Jurnal Q Persilangan 1

Oleh Hestini Arhes Ty

147 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Q Persilangan 1

JURNAL PRAKTIKUM PEMULIAAN HIBRIDA Vol. 1 No. 2 MARET 2014 PERSILANGAN (HIBRIDISASI) Crosses (hybridization) Hestini Hasibuan1*), Fitri Rohani S, Ridwan Suprima, M. Rasul, Benny Saputra *) Praktikan Pemuliaan Hibrida, Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas. ABSTRAK silang dan sendiri serta mengetahui Hibridisasi adalah teknik untuk waktu yang tepat dalam melakukan meningkatkan produktifitas dari tanaman persilangan. yang dimuliakan. dibentuk Pada peristiwa Varietas pada tanaman dapat menyerbuk hibridisasi akan memperoleh kombinasi sendiri genetik melalui Jagung merupakan tanaman pertama persilangan dua atau lebih tetua yang yang dibentuk menghasilkan varietas berbeda hibrida secara komersial. yang diperoleh genotipnya. persilangan Secara dilakukan dengan teknis, pada tanaman yang diinginkan sebagai baik pada tanaman yang menyerbuk sendiri (self polination crop) maupun pada tanaman yang menmyerbuk silang (cross polination crop) (Wiwik, 2003). adalah agar silang. ABSTRACT Hybridization is a technique to increase the productivity of plants bred. At the event will receive a combination of genetic hybridization obtained through crosses two or more parental different genotypes. Technically, the cross is done Tujuan dilakukannya praktikum ini menyerbuk cara memindahkan tepung sari kekepala putik tetua, maupun hibrida dapat melakukan persilangan pada tanaman menyerbuk by moving the pollen on the pistil kekepala desired plants as elders, either in self-pollinated plants (self polination crop) and in plants menmyerbuk cross sempurna (hermaprhodit/banci) karena (cross polination crop) (Mandy, 2003). putik dan benangsari terletak dalam satu bunga (Sumarni, 2011). The purpose of this lab is to be Hibridisasi adalah teknik untuk able to cross on his own and crosspollinated plants and to know the right meningkatkan produktifitas dari tanaman time to do the crossing. The first yang dimuliakan. Pada peristiwa generation of hybrid varieties is the hibridisasi akan memperoleh kombinasi result of a cross between parental inbred genetik yang diperoleh melalui lines. Hybrid varieties can be formed in persilangan dua atau lebih tetua yang the berbeda genotipnya. self-pollinated plants or cross- Salah satu upaya yang perlu kita pollinated. Corn is a crop that formed the first commercially produce hybrid lakukan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan penggunaan varieties. bibit unggul. Sifat bibit unggul pada tanaman dapat timbul secara alami karena adanya seleksi alam dan dapat juga timbul karena adanya campur PENDAHULUAN Persilangan merupakan salah satu teknik untuk memperbanyak variasi/kera gaman genetik dari suatu populasi tanaman. Keragaman genetik tentu sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mempermudah seleksi yang akan dilakukan oleh para pemulia tanaman. Ketika persilangan dilakukan maka terjadi segregasi pada gamet tetua jantan dan betina. Tanaman menyerbuk sendiri (autogami) yang memiliki bunga tangan manusia. Persilangan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan rekombinasi gen. persilangan Secara dilakukan dengan teknis, cara memindahkan tepung sari kekepala putik pada tanaman yang diinginkan sebagai tetua, baik pada tanaman yang menyerbuk sendiri (self polination crop) maupun pada tanaman yang menmyerbuk silang (cross polination crop) (Wiwik, 2003). Tanaman jagung mempunyai komposisi genetik yang sangat dinamis karena cara menyilang. penyerbukan Pertanian Universitas Andalas. bunganya pada praktikum ini adalah gunting, kertas (favorable genes) pada genotipe yang sungkup, balpoin, kertas, tanaman jagung homozigot justru akan berakibat depresi (jantan dan betina) yang telah di tanam di inbreeding yang menghasilkan tanaman bedengan. dan daya gen-gen Alat dan bahan yang digunakan unggul kerdil Fiksasi 2014 di lahan percobaan Fakultas hasilnya rendah. Tanaman yang vigor, tumbuh cepat, subur, dan hasilnya tinggi justru diperoleh dari tanaman yang komposisi genetiknya heterozigot (Sandoro, 2005). Varietas hibrida merupakan Pelaksanaan dari praktikum ini yaitu langkah pertama, Memilih tetua yang akan di silangkan. Tetua jantan yang dipilih yaitu belum mekar, sedangkan tetua betina yang dipilih adalah tongkol yang masih kecil. generasi pertama hasil persilangan antara Memotong bunga jantan di sore hari tetua berupa galur inbrida. Varietas menggunakan hibrida dapat dibentuk pada tanaman memasukkan menyerbuk sendiri maupun menyerbuk kertas sungkup. Mengeluarkan bunga silang. jantan dari dalam kertas sungkup di pagi Jagung merupakan tanaman gunting, bunga jantan hari, varietas hibrida secara komersial. Tujuan betina, dilakukannya praktikum ini adalah agar menggunakan dapat pencatatan dan pengamatan pada sampel persilangan pada tanaman menyerbuk silang dan sendiri serta mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan persilangan. BAHAN DAN METODE Praktikum Pemuliaan Hibrida ini dilaksanakan pada tanggal 21 Maret menyerbuki kedalam pertama yang dibentuk menghasilkan melakukan kemudian kemudian kemudian kertas. jagung menutupnya Melakukan jagung yang di hibridasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh dari 4 sampel hibridisasi yang berhasil hanya 2 sampel. Dimana tetua jantan jagung warna kuning dan tetua betina warna putih. Sampel yang pertama berhasil satu minggu setelah dilakukan ditandai dengan adanya warna yang penyerbukan. Jika calon buah mulai bervariasi putih dan kuning. Sedangkan membesar dan tidak rontok maka warna pada sampel kedua ditandai kemungkinan telah terjadi pembuahan. dengan warna cream campur kuning Sebaliknya, jika calon buah tidak pucat. Dapat dilihat langsung pada membesar atau rontok maka gambar di bawah ini : kemungkinan telah terjadi kegagalan pembuahan. Keberhasilan penyerbukan buatan yang kemudian diikuti oleh pembuahan (Sumarni, 2011). Selain itu hal penting yang harus diperhatikan adalah cara meletakkan serbuk sari dari induk jantan ke atas kepala putik induk betina, dan menjaganya jangan sampai kepala putik tersebut kejatuhan serbuk sari dari tanaman lain yang tidak dikehendaki maupun dari tanaman yang sama. Oleh Keterangan gambar : jagung pinggir kiri dan kanan hibridisasi yang gagal. Sedangkan dua jagung yang di tengahtengah itu menandakan hibridisasi yang berhasil. Hasil pesilangan yang telah dilakukan ada 2 sampel persilangan jagung didapatkan hasil persilangan yang gagal, disebabkan jagung mau disilangkan masih belum menunjukkan masa generatif. Keberhasilan suatu persilangan buatan dapat dilihat kira-kira karena itu, setelah polinasi bunga ditutup/ dibungkus menggunakan plastik agar tidak terserbuku bunga lain dan tidak rusak) (Sandra, 2008). Faktor yang mempengaruhi hibridisasi terjadinya faktor internal dan juga eksternal. Faktor internal terjadi pada waktu tanam berbunga, yaitu: penyesuaian waktu berbunga dan waktu emaskulasi dan penyerbukan. Sedangkan faktor internal antara lain cuaca saat penyerbukan, pemilihan tetua, dan pengetahuan tentang organ reproduksi dan antesis jantan, kesuburantanaman dan tipe penyerbukan. Keberhasilan serta faktor lingkungan. Kompatibilitas persilangan dipengaruhi oleh dua factor tetua terkait dengan gen-gen yang yaitu; suhu dan cahaya. Pada suhu udara terkandung pada tetua jantan dan betina. yang dingin, suaca gelap atau musim Waktu reseptif betina dan antesis jantan hujan, saat berbungan akan terhambat. dapat dilihat ciri morfologi bunga. Bunga Suhu yang panas, cuaca cerah, dan yang terbaik adalah bunga yang akan musim kemarau akan mempercepat mekar pada hari tersebut. Sementara itu, pembungaan. Suhu dan cahaya ketika faktor lingkungan yang berpengaruh siang hari terletak pada puncaknya pada keberhasilan persilangan buatan (Syukur, 2009). adalah curah hujan, cahaya mahatari, Tanda keberhasilan hibridisasi kelembaban dan suhu. Curah hujan dan adanya pembengkakan pada pangkal suhu tinggi akan menyebabkan buah, kelopak bunga layu bakal buah rendahnya keberhasilan persiangan tetap segar. Keberhasilan suatu buatan (Syukur, 2009). persilangan buatan dapat dilihat kira-kira satu minggu setelah dilakukan penyerbukan . Jika pental mengering ,namun bakal buah tetap segar kemudian KESIMPULAN Berdasarkan penjelasan pembahasan bakal buah membesar atau memanjang mengenai hibridisasi jagung maka dapat kemungkinan telah terjadi pembuahan. disimpulkan Sebaliknya, jika bunga yang gagal merupakan proses kawin antar individu mengadakan fertilisasi biasanya gugur persilangan interspesifik atau individu atau kepala putik nya terlihat layu dan genetik bakal buah rontok (Sandoro, 2005). intraspesifik. Keberhasilan penyerbukan bahwa berbeda hibridisasi dari hibridisasi Persilangan merupakan penyerbukan silang antara tetua yang buatan yang kemudian diikuti oleh berbeda susunan genetiknya yang pembuahan dipengaruhi oleh beberapa bertujuan penggabungan sifat genotip faktor diantaranya adalah kompatibilitas yang baru serta memperluas keragaman tetua, ketepatan waktu reseptif betina genetik. Hal pertama yang dilakukan DAFTAR PUSTAKA hibridisasi jagung adalah pemilihan tetua jantan. Tetua jantan dipilih berdasarkan Sandoro. 2005. Teknik Persilangan. fenotipdengan ciri bunga jantan tersebut Kanisius. Yogyakarta. sudah mekar sebagian. Sedangkan tetua Sandra. 2008. Morfologi Tumbuhan. betina juga dipilih berdasarkan fenotip Gadjah Mada University Press. dengan dicirikan tongkol jagung tersebut Yogyakarta. masih mempunyai rambut yang pendek. Sumarni. 2011. Persilangan Tanaman. Jagung yang akan disilangkan masih UMM Press. Malang. belum menunjukkan masa generatif. Syukur. 2009. Teknik Pemuliaan Keberhasilan dalam proses persilangan Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta. terdiri dari 2 faktor, yakni suhu dan juga Wiwik. 2003. Pemuliaan Tanaman. cuaca. Kanisius. Yogyakarta.

Judul: Jurnal Q Persilangan 1

Oleh: Hestini Arhes Ty


Ikuti kami