Critical Jurnal Report Kristina

Oleh Kristina Grace S

369,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Critical Jurnal Report Kristina

CRITICAL JURNAL REPORT MK. ALJABAR LINEAR PRODI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA Skor Nilai: “Kaji Distribusi Temperatur Pada Peralatan Pengasapan Pisang Sale Dengan Metode Matematis Gauss Jordan” Mata Kuliah Aljabar Linear Dasar OLEH : NAMA MAHASISWA : KRISTINA GRACE S NIM : 4193111025 KELAS : PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2019 DOSEN PENGAMPU : Erlinawaty Simanjuntak., S.Pd., M.Si PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Bulan Maret 2020 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, dan berkat kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makala Aljabar Liniear tentang “Kaji Distribusi Temperatur Pada Peralatan Pengasapan Pisang Sale Dengan Metode Matematis Gauss Jordan. Tugas ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua khususnya dalam metode gauss jordan. Tujuan dibuatnya tugas ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Aljabar Linear, serta untuk memberitahukan kepada para pembaca seputaran topik yang dibahas. Saya berterima kasih kepada pihak – pihak yang turut membantu menyelesaikan makala ini termasuk Ibu Erlinawaty Simanjuntak., S.Pd., M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Aljabar Linear yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan sehingga makala ini dapat terselesaikan dengan baik serta teman – teman yang turut menyumbangkan pikirannya. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makala ini. Oleh karena itu, kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar kiranya ke depannya tugas ini akan menjadi lebih baik lagi. Akhir kata, semoga tugas ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Terima kasih. Medan, Maret 2020 Penulis 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI.............................................................................................................ii BAB I (PENDAHULUAN) A. Rasionalisasi Pentingnya CJR .......................................................................1 B. Identitas Jurnal ..............................................................................................1 C. Manfaat Penulisan CJR .................................................................................1 D. Identitas Jurnal...............................................................................................2 BAB II (RINGKASAN ISI JURNAL)....................................................................3 BAB III (KELEBIHAN DAN KEKURANGAN) .................................................9 A. KELEBIHAN.................................................................................................9 B. KEKURANGAN............................................................................................9 BAB IV (PENUTUP)................................................................................................10 A. Saran...............................................................................................................10 B. Kesimpulan....................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................11 2 BAB I PENDAHULU A. Rasionalisasi Penting CJR Disaat kita membutuhkan sebuah referensi,yaitu jurnal sebagai sumber bacaan kita selain buku. Dalam mempelajari mata kuliah aljabar linear, sebaiknya kita terlebih dahulu mengkritisi jurnal tersebut agar kita mengetahui jurnal mana yang lebih relevan untuk dijadikan sumber bacaan. Untuk itu Critical Jurnal Review (CJR) suatu hal yang sangat penting bagi khalayak mahasiswa karena dapat mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang ada dan dengan CJR, mahasiswa dapat mengkritisi jurnal yang sudah ada. Langkah penting dalam mereview sebuah jurnal, yaitu mengemukakan bagian pendahuluan, bagian diskusi,dan bagian kesimpulan. Hal-hal yang perlu ditampilkan dalam CJR yaitu mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai, metode yang digunakan, subjek penelitian,teknik pengumpulan data dan analisis data yang digunakan serta menyimpulkan isi dari jurnal. B. Tujuan Penulisan CJR 1. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan pada jurnal sehingga dapat me- review jurnal. 2. Mencari kekurangan serta kelebihan dari kedua jurnal. 3. Memperkuat pemahaman pembaca terhadap aljabar linear. C. Manfaat CJR 1. Sebagai rujukan bagaimana untuk menyempurnakan sebuah jurnal dan mencari sumber bacaan yang relevan. 2. Untuk menanbah pengetahuan tentang pentingnya aljabar linear 3 D. Identitas Jurnal 1. Judul Jurnal : Kaji Distribusi Temperatur Pada Peralatan Pengasapan Pisang Sale Dengan Metode Matematis Gauss Jordan 2. Nama Jurnal : Jurnal Mekanova 3. Edisi Terbit : 2016 4. Pengarang : Ratna Sary, Ully Muzakir 5. Penerbit : Universitas Syiah Kuala 6. Kota terbit : Banda Aceh 7. Nomor ISSN : 2502-0498 4 BAB II RINGKASAN ISI JURNAL Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Seringkali model matematika tersebut muncul dalam bentuk yang tidak ideal alias rumit. Model matematika yang rumit ini adakalanya tidak dapat diselesaikan dengan metode analitik yang sudah umum untuk mendapatkan solusi sejatinya (exact solution). Metode analitik adalah metode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku (lazim). Pendekatan Metode Numerik dengan Finite Difference Persamaan diselesaikan dengan menggunakan parameter jarak grid yang besar, dan kemudian parameter jarak grid diganti dengan yang lebih kecil, kemudian hasil perhitungan tadi dibandingkan. Sistem dua dimensi pada gambar dibawah ini dilakukan dengan membagi sistem manjadi bujur sangkar-bujur sangkar sedemikian sehingga bagianbagian mempunyai ukuran ∆x, ∆y dan pilih titik-titik simpul (nodal) dengan indeks dua angka (m, n). Indek m menunjukkan titik simpul dalam arah sumbu y dan indek n dalam arah sumbu x. Jika ∆x = ∆y maka: Tm+1, n + Tm-1, n + Tm, n+1 + Tm, n-1 – 4Tm,n = 0 Eliminasi Gauss Jordan Metode ini hampir sama dengan metode eliminasi Gauss. hanya berbeda pada langkah-langkanya saja. Pada Eliminasi Gauss atau Gauss Jordan, sistem persamaan harus diubah terlebih dahulu kedalam bentuk matriks. Lalu bagaimana membuat program komputer untuk mencari solusi persamaan sistem linier?Code yang begitu banyak dari program tersebut sebenarnya hanyalah pelengkap saja. Untuk validasi input persamaan, menghitung jumlah persamaan, keperluan user interface dan yang paling banyak adalah untuk mengkonversikan dari bentuk teks ke dalam bentuk matriks. setelah bentuk matriks jadi, hanya perlu beberapa baris code untuk memprosesnya dengan eliminasi gauss jordan menjadi matriks yang sudah dapat dibaca variabel-variabelnya. 5 METODOLOGI PENELITIAN Perpindahan panas pada suatu sistem peralatan terutama yang berdimensi lebih dari satu rumit untuk dilakukan. Oleh karena itu, metode numerik menjadi pilihan untuk menyelesaikan kasus ini, Pemakaian metode ini biasanya memerlukan banyak waktu terutama apabila dilakukan secara manual, tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi komputerisasi maka penyelesaian secara numerik sudah sangat mudah dan cepat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak (software) komputer. Sebagai input temperatur awal untuk proses simulasi digunakan data temperatur hasil pengukuran pada peralatan pengasapan pisang, yang dimulai pada pengarah awal aliran, permukaan saluran dan sepanjang saluran. Data input simulasi proses aliran udara pemanas pada proses pengasapan melalui pengarah awal aliran dan saluran udara pemanas meliputi : temperatur masuk ke pengarah awal, temperatur inlet saluran, temperatur outlet saluran, temperatur dan koefisien konveksi dinding saluran, dan temperatur lemari pengasapan. Pendefinisian kondisi operasi Aliran udara bebas dianggap beroperasi pada keadaan stedy, tekanan fluida : 101350 Pascal, percepatan gravitasi : 9,81 m/s. Pendefinisian kondisi batas adalah kondisi batas pada daerah saluran tepi : udara, temperatut inlet: 110 oC, Konduktivitas Thermal : 0.032 W/m.K, densitas : 0,946 Kg/m3, panas spesifik : 1, 011Kj/Kg, temperatur outlet : 67oC. Kondisi batas pada daerah lemari pengasapan : temperatur Rak 1 = 90 oC, temperatur Rak 2 = 84 oC, temperatur Rak 3 = 80 oC, temperatur Rak 4 = 76 oC, temperatur Rak 5 = 73 oC, temperatur Rak 6 = 71 oC, temperatur Rak 7 = 66 oC, temperatur Rak 8 o = 61 C. Peralatan Pengasapan Peralatan pengasapan pisang ini terdiri dari 5 bagian utama, seperti diperlihatkan pada gambar 1. Keterangan gambar: 1. 2. 3. 4. 5. Cerobong Lemari Pengasapan Ruang Pembakarang Rak-rak Pengarah aliran udara panas Gambar 2. Peralatan pengasapan 6 Lemari pengasapan adalah tempat untuk meletakkan pisang yang akan diasapkan. Lemari pengasapan ini berukuran 100 x 100 x 100 cm. Saluran aliran gas asap yang terdapat pada bagian tengah dan tepi lemari. Pada dinding saluran terdapat lubang dan pengarah aliran masuknya gas asap ke dalam lemari pengasapan untuk mengasapi pisang. Cerobong memiliki dimensi 100 x 100 cm. Pada bagian atasnya terdapat lubang yang berukuran 30 x 30 cm yang berfungsi sebagai lubang keluaran aliran fluida panas dan uap hasil pengeringan, sekaligus agar aliran udara didalam lemari dapat mengalir dengan baik. Penentuan Persamaan-Persamaan Nodal pada Saluran tepi Langkah pertama adalah membagi-bagi sistem dan menggantikan bahan diantara titik-titik simpul dengan batang khayali, yang mempunyai konduktivitas termal yang sama dengan bahan tersebut. Ada 9 titik pada saluran tepi lemari pengasapan yang berjarak sama yaitu sebesar L=0,1 m. Maka persamaan keseimbangan panas untuk masing-masing simpul menurut keadaan kondisi batasnya dapat ditulis seperti berikut: Titik 2  Q21 = Q1-2 + Q3-2 + Qrak 1-2 = 0 ℎ. . ( 1 − 2) + ℎ. . ( 3 − 2)+ℎ. . ( 1 − 2) = 0 = = T1 – 3T2 + T3 + Trak 1 = 0 Dengan cara yang sama diperoleh untuk titik lain : Titik 3 Titik 4 Titik 5 Titik 6 Titik 7 Titik 8      Titik 9  Q31 = T2 – 3T3 + T4 + Trak 2 = 0 1 =T3 – 3T4 + T5 + Trak 3 = 0 1 =T4 – 3T5 + T6 + Trak 4 = 0 1 =T5 – 3T6 + T7 + Trak 5 = 0 1 =T6 – 3T7 + T8 + Trak 6 = 0 1 =T7 – 3T8 + T9 + Trak 7 = 0 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8  Q91 =T8 – 3T9 + Tout + Trak 8 = 0 7 Titik-titikdiatasdapatdibuatpersamaan numeric dalambentukeliminasiadalah: 1 Q2 = f1 = T1 – 3T2 + T3 + Trak 1 = 0 .......... (1) Q31 = f2 = T2 – 3T3 + T4 + Trak 2 = 0 .......... (2) 1 Q4 = f3 = T3 – 3T4 + T5 + Trak 3 = 0 ..........(3) Q51 = f4 =T4–3T5+T6 + Trak 4 = 0..........(4) 1 Q6 = f5 = T5 – 3T6 + T7 + Trak 5 = 0..........(5) Q71 = f6 = T6 – 3T7 + T8 + Trak 6 = 0..........(6) 1 Q8 = f7 = T7 – 3T8 + T9 + Trak 7 = 0..........(7) Q91 = f8 = T8 – 3T9 + Toutlet + Trak 8 = 0 ...... (8) Dimana T1 = Tinlet tepi = 110 oC, Toutlet = 67 dan Temperatur masing-masing rak adalah: 90oC, 84oC, 80 oC, 76oC, 73oC, 71oC, 68 oC, 66oC. Dengan memasukkan parameter-parameter yang diketahui maka persamaan (1) s/d (8) dapat disederhanakan menjadi persamaan-persamaan baru yaitu: – 3T2 + T3 = -200..................... (9) T2 – 3T3 + T4 = -84....................(10) T3 – 3T4 + T5 = -80....................(11) T4 – 3T5 + T6 = -76....................(12) T5 – 3T6 + T7 = -73.................... (13) T6 – 3T7 + T8 = -71.................... (14) T7 – 3T8 + T9 = -68.................... (15) T8 – 3T9 = -133.................... (16) HASIL PEMBAHASAN 8 Persamaan (9) s/d (16) dengan menggunakan Metode Eliminasi Gauss Jordan, dinyatakan koefisien-koefisien dan ruas sebelah kanan sebagai sebuah matriks yang diperluas: Lalu normalisasikan baris pertama dengan membaginya dengan elemen privot, -3, menjadi: Suku T2 dapat dieliminasikan dari baris kedua dengan mengurangkan 1 kali baris pertama dari baris kedua (brs2-1 x brs1).Dengancaraserupa, akanakan mengeliminasikan suku T2 dan T3 dari baris ketigadanseterusnya. Makadiperolehmatriksakhir: Dari matrik diatas kita peroleh:   -861,49T9 = -57955,241 T9 = 67,273  -329,06T8 + 125,69T9 =-14190,261 Substitusikan nilai T9 kedalam persamaan diatas  T8   -125,69T7 + 48,01T8 = -5643,341   -48,01T6 + 18,336T7 = -2234,631 9 = 68,819 T7 = 71,186 T6 = 73,733  -18,336T5 + 7,001T6 = -896,103   -7,001T4 + 2,667T5 = -364,027   -2,667T3 + T4 = -150,667    T2 – 0,333T3 = 66,667 Dari Matlabkitaperoleh (verifikasihasil): BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN A. KELEBIHAN 10 T5 = 77,024 T4 = 81,338 T3 = 86,991 T2 = 95,635 1. Pendahuluan jurnal dengan kajian pustaka topiknya searah dengan masalah atau tujuan kegunaan intrumen penelitan. 2. Dalam kajian pustaka menjelaskan secara rinci pendekatan metode numerik dengan finite difference topik atau materi yang menjelaskan arti dari gambar maupun isi dari metode numerik. 3. Susunan dari pendahuluan, kajian pustaka, metodologi penelitian, dan pembahasan mengarah ketopik yang sama. 4. Didalam metodologi penelitian menjelaskan cara kerja bahan atau instrumen secara rinci mulai dari temperatur, tekanan fluida, keadaan stedy, percepatan gravitasi; dan cara menghitung suhu dari temperaturnya menerapkan kaidah gauss-jordan. B. KEKURANGAN 1. Dalam kajian pustaka pada bagian menjelaskan kaidah gauss-jordan terdapat kekurangan informasi yang seharusnya menerapkan rumus atau cara mengerjakan suatu masalah menggunakan kaidah gauss-jordan. 2. Jurnal tersebut masih terdapat kekurangan kevalidannya karena tidak mencantumkan hasil penelitian yang berbentuk dokumentasi seperti foto alat peraga dan foto pada saat penelitian berlangsung. BAB IV SARAN DAN KESIMPULAN A. SARAN 11 Sebaiknya dalam menjelaskan kaidah gauss-jordan harus terdapat informasi yang seharusnya menerapkan rumus atau cara mengerjakan suatu masalah menggunakan kaidah gauss-jordan. Dan dalam jurnal, agar lebih valid harus mendokumentasikan hasil penelitiannya baik berupa foto atau video. B. KESIMPULAN Model matemtika yang rumit adakalanya tidak dapat diselesaikan dengan metode analitik yang sudah umum untuk mendapatkan solusi sejatinya. Untuk perhitungan yang lebih banyak, rumit atau kompleks, memang solusi numeric dengan metode komputasu menjadi pilihan yang sangat tepat. Sehingga hasil dapat diperoleh dalam waktu singkat. BAB IV DAFTAR PUSTAKA 12 S. Ratna, M. Ully. Kaji Distribusi Temperatur Pada Peralatan Pengasapan Pisang Sale Denga Metode Matematis Gauss Jordan. Jurnal mekanova. 2(1): 67-73 Chapra Steven C., Canale Raymod P., 1991, Metode Numerik Untu Teknik: Dengan Penerapan pada Komputer Pribadi, penerjemah: S Sardy dan Pendamping: Lamyarni L.S., Cetakan1,UniversitasIndonesia(UI-Press),Jakarta 13

Judul: Critical Jurnal Report Kristina

Oleh: Kristina Grace S


Ikuti kami