Jurnal Baru 2.docx

Oleh Dhita Fw

132,3 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Baru 2.docx

PERILAKU IBU POST SECTIO CAESAREA TERHADAP PERAWATAN LUKA SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN Oleh : Faradita Wahyuni, SST, M.Kes Dosen STIKes Helvetia Medan Abstract Semakin lengkapnya sarana dan prasarana serta kemudahan-kemudahan yang dijanjikan oleh sectio caesarea mengakibatkan terus meningkatnya jumlah ibu yang memilih sectio caesarea untuk melahirkan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu post sectio caesarea terhadap perawatan luka sectio caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif dengan besar sampel sebanyak 35 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2011. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang masing-masing berisi 10 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu post sectio caesarea berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 24 orang (68,8%) dan sebagian berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (31,4%) dan tidak ada ibu yang berpengetahuan kurang. Berdasarkan sikap, ibu post sectio caesarea seluruhnya memiliki sikap yang positif yaitu sebanyak 35 orang (100%). Berdasarkan tindakan, ibu post sectio caesarea seluruhnya melakukan tindakan perawatan luka dengan baik yaitu sebanyak 35 orang (100%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ibu post sectio caesarea, peneliti, dan rumah sakit sehingga dapat meningkatkan perilaku ibu post sectio caesarea terhadap perawatan luka operasi dan menekan tingkat kejadian infeksi luka operasi sectio caesarea. Kata Kunci : Perilaku ibu post sectio caesarea, Perawatan luka PENDAHULUAN Upaya pembangunan di bidang kesehatan yang sedang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan selama ini pada dasarnya untuk mempercepat tercapainya tingkat kesejahteraan. Salah satu bentuk dari upaya tersebut adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan program yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih merupakan kendala besar di negara berkembang seperti Indonesia (Himatusujanah, 2008). Sectio Caesarea atau persalinan sesaria adalah prosedur pembedahan untuk melahirkan janin melalui sayatan perut dan dinding rahim. Operasi ini semakin meningkat sebagai tindakan akhir dari berbagai kesulitan persalinan. Indikasi yang banyak dikemukakan adalah; persalinan lama sampai persalinan macet, ruptura uteri iminens, gawat janin, janin besar, dan perdarahan antepartum. Namun sekarang banyak operasi tidak pada indikasinya, kenyataannya banyak operasi saat ini dilakukan atas permintaan pasien meskipun tanpa alasan medis. Mereka umumnya memilih melakukan operasi karena takut kesakitan saat melahirkan secara normal. Alasan lain adalah mereka lebih mudah menentukan tanggal dan waktu kelahiran bayinya. Selain itu, mereka juga ketakutan organ kelaminnya rusak setelah persalinan normal (Sugiharta, 2006). Jumlah operasi Sectio Caesarea di dunia telah meningkat tajam dalam 20 tahun terakhir. WHO memperkirakan angka persalinan dengan operasi adalah sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan Amerika Serikat sekitar 23% dan Kanada 21% pada tahun 2003. Sedangkan di Inggris angka kejadiannya relatif stabil yaitu antara 11-12 %, di Italia pada tahun 1980 sebesar 3,2% - 14,5%, pada tahun 1987 meningkat menjadi 17,5% (Sugiharta, 2006). Sementara itu di Indonesia terjadi peningkatan Sectio Caesarea dimana tahun 2000 sebesar 47.22%, tahun 2001 sebesar 45.19%, tahun 2002 sebesar 47.13%, tahun 2003 sebesar 46.87%, tahun 2004 sebesar 53.22%, tahun 2005 sebesar 51.59 %, tahun 2006 sebesar 53.68% (Himatusujanah, 2008). Untuk Rumah sakit Dr. Pirngadi Medan sendiri angka kejadian Sectio Caesarea juga terus meningkat pada tahun 1968 sebesar 2,4% menjadi 20,5% pada tahun 1994. Penelitian yang dilakukan oleh Sarmana (2004) selama 6 bulan pada tahun 1998 di RSUD Dr. Pirngadi dan RSUP H. Adam Malik Medan melaporkan angka kejadiannya sebesar 34,83% (574 kasus) dari 1648 persalinan, yang dibagi menjadi 116 persalinan Sectio Caesaria (29,22%) dari 397 persalinan RSUP H. Adam Malik dan 458 persalinan Sectio Caesarea (36,61%) dari 1251 persalinan untuk RSUD Dr. Pirngadi Medan. Sebesar 4,18% dilakukan tanpa indikasi medis yang kuat dan akurasi diagnosa gawat janin yang perlu mendapat perhatian (Sarmana, 2004). Bersamaan dengan hal tersebut, di Indonesia terjadi peningkatan kejadian infeksi luka post Sectio Caesarea yaitu infeksi pada rahim/endometritis, alat-alat berkemih, usus, dan luka operasi. Sekitar 90% dari morbiditas pasca operasi disebabkan oleh infeksi luka operasi. Tercatat RSUP dr. Sardjito tahun 2000 angka kejadian infeksi luka post Sectio Caesarea adalah 15% dan RSUD dr Soetomo Surabaya tahun 2001 angka kejadian infeksi luka 20%. Utomo (1999) menyebutkan bahwa idealnya kejadian infeksi luka operasi (ILO) rumah sakit antara 1,5 – 8% dengan infeksi luka post Sectio Caesarea merupakan 14,6% dari seluruh infeksi post pembedahan. (Himatusujanah, 2008). Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti di RSUD dr. Pirngadi Medan dengan membagikan kuesioner pada 10 orang ibu post Sectio Caesarea didapatkan hasil bahwa dari sepuluh ibu, ada enam orang yang tidak mengetahui bagaimana cara merawat luka operasi yang baik dan benar. Berdasarkan hasil survei pendahuluan di atas peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Perilaku Ibu Post Sectio Caesarea Tentang Perawatan Luka Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan ”. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latarbelakang di atas maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana perilaku ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui perilaku ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Peneliti Sebagai wahana mengaplikasikan ilmu yang penulis peroleh di bangku perkuliahan, khususnya dalam mata kuliah Keterampilan Dasar Praktek Kebidanan. 2. Bagi Responden Memberikan masukan dan penyuluhan kepada ibu-ibu post Sectio Caesarea tentang tata cara perawatan luka Sectio Caesarea yang baik agar tidak terjadi infeksi pada bekas luka operasi. 3. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan referensi di Perpustakaan Keperawatan Universitas Sumatera Utara dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan topik yang sama. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional diman peneliti ingin mengetahui perilaku ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan sebanyak 35 orang. Sampel. Teknik pengambilan Sampel dalam penelitian ini adalah Total Populasi yaitu sebanyak 35 orang. ASPEK PENGUKURAN 1. Aspek Pengukuran Pengetahuan Aspek pengukuran data dilakukan melalui jawaban responden dari semua pertanyaan pengetahuan yang telah diberikan. Pengukuran pengetahuan tentang perilaku ibu post SC tentang perawatan luka SC :  Nilai 1 untuk jawaban benar  Nilai 0 untuk jawaban salah  Skor maksimum 10 (untuk setiap jawaban benar dikali 1)  Skor minimum 0 (untuk setiap jawaban salah dikali 0)  Nilai baik : bila responden menjawab benar 8-10 pertanyaan  Nilai cukup : bila responden menjawab benar 6-7 pertanyaan  Nilai kurang : bila responden menjawab benar < 6 pertanyaan 2. Aspek Pengukuran Sikap Aspek pengukuran sikap dilakukan terhadap sikap berdasarkan jawaban responden dari semua pertanyaan sikap yang diberikan dengan menggunakan skala Guttman yang terdiri dari 2 kategori jawaban yaitu Setuju (S) dan Tidak Setuju (TS). Jumlah pertanyaan sebanyak 10 soal.  Untuk jawaban benar = 1  Untuk jawaban salah = 0 Total skor diperoleh nilai terendah = 0 dan nilai tertinggi = 10. Maka semakin tinggi skor, semakin positif sikap ibu post SC dalam merawat luka. Maka sikap ibu post SC terhadap perawatan luka sebagai berikut:  Sikap negatif : bila skor responden 0-10  Sikap positif : bila skor responden 11-20 3. Askep Pengukuran Tindakan Pengukuran terhadap tindakan dalam perawatan luka SC dengan pilihan jawaban dilakukan dan tidak dilakukan. Jumlah pertanyaan sebanyak 10 soal.  Untuk jawaban baik = 1  Untuk jawaban kurang baik = 0 Total skor diperoleh nilai terendah = 0 dan nilai tertinggi = 10. Maka tindakan ibu post SC dalam merawat luka adalah sebagai berikut :  Kurang baik: skor 0-5  Baik : skor 6-10 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang berjudul “Perilaku Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Perawatan Luka Sectio Caesarea di RSUD dr. Pirngadi Medan”, kuesioner diberikan kepada 35 orang ibu post Sectio Caesarea. Hasilnya dapat disajikan sebagai berikut : Karakteristik Distribusi Ibu Post Sectio Berdasarkan karakteristik distribusi ibu post sectio caesarea, ibu post sectio caesarea yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah ibu post sectio caesarea sebanyak 35 orang dan dengan umur yang masing-masing berbeda. Rentang umur yang dimiliki ibu post sectio caesarea sebagai responden dalam penelitian ini adalah mayoritas berumur 26-30 tahun sebanyak 17 orang (48,6%), berdasarkan agama beragama islam sebanyak 21 orang (60%), berdasarkan pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 13 orang (37,1%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 20 orang (57,1%), berdasarkan jumlah anak mayoritas ibu memiliki 2 anak sebanyak 13 orang (37,1%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut : PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada ibu post Sectio Caesarea di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2011, diperoleh data yang merupakan keadaan nyata dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 35 orang ibu post Sectio Caesarea. Data tersebut dapat dijadikan tolak ukur dalam melakukan pembahasan dan sebagai hasil akhir dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Pengetahuan Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Perawatan Luka Sectio Caesarea Di RSUD dr. Pirngadi Medan Pada tabel 5.2. dapat diamati bahwa pengetahuan ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 24 orang (68,6%) dan sebagian kecil berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (31,4%). Hal ini menyatakan bahwa ibu-ibu post Sectio Caesarea yang memiliki tingkat pengetahuan baik berarti telah memperoleh informasi tentang perawatan luka post Sectio Caesarea dari berbagai sumber seperti media elektronik, media cetak ataupun dari petugas kesehatan. Menurut Notoadmodjo (2003) pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui pendidikan, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, media massa ataupun lingkungan. Pengetahuan baik dan cukup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : sumber informasi dan faktor pendidikan. Semakin banyak seseorang mendapatkan informasi baik dari lingkungan keluarga, lingkungan tetangga dari petugas kesehatan maupun dari media cetak. Hal ini akan mempengaruhi tingkat pengetauan seseorang. Sama halnya dengan pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin baik juga tingkat pengetahuan ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka. 2. Sikap Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Perawatan Luka Sectio Caesarea Di RSUD dr. Pirngadi Medan Pada tabel 5.3. diperoleh seluruh ibu post Sectio Caesarea memiliki sikap positif yaitu sebanyak 35 orang (100%). Hal ini menunjukkan bahwa ibu-ibu post Sectio Caesarea yang memiliki sikap positif berarti telah meyakini bahwa setelah operasi ibu-ibu harus melakukan perawatan terhadap daerah bekas luka tersebut dan sebagian ibu telah memiliki pengalaman. Sikap positif dan negatif dapat dipengaruhi oleh pengalaman langsung yang dialami individu terhadap sesuatu hal dan sikap tidak dibawa sejak lahir tetapi dipelajari dan dibentuk berdasarkan pengalaman individu sepanjang perkembangan selama hidupnya. Sikap tidak lepas dari pengaruh interaksi manusia satu dengan yang lain. Setelah saya lakukan penelitian dan bertanya langsung kepada ibu, seluruh ibu yang memiliki sikap positif karena mereka rajin bertanya kepada saudara dan orang lain yang sudah memiliki pengalaman dalam merawat luka jahitan operasi. Ibuibu juga rajin mencari informasi tentang perawatan luka dari berbagai sumber, seperti majalah dan media elektronik. Menurut Sunaryo (2004) sikap adalah kecenderungan bertindak dari individu, berupa respon tertutup terhadap stimulus ataupun objek tertentu. Secara nyata sikap menunjukkan adanya keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi disertai adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respon atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya. Menurut Azwar Saifuddin (1995) bahwa sikap memiliki tiga komponen yang membentuk struktur sikap dan ketiganya saling menunjang yaitu : Komponen kognitif (berisi kepercayaan individu), Komponen afektif (berisi dimensi emosional subjektif individu, terhadap objek sikap, baik yang positif (rasa senang) maupun negatif (rasa tidak senang)) dan Komponen konatif (disebut juga komponen perilaku) yang berkaitan dengan predisposisi atau kecenderungan bertindak terhadap objek sikap yang dihadapinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai perilaku ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2011 diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Pengetahuan ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2011 sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 24 orang (68,6%) dan sebagian kecil berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (31,4%). 2. Sikap ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2011 diperoleh seluruh ibu memiliki sikap positif sebanyak 35 orang (100%). 3. Tindakan ibu post Sectio Caesarea terhadap perawatan luka Sectio Caesarea di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2011 diperoleh seluruh ibu melakukan tindakan perawatan luka sebanyak 35 orang (100%). SARAN 1. Bagi Peneliti Sebagai wahana mengaplikasikan ilmu yang penulis peroleh di bangku perkuliahan, khususnya dalam mata kuliah Keterampilan Dasar Praktek Kebidanan. 2. Bagi Responden Memberikan masukan dan penyuluhan kepada ibu-ibu post Sectio Caesarea tentang cara perawatan luka Sectio Caesarea yang baik agar tidak terjadi infeksi pada bekas luka operasi. 3. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan referensi di Perpustakaan Keperawatan Universitas Sumatera Utara. DAFTAR PUSTAKA Bramantyo, L (2005). Operasi caesar masalah dan solusinya. Jakarta : PUSPA SWARA. Cendika, D & Indarwati (2010). Panduan pintar hamil dan melahirkan. Jakarta : Wahyu Media. Dewi, Y & Fauzi, A, D (2007). Operasi caesar dari A sampai Z. Jakarta : EDSA Mahkota. Elizabeth (2009). Menyambut kehadiran buah hati. Jakarta : Openup. Juditha, I & Cynthia, I (2009). Tips praktis bagi wanita hamil. Jakarta : FORUM KITA. Liu, D (2008). Manual persalinan. Jakarta : EGC. Manik, M., Sitohang, N, A,. & Asiah, N (2010). Panduan penulisan karya tulis ilmiah. Medan : Tidak dipublikasikan. Notoadmodjo, S (2007). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta : RINEKA CIPTA. Sarmana (2004). Determinan non medis dalam permintaan persalinan sectio caesarea. Medan : USU Repository. Surininah (2009). Buku pintar kehamilan dan persalinan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Varney, H (2002). Buku ajar asuhan kebidanan vol. 2 edisi 4. Jakarta : EGC.

Judul: Jurnal Baru 2.docx

Oleh: Dhita Fw


Ikuti kami