Jurnal Kerja Praktek 8c

Oleh Anggie Irvan

418,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Kerja Praktek 8c

SISTEM INFORMASI SUPPLIER BARANG CV.PRIMA VIDYA MANDIRI Anggie Irvan DN Program Studi Teknik Informatika, Universitas Universitas Ibnu Sina Email: 1710128262190@uis.ac.id, muhammad ropianto@uis.ac.id ABSTRAK Sebagai perusahaan CV. Prima Vidya Mandiri perlu melakukan pengembangan dalam produk yang dibuatnya. Proses pengembangan produk ini membutuhkan supplier-supplier baru untuk memasok part pendukung produksi. Untuk itulah dibutuhkan suatu analisis dalam proses pemilihan supplier, dimana proses analisa tersebut menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode ini diperoleh dengan melakukan pemilihan kriteria untuk pemilihan supplier yang meliputi operasional, industrial relation, lingkungan keselamatan dan kesehatan, industrial administrasi, resiko management dan harga. Adapun jumlah supplier yang diambil sejumlah 5 supplier. Data kriteria diambil melalui wawancara langsung dengan narasumber yaitu divisi Purchasing Administration. Dari analisa AHP tersebut diperoleh supplier A menjadi supplier terbaik dalam melakukan pasokan terhadap komponen pendukung produksi CV. Prima Vidya Mandiri Kata kunci: Analisa, Supplier, metode AHP ABSTRACT As an automotive company CV. Prima Vidya Mandiri need to develop the product it makes. The process of product development requires new suppliers to supply parts production support. That's needed for an analysis of the supplier selection process, in which the analysis process using the Analytic Hierarchy Process (AHP). This method is obtained by choosing the criteria for supplier selection that includes operational, industrial relations, environmental safety and health, industrial administration, risk management and cost .As for the number of suppliers taken from 5 suppliers. Data kriteria taken through direct interviews with sources that division Purchasing Administration. AHP analysis obtained from the suppliers of A being the best supplier in making the supply of the components supporting the production of CV. Prima Vidya Keywords: Analyze, Supplier, AHP Method PENDAHULUAN Kebutuhan akan Informasi yang cepat, andal dan akurat dalam kondisi lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian mutlak diperlukan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi jika perusahaan melakukan investasi di bidang teknologi informasi. Teknologi informasi khususnya teknologi komputer sangat berpotensi untuk memperbaiki performa individu dan organisasi, karenanya banyak pengambil keputusan menginvestasikan dana untuk teknologi informasi. Tetapi harus disadari bahwa investasi di bidang teknologi membutuhkan dana yang besar.. Teknologi dalam pandangan sempit menjelaskan sisi teknologi dari sebuah Teknologi Informasi, seperti Hardware, Software, Database, Networks dan peralatan lain. Dalam konsep yang lebih luas teknologi informasi menjelaskan suatu koleksi teknologi informasi, pemakai dan manajemen bagi keseluruhan organisasi. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan berita bisnis dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan , dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir seperti dikenal dengan e-life , artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e- biodiversity, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. CV. PRIMA VIDYA MANDIRI merupakan salah satu Perusahaan dibidang pelayanan Jasa. Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa ini berdiri sejak tahun 2018 dan merupakan perusahaan yang didirikan oleh Bpk. Moriel sebagai pimpinan dari Perusahaan CV tersebut, berlokasi di Jl. M. Saleh Modena Batam Residence Blok B No 15 Batam. CV Prima Vidya Mandiri memiliki jasa pelayanan jasa Instalasi Listrik , Instalasi PDAM, Instalasi CCTV, Instalasi Pipa, Wastafel, Toilet, Aksesoris kamar mandi dll. Saat ini, sistem yang ada pada CV. Prima Vidya Mandiri masih mengalami kesulitan dalam manajemen perlengkapan barang. Diantaranya harus mengecek stok setiap barang jika ingin melakukan pemesanan berdasarkan limit stok barang. Kemudian pada saat transaksi barang masuk dalam penyimpanan barang pada lokasi yang menyulitkan, dan pengkodean terhadap jenis barang seluruhnya belum berjalan dengan baik. Dari permasalahan ini diatas menimbulkan dampak pada proses bisnis jasa tersebut terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran barang serta pengaturan barang di gudang. Kepala gudang akan sedikit susah dalam mencari barang yang dibutuhkan dan lokasi tempat penyimpanan barang. Berdasarkan masalah tersebut, seharusnya dapat dilakukan penempatan lokasi barang berdasarkan pada kode barang dan jenis barang. Kemudian melakukan permintaan barang ke bagian pembelian, menerima barang masuk dan mengeluarkan barang pada proses barang keluarga yang akan digunakan dalam suatu kebutuhan kegiatan proyek, dan memberikan laporan tidak sesuai ke bagian pembelian untuk dilakukannya pengembalian barang. Sehingga dengan adanya informasi yang jelas akan memudahkan kepala gudang untuk melakukan proses bisnis di jasa tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Analytic Hierarchy Process merupakan metode populer yang digunakan dalam proses pembuatan keputusan dengan multi criteria atau multi-criteria decision making (MCDM). AHP ini menggunakan data kualitatif dengan data evaluasi terbaik kuantitatif. Adapun contoh aplikasi untuk metode ini adalah pemilihan untuk membeli sebuah mobil, memutuskan sebuah tempat untuk liburan, atau memutus kan MBA program setelah lulus.Secara umum AHP adalah membangun sebuah hirarki dari kriteria keputusan dan mendefinisikan pilihan tindakan alternatif. Dasar algoritma AHP terdiri dari dua langkah yaitu penentuan berat relatif dari kriteria keputusan dan penentuan prioritas (ranking) relatif dari kriteria keputusan. Kedua informasi kualitatif dan kuantitatif dapat dibandingkan menggunakan informasi keputusan untuk memperoleh nilai berat dan prioritas. Langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan criteria ranking dan alternatif adalah (1) Pasangkan perbandingan kriteria yang dibuat dari skala 1-9 (berdasarkan teori Saaty), (2) Tentukan A sebagai dasar kriteria, asumsi jika A lebih penting dari B maka nilai A adalah 9 dan B adalah 1, maka perbandingan A/B adalah 1/9, (3) Pasangkan semua kriteria yang menjadi bahan pertimbangan, dan susun menjadi model matriks dengan syarat kriteria tidak lebih dari 7 macam, (4) Hitung nilai rangking prioritas dengan mempertimbangkan [Axl Maxx] dimana, (a) A adalah matriks perbandingan dengan ukuran n×n, untuk n kriteria. (b) X adalah eigen vector dari ukuran n×1 lmax is the Eigenvalue, lmax ÎÂ > n, (5) Mencari ranking prioritas yang dinamakan Eigen Vector X, Hitung matriks A, contohnya, A2=A.A, (6) Tentukan jumlah baris dari A2 dan normalisasi matriks ini untuk mencari E0, (7) Atur matriks A = A2, (8) Hitung matriks A, contohnya, A2=A.A, (9) Tentukan jumlah baris dari A2 dan normalisasi matriks ini untuk mencari E1, (10) Hitung D= E1 - E0. Jika hasil dari elemen tersebut mendekati 0, maka X = E1 jika tidak hitung A = A2, hitung E0 = E1 dan kembali ke langkah 1 dan (11) Hitung Consistency Ratio (CR) untuk mengukur seberapa konsisten pembobotan kriteria dari sampel yang besar dan sampel acak. Jika nilai CR lebih besar dari 0,1 maka nilai pembobotan tidak dapat dipercaya dan perlu diulang dalam penyusunan kriteria tersebut. METODE PENELITIAN Adapun kerangka penelitian yang digunakan diuraikan pada sebagai berikut: dalam penelitian ini dapat St ar t Pengambilan Dat a dengan w aw ancara Narasumber Pengumpulan dat a dari narasumber Pengolahan data dari narasumber Analisa dat a dari narasumber Penarikan kesimpulan berdasarkan analisa data Fini sh Gambar 1. Flow Kerangka Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, hasil dari penelitian ini berupa data analisa pemilihan supplier yang dilakukan oleh CV. Prima Vidya Mandir Hasil penelitian ini dibagi menjadi empat bagian. Pertama, bisnis proses yang dijalankan oleh CV. Prima Vidya Mandiri dimana bisnis proses tersebut terdapat dalam gambar berikut: Gambar 2. Bisnis Proses CV. Prima Vidya Mandiri Dalam gambar tersebut, bisnis proses CV. Prima Vidya Mandiri diawali dengan supplier yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu supplier Imported Steel Coil yaitu supplier yang memasok barang atau material produksi berupa aluminium dalam bentuk gelondongan atau roll (coil). Dimana material yang dipasok oleh supplier ini akan digunakan untuk pembuatan badan mobil, baik berupa pintu, atap, kap dan badan mobil bagian bawah. Supplier yang kedua yaitu Imported and Local Part yaitu supplier yang memasok barang atau material produksi berupa bagian komponen part baik yang dipasok secara lokal maupun non lokal atau import. Dari part-part inilah yang akan dirakit menjadi satu bagian sehingga menjadi satu unit vehicle roda empat. Dan supplier yang ketiga adalah Local Aluminium Ingot yaitu supplier yang memasok bahan produksi berupa bijih aluminium yang akan digunakan untuk proses casting. Dan hasil dari proses casting tersebut nantinya akan digunakan untuk cover engine. Dari ketiga macam kategori supplier tersebut kemudian akan dilakukan proses manufacturing atau proses produksi berupa press atau pencetakan body mobil, proses Assy yaitu proses perakitan menjadi satu unit mobil. Proses Engine atau proses pembuatan mesin untuk unit roda empat tersebut dan proses casting yaitu proses pengecoran yang akan digunakan untuk engine part. Gambar 3. Proses manufacturing PT.CV. Prima Mandiri Kedua, pembagian kategori part supply. Secara umum, untuk kategori part komponen produksi dibagi menjadi lima macam yaitu: (1) Raw Material merupakan part atau material berupa lembaran baja yang nantinya akan digunakan untuk proses stamping. Raw material ini umumnya sudah dipotong dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Raw material ini dipasok oleh import coil supplier berasal dari Jepang atau Korea yang kemudian dikirim ke supplier steel coil untuk dipotong dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan sebelum dilakukan proses stamping, (2) Original Equipment Manufacturing (OEM) merupakan bagian komponen part yang menjadi komponen utama dalam proses produksi, dari OEM part inilah yang akan dirakit (assy) menjadi satu bagian unit roda empat. OEM part berasal dari dua pemasok yaitu lokal supplier dan import supplier. Selain itu OEM part inilah yang menjadi dasar pembagian kategori part-part produksi yang lain, (3) Original Equipment Service (OES) Part merupakan komponen produksi yang sifatnya duplikasi dari OEM part, dikatakan duplikasi karena Service part ini merupakan part yang digunakan setelah unit roda empat telah sampai di pembeli. Saat pembeli mengalami masalah dengan unit roda empat yang digunakan dan perlu adanya pergantian part yang bermasalah tersebut, maka pergantian part tersebut tidak menggunakan part OEM akan tetapi menggunakan Service part. Karena sifatnya yang duplikasi maka pemasok dari service part ini sama dengan OEM yaitu lokal supplier dan import supplier, (4) Spare Part & Maintenance. merupakan part yang sifatnya menjadi komponen produksi tidak langsung namun fungsinya menunjang proses produksi tersebut tetap berjalan. Contoh dari part ini adalah conveyor, pompa, panel listrik. Dikarenakan sifatnya sebagai pendukung proses produksi maka part ini tidak memiliki periode rutin dalam proses maintain harga maupun proses pembuatan part tersebut. Secara pemasok untuk part ini memiliki pemasok dari lokal dan import supplier dan (5) Consumable merupakan part yang sifatnya habis pakai dengan fungsi menunjang proses produksi. Part consumable ini dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu Direct Consumable, sifatnya part tersebut berkenaan langsung dengan unit produksi, contohnya cat mobil dan Indirect Consumable, sifatnya part tersebut tidak berkaitan langsung dengan unit produksi namun dibutuhkan dalam proses produksi, seperti CO2 yang digunakan untuk mengelas body unit. Dari uraian lima komponen part produksi, OEM part yang menjadi komoditi utama dan sifatnya krusial dalam proses produksi. OEM part sendiri secara fungsional part dibagi menjadi dua macam yaitu : Functional Part dan Non Functional Part. Dimana Functional Part adalah part tersebut memiliki fungsi langsung pada unit kendaraan roda empat sehingga unit tersebut dapat bekerja dan Non Functional Part, dimana part tersebut memiliki fungsi tidak langsung terhadap unit roda empat namun keberadaan part tersebut tetap dibutuhkan untuk penunjang fungsional part. Dengan diturunkannya dua fungsi part tersebut, kategori part digolongkan berdasarkan keragaman dan jenis part dibagi menjadi: (1) Engine & Drive Train merupakan Part yang memiliki fungsi pada komponen mesin dan drive train dalam unit roda empat, (2) Electrical merupakan part yang memiliki fungsi pada komponen elektrik unit roda empat secara keseluruhan, (3) Chasis merupakan part yang memiliki fungsi pada komponen rangka atau under body unit roda empat, (4) Stamping merupakan part yang memiliki fungsi untuk komponen badan unit roda empat, mulai dari upper body, lower body, front door, rear door yang kaitannya dengan lempengan baja, (5) Exterior & Interior merupakan part yang memiliki fungsi untuk mempercantik tampilan interior dan exterior unit roda empat secara keseluruhan dan (6) Plastic & Rubber merupakan part yang memiliki fungsi sebagai pelindung dan pendukung komponen interior dan exterior unit roda empat yang berkaitan dengan material-material yang sifatnya plastik. Berbeda dari pembagian diatas, kategori part ditinjau dari segi pengiriman barang dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Direct Delivery Part adalah part yang dipasok oleh supplier dikirim langsung ke customer tanpa melalui perantara kembali. Vendor to Vendor Part adalah part yang dipasok diminta oleh customer untuk supply, namun part yang diminta tersebut tidak langsung dikirim ke customer akan tetapi dikirim dahulu ke supplier utama (delivery part) untuk diproses kembali sebelum dikirim lagi ke customer. Special Source Part (SSP) adalah part tambahan dikirim oleh customer kepada supplier utama, saat diterima oleh supplier utama part tersebut diproses kembali oleh supplier, setelah proses selesai part tersebut akan dikirim kembali ke customer. Adapun pembagian kategori part ditinjau dari sisi susunan fungsi part dalam proses produksi yaitu Parent Part dan Child Part. Parent Part atau Mother Part adalah part tersebut memiliki urutan level 1 pada susunan part. Secara kondisi pengirimannya part tersebut memiliki sifat direct delivery part. Parent part ini pun dibagi menjadi dua kategori yaitu, Single Part artinya part tersebut tidak membutuhkan komponen tambahan untuk menjadi satu part dan Assy Part artinya part tersebut membutuhkan part tambahan untuk menjadi satu part. Child Part adalah part yang memiliki tingkatan level 2, 3, 4 dan seterusnya bergantung pada kompleksitas part tersebut. Child part inilah yang digunakan sebagai komponen tambahan untuk Assy part agar menjadi suatu komponen parent part. Flow Proses pemilihan supplier Gambar 4. Flow Pemilihan Supplier CV. Prima Vidya Mandiri Pada gambar diatas menggambarkan proses utama dalam proses pemilihan supplier. Proses tersebut diawali dengan inisial material new project, dimana material new project ini berupa drawing atau design part yang akan digunakan sebagai item project. Material juga dapat berupa Engineering Change Instruction (ECI) merupakan dokumen yang berisi perubahan part dari segi engineering (design). Data material ini dikirim oleh team project ke CV. Prima Vidya Mandiri Research & Development (R&D). Proses yang kedua adalah Kick Off Meeting, setelah dari CV. Prima Vidya Mandiri menerima material new project tersebut, dari team project yang terdiri dari CV. Prima Vidya Mandiri, Production Preparation Control (PPrC), Purchasing, Quality, Logistik akan mengadakan pertemuan dengan supplier yang akan dipilih. Kondisi yang terjadi pada ssaat itu adalah supplier yang diundang merupakan kandidat atau calon yang terpilih dalam project tersebut dengan memperhatikan referensi dari part yang sudah digunakan saat ini. Proses yang ketiga adalah Distribution RFQ (Request for Quotation) Material. Distribusi ini dilakukan bersamaan dengan Kick Off Meeting supplier. Jadi RFQ tersebut dari Purchasing hanya akan memberikan format kosong untuk Quotation, dari format tersebut supplier mengirimkan data kalkulasi untuk part yang akan dikirim ke CV Prima Vidya Mandiri. Dan untuk proses yang keempat yaitu Invite & Explain RFQ, jadi pada proses tersebut yang terjadi adalah team project mengundang kandidat supplier untuk pembahasan terkait dengan RFQ berupa dokumen Quotation yang berisi detail breakdown harga, tooling yang akan digunakan pada saat project nantinya serta preparation yang dibutuhkan dalam project tersebut. Dalam proses ini sifatnya dapat berlaku hanya pada timing project saja atau sampai mass production berjalan. Proses kelima yaitu Verify Quotation, dimana proses ini merupakan proses untuk melakukan verifikasi atau pengesahan Quotation yang sudah diberikan oleh supplier. Verifikasi yang dilakukan berupa cek kapasitas tooling yang akan digunakan, cek kapasitas mesin produksi dengan kesesuaian data tertulis pada quotation, selain itu pengecekan juga dilakukan untuk item material yang akan digunakan untuk menghasilkan part tersebut. Dan dari keseluruhan verifikasi tersebut adalah kesesuaian harga part yang ditawarkan dengan target price yang dimiliki oleh CV. Prima Vidya Mandiri Proses keenam yang perlu dilakukan adalah Assessment Supplier. Proses inilah yang paling menentukan apakah supplier tersebut berhak untuk dipilih atau tidak. Untuk proses assessment sendiri meliputi assessment untuk proses produksi, safety, health, environment, human resources, quality, logistic, risk management dan item non operational yang berpotensi untuk terjadinya gangguan supply pada CV. Prima Vidya Mandiri Perbedaan proses verify Quotation dan Assesment ini adalah verify sifatnya untuk pengecekan data yang kaitannya pada proses produksi langsung, adapun team yang terlibat adalah Purchasing, Quality, Produksi. Namun untuk proses assessment yang harus terlibat adalah Purchasing, Quality, Logistic, HRD, Risk Management, EHS, dan Produksi. Kompleksitas item yang akan dilakukan juga lebih banyak jika dibandingkan dengan item yang dilakukan pada verify Quotation. Dari keenam proses tersebut, pada akhirnya akan diputuskan supplier yang akan dipilih sebagai salah satu pemasok CV. Prima Vidya Mandir yang mendukung proses produksi. Dimana hasil dari pemilihan supplier ini diputuskan secara team bersama-sama yang telah melakukan proses dari awal hingga akhir. Dan dalam hal ini CV. Prima Vidya Mandiri memiliki pembobotan standar nilai untuk pemilihan supplier yang dijalankan selama ini. Keputusan pemilihan supplier ini dilegalkan dengan dikeluarkannya LOI (Letter of Intent) dari Project Management yang mengesahkan bahwa supplier tersebut telah dipilih oleh CV. Prima Vidya Mandiri Setelah dikeluarkannya LOI kepada supplier, bukan serta merta CV. Prima Vidya Mandiri telah menyelesaikan tugasnya sampai disini. Namun, ada proses selanjutnya yaitu monitoring supplier baru dengan jangka waktu kurang lebih 1 tahun terhitung sejak mass production berjalan. Item monitoring supplier yang dijalankan difokuskan terlebih dahulu pada item yang masih ada indikasi problem atau berupa catatan yang telah dilaporkan sebelumnya pada proses verify Quotation dan assessment supplier. Diharapkan dari kondisi tersebut potensi masalah dalam supply part ke CV. Prima Vidya Mandiri dapat dihilangkan ataupun diminimalisir. Kriteria pemilihan supplier CV. Prima Vidya Mandiri Dalam proses pemilihan supplier, ada beberapa kriteria utama yang dikategorikan oleh CV. Prima Vidya Mandiri, yaitu (a) Operasional; kriteria ini merupakan kriteria pokok terkait proses produksi. Kriteria ini dibagi menjadi beberapa sub-sub kriteria antara lain (1) Management 🡪 Struktur organisasi, visi misi perusahaan, (2) Engineering 🡪Sumber pembuatan produksi, (3) Quality 🡪 Ratio PPM, (4) Production Control/Manufacturing 🡪 kebiasaan 5S, rencana produktivitas, standar kerja, dan (5) Material, Proses & Sub Prose 🡪 control outsourcing, experience. (b) Risk Management; kriteria yang berkaitan dengan kondisi rantai pasok dari supplier ke CV Prima Vidya Mandiri adalah Supply Chain 🡪 ERM, Contingency Plan, Supply Chain Management (SCM), Regional Value Content (Local Ratio). (c) Industrial Relation; kriteria yang berkaitan dengan kondisi human resource dari supplier tersebut adalah (1) Industrial 🡪 Bipartit, ketenagakerjaan, hak asasi manusia, (2) Kesesuaian dengan UU/peraturan 🡪 Upah Minimum, mogok kerja, (3) Terminasi Management 🡪 system dan prosedur PHK, (4) Environment, Health and Safety. Kriteria ini berkaitan dengan kondisi lingkungan atau area manufaktur, kesehatan di lingkungan kerja serta keselamatan kerja. Contohnya seperti, aturan terkait dengan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan. Safety monitoring, (5) Peraturan Industrial dan Administrasi (IRA). Kriteria ini berkaitan dengan administrasi dan kesesuaian peraturan pemerintah terhadap industri yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan. Contohnya, asosiasi industri, fasilitas import, area kawasan berikat, (6) Harga. Kriteria ini merupakan kriteria yang tak kalah penting dalam menentukan pemilihan supplier. Dimana harga yang ditawarkan kepada CV. Prima Vidya Mandiri tidak boleh melebihi target. Contohnya, Material cost, Purchased Part cost, Tooling cost, Manufacturing cost, Transport cost, V-V cost, Packing cost, admin & profit. Namun, tak selamanya kriteria tersebut harus terpenuhi secara keseluruhan. Ada sifatnya yang kritikal yang memang harus dipenuhi dan ada sifatnya yang non kritikal yang biasa saja dipenuhi setelah supplier tersebut terpilih. Untuk kategori pemilihan yang kritikal adalah Management, engineering, quality, production control/manufacture, supply chain management, kesesuaian peraturan UU, terminasi manajemen, lingkungan, kesehatan, dan keselamatan dan yang terakhir adalah harga Dan untuk point yang non kritikal adalah, Material, proses dan subproses, industrial, asosiasi industri, impor, kawasan berikat. Dari kondisi diatas, nantinya akan muncul suatu range nilai yang harus dipenuhi oleh supplier agar bisa terpilih menjadi supplier CV. Prima Vidya Mandiri Sebelum diperoleh range nilai tersebut, ada pengelompokan untuk nilai dari masing-masing komponen assessment. Berikut contoh hasil penilaian assessment yang dilakukan oleh CV. Prima Vidya Mandiri: (1) Supplier A (Stamping). Supplier Amerupakan supplier yang memproduksi bolt, nut weld, (2) Supplier B (Chassis). Supplier B merupakan supplier yang memproduksi tire atau roda, (3) Supplier C (Plastic). Supplier C merupakan supplier yang memproduksi part-part plastic seperti bumper, cover bumper, (4) Supplier D (Exterior & Interior). Supplier D adalah supplier yang memproduksi part untuk exterior dan interior seperti handle door dan (5) Supplier E (Stamping). Supplier E adalah supplier yang memproduksi part stamping seperti exhaust pipe, frame assy door, catalyst monolithic. Lima poin itulah yang diisikan pada kolom score, dan dari kolom score tersebut dimasukkan dalam kolom Non Critical dan kolom Critical. Penentuan kriteria mana yang masuk dalam kritikal ataupun item yang non critical telah ditentukan sebelumnya oleh team melalui keputusan bersama dan mempertimbangkan proses jangka panjangnya apabila item tersebut tidak terpenuhi. Tabel 1. Range nilai final dalam assessment supplier N o 1 2 3 4 5 Range Nilai 20-55 56-65 66-75 76-90 91-100 Deskri psi Very Need Improvement Need Improvement Mediocre Good Very Good Dalam melakukan analisa menggunakan metode AHP ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu menentukan kriteria dari kategori pemilihan supplier. Dalam hal ini kriteria yang digunakan terdiri dari Operational, Risk Management, Industrial Relation, Environment, Health, Safety, IRA (Industrial Regulation and Administration) dan Cost. Menentukan range nilai pembobotan untuk metode AHP. Range nilai ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai pasangan dari setiap kriteria dan supplier yang akan dipilih. Menyusun pasangan nilai dari masingmasing kriteria. Penentuan pasangan ini harus ditentukan dahulu dasar kriterianya, misal kolom kriteria (A) dijadikan sebagai dasar dan pasangannya adalah baris kriteria (B), jika A sedikit lebih penting dibanding B maka nilai A adalah 3 dan B adalah 1. Sehingga nilai pasangan tersebut menjadi 1/3 = 0,33. Menghitung matriks untuk nilai pasangan kriteria (M1). Perhitungan matriks ini diperoleh dari nilai pasangan kriteria disusun dalam matriks matematika yang dikuadratkan. Dalam notasi matematika menghitung matriks ini dirumuskan menjadi M1 = M x M dan menghitung jumlah tiap baris dari matriks M1, dimana jumlah ini akan digunakan untuk menghitung baris normalize dari matriks M1. Misal jumlah baris dimisalkan dalam notasi S0 dan baris normalize dalam E 0 maka nilai kedua item tersebut dihitung dengan formula berikut. (1) Menghitung Eigen Vector (E1). Eigenvector diperoleh dari M1 kuadrat, hasil dari M1 kuadrat dijumlahkan tiap baris dan dibagi rata-rata tiap baris. Dalam notasi matematika dirumuskan sebagai berikut. (2) Menghitung λ max. Cara yang dilakukan untuk menghitung membagi rata-rata hasil perkalian matriks M dan Eigen Vector (E1). hNax = Æs λ max adalah (3) Rata–rata n Menghitung Consistency Index (CI). CI diperoleh dengan cara membagi nilai λ max dan jumlah kriteria supplier. CI = ( ßNas–n) = ( 6.744–6) = 0.744 = 0.14 n–1 6–1 5 Menghitung Consistency Ratio (CR). CR diperoleh dengan cara nilai CI dibagi 0.14 dengan konstanta jumlah kriteria. CR = = = 0.12 konstantan 1.24 Tabel 2. Data hasil assessment supplier CV. Prima Vidya Mandiri 1 2 3 4 5 E C B A D 88,64 75,81 74,70 73,07 67,09 Namun, jika kriteria tersebut dihitung dengan AHP ada kemungkinan urutan supplier tersebut berbeda. Berikut hasil penilaian dengan metode AHP Gambar 5. Perbedaan nilai dengan AHP PENUTUP Kondisi pembagian part supply yang dijalankan oleh CV. Prima Vidya Mandiri adalah dibagi menjadi lima macam kategori yaitu: Original Equipment Manufacturing Part (OEM), Original Equipment Service Part (OES), Consumable, Spare Part & Maintenance dan Raw Material. Dimana dari kelima part tersebut yang langsung berkaitan dengan unit produksi adalah OEM part. Dari komponen OEM diklasifikasi menjadi dua bagian yaitu : Functional (Electrical, Chassis, Engine & Drivetrain Part) dan Non Functional (Stamping, Plastic & Rubber, Exterior & Interior Part). Apabila ditinjau dari susunan fungsi part terdiri dari dua macam yaitu: Parent Part dan Child Part. Pembagian berdasarkan pengiriman part, dibagi menjadi Direct Delivery, Vendor to Vendor dan SSP (Special Source Part). Pemilihan supplier berdasarkan kategori part yang dilakukan oleh CV. Prima Vidya Mandiri diperoleh hasil bahwa Supplier E mendapatkan nilai terbaik yaitu 88,64 % dan masuk dalam kategori Good. Pemilihan supplier terbaik sebagai komponen part produksi CV. Prima Vidya Mandiri Yang sesuai dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) memberikan hasil Supplier A memperoleh nilai terbaik yaitu 0.252. DAFTAR PUSTAKA Ayu, F. (2018). Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data Praktek Kerja Lapangan (PKL) Pada Divisi Humas PT. Pegadaian. Jurnal Intra-Tech, 1-15. Handayani, Y. K. (2019). Pemodelan Proses Bisnis Untuk Procurement Suku Cadang Impor. Jurnal Administrasi Bisnis , 1-10. Hasyim, N. (2014). Rancang Bangun Sistem Informasi Koperasi Berbasis WEB Pada Koperasi Warga Baru MTS N 17 Jakarta. Jurnal Sistem Informasi , 7(2), 2014, 110, 1-10. Muhidin, A. (2017). Perancangan Sistem Informasi Produk Hasil Repair Pada PT. JVC Kenwood Elektronik Indonesia. Jurnal Teknologi Pelita Bangsa - SIGMA, 110. Noor, M. F., Pambudi, Y. D., & Widiyanto, W. W. (2018). Analisa Alur Proses Penentuan Spesifikasi Kebutuhan Sistem (Studi Kasus: Sistem Informasi Pengolahan Raport). Jurnal Informa, 4(1), 20-26. Ridlo, I. A. (2017). Panduan Pembuatan Flowchart. Ramadhan, S. S. (2019). Perancangan Website Sistem Informasi Simpan Pinjam Menggunakan Framework Codeigniter Pada Koperasi Bumi Sejahtera Jakarta. Journal Of Information System, Informatic System, 1-8. Safitri, R. (2018). Simple CRUD Buku Tamu Perpustakaan Berbasis PHP dan MYSQL Langkah-langkah Pembuatan. Jurnal Tibanndaru Volume 2 Nomor 2, 114. Sukamto, R. A. dan Shalahudin, M. 2014. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika Bandung.

Judul: Jurnal Kerja Praktek 8c

Oleh: Anggie Irvan


Ikuti kami