Jurnal Ta Musa New

Oleh Musa Assegaf

207,8 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Ta Musa New

PEMANFAATAN TIMBUNAN SAMPAH ZONA NON-AKTIF TPA PUTRI CEMPO SURAKARTA MUSA ARRIDHO*), WIHARYANTO OKTIAWAN*), TITIK ISTIROKHATUN*) Jl. Prof H Soedarto, SH Tembalang-Semarang 50275 Telp. +628126388657, Email : moeza17@gmail.com ABSTRAK Timbunan sampah di TPA Putri Cempo dapat dimanfaatkan kembali. Potensi sampah di TPA Putri cempo terdiri dari sampah organik berupa kompos sebesar 60,4 % dan sampah anorganik berupa plastik sebesar 6,7 %. Pemanfaatan dilakukan dengan menjadikan sampah organik menjadi pupuk organik granul dan mendaur ulang plastik menjadi bahan baku pembuatan plastik yang siap dijual. Perencanaan pemanfaatan timbunan sampah meliputi intalasi pupuk organik granul yang memiliki kapasitas 15 ton perhari dan daur ulang plastik yang memiliki kapasitas 150 kg perhari. Metode ini dilakukan dengan menambang kembali timbunan sampah dan mampu mereduksi timbunan sampah sebesar 4039,2 ton per tahun. Besar biaya yang pembangunan fasilitas pemanfaatan sampah ini sebesar Rp. 3.311.609.172,00 Kata kunci : pemanfaatan sampah, pupuk organik granul, daur ulang plastik, TPA Putri Cempo. ABSTRACT Putri Cempo has midden that can be reused. Potential of waste pile in Putri Cempo landfill consist 60,4% of organic waste and 6,7% of anorganic waste. The method used is to make the organic waste into organic fertilizer granules and recycled plastic as raw material for the manufacture of plastics that are ready for sale. Utilization plan is done by constructing a granule organic fertilizer plant which has a capacity of 15 tons per day and recycled plastic has a capacity of 150 kg per day. This method is done with landfill mining and able to reduce landfill waste by 4039.2 tons per year. The cost needed to make this composting facility were Rp. 3.311.609.172,00 Keywords : utilization of waste pile, organic fertilizer granules, recycled plastic, TPA Putri Cempo I.PENDAHULUAN Secara umum Kota Surakarta terbagi menjadi 5 wilayah kecamatan yaitu Jebres, Pasar Kliwon, Laweyan. Banjarsari, Kepadatan Serengan, penduduk Kota Surakarta mencapai 65% dan penduduk berusia produktif yang lebih dari 60 % menjadikan Kota Surakarta memiliki sumber daya manusia yang potensial untuk menangani berbagai pertambahan kegiatannya, sektor. penduduk berpotensi dan Dengan ragam dipakai sampai tahun 2016 bulan Maret hari ke- 8. (Susilo, 2013) Maka perlu adanya upaya pemanfaatan timbunan sampah lama untuk mereduksi timbunan sampah yang ada dengan cara mendaur ulang timbunan sampah lama secara efektif agar dapat mengaktifkan kembali zona yang telah ditutup dan menerapkan teknologi sanitary landfill pada zona tesebut mengacu pada Undang – Undang No 18 Tahun 2008. menimbulkan produk samping dari kegiatan tersebut, I.2 Identifikasi Masalah yaitu 1. sampah. Dengan meningkatnya sampah maka pencemaran lingkungan semakin meningkat. Namun prasarana Putri Cempo masih menggunakan metode open dumping 2. untuk mengolah sampah dianggap akan menambah biaya dan kurang diperhatikan. TPA Zona aktif pembuangan sampah di TPA Putri Cempo akan habis. 3. Tidak maksimalnya pengolahan Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat sampah pada TPA Putri Cempo, Kota Surakarta. Surakarta sebagian besar dikumpulkan terlebih dahulu di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yang sudah I.3 Pembatasan Masalah disediakan pemerintah daerah. Setelah itu Pembatasan masalah yang akan dirancang sampah diangkut ke Tempat Pembuangan adalah sebagai berikut: Akhir (TPA) Putri Cempo. Peningkatan volume sampah menyebabkan kebutuhan lahan penimbunan di TPA semakin terbatas. Pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo saat ini masih menggunakan Metode open dumping. Metode open dumping sangat tidak dianjurkan karena dapat menghabiskan lahan penimbunan. Umur TPA Putri Cempo diperkirakan jika tanpa dilakukan upaya reduksi hanya bisa 1. Wilayah yang akan direncanakan adalah Zona non-aktif TPA Putri Cempo, Surakarta. 2. Memfokuskan pada perencanaan pemanfaatan sampah lama di zona non-aktif I.4 Perumusan Masalah komposisi di TPA untuk menentukan 1. Bagaimanakah keadaan zona timbunan potensi yang ada pada timbunan sampah. sampah lama di TPA Putri Cempo, 2. Tahap Evaluasi Kondisi Eksisting Surakarta? Setelah hasil sampling didapatkan maka 2. Bagaimanakah rencana pemanfaatan dapat dilakukan perhitungan timbunan sampah yang sesuai dengan kondisi di sampah yang diolah dan potensi yang ada. TPA Putri Cempo, Surakarta? Dengan mengetahui potensi tersebut kita 3. Berapakah untuk biaya yang membangun diperlukan dapat menentukan alat – alat apa saja yang fasilitas dibutuhkan untuk memanfaatkan timbunan pemanfaatan sampah di TPA Putri sampah ini. Cempo, Surakarta? 3. Tahap dari Perencanaan pengolahan sampah TPA Putri Cempo ini diantaranya: 1. Merencanakan pemanfaatan sampah yang sesuai dengan kondisi di TPA Putri Cempo, Surakarta. 2. Menghitung besarnya Pemanfaatan Sampah I.5 Tujuan Perencanaan Tujuan Perencanaan biaya yang Pada tahap ini dilakukan analisa dan dihasilkan produk berupa gambar plant pemanfaatan sampah, Rencana anggaran biaya, dan standar operasional dan perawatan. III. ANALISIS DAN PEMBAHASAN diperlukan untuk membangun unit Analisis Potensi pemanfaatan sampah di TPA Putri Timbunan sampah TPA Putri Cempo yang Cempo, Surakarta. menggunakan II. METODOLOGI Metodologi penelitian yang digunakan dalam pemanfaatan sampah ini melalui tiga tahapan penting. metode open dumping dengan dibagi menjadi 6 zona tidak beroperasi dengan semestinya. Kondisi eksisting sekarang timbunan sampah telah menumpuk dan tidak ada batas antar zona. Akses jalan ke tiap zona telah ditutup 1. Tahap Pendahuluan dengan tumpukan Pada tahap ini studi literatur dilakukan dikarenakan tidak mampunya TPA Putri sebagai dasar acuan dan mencari ilmu Cempo mengenai pemanfaatan timbunan sampah sampah setiap harinya. Maka diperlukan TPA. Selanjutnya melakukan sampling opsi pengelolaan timbunan sampah yang untuk sampah. menampung Hal ini intensitas terdiri dari pemanfaatan timbunan sampah. Pemanfaatan timbunan sampah yang V = Volume Timbunan (m³) direncanakan satu kawasan penuh yang L = Luas Zona (m²) memiliki luas sekitar 15 Ha dengan H = Tinggi Timbunan Rata - Rata ketinggian rata – rata dari permukaan V=LxT tanah sekitar ± 10 m. = 15 Ha x 10 m = 150.000 m² x 10 m V=LxH = 1.500.000 m³ Tabel 1 Komposisi Sampah TPA Putri Cempo Titik Sampling 1 2 3 4 5 6 7 Rata – Rata % Organik Plastik Kain 15 15,5 16 14 14,5 15 15,5 15,1 60,4 1,5 1 1,5 2 2 1,7 2 1,7 6,7 1 0,5 1 1,5 1 1,2 0,7 1,0 3,9 Dan lain lain 0,7 1 0,5 1 0,7 0,7 1 0,8 3,2 Residu Total 7 6 6,5 7 6 6,5 6 6,4 25,8 25,2 24 25,5 25,5 24,2 25,1 25,2 25,0 100,0 Komposisi Sampah Residu; 25,8 Dan lain - lain; 3,2 Kain; 3,9 Organik; 60,4 Plastik; 6,7 Organik Dan lain - lain Plastik Residu Kain Gambar 2 Diagram Komposisi Sampah TPA Putri Cempo Potensi timbunan sampah TPA Putri TPA Cempo berdasarkan diagram 5.1 Dapat dimanfaatkan dilihat bahwa sampah organik memiliki anorganik. Sampah anorganik yang dapat persantase paling besar yaitu 60,4% dan didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi adalah objek direncanakan utama yang pemanfaatannya. perlu Selain sampah organik, potensi timbunan sampah Putri berupa Cempo adalah yang berupa sampah dapat sampah plastik memiliki potensi sebesar 6,7 %. yang Tabel 2 Rekapitulasi Mass Balance Komposisi Sampah Tiap Zona dalam Satuan Ton Komposisi Sampah Organik Plastik Kain Dan Lain - Lain Residu Total Persentase 60,40% 6,70% 3,90% 3,20% 25,80% 100% Zona 1 188750 20937,5 12187,5 10000 80625 312500 Zona 2 64175 7118,75 4143,75 3400 27412,5 106250 Zona 3 113250 12562,5 7312,5 6000 48375 187500 Zona 4 113250 12562,5 7312,5 6000 48375 187500 Zona 5 83050 9212,5 5362,5 4400 35475 137500 Perencanaan Pemanfaatan Sampah Keteknikan Bidang PLP Materi Bidang Berdasarkan Sofian (2006) dan beberapa Sampah, (2013) Proses awal penambangan literatur yang dibaca, kapasitas optimal adalah dengan cara menggali bagian desain alat untuk pemanfaatan sampah samping, menjadi pupuk organik granul skala operator tidak terkena gas metan yang industri adalah 15 ton/shift keluar dari timbunan, dan Penggalian Pemanfaatan sampah di TPA Putri Cempo dilakukan dengan membuat terasering dilakukan dengan mengkaji semua dengan kemiringan 1 : 1 setiap 5 meter. kebutuhan fasilitas pemanfaatan agar Diusahakan dalam penggalian timbunan proses daur ulang dapat berjalan sesuai sampah tidak membuat cekungan agar dengan tidak terjadi genangan air pada saat hujan. baik. Pengkajian yang perlu diperhatikan antara lain penambangan sampah, proses pemilahan, produksi pupuk organik, dan produksi bijih plastik. Selain itu bangunan penunjang juga perlu diperhatikan seperti kantor administrasi, kamar mandi, ruang penyimpanan, dan ruang genset. Berikut ini merupakan uraian kebutuhan alat dan tenaga kerja tiap – tiap unit melawan arah angin agar 2. Proses Pemilahan Setelah penambangan dilakukan maka hasil penggalian diangkut menuju area terbuka untuk Timbunan dilakukan sampah hasil pengayakan. pengerukan excavator kemudian dipilah dengan mesin sortir yang telah disediakan di areal pemilahan. Pekerja memindahkan sampah dengan sekop ke dalam mesin lalu mesin 1. Penambangan sampah berputar dan pasir yang lolos saringan Timbunan sampah dikeruk menggunakan akan jatuh. Sisa sampah berupa plastik dan excavator lalu dipindahkan ke areal jenis anorganik lain yang masih laku dijual dilakukaan pemilahan dipisahkan secara manual oleh petugas. terbuka untuk dengan menggunakan Menurut Diseminasi mesin Dan sortir. Sampah organik yang terkumpul diangkut Sosialisasi menggunakan mobil pick-up ke ruang pengolahan sebagai bahan baku pupuk menggunakan alat – alat antara lain organik. grader, belt conveyer, pan granulator, Sampah plastik dicuci dan dicacah untuk selanjutnya dijual. rotary dryer, dan crusher. Kapasitas yang 3. Produksi Pupuk Organik direncanakan adalah ± 15 ton/ hari. Hal ini Bahan baku berupa kompos hasil pemilahan yang telah disiapkan kemudian akan diproses menjadi pupuk organik. Menurut Wahyono (2011) pemanfaatan kompos menjadi pupuk organik granul Belt Conveyor Bahan Baku didasarkan karena kapasitas alat yang ada dipasaran yang paling besar sekitar 1 – 2 ton per jam. Hal ini didasari atas pertimbangan kemampuan produksi alat yang ada di pasaran. Conveyor Feeder Granulator Rotary Dryer Grader Gudang Ruang Produksi Gambar 3 Skema Produksi Pupuk Organik 4. Pengolahan Plastik Selain pengolahan dengan jumlah keluaran produk yang sampah organik, terdapat juga pengolahan sampah plastik. Ruang daur ulang ini terdiri tempat berasal dari daur ulang. Produksi Plastik Produksi Pupuk pencucian plastik, pencacahan plastik, dan pengeringan plastik. Sampah plastik yang masuk sesuai dengan kapasitas yang ada di pasaran. Hasil daur ulang ini dapat GUDANG digunkan sebagai bahan baku pembutan barang – barang plastik seperti ember, Gambar 4 Skema Penerimaan Produk Ke Gudang kantong plasik, dan lain – lain. 5. Gudang Fasilitas gudang pada unit pengolahan sampah diperuntukan untuk penyimpanan Analisis Biaya hasil daur ulang sampah organik. Maka Anggaran Biaya kapasitas gudang tersebut disesuaikan Untuk pemanfaatan sampah matang di Pemanfaatan sampah ini menggunakan TPA Putri Cempo membutuhkan beberapa alat alat dan tenaga kerja yang telah dirinci menggunakan dalam sub bab sebelumnya. Alat yang pemanfaatan sampah organik memiliki dibutuhkan mulai – alat mekanis dengan diesel. Untuk dari proses kapasitas 15 ton perhari terdiri dari pemilahan, proses conveyor, pan granulator, rotary dryer, sampah grader, dan crusher. Untuk pemanfaatan plastik diantaranya excavator, mesin sortir, sampah anorganik memiliki kapasitas belt conveyor, pan granulator, rotary 150 kg perhari terdiri dari pencuci dryer, grader, crusher, bak pencuci, dan plastik, pengering plastik, dan pencacah dryer box. Total biaya rencana untuk plastik. penambangan, granulasi, hingga pengolahan pembangunan plant pemanfaatan sampah 2. Biaya yang diperlukan untuk investasi ini dengan nilai investasi mencapai Rp. pemanfaatan timbunan sampah zona 3.311.609.172,00. non-aktif selama 1 tahun sebesar Rp. Biaya investasi terbesar dari perencanaan 3.311.609.172,00 dengan keuntungan pemanfaatan sampah ini terletak pada mulai investasi bangunan, yaitu sebesar Rp. tahunnya dan terus meningkat hingga 1.669.733.172,-. Rp. 9.499.213.448 ,00 pada tahun 2043 Sedangkan untuk Rp. 980.382.960,00 setiap pengadaan alat produksi pupuk organik SARAN dan daur ulang plastik menghabiskan dana Beberapa saran untuk pemanfaatan sampah sebesar Rp. 1.602.250.000. sisanya untuk zona non-aktif TPA Putri Cempo adalah peralatan sebagai berikut : pendukung sebesar Rp. 39.626.000. 1. Dalam ini hanya membahas zona non aktif. Apabila VI. Kesimpulan ingin mengintregasikan dengan sampah 1. Potensi sampah TPA Putri Cempo yang dapat perencanaan dimanfaatkan adalah sekitar masuk maka perlu dilakukan perhitungan ulang dengan metode lain. 931.250 ton. Terdiri dari sampah 2. Pemanfaatan sampah ini menggunakan organik sebanyak (60,4%), terbanyak kapasitas optimal 15 ton/shift. Apabila kedua adalah residu (25,8%), plastik dikemudian (6,7%), kain sebanyak (3,9%), dan lain pengembangan terhadap pemanfaatan – dengan sampah ini maka dapat meningkatkan Kg/m3. efisiensi dan efektivitas alat tersebut. lain kepadatan sebanyak (3,2%) 623,9286 hari dilakukan 3. Perencanaan fasilitas pemanfaatan sampah ini memerlukan dana besar maka diperrlukan perencanaan yang matang dan analisis keuangan yang jelas. 4. Perencanaan ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperpanjang umur TPA pada penelitian selanjutnya DAFTAR PUSTAKA _______. Undang-undang No. 18 Tahun 2008 Dinas Pekerjaan Umum. 2013. Diseminasi dan Sosialisasi Keteknikan Bidang PLP Materi Bidang Sampah Sofian. 2006. Sukses Membuat Kompos Dari Sampah. Jakarta : PT Agro Media Pustaka Susilo, Ryan Adi. 2013. Kajian Umur Pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Kota Surakarta. Tesis tidak diterbitkan. Surakarta : Universitas sebelas maret Surakarta Wahyono, S., Sahwan, F.L., dan Suryanto, F.2011.Membuat Pupuk Organik Granul dari Aneka Limbah. Jakarta: PT Agromedia Pustaka

Judul: Jurnal Ta Musa New

Oleh: Musa Assegaf


Ikuti kami