Artikel Karya Ilmiah Jurnal

Oleh Julia Sagala

256,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Artikel Karya Ilmiah Jurnal

PENGARUH FAKTOR PENGHARGAAN FINANSIAL, PELATIHAN PROFESIONAL, NILAI-NILAI SOSIAL,PENGAKUAN PROFESIONAL, LINGKUNGAN KERJA, PERTIMBANGAN PASAR KERJA,DAN GENDER TERHADAP MINAT MAHASISWA DALAM MEMILIH BERKARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK (Survey pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Jambi) Julianti Br Sagala1 Dr. Mukhzarudfa, SE., M.Si2 Salman Jumaili, SE., Ak., M.Si3 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi, Indonesia 1 Email: juliasagala99@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan gender terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam memilih karir sebagai akuntan publik. Sampel yang digunakan sebanyak 102 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, dan pengakuan profesional berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih karir sebagai akuntan publik, sedangkan variabel lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan gender tidak berpengaruh signifikan, namun secara simultan variabel penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan gender berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam karir sebagai akuntan publik. Kata kunci: Penghargaan Finansial; Pelatihan Profesional; Nilai-Nilai Sosial; Pengakuan Profesional; Lingkungan Kerja; Pertimbangan Pasar Kerja; Gender, minat mahasiswa dalam karir sebagai akuntan publik ABSTRACT The purpose of this study is to ivestigate the effect of financial awards, professional training, social values, professional recognition, work environment, labor market considerations, and gender on the interest of accounting students in career selection as a public accountant. The sample used by 102 respondents. Analisis of teh data in this study using multiple regression analysis with SPSS version 25. The results of this analysis showed that partial variable financial awards, professional training, social values, and professional recognition 116 significant effect on the interest of accounting students in career selection as a public accountant, while variable work environment, labor market considerations, and gender does not significantly inlfluence on the interest of accounting students in career selection as a public accountant,but the simultaneously variable financial awards, professional training, social values, professional recognition, work environment, labor market considerations, and gender signifivant effect on the interest of accounting students in career selection as a public accountant. Keywords: Financial Awards, Professional Training, Social Values, Professional recognition, work environment, labor market considerations, gender, the interest of accounting students in career selection as a public accountant. PENDAHULUAN Setelah menyelesaikan pendidikan S1, sarjana akuntansi mempunyai beragam alternatif pilihan karir, yaitu menlanjutkan mengikuti pendidikan profesi akuntansi atau melanjutkan studi ke jenjang akademik S2 atau langsung berkecimpung dalam dunia kerja untuk menjadi seorang akuntan. Bagi mereka yang memilih menjadi seorang akuntan publik, mereka harus melalui Pendidikan Profesi Akuntansi dan meraih gelar akuntan. Jadi setelah menyelesaikan pendidikan jenjang program sarjana akuntansi, setiap sarjana akuntansi bebas untuk memilih karir yang akan dijalaninya sesuai dengan minatnya masingmasing. CNN Indonesia pada hari Jum’at 25 Januari 2019, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) mengungkapkan bahwa Indonesia kekurangan jumlah akuntan publik dan masih membutuhkan profesi tersebut dalam jumlah besar, sebagai antisipasi bertumbuhnya sektor bisnis. Indonesia pun telah menandatangani perjanjian Asean Economic Community (AEC) yang berarti negara di kawasan ASEAN bebas melakukan perdagangan antar negara ASEAN. Dengan adanya perjanjian ini, ditambah dengan kurangnya tenaga akuntan publik yang berasal dari Indonesia maka akuntan publik dari luar Indonesia dapat membuka praktik kantor akuntan publik di Indonesia. Hal ini jelas menjadi ancaman bagi akuntan publik yang berasal dari Indonesia. Penelitian yang relevan mengenai faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik telah banyak dilakukan tetapi hasil penelitiannya masih berbeda-beda. Aprilyan (2011) menyatakan bahwa secara simultan dan parsial variabel penghargaan finansial, pertimbangan pasar kerja, pengakuan profesional, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial dan personalitas berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifkan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik. Penelitian yang dilakukan oleh suyono (2014) menyatakan bahwa secara parsial faktor penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, petimbangan pasar kerja, dan personalitas memiliki pengaruh terhadap pemilihna karir sebagai akuntan publik sedangkan faktor pengakuan profesional dan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik. Aulia (2016) meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan karir menjadi akuntan publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan variabel penghargaan finansial, pelatihan profsional, nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, lingkungan kerja, dan pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik, sedangkan secara parsial hanya variabel pertimbangan pasar kerja saja yang tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih karis menjadi akuntan publik namun faktor lainnya berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan penelitian –penelitian terdahulu masih menunjukkan haisl yang berbeda-beda. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang telah diteliti sebelumnya untuk diuji kembali guna mendapatkan kesimpulan yang lebih meyakinkan. TINJAUAN TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Pengharapan Teori pengharapan yang dikemukakan oleh Vroom (1964) menyatakan bahwa motivasi merupakan akibat dari suatu hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dari perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang akan diinginkannya. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan nampaknya terbuka untuk memperolehnya, maka yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya. Teori Kebutuhan dan Kepuasan Teori ini dikemukakan oleh Maslow (1943) menyatakan terdapat lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Hal yang penting dalam pemikiran maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi akan memberikan motivasi. Minat Winkel (1983) menyatakan bahwa minat adalah kecenderungan untuk merasa tertarik pada bidang-bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut. Profesi Akuntan Profesi dibidang akuntansi ada beberapa jenis yaitu: akuntan pemerintahan, akuntan perusahaan, akuntan pendidik, dan akuntan publik Pengembangan Hipotesis a. Pengaruh Penghargaan Finansial Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Penghargaan finansial yang diperoleh sebagai kontraprestasi dari pekerjaan telah diyakini secara mendasar bagi sebagian besar perusahaan sebagai daya tarik utama untuk memberikan kepuasan kepada karyawannya. Kompensasi finansial yang raisonal menjadi kebutuhan mendasar bagi kepuasan kerja. Penelitian sebelumnya menegaskan bahwa dalam melakukan pertimbangan pemilihan karir, para mahasiswa lulusan sarjana akuntansi menempatkan penghargaan finansial sebagai alasan utama (Aprilyan, 2011). Fadrul (2019) menyatakan bahwa mahasiswa yang memilih berkarir menjadi akuntan publik mengharapkan gaji jangka panjang, gaji awal yang tinggi dan kenaikan penghargaan finansial yang cepat. Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 = Penghargaan finansial berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. b. Pengaruh Pelatihan Profesional Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Pelatihan profesional dapat dikategorikan sebagai penghargaan yang tidak berwujud. Dalam memilih karir tidak hanya bertujuan untuk mencari penghargaan finansial, tetapi juga ada keinginan untuk berprestasi dan mengembangkan diri (Yendrawati, 2007). Suyono (2014) menyatakan bahwa variabel pelatihan profesional berpengaruh signifikan terhadap pemiliha karir mahasiswa sebagai akuntan publik. Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2 = Pelatihan Profesional berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. c. Pengaruh Nilai-Nilai Sosial Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Wijayanti (2001) mengungkapkan bahwa nilai-nilai sosial dipertimbangkan oleh mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi. Nilai-nilai sosial dipertimbangkan oleh mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi, hal ini didasarkan pada kondisi bahwa aspek dan nilai-nilai sosial akan selalu ada dalam setiap pekerjaan akuntan (Sulistyawati,2013) Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3 = Nilai-nilai sosial berpengaruh terhadpa minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. d. Pengaruh Pengakuan Profesional Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Penghargaan finansial merupakan penghargaan yang berwujud non finansial yang berhubungan dengan pengakuan terhadap prestasi (Rahayu et al, 2003). Aprilyan (2011) menyatakan dengan diakuinya prestasi kerja, akan dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang dihasilkan dan dapat meningkatkan motivasi dalam pencapaian karir yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai beirkut: H4 = Penghargaan finansial berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. e. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Paramita (2016) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa lingkungan kerja menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi. (Asmoro dkk, 2016) menyatakan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik, hal ini berarti lingkungan kerja yang memiliki banyak tantangan malah akan meningkatkan minat mahasiswa akuntansi untuk menjadi akuntan publik. Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H5 = Lingkungan kerja berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. f. Pengaruh Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Pertimbangan pasar kerja menurut Suyono (2014) memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan karir mahasiswa sebagai akuntan publik. Alhadar (2013) menyatakan pertimbangan pasar kerja berhubungan erat dengan pekerjaan yang dapat diakses di masa yang akan datang. Dengan demikian, pertimbangan pasar kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa akuntansi untuk menentukan karirnya sebagai akuntan publik. Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H6 = Pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. g. Pengaruh Gender Terhadap Minat Mahasiswa dalam Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik Gender dinilai berpengaruh terhadap jenis pekerjaan atau karir yang akan ditekuni oleh seseorang, masyarakat cenderung menilai suatu pekerjaan lebi cocok dikerjaka oleh pria diabandingkan wanita atau sebaliknya. Kultur masyarakat pada era sebelum Kartini yang melarang wanita untuk bekerja pada saat ini sudah sangat jauh berbeda. Wanita sekarang diaggap memiliki peran dan mampu berkarya dalam seluruh aspek kehidupan sosial. Namun ada beberapa karakter dasar yang tidak dapat disamakan antara pria dan wanita, yaitu pola pemikiran dan emosinya (Andersen, 2012) Berdasarkan uraian diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H7 = Gender berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. Model Penelitian Penghargaan Finansial (X1) Pelatihan Profesional (X2) Nilai-Nilai Sosial (X3) Pengakuan Profesional (X4) Minat Mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik (Y) Lingkungan Kerja (X5) Pertimbangan Pasar Kerja (X6) Gender (X7) METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan penyebaran kuesioner sebagai alat untuk mendapatkan data. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi akuntansi di Universitas Jambi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 102 responden. Purposive sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel dalam penelitian ini untuk menarik responden dengan kriteria mahasiswa semester 6 (enam) ke atas. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden pada bulan mei hingga juni 2020. Setiap pernyataan dari variabel yang diteliti menggunakan skala linkert (Sugiyono, 2014) dan masing-masing butir pernyataan diberi skor 1 sampai dengan 5. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statisticial Package For Social Science). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel Penghargaan Finansial (X1) diuji dengan tiga butir pernyataan seperti gaji awal yang tinggi (PF1), potensi kenaikan gaji (PF2), tersedianya dana pensiun (PF3) yang diadopsi dari Aprilyan (2001). Pelatihan Profesional (X2) diuji dengan empat butir pernyataan yaitu variasi pelatihan kerja (PP1), pelatihan diluar institusi (PP2), pelatihan rutin dalam institusi (PP3), pengalaman kerja (PP4) yang diadopsi dari Aulia (2016). Nilai-Nilai Sosial (X3) berasal dari Aulia (2016) yaitu pemberian jasa kepada masyarakat (NS1), interaksi dengan orang lain (NS2), kepuasan kerja terhadap diri sendiri (NS3), dan gengsi pekerjaan (NS4). Pengakuan Profesional (X4) diuji dengan pernyataan seperti kesempatan untuk berkembang (PPF1), pengakuan terhadap prestasi atau hasil kerja (PPF2), memerlukan banyak cara untuk naik pangkat (PPF3), memerlukan berbagai keahlian untuk sukses (PPF4) berasal dari Aulia (2016). Lingkungan Kerja (X 5) diuji dengan indikator seperti lingkungan kerja yang menyenangkan (LK1), kantor yang menarik (LK2), jam kerja fleksibel (LK3), suasana kompetisi (LK4), toleransi dalam penampilan (LK5), target kerja jelas (LK6) diadopsi dari Aulia (2016). Pertimbangan Pasar Kerja (X6) menurut Andersen (2012) meliputi keamanan kerja terjamin (PK1), banyak dibutuhkan (PK2), pekerjaan yang mudah diketahui atau diperoleh (PK3). Gender diuji dengan 2 indikator seperti hak dan kewajiban pria dan wanita dalam dunia kerja (G1), ruang lingkup pekerjaan wanita dan pria (G2) yang diadopsi dari Prakoso (2018). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Hasil statistik deskriptif dari variabel penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan gender seperti pada tabel berikut ini: Variabel Penghargaan finansial Pelatihan profesional Nilai-nilai sosial Pengakuan profesional Lingkungan kerja Pertimbangan pasar kerja gender Sumber: Data olahan 2020 Tabel 1. Statistik Deskriptif N Mean 102 3,18 102 3,49 102 3,49 102 3,78 102 3,79 Kategori Netral Setuju Setuju Setuju Setuju 102 3,50 Setuju 102 2,90 Netral Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Uji Validitas Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan tepat mengukur apa yang hendak diukur atau tidak. Validitas ini akan ditunjukkan oleh suatu indeks yang menggambarkan seberapa jauh suatu alat ukur benar-benar menunjukkan apa yang diukur (Ghozali, 2005). Pengujian validitas menggunakan metode analisis corrected item-total correlation, yang dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor konsturknya. Uji Reliabilitas Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan angka cronbach’s alpha dengan ketentuan cronbach’s alpha adalah minimal 0,6. Artinya jika nilai cronbach’s alpha didapatkan lebih besar dari 0,6 maka disimpulkan kuesioner tersebut reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuesioner penelitian untuk masing-masing indikator reliabel. Tabel 2. Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s Alpha Penghargaan Finansial (X1) 0,942 Pelatihan Profesional (X2) 0,929 Nilai-Nilai Sosial (X3) 0,937 Pengakuan Profesional (X4) 0,922 Lingkungan Kerja (X5) 0,914 Pertimbangan Pasar Kerja (X6) 0,902 Gender (X7) 0,950 Sumber: Data Olahan SPSS, 2020 Keterangan Reliable Reliable Reliable Reliable Reliable Reliable Reliable Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pengujian normalitas data dilakukan untuk memenuhi persyaratan model regresi bahwa data yang diperoleh memiliki distribusi normal. Hasil pengujian normalitas diunjukkan pada gambar 1 berikut. Gambar 1. Uji Normalitas Berdasarkan gambar 1, terlihat bahwa grafik Normal Probability Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas diantara variabel-variabel independen pada persamaan regresi. Suatu variabel digolongkan memiliki kolinearitas tinggi apabila nilai VIF<10 atau memiliki nilai Tolerance > 0,10. Tabel 3. Uji Multikolinearitas Colinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 (constant) Penghargaan Finansial 0,107 9,343 Pelatihan Profesional 0,117 8,513 Nilai-Nilai Sosial 0,136 7,333 Pengakuan Profesional 0,147 6,820 Lingkungan Kerja 0,164 6,087 Pertimbangan Pasar Kerja 0,225 4,439 Gender 0,130 7,691 Sumber: Hasil olah data SPSS, 2020 Keterangan Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Pengujian ini menggunakan Rank Spearman Model dimana jika nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas ditunjukkan pada tabel 4. Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Variabel Sig. (Tailed) Penghargaan Finansial 0,078 Pelatihan Profesional 0,400 Nilai-Nilai Sosial 0,548 Pengakuan Profesional 0,182 Lingkungan Kerja 0,393 Pertimbangan Pasar Kerja 0,911 Gender 0,917 Sumber: Hasil olah data SPSS, 2020 Karena nilai ketujuh variabel independen lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah atau gejala heteroskedastisitas. Uji Regresi Linier Berganda Tabel 5 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B Std. Error ,117 ,074 ,049 ,009 ,018 ,006 ,013 ,006 Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Beta (Constant) 1,591 ,115 penghargaan finansial ,386 5,680 ,000 ,107 pelatihan profesioanl ,184 2,833 ,006 ,117 nilai-nilai sosial ,130 2,155 ,034 ,136 pengakuan 1 ,028 ,007 ,225 3,876 ,000 ,147 profesional lingkungan kerja ,005 ,005 ,052 ,953 ,343 ,164 pertimbangan pasar ,002 ,009 ,010 ,213 ,832 ,225 kerja gender ,007 ,013 ,036 ,580 ,563 ,130 a. Dependent Variable: minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik Sumber: Hasil olah data SPSS, 2020 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa persamaan regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Y = 0,117 + 0,049X1 + 0,018X2 + 0,013X3 + 0,028X4 + 0,005X5 + 0,002X6 + 0,007X7 Pembahasan Hasil dari pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa variabel Penghargaan Finansial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 5,680 dan lebih besar dari nilai yang dibutuhkan > 1,98552 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Ini berarti H1 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Aprilyan (2011) yang menyatakan hal yang sama. Hasil dari pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa variabel Pelatihan Profesional berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 2,833 dan lebih besar dari nilai yang dibutuhkan > 1,98552 dan nilai signifikansi 0,006 < 0,05. Ini berarti H2 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Sulistyawati (2013) yang menyatakan bahwa pelatihan profesionalberpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir mahasiswa sebagai akuntan publik. Hasil dari pengujian hipotesis 3 menunjukkan bahwa variabel Nilai-Nilai Sosial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 2,155 dan lebih besar dari nilai yang dibutuhkan > 1,98552 dan nilai signifikansi 0,034 < 0,05. Ini berarti H3 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Wildan (2018) yang menyatakan faktor nilai-nilai sosial berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi. 9,343 8,513 7,333 6,820 6,087 4,439 7,691 Hasil dari pengujian hipotesis 4 menunjukkan bahwa variabel Pengakuan Profesional berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 3,876 dan lebih besar dari nilai yang dibutuhkan > 1,98552 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Ini berarti H4 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian Murdiawati (2020) yang menyatakan bahwa pengakuan profesinal berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi seorang akuntan publik. Hasil dari pengujian hipotesis 5 menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 0,953 dan lebih kecil dari nilai yang dibutuhkan < 1,98552 dan nilai signifikansi 0,343 > 0,05. Ini berarti H5 ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Prakoso (2018) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik. . Hasil dari pengujian hipotesis 6 menunjukkan bahwa variabel Pertimbangan Pasar Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 0,213 dan lebih kecil dari nilai yang dibutuhkan < 1,98552 dan nilai signifikansi 0,832 > 0,05. Ini berarti H 6 ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari (2013) yang menyatakan bahwa variabel pertimbangan pasar kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi. Hasil dari pengujian hipotesis 7 menunjukkan bahwa variabel Gender tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji t sebesar 0,580 dan lebih kecil dari nilai yang dibutuhkan < 1,98552 dan nilai signifikansi 0,563 > 0,05. Ini berarti H7 ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Choirunisa (2017) yang menyatakan bahwa gender tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir sebagai akuntan publik. Hasil dari pengujian hipotesis 8 menunjukkan bahwa variabel Penghargaan Finansial, Peltihan Profesional, Nilai-Nilai Sosial, Pengakuan Profesional, Lingkungan Kerja, Pertimbangan Pasar Kerja, dan Gender secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik yang dibuktikan dengan nilai hasil uji f sebesar 275,704 dan lebih besar dari nilai yang dibutuhkan > 2,110 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Ini berarti H8 diterima. Artinya jika variabel-variabel independen tersebut meningkat maka akan meningkatkan minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasann, maka dapat ditarik simpulan akhir dari penelitian ini yaitu penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilainilai sosial, dan pengakuan profesional secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik, sedangkan variabel lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan gender secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. Namun penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan gender secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam memilih berkarir sebagai akuntan publik. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini mempunyai keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik. Dalam melakukan penelitian ini adapun keterbatasannya yaitu: 1. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa jurusan Akuntansi di satu universitas saja yaitu Universitas Jambi, karenanya penelitian ini tidak bisa digeneralisasikan untuk mahasiswa akuntansi pada universitas lain. 2. Teknik yang digunakan adalah teknik survey menggunakan kuesioner. Penelitian ini tidak menggunakan teknik wawancara sehingga kesimpulan yang diambil adalah hasiil dari kuesioner yang telah diisi oleh para responden saja. DAFTAR PUSTAKA Abu, Ahmadi. 2009. ”Psikologi Umum”. Jakarta: Rineka Cipta Alhadar, Mochamad Audi. 2013. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi dan PPAK Universitas Hasanudin)”. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanudin, Makasar. Andersen, William. 2012. “Analisis Persepsi Mahasiswa Akuntansi Dalam Pemilihan Profesi Sebagai Akuntan Publik (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP, UNIKA, UNNES, UNISSULA, UDNIUS, UNISBANK, STIE Total Win dan Mahasiswa PPA UNDIP). Skripsi. Universitas Diponegoro. Anton. 2014. Indonesia Kekurangan Akuntan Profesional. (http://ekbis.sindonews.com/read/877716/34/indonesia-kekuranganakuntan-profesional-14038698 25. Aprilyan, L.A. 2011. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi Dlam Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik”, skripsi, Semarang: Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Apriyani, Wiwin. 2013. Pengaruh Motivasi dan Biaya Pendidikan Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPak). Jurnal. 2(2), h:4-15 Ardianto, Niko. 2014. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Terhadap Pemilihan Karir Akuntan Atau Non Akuntan”, skripsi, Semarang: Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ardini, Yunisa Nevi. 2019. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Akuntan Publik Sebagai Karir Oleh Mahasiswa Akuntansi (Studi Kasus di Universitas Negeri dan Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara. Asmoro, Tri Kusno Widi., Anita Wijayanti., dan Suhendro. 2016. Determinan Karir sebagai Akuntan Publik oleh Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Ekonomi,Voll,No.1.http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/JAM/ article/view/170/240. Astasari, Adisti. 2018. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Jurusan Akuntansi Memilih Berkarir sebagai Akuntan Publik (Studi pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi di Universitas Islam Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta)”. Skripsi. Yogyakarta: Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Astuti, Anita. 2014. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Memilih Karir Sebagai Akuntan Publik pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana”. Skripsi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Aulia, U. 2016. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi di Kota Surabaya Dalam Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik”, skripsi, Surabaya: Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya. Badrudin. 2017. “ Dasar-Dasar Manajemen”. Bandung: ALFABETA Bagia, I Wayan. 2015. “Perilaku Organisasi”. Yogyakarta: Graha Ilmu Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga Chan, A. S. 2012. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik Oleh Mahasiswa Jurusan Akuntansi”. Jurnal ilmiah mahasiswa akuntansi –Vol1, No 1, Januari 2012, 53-58 Choirunisa, Safira Alma. 2017. Pengaruh Penghargaan Finansial, Gender dan Lingkungan Kerja Terhadap Minat Menjadi Akuntan Pemerintah (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2014-2015). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Crow, L., D., & Crow, A. (1987). Psikologi Pendidikan Buku 1 (Terjemahan Z.Kasijan). Surabaya. PT. Bina Ilmu Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Deprina, Inggil. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Mahasiswa Akuntansi Sebagai Akuntan dan Non Akuntan” Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Dewayani, Mega Arista. 2017. “Faktor-Faktor yang Mmempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik”. Jurnal Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Magelang Dianati, Amalia Nur. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi STIE PERBANAS Surabaya dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik”. Artikel Ilmiah. STIE PERBANAS Surabaya Djaali. 2008. “Psikologi Pendidikan”. Jakarta: Bumi Aksara Eldiana, Indah Ria. 2018. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia). Skripsi. Yogyakarta: Program Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Fadrul dan Nifia. 2019. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Terhadap Profesi Akuntan (Studi pada Universitas Riau Pekanbaru). Jurnal Ilmiah Akuntansi. Universitas Riau Foerthiono, A., N., & Sadjiarto, R. A. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Berkarir Sebagai Akuntan Publik dengan Persepsi Etis Skandal Akuntansi Sebagai Variabel Intervening. Tax & Accounting Review Ghozali, I., 2005, Aplikasi Analisis Multivairiate dengan Program SPSS, Semarang: BP Universitas Diponegoro. Gibson, James L, Hohn M. Ivancevich, & James H. Donnelly. 1987. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses; Edisi Lima. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hansen dan Mowen, 2006. “Akuntansi Manajemen”. Edisi 7. Jakarta: Salemba Empat Hapsoro, Dody, dan Dhenayu Tresnadya Hendrik. 2018. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Berkarir Sebagai Akuntan Publik (Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta)”. Jurnal. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Haryanto, Prima Trihutama. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Karir Mahasiswa Akuntansi (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi di Universitas di Kota Semarang)”. Jurnal Akuntansi, vol 4, no 1. Universitas Diponegoro Hasrina, Azlim, dan Yuliana. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Pendidik/Dosen bagi Mahasiswa Akuntansi”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis http://iapi.or.id/kap/daftar-akuntan, diakses 13 Januari 2020 https://amp.kompas.com/edukasi/read/2016/03/21/16170011/ Akuntan.Bakal.Makin.Keras.Berkompetisi https://economy.okezone.com/read/2016/02/16/320/1313169/indonesia-masihkekurangan-akuntan-profesional https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20191016/1159706/programkesetaraan-akuntan-di-asean-resmi-berlaku Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan Edisi 5. Jakarta: Erlangga Hurlock, Elizabeth B. 2004. “Deveelopment Psychology”. Jakarta: Erlangga Indiantoro, Nur dan Bambang Supomo, 2008. Metodologi Penelitian untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta Indonesia, CNN. 2019. Indonesia Disebut Krisis Akuntan Publik. (https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190125132742_92_363792/ind onesiia-disebut-krisis-akuntan-publik. Diakses tanggal 12 Januari 2020). Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 2018. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE Jiwanggi, Jeanne Gabriela. 2018. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta Jumamik. 2017. “Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan”. Skripsi. Universitas Semarang Jusup, Al. Haryono. 2014, Auditing. Yogyakarta : STIE YKPN Maslow, Abraham H. (1943). A Theory Of Human Motivation. Psycological Review, 370-396 Merdekawati, Dian Putri dan Sulistyawati, Ardiani Ika. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik. Jurnal. Universitas Semarang Mulyadi, 1992, Pemeriksaan Akuntan. Edisi 4, BPSTIE YKPN Mulyadi. (2002). Auditing. Edisi 6. Jakarta: Salemba Empat. Murdiawati, Dewi. 2020. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi di Surabaya Untuk Memilih Karir Menjadi Akuntan Publik”. Jurnal Akuntansi dan Pajak. STIE PERBANAS Surabaya. Nurainahlisnaasari, Riani. 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Universitas Indonesia Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Paramita, I Gusti Ayu Pradnya. 2016. Pengaruh Faktor Gender, Pertimbangan Pasar Kerja, Lingkungan Kerja dan Penghargaan Finansial Terhadap Minat Mahasiswa dalam Berkarir sebagai Akuntan Publik. Skripsi. Denpasar: Universitas Pendidikan Ganesha Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 Pasal 16 dan 18 Prakoso, Fridolin Belnovando Abditomo. 2018. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Mahasiswa Akuntansi Sebagai Akuntan atau Non Akuntan (Studi Kasus terhadap Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2014 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Skripsi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Priyanti, Luh Gede Devi., Nyoman Trisna Herawati dan Ni Kadek Senarwati. 2017. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Profesional dalam Menghadapi ASEAN Economic Community (Studi Empiris pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 pada Universitas Negeri di Bali)”. Jurnal Akuntansi vol 7. Universitas Pendidikan Ganesha Putra, Syaftinor Eka. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemilihan Karir Mahasiswa Akuntansi sebagai Auditor Pemerintah (Studi Empiris Mahasiswa Jurusan Akuntansi UGM, UI, UNRI, UNAND, UIN Saska dan UNRI)”. Jurnal Akuntansi. Universitas Riau. Rahayu, Sudaryono, dan Doddy Setiawan. 2003. “Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir”. Simposium Nasional Akuntansi VI, Surabaya, 16-17 Oktober Rasmini, Ni Ketut. 2007. Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Keputusan Pemilihan Profesi Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik pada Mahasiswa. Buletin Studi Ekonomi Vol. 12 No.3:351-363 Republik Indonesia. (1954). Undang-Undang No. 34 Tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan. Jakarta. Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang No. 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jakarta. Robbins, Stephen P. And Timothy Judge. (2006). Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Edisi 10. Jakarta: PT. Prenhallindo. Rusdiansyah, Yunifan. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, vol 6, no 9. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya Samiun, Aspiati A. 2017. “Analisis Faktor-Faktor yang Mmepengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir Menjadi Auditor pada Instansi Swasta Maupun Pemerintah”. Jurnal Akuntansi Peradaban Vol.III. Universitas Muhammadiyah Ternate Sari, Maya. 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik oleh Mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi UMSU Medan. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Vol.13, No 2 Sartika, Meli. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik (Studi pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Mandar Maju: Bandung Sekaran, Uma. 2006. “Research Methods For Business. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis Edisi Empat, Buku Satu”. Jakarta: Salemba Empat. Senoadi, Yohanes Prabowo. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Lulusan Sarjana Menjadi Akuntan Publik”. Jurnal Riset Akuntansi, vol 15. Universitas Trisakti Setiyani, R. 2005. “Faktor-Faktor Yang Membedakan Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Profesi Sebagai Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik”, skripsi, Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Siskayani, Ni Made dan Putu Wenny Saitri. 2017. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik”. Jurnal Riset Akuntansi. Universitas Mahasaraswati Denpasar Slameto. 2003. “Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Stolle, S. D. 1976. Stident’s View of Public and Industrial Accountant. Journal of Accountancy Subriyanto. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Profesi Akuntan oleh Mahasiswa Akuntansi”. Skripsi. UPN Yogyakarta Sugiarti, dan Lavita Vanda. 2018. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi (Studi Kasus pada Universitas Sebelas Maret Surakarta)”. Journal Profiet volume 2. Universitas Bina Sarana Informatika Sugiyono, 2014. Metode Bandung:Alfabeta Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Sukardi, Dewa Ketut. 1994. Bimbingan Karir Sekolah Menengah. Jakarta: Asdi Mahastya Sulistyawati, A. L., Ernawati, N., & Sylviana, N. (2013). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir. Jurnal Dinamika Akuntansi Suryabrata, Sumadi. (2002). Psikologi Pendidikan. Edisi kelima. Jakarta: PT. Grafindo Perkasa Rajawali Suyono, Nanang Agus. 2014. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik. Jurnal PPKM II. Triarorani. Yulia. 2004. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Profesi Akuntan oleh Mahasiswa Akuntansi”. Skripsi. Yogyakarta: UPN Veteran Yogyakarta Trisnaningsih, Sri. (2004). Perbedaan Kinerja Auditor Dilihat dari Segi Gender. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 7, No. 1, 108-123 Umriatun, Siti. 2017. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPak) (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Semarang). Skripsi. Universitas Negeri Semarang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tentang Akuntan Publik (2011). (http:www.djpp.depkumhm.go.id/inst/2011/05.pdf. Diunduh pada Januari 2020) Utami, Novita. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Publik (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Surakarta). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Vroom, Victor V. 1964. Work and Motivation. New York: John Wiley & Sons.Inc Widiatami, Anna Kania dan Nur Cahyonowati. 2013. “Determinan Pilihan Karir pada Mahasiswa Akuntansi (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Diponegoro)”. Diponegoro Journal of Accounting vol 2, no 3, tahun 2013, hal 1-11 Widiatami, Anna Kania, dan Nur Cahyonowati. 2013. Determinan Pilihan Karir Pada Mahasiswa Akuntansi (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Diponegoro). DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING. Vol 2 No 3. Widyasari, Yuanita. 2010. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Karir (Studi Empirirs Pada Universitas Diponegoro dan Unika Soegijapranata), Skripsi . Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Wijayanti. 2001. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Mahasiswa Akuntansi di Yogyakarta”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 3: 13-26 Wildan, Muhammad. 2018. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta)”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta Winkel, W.S. 1999. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo Winwin, Yadiati, dan Ilham Wahyudi. 2010. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Kencana www.aseancpa.org www.pppk.kemenkeu.go.id www.worldbank.com Yendrawati, R. 2007. “Persepsi Mahasiswa dan Mahasiswi Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik”. Jurnal Fenomena. Zaid, Muhammad Ikhwan. 2015. “Pengaruh Gender, Penghargaan Finansial dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Berkarir Menjadi Akuntan Publik”. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta Zulpahmi dkk. 2010.Faktor-Faktor yang Dipertimbangkan Mahasiswa dalam Pemilihan Karir Akuntan. Jurnal Penelitian Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta

Judul: Artikel Karya Ilmiah Jurnal

Oleh: Julia Sagala


Ikuti kami