Analisis 2 Artikel Jurnal

Oleh Tita Puspitasari

73,5 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Analisis 2 Artikel Jurnal

A. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH OLEH MAHASISWA STAIS TEBINGTINGGI 1. Permasalahan Kemampuan menulis karya ilmiah sangat penting bagi mahasisiwa. Kemampuan tersebut berguna untuk menyelesaikan tugas-tugasnya seperti membuat makalah, laporan, proposal, dan menyusun skripsi sebagai syarat memperoleh galar sarjana. Namun, praktiik pembuatan karya ilmiah berupa tugas-tugas akademik yang dikerjakan oleh mahasiswa masih banyak ditemukan kesalahan. Diantaranya kurang sistematis, kesalahan dalam tata bahasa, dan kurangnya pemahaman terhadap masalah yang dibahas pada karya ilmiah sering menjadi penghambat mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. 2. Metode Penelitian Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian One group pretest posttest. Instrumen dalam penelitian tersebut berupa tes penugasan menulis laporan hasil onservasi. Tes tersebut dilakukan dua kali yaitu tanpa model VAK (pretest) dan menggunakan model VAK (posttest). Data dalam penelitian tersebut merupakan data kuantitatif karena gambaran datanya menggunakan ukuran, jumlah, atau frekuensi yaitu nilai kemampuan mahasiswa dalam menulis laporan hasil observasi. 3. Hasil Penelitian Rentang 85-100 75-84 65-74 55-64 00-54 Hasil Pretest Frekuensi absolut Frakuensi relatif 4 12,5% 12 37,5% 13 40,6% 3 9,4% 0 0% 32 100% kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Hasil Posttest Rentang 85-100 75-84 65-74 Frekuensi absolut 16 7 9 Frakuensi relatif 50% 21,9% 28,1% kategori Sangat baik Baik Cukup 55-64 00-54 0 0 32 0% 0% 100% Kurang Sangat kurang Dengan demikian kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa STAIS Tebingtinggi mengalami peningkatan baik setelah menggunakan model VAK (Visual. Auditori, Kinestetik). B. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMK SANDHY PUTRA 2 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2018/1019 1. Permasalahan Permasalahan yang diangkat dalam penelitian tersebut merupajan permasalahan pada penelitian sebelumnya yang menjadi acuan. Permasalahannya yaitu siswa masih merasa kesulitan untuk mengembangkan suatu gagasan atau ide menjadi karangan teks eksposisi yang baik, dan keterbatasan siiswa dalam menguasai kosakata. Dalam penelitian lain yang dijadikan acuan dinyatakan bahwa model VAK dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis puisi, sehingga peneliti melakukan penelitian menulis teks eksposisi dengan model VAK. 2. Metode Penelitian Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen model quasi eksperimen dengan desain two-group posttest. Instrumen dalam penelitian tersebut berupa penugasan dalam bentuk tes kemampuan menulis teks eksposisi pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan dengan model VAK dan kelas kontrol tanpa menggunakan model VAK. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif karena menggunakan ukuran, jumlah, atau frekuensi yaitu nilai kemampuan siswa. Data dianalisis dengan cara mencari rata-rata, standar deviasi, dan standar error. Kemudian dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. 3. Hasil Penelitian Hasil Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi menggunakan Model VAK Rentang Frekuensi absolut Frakuensi relatif kategori 85-100 20 66,67% Sangat baik 75-84 10 33,33% Baik 65-74 55-64 00-54 0 0 0 30 0% 0% 0% 100% Cukup Kurang Sangat kurang Hasil Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi menggunakan Model Cooperative Learning Rentang 85-100 75-84 65-74 55-64 00-54 Frekuensi absolut 0 11 14 5 0 30 Frakuensi relatif 0% 36,66% 46,67% 16,67% 0% 100% kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa hasil pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan model VAK lebih unggul dibanding hasil pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan model cooperative learning. C. Persamaan dan Perbedaan kedua Artikel Persamaan kedua penelitian tersebut terletak pada model pembelajaran yang digunakan yaitu VAK (visual, auditori, kinestetik). Namun perbedaannya, penelitian yang pertama menerepkan model VAK pada pembelajaran menulis karya ilmiah mahasiswa, sedangkan penelitian yang ke dua menerapkan model VAK pada pembelajaran menulis teks eksposisi siswa. Metode yang digunakan dalam kedua penelitian tersebut sama-sama menggunakan metode kuantitatif. Namun perbedaannya, penelitian pertama menggunakan desain one group pretest posttest, sedangkan penelitian ke dua menggunakan desain two group posttest. Hasil penelitiannya sama-sama menunjukan bahwa hasil pembelajaran dengan menggunakan model VAK lebih unggul daripada hasil pembelajaran yang tidak menggunakan model VAK.

Judul: Analisis 2 Artikel Jurnal

Oleh: Tita Puspitasari


Ikuti kami