspected to be due to a brief or general connect due to electricity. Lighting installation is a very basic thing of a residential building and other buildings, so that the building can become a building that has the function as we want. installation of lighting installations should also be considered so that in later use it does not harm its users. Therefore, the installation of lighting installation must be properly considered and must comply with existing standards. In a house or building there are still many electrical installations that ignore the general requirements of electrical installation (PUIL) 2000, Indonesian National Standard (SNI) and do not pay attention to the provisions of safety and modern technology as well as aesthetic beauty. Planning and installation of electrical installation system on a building should refer to the regulations and regulations that apply in accordance with PUIL 2000. Multi-storey dwellings usually require considerable electrical energy, therefore the distribution of electricity must be taken into account as best as possible in order for the electricity to be met properly and in accordance with the prevailing regulations. Keywords: Electrical Installation, Lighting Installation and PUIL 2000 ABSTRAK Instalasi listrik merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat untuk melindungi keselamatan manusia dan hewan yang berada di daerah sekitar sehingga aman dari sengatan listrik. Mengingat masih sering terjadinya kebakaran pada suatu bangunan baik rumah, pasar maupun gedung-gedung yang penyebabnya diduga karena hubung singkat atau secara umum karena listrik. Instalasi penerangan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dari suatu bangunan tempat tinggal maupun bangunan lainnya, agar bangunan tersebut dapat menjadi bangunan yang memiliki fungsi seperti yang kita inginkan. pemasangan instalasi peneranganyapun juga harus diperhatikan agar dalam penggunaanya nanti tidak membahayakan penggunanya. Oleh karana itu pemasangan instalasi penerangan harus benar – benar diperhatikan dan harus sesuai dengan standar yang ada.Pada suatu rumah atau gedung pun masih banyak ditemukan instalasi listrik yang mengabaikan persyaratan umum instalasi listrik (PUIL) 2000, Standard Nasional Indonesia (SNI) dan tidak memperhatikan ketentuan dari keamanan dan teknologi modern dan juga estetika keindahan. Perencanaan dan pemasangan sistem instalasi listrik pada suatu bangunan haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084 dengan PUIL 2000. Pada rumah tinggal bertingkat biasanya membutuhkan energi listrik yang cukup besar, oleh karena itu pendistribusian energi listriknya harus diperhitungkan sebaik mungkin agar energi listrik dapat terpenuhi dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci: Instalasi Listrik, Instalasi Penerangan dan PUIL 2000 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Instalasi penerangan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dari suatu bangunan tempat tinggal maupun bangunan lainnya, agar bangunan tersebut dapat menjadi bangunan yang memiliki fungsi seperti yang kita inginkan. pemasangan instalasi peneranganyapun juga harus diperhatikan agar dalam penggunaanya nanti tidak membahayakan penggunanya. Oleh karana itu pemasangan instalasi penerangan harus benar – benar diperhatikan dan harus sesuai dengan standar yang ada. Di Indonesia sendiri untuk perancangan instalasi penerangan/listrik sudah diatur dalam Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011. Pada penulisan ini akan membuat rancangan instalasi penerangan untuk sebuah bangunan tempat tinggal, dengan merancang kebutuhan pengaman pada instalasi, diameter penghantar yang ideal, serta instalasi listrik yang benar, sesuai dengan standard yang berlaku, sehingg akan efektive dan efisien. Dalam melakukan perancangan ini juga memperhatikan spesifikasi komponen – komponen yang digunakan, dan memastikan bahwa komponen yang digunakan sesuai dengan standard. Dalam perancangan ini, juga dihitung rencana beban dalam rumah tinggal tersebut, sehingga dapat ditentukan berapa besar kebutuhan daya terpasang yang ideal. Penghantar yang digunakan pada instalasi ini seluruhnya menggunakan kabel dengan jenis NYM, Pengaman yang digunakan pada instalasi ini terdiri dari 2 jenis, yaitu MCB & Fuse, selain itu sistem instalasi tempat tinggal ini juga diberi kotak PHB untuk untuk memudahkan dalam maintenance dan perbaikan apabila terjadi kerusakan. 1.2. Tujuan Mampu memasang instalasi penerangan pada sambungan listrik domestic dengan benar. 2. LANDASAN TEORI 2.1 Teori Modul 1. Pemasangan Pipa Dan Lengkapannya a) Pipa dipasang di dalam plesteran dinding/tembok b) Pipa dipasang dibagian luar dinding/tembok atau di dinding dari bahan kayu. Sebagai penguat dudukan pipa, pasang klem lainnya maksimal 1 meter. Pada pangkal/ujung pipa klem dipasang 2 cm dari pinggir pipa. c) Belokan pipa dipasang pada posisi pipa tetap mendatar dan tegak-lurus. 2. Pemasangan Kotak Kabel (In/out-bow doos, Cross doos, dan T-doos) a) Dipasang pada posisi pipa tetap mendatar dan tegak-lurus b) Harus diperhitungkan jumlah ujung kabel yang ada terhadap ruangan pada lengkapan tersebut, bila perlu tambahkan lengkapan tersebut. 3. Pemasangan Kabel a) Masukkan kabel sebanyak yang dibutujkan sesuai perancangan ke dalam pipa dengan menggunakan kabel penarik dan dengan warna sesuai ketentuan. Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084 b) Warna kabel sesuai ketentuan : - Biru untuk penghantar netral - Kuning bergaris hijau untuk penghantar pembumian (grounding) - Warna-warna lain untuk penghantar fasa c) Ujung kabel yang muncul pada kotak kabel (doos) panjangnya sekitar 7 cm d) Kupas isolasi pada ujung kabel sepanjang 1-1,5 cm e) Sambungkan kabel-kabel pad kotak kabel sesuai perancangan dan bungkus dengan isolasi atau las-dop. f) Tutup kotak kabel 4. Pemasangan Saklar dan Stop-Kontak. a) Pemasangan saklar dan penyambungannya dengan kabel diusahakan terminal kontak diam adalah masukkan (bertegangan), sedang untuk kontak bergerak adalah keluaran (tidak bertegangan) b) Pemasangan saklar (bagian luarnya) tidak terbalik, perhatikan adanya gambar atau tulisan yang tertera pad saklar tersebut. c) Pemasangan stop-kontak dan penyambungannya dengan kabel harus sesuai dengan ketentuannya. 5. Pemasangan Fiting Lampu a) Pemasangan fiting duduk di dinding menggunakan sekrup yang ditanam pada fischer yang terpasang pada dinding b) Pemasangan fiting duduk di dinding menggunakan sekrup yang ditanam pada kerangka flafon yang terbuat dari logam c) Pemasangan fiting duduk di dinding menggunakan sekrup yang ditanam pada kerangka flafon yang terbuat dari kayu d) Kabel bertegangan disambung pada terminal fiting bagian yang berulir e) Kabel tidak bertegangan disambung pada terminal fiting bagian tengah 2.2 Teori Tambahan A. Instalasi Listrik Menurut Persyaratan Umum Instalasi Listrik ( PUIL ) 2000 Instalasi listrik adalah saluran listrik beserta gawai maupun peralatan yang terpasang baik di dalam maupun di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik. Rancangan instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL 2000 dan peraturan yang terkait dalam dokumen seperti UU NO 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi, Peraturan Pemerintah NO 51 Tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik dan peraturan lainnya. B. Ketentuan Umum Perancangan Instalasi Listrik Rancangan suatu sistem instalasi listrik harus memenuhi ketentuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) dan peraturan lain seperti : a) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, Beserta Peraturan Pelaksanaannya. b) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. c) Undang-Undang Nomor 15 tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan Dalam perancangan sistem instalasi listrik harus diperhatikan tentang keselamatan manusia, makhluk hidup lain dan keamanan harta benda dari bahaya dan Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084 kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan instalasi listrik. Selain itu, berfungsinya instalasi listrik harus dalam keadaan baik dan sesuai dengan maksud penggunaannya. 3 C. METODE PRAKTEK 3.1 Alat dan Perlengkapan Praktek 1. Kabel TIC 2 x 10 mm2 2. Saklar Tunggal 3. Saklar Seri 4. Saklar Tukar 5. Kotak-Kontak Biasa 6. Koatak-Kontak Khusus 7. Fiting Lampu Dinding 8. Fiting Lampu Gantung Lengkap 9. Lampu TL 20 Watt-220 V Lengkap 10. Lampu LED 3 Watt-220 V 11. Service Wedge Clamp 2 x 10 mm2 12. Strain Hook 13. Dyna Bolt 14. Stainless Steel Strip 15. Stopping Buckle 16. Pierching Tap Connector 17. Plastic Starp 18. Kabel NYM 4 x 1,5 mm2 19. Kabel NYM 3 x 1,5 mm2 20. Kabel NYM 2 x 1,5 mm2 21. Kabel NYA 1,5 mm2 warna merah 22. Kabel NYA 1,5 mm2 warna kuning 23. Kabel NYA 1,5 mm2 warna hitam 24. Kabel NYA 1,5 mm2 warna biru 25. Kabel NYA 1,5 mm2 warna kuning garis hijau 26. Kotak Sambung 27. Isolasi Band 28. Klem Kabel No. 4 29. Klem Kabel No. 8 30. Klem Kabel No. 10 31. Palu 200 gram 32. Tang Kombinasi 33. Tang Potong 34. Tang Bulat 35. Pengupas Kabel 36. Cutter 37. Obeng Plus 38. Obeng Minus 39. Tespen 40. Tang KW Meter 41. Tangga Kaki Empat 10 meter 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 set 3 buah 2 buah 1 buah 2 buah 4 meter 2 buah 2 buah 2 buah 3 meter 13 meter 20 meter 7 meter 7 meter 7 meter 7 meter 7 meter 10 buah 1 roll 1 pak 1 pak 1 pak 3.2 Langkah Praktek 1. Pelajari single line diagram Instalasi listrik domestic pada gambar diagram di bawah, untuk pemasangan Instalasi. 2. Pasanglah instalasi serapi mungkin, dengan ketentuan sebagai berikut : Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova            4 4.2 NIM : 201871084 Peralatan dipasang sesuai dengan gambar rencana Semua saklar dan kotak-kontak dipasang di dalam tembok/dinding (pasangan dalam) Jarak saklar terhadap lantai 120 cm Jarak kotak-kontak biasa terhadap lantai 120 cm Jarak kotak-kontak khusus terhadap lantai 120 cm Jarak lampu terhadap langit-langit 50 cm Kabel yang digunakan di dalam pipa jenis NYA Kabel yang digunakan di atas langit-langit jenis NYM Sambungan kabel di atas langit-langit di dalam kotak sambung Jarak PHB-TR terhadap lantai 150 cm Sistem pembumian adalah PNP (Pembumian Netral Pengaman) HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data (jika ada) Analisa Pada praktikum Instalasi Bangunan pada modul ke tiga yang berjudul Pada praktikum ini terdapat tujuannya dimana yaitu Pada praktikum ini juga kita dapat melihat atau memperhatikan video yang ditampilkan oleh asisten kepada praktikan yang dimana pada video ini dijelaskan 4.3 Tugas Akhir 1. Jelaskan langkah-langkah pemasangan pipa dan kelengkapannya ! Jawab :  Pipa dipasang di dalam plesteran dinding/tembok  Pipa dipasang dibagian luar dinding/tembok atau di dinding dari bahan kayu. Sebagai penguat dudukan pipa, pasang klem lainnya maksimal 1 meter.  Pada pangkal/ujung pipa klem dipasang 2 cm dari pinggir pipa.  Belokan pipa dipasang pada posisi pipa tetap mendatar dan tegak-lurus. 2. Jelaskan langkah-langkah pemasangan kotak kabel ! Jawab :  Dipasang pada posisi pipa tetap mendatar dan tegak-lurus  Harus diperhitungkan jumlah ujung kabel yang ada terhadap ruangan pada lengkapan tersebut, bila perlu tambahkan lengkapan tersebut. 3. Bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk pemasangan kabel ? Jawab :  Masukkan kabel sebanyak yang dibutujkan sesuai perancangan ke dalam pipa dengan menggunakan kabel penarik dan dengan warna sesuai ketentuan.  Warna kabel sesuai ketentuan : - Biru untuk penghantar netral - Kuning bergaris hijau untuk penghantar pembumian (grounding) - Warna-warna lain untuk penghantar fasa Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084  Ujung kabel yang muncul pada kotak kabel (doos) panjangnya sekitar 7 cm  Kupas isolasi pada ujung kabel sepanjang 1-1,5 cm  Sambungkan kabel-kabel pad kotak kabel sesuai perancangan dan bungkus dengan isolasi atau las-dop.  Tutup kotak kabel 4. Jelaskan cara pemasangan saklar ! Jawab :  Pemasangan saklar dan penyambungannya dengan kabel diusahakan terminal kontak diam adalah masukkan (bertegangan), sedang untuk kontak bergerak adalah keluaran (tidak bertegangan)  Pemasangan saklar (bagian luarnya) tidak terbalik, perhatikan adanya gambar atau tulisan yang tertera pad saklar tersebut.  Pemasangan stop-kontak dan penyambungannya dengan kabel harus sesuai dengan ketentuannya. Diagram satu garis instalasi listrik domestik yang akan dikerjakan, adalah sebagai berikut : Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada percobaan modul tiga yang berjudul “PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN” yang bertujuan untuk mampu melaksanakan perancangan instalasi penerangan. Praktikan dapat mengetahui Rancangan instalasi listrik ialah berkas gambar rancangan dan uraian Teknik yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik. Perencanaan intalasi listrik rumah juga adalah perencanaan instalasi atau suatu bayangan untuk memulai instalasi agar apa yang di butuhkan dan di perlukan dalam instalasi dapat di penuhi untuk memulai instalasi. Rancangan instalasi listrik terdiri beberapa yaitu,pertama gambar situasi yang menunjukan dengan jelas letak Gedung atau bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang,kedua yaitu gambar instalasi,ketiga diagram garis tunggal yang meliputi diagram PHM lengkap,komponen,keterangan mengenai jenis dan besar beban yang Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN Nama : Febyardalova NIM : 201871084 terpasang dan pembagiannya,sistem pembumian,ukuran dan jenis penghantar yang dipakai. Keempat yaitu perhitungan teknis (Bila perlu) misalnya susut tegangan,perbaikan faktor daya dan beban terpasang. Dan yang terakhir yaitu tabel bahan instalasi yang meliputi jumlah dan jenis kabel,jumlah dan jenis perlengkapan bantu,jumlah dan jenis PHB jumlah dan jenis luminer lampu. 5.2 Saran Semoga praktikum selajutnya berjalan lebih baik dari pada yang sebelumnya, Terimakasih 6. UCAPAN TERIMAKASIH Syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang memiliki keistimewaan dan pemberian segala kenikmatan besar, baik nikmat iman, kesehatan dan kekuatan didalam penyusunan jurnal ini. Shalawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad SAW. keluarga dan para sahabatnya dan penegak sunnah-Nya sampai kelak akhir zaman. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. HERI SUYANTO, ST., MT sebagai instruktur praktek Instalasi Bangunan 2. MASTER ROBERT SIMANJUNTAK selaku Asisten Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik Yang telah membimbing kami dan memberikan ilmu yang bermanfaat pada kami selaku praktikan DAFTAR PUSTAKA [1] http://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/170 Laboratorium Distribusi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik IT-PLN

Judul: Jurnal Praktek Instalasi Bangunan

Oleh: Feby Lova


Ikuti kami