Jurnal (dwi Prasetyo W)

Oleh Dwi W

1 MB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal (dwi Prasetyo W)

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) 10.10802.00066 SURVEY PENENTUAN TINGKAT KEMISKINAN MASYARAKAT UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PENERIMAAN BANTUAN DANA DENGAN METODE 14 KRITERIA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) Dwi Prasetyo Widiyanto [1], Yulian Findawati, ST. M. MT [2] Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sangsufi41@gmail.com[1],[2] Abstrak Saat ini metode mengolah data dari narasumber dilakukan secara manual dari tabel kuesioner dan disalin pada data elektronik di komputer. Hal ini tentu memakan waktu yang lama dan proses yang panjang. Penggunaan teknologi masa tentu tidak akan terlewatkan dengan penggunaan smartphone. Penyusunan aplikasi android dalam survei diharapan mampu membangun sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan survei dan menghasilkan data yang cepat dan tepat. Selain itu juga dapat dijadikan alat pengambil keputusan secara langsung tentang masyarakat yang disurvei. Secara umum miskin dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak‐hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan lembaga nonkementrian yang bertugas menyediakan data statistic di Indonesia.Badan Pusat Statistik menyelenggarakan survey-survey, salah surveynya untuk melihat potensi desa di seluruh Indonesia adalah Pendataan Potensi Desa (PODES). Teknik dalam pelaksanaan survey warga harus menjawab pertanyaan dengan jujur mengenai kondisi ekonomi keluarga, petugas survey mampu melihat pembuktian dari kebenaran jawaban yang diberikan dengan melihat kondisi sesungguhnya saat melakukan survey tersebut dengan menambahkan foto pada aplikasi dan tersimpan didalam telepon genggam. Dari ke enam hasil yang dilakukan penyurvei di Desa Sengon semuanya sesuai dengan hasil perhitungan manual yang sebelumnya pernah dilakukan. Aplikasi dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat tentang status masyarakat yang disurvei. Dokumentasi data juga berjalan dengan baik. Sedangkan keamanan dan kerahasiaan data survei adalah menjadi tanggung jawab administrator. Kata Kunci : Android, Survei, Miskin 1. PENDAHULUAN Sesuai dengan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia telah mengalami penurunan persentase jumlah masyarakat miskin dari 8,52% ditahun 2013 menjadi 8,34% ditahun 2014. Hal ini merupakan sebuah kebanggan bagi kita sebagai warga negara Indonesia, karena dengan berkurangnya kemiskinan maka cita – cita untuk memajukan bangsa akan menjadi cepat terlaksana. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan cara survey wawancara langsung kepada masyarakat. Dan teknik mengolah data dari narasumber dilakukan secara manual dari tabel kuesioner dan disalin pada data elektronik di komputer. Penggunaan teknologi masa tentu tidak akan terlewatkan dengan penggunaan smartphone. Perangkat telepon genggam yang sebagaian besar menggunakan sistem operasi android mulai menjamur, dan mengalahkan penggunaan Windows mobile. Telepon genggam android saat ini, bukan hanya digunakan untuk mengirimkan pesan singkat atau obrolan saja, tetapi karena banyaknya fitur yang dapat dipasangkan, maka penggunaan telpon genggam android menjadi bermacam – macam sesuai kebutuhan. Oleh karenanya dilakukan penelitian yang berjudul “SURVEY PENENTUAN TINGKAT KEMISKINAN MASYARAKAT UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) PENERIMAAN BANTUAN DANA DENGAN METODE 14 KRITERIA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)” dengan harapan mampu membangun sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan survei dan menghasilkan data yang cepat dan tepat. Selain itu juga dapat dijadikan alat pengambil keputusansecara langsung tentang masyarakat yang disurvei. II. TINJAUAN PUSTAKA  Pengertian Miskin Secara umum miskin dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak‐hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Sedangkan Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.Untuk mengukur beberapa indikator kemiskinan, seperti jumlah dan persentase penduduk miskin (headcount index-Po), indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index-P1), dan indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index-P2). Selain dari Susenas Modul Konsumsi dan Kor, variabel lain untuk menyusun indikator kemiskinan diperoleh dari Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SPKKD). Garis kemiskinan menunjukkan jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan. Penduduk yang memiliki ratarata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Persentase Penduduk Miskin Head Count Index (HCI-P0), adalah persentase penduduk yang berada 10.10802.00066 dibawah Garis Kemiskinan (GK). Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor. Indeks Kedalaman Kemiskinan Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1), merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran pesuduk dari garis kemiskinan. Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor. Indeks Keparahan Kemiskinan Indeks Keparahan Kemiskinan (Proverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor. Metode pemilian sampel dalam studi ini dilakukan dalam 6 tahap. Pada tahap pertama dipilih 7 propinsi secara purposive (sengaja) namun dapat mewakili wilayah barat dan timur Indonesia, serta wilayah urban dan rural. Ketujuh propinsi tersebut adalah SUmatera Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur (mewakili wilayah barat), Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan (mewakili wilayah timur). Tahap kedua adalah memilih 2 kabupaten/kota dari masing-masing propinsi kecuali DKI Jakarta 3 kota secara purposive. Dari masing-masing kabupaten/kota, dipilih sampel 2 kecamatan secara purposive. Sampai dengan tahap ketiga, pemilihan sampelnya dilakukan BPS Pusat.  Android Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat seluler layar sentuh seperti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaanperusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008. III. METODOLOGI PENELITIAN  Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu: Studi Lapangan Pengumpulan data dilakukan dengan terjun langsung kelapangan untuk mengetahui secara langsung teknik penentuan batas kemiskinan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan desa. Studi Literatur Data didapatkan dari berbagai buku dan jurnal skripsi terdahulu yang dapat dijadikan referensi berhubungan dengan penelitian  Database Tabel berisi tentang hasil jawaban yang diisi oleh kepala keluarga. Tersimpan didalam spreadsheet secara online setelah dilakukan pengisian secara lengkap. Desain Data Flow Diagram Data flow diagram pada penyusunan aplikasi ini hanya hanya terdapat satu arah saja. Karena database hanya menyimpan data yang telah diisi oleh penduduk dari aplikasi. Sistem Mengirim data Data Base aplikasiGambar 3.1 DFD Aplikais (Spreadsheet)  Desain Sistem Desain sistem pada penelitian ini dapat digambarkan sesuai dengan gambar berikut ini: 10.10802.00066 Gambar 3.2 Desain Sistem Masukan sistem dimulai dengan mengisi data penduduk, menyiapkan pertanyaan yaang akan diajukan dalam melakukan survey, dan batasan – batasan yang dapat menunjukan perbedaan antara warga yang termasuk miskin dan warga yang termasuk mampu dalam ekonomi. Proses adalah langkah untuk mengolah data yang telah diinputkan dan melakukan kalkulasi sesuai dengan flowchart yang akan diterangkan pada halaman berikutnya. Pertanyaan dari surveyor harus dijawab keseluruhan dengan baik dan jujur. Setelah dilakukan perhitungan maka akan didapatkan kesimpulan yang menyatakan bahwa warga tersebut termasuk golongan miskin atau golongan yang sudah mampu. Teknik dalam melakukan survey tidak termasuk dalam batasan penelitian. Tetapi harus dipastikan bahwa dalam pelaksanaan survey warga harus menjawab pertanyaan dengan jujur mengenai kondisi ekonomi keluarga, petugas survey harus mampu melihat pembuktian dai kebenaran jawaban yang diberikan dengan melihat kondisi sesungguhnya saat melakukan survey tersebut. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) 10.10802.00066 Gambar 3.2 flowchart Sistem A Gambar 3.3 Flowchart B Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) Gambar 3.6 Flowchart E 10.10802.00066 Gambar 3.7 Flowchart F Flowchart sistem dimulai dengan mengisi data penduduk yang akan disimpan dalam database kemudian warga menjawab 14 pertanyaan yang diajukan dengan baik, setiap pertanyaan mewakili satu kategori aspek penilaian kebutuhan hidup. Setiap jawaban akan dapat menambah point kemiskinan. Point batas kemiskinan tersebut dapat diatur sesuai dengan ketentuan dari pemerintahan desa. Jika point yang di dapatkan melebihi dari batas yang telah ditentukan, maka aplikasi akan menggolongkan kedalam masyarakat yang termasuk golongan miskin.  Data Flow Diagram Dalam aplikasi ini terdapat duat tempat penyimpanan database, yaitu pada penyimpanan lokal dan online. Database lokal akan berfungsi untuk menyimpan dan melakukan hapus data melalui telepon genggam, setelah itu dapat dilakukan pengiriman data secara online. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) 10.10802.00066 Gambar 3.8 Data Flow Diagram Hal ini dilakukan agar jika kegiatan survei dilakukan di desa terpencil dengan minimnya signal dari pemancar, maka data hasil survei tetap aman tersimpan didalam telepon genggam dan dapat dilakukan pengiriman diwaktu berikutnya saat signal memenuhi syarat. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Halaman Depan Halaman ini memeliki satu gambar dengan logo UMSIDA dan Teks “ Survey Kesejahteraan Penduduk”, kemudian terdapat tiga tombol yaitu tombol Survey yang berfungsi untuk melakukan survey, Tombol Info yang berfungsi untuk membaca informasi tentang penggunaan aplikasi, tombol pengaturan yang berfungsi untuk melakukan pengaturan aplikasi, dan tombol data yang berfungsi untuk melihat data hasil survey yang telah dilakukan. Gambar 4.1 Tampilan Halaman Depan Gambar 4.1 memperlihatkan halaman depan dengan tombol yang memiliki warna berbeda agar mempermudah penggunaan. Halaman Survey Pada halaman survey pengguna atau anggota keluarga harus mengisi smua pertanyaan dengan baik dan benar. Terdapat 14 pertanyaan dan lima data tambahan yang harus dilengkapi. Gambar 4.2 Halaman Survey Diawal survey diharuskan mengmbil tiga foto dari rumah penduduk yang disurvei sesuai dengan alamat Kartu keluarga, baru kemudian dilakukan survei, Pada pengisian survei harus berurut dari atas kebawah, jika tidak dilakukan secara berurut, maka aplikasi akan menampilkan pemberitahuan bahwa isian sebelumnya belum benar. Setelah semua pertanyaan telah selesai dijawab, terdapat peringatan setelah menekan tombol selesai yang mengingatkan agar memeriksa kembali apakah semua isian sudah benar. Halaman Kesimpulan Halaman ini akan secara otomatis muncul setelah melakukan survei. Dalam halaman ini memuat kesimpulan dari hasil survey yang telah dilakukan. Terdapat dua indikasi dan satu peryataan yang merupakan hasil dari kesimpulan. Indikasi pertama adalah Batasan Nilai yang merupakan batas yang ditentukan untuk membuat kesimpulan apakah tergolong menjadi keluarga miskin atau keluarga mampu. Pengaturan nilai pada Batas Indikasi dapat dilakukan dihalaman Pengaturan. Indikasi berikutnya adalah Indikasi hasil survei, nilai yang muncul adalah hasil penjumlahan dari semua jawaban yang termasuk kategori miskin. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) Gambar 4.3 Halaman Kesimpulan Dan terdapat pernyataan pada halaman dengan arsir merah atau hijau, yang menyatakan “BELUM” / “SUDAH” berhak mendapatkan subsidi. Peryataan “SUDAH” dihasilkan jika Nilai Indikasi Survey lebih besar dari Batasan Nilai Indikasi. Halaman Pengaturan Halaman ini difungsikan untuk mengatur Besaran Batasan Indiksi yang menjadi tolak ukur kemiskinan, nilai yang diinputkan maksimal 14 dari banyaknya pertanyaan. Pengaturan berikutnya adalah pengaturan besaran total penghasilan yang diperoleh keluarga untuk batas nnilai besaran adalah tergantung pada keputusan pemerintah setempat. Gambar 4.4 Halaman Pengaturan Halaman Info Halaman ini berfungsi untuk menyampaikan informasi terkait aplikasi dan kegiatan survei. 10.10802.00066 Gambar 4.5 Halaman Info Halaman Data Halaman data berisikan data hasil survei yang dilakukan. Halaman ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara sebelum dikirimkan secara online ke database server. Gambar 4.7 Data base lokal Terdapat semua data dari hasil survei seperti foto , dan jawaban dari penduduk, serta keimpulan yang dihasilkan. Tombol simpan digunakan untuk mengirimkan data tersebut secara online, tombol hapus data untuk menghapus data, dan tombol kembali untuk kembali ke menu awal. Implementasi Database Setiap kali selesai melakukan survei, maka aplikasi akan mengirimkan data secara langsung ke database. Database yang digunakan oleh penulis adalah Spreadsheet Google, karena database ini sangat mudah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2015) digunakan dan kapasitas yang diperoleh juga banyak dan didapatkan secara gratis. Gambar 4.10 Database Untuk melakukan koneksi diperlukan sebuah perintah koneksi di halaman blok dengan perintah beikut ini: 4.2Pengujian Aplikasi Terdapat dua pengujian aplikasi yaitu pengujian sistem dan pengujian antarmuka. a. Pengujian Sistem Aplikasi Pengujian sistem dilakukan dengan melakukan percobaan survei dengan memberikan beberapa data yang berbeda. Dari hasil pengujian tersebut aplikasi telah mendapatkan beberapa kesimpulan yang sama dengan perhitungan manual dan dapat segera melakukan pengiriman data dengan baik dan benar. Pengujian awal akan dilakukan di Desa Sengon. Berikut hasil dari pengujian aplikasi yang dilakukan surveyor di Desa Sengon. Gambar 4.12Hasil survey database lokal Gambar 4.12Hasil survey database V. PENUTUP  Kesimpulan Dari semua kegiatan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan survey adalah menggunakan media perangkat berbasis android. Pelaksanaannya diisi oleh 10.10802.00066 kepala keluarga atau wakilnya dan didampingi oleh petugas survey. Proses pengambilan data dan pengiriman data dilakukan secara online didatabase server. Pengolahan data secara lebih lanjut akan dilakukan terpisah dengan kegiatan survei tersebut. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa proses perancangan aplikasi telah berhasil dengan baik. Dan mampu memenui ekspetasi dari latar belakang. Karena mampu melakukan survei dan menghasilkan data yang cepat dan tepat. Selain itu juga dapat mengambil keputusan secara langsung tentang status masyarakat yang disurvei. Sedangkan kemanan dan kerahasiaan data survei adalah menjadi tanggung jawab administrator. DAFTAR PUSTAKA Huda, Arif Akbarul, 2012 “24 Jam!! Pintar Pemrograman Android”, Yogyakarta:Andi. Listiono, hersatoto (2012), “Rancang Bangun Sistem Informasi Penentuan Tingkat Kemiskinan Penduduk untuk Pronakis” Universitas Stikubank, hal 1-8. Mujanzi, Syukron (2009), “Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengurangi Kemiskinan Melalui Program Nasional Pemberdayaan masyarakat (PNPM)mandiri)”, UIN Sunan Kalijaga, hal 175. Safaat, Nazruddin 2012.“Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC (Edisi Revisi)”, Bandung: Informatika. Triyuniarta, Afiat (2009), “APLIKASI LOGIKA FUZZY UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELUARGA MISKIN DI KOTA YOGYAKARTA” UPN Yogya , hal 1-7.

Judul: Jurnal (dwi Prasetyo W)

Oleh: Dwi W


Ikuti kami