Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan

Oleh Endah Permata

248,8 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan

Nama File: Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 oleh Endah Nama : Endah Permata Nim : 1801121239 Prodi : TBI/B Matkul : Administrasi Pendidikan Dosen Pengampu : Setria Utama Rizal, M. Pd,. MENGOMENTARI ARTIKEL 1 Judul : Pengelolaan Biaya Pendidikan, Partisipasi Masyarakat, Dan Mutu Layanan Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Siti Saniyyah Sholihat 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang bagaimana Pengelolaan Biaya Pendidikan, Partisipasi Masyarakat, Dan Mutu Layanan Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Dalam hal ini maka diketahui bahwa mutu layanan di madrasah dapat terlihat selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil belajar siswa. 2. Disebutkan juga upaya meningkatkan mutu madrasah yang perlu dilakukan pembenahan-pembenahan baik fisik maupun non fisik. Pembenahan fisik salah satunya dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat dan yayasan-yayasan swasta. Sedangkan dalam hal non fisik diantaranya kurikulum, strategi belajar mengajar, kualitas tenaga pengajar dan manajemen madrasah. Selain itu, upaya peningkatan mutu madrasah dapat dilakukan dengan cara mengembangkan jaringan (networking). 3. Isi nya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 2 Judul : Komitmen Dan Kepemimpinan Kepala UPT Terhadap Kinerja Kepala SD Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Nina Nurlina 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Komitmen Dan Kepemimpinan Kepala UPT Terhadap Kinerja Kepala SD. hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen dan persepsi kepala sekolah tentang perilaku kepemimpinan kepala UPT terhadap kinerja kepala sekolah dasar negeri di kecamatan Gununghalu. 2. Dijelaskan pula bahwa Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan (Permendiknas No.28 Tahun 2010) 3. Dan juga menjelaskan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja kepala sekolah diantaranya: ‘quality of work (kualitas hasil kerja), promptness (ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan), initiative (prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan), capability (kemampuan menyelesaikan pekerjaan) dan communication(kemampuan membina kerjasama dengan pihak lain). 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 3 Judul : Kinerja Kepala Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru Dalam Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Negeri Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Husnul Aghniya 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kinerja Kepala Sekolah Dan Kinerja Mengajar Guru Dalam Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Negeri. bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja kepala sekolah, kinerja mengajar guru, mutu sekolah dasar di kecamatan singkep, dan untuk menganalisis pengaruh dari kinerja kepala sekolah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu sekolah dasar negeri di Kecamatan Singkep. 2. Dalam hal ini disebutkan bahwa Selain mencapai tujuan pendidikan, mutu sekolah juga memiliki manfaat yang lain, seperti; meningkatkan pertanggung jawaban (akuntabilitas) sekolah kepada masyarakat dan atau pemerintah yang telah memberikan semua biaya kepada sekolah, menjamin mutu lulusannya, bekerja lebih professional, dan meningkatkan persaingan yang sehat. 3. Dalam ini juga disebutkan bahwa kinerja kepala sekolah adalah hasil kerja kepala sekolah atas pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kompetensinya. Dimensi untuk mengukur kinerja kepala sekolah diantaranya terbagi atas lima meliputi: Quality of work (kualitas hasil kerja), Promptness (ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan), Intiative (prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan), Capability (kemampuan menyelesaikan pekerjaan), Communication (kemampuan membina kerjasama dengan pihak lain). 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 4 Judul : Iklim, Kepuasan, Dan Motivasi Kerja Guru Di Sekolah Dasar Bpk Penabur Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Jati Budiawati 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Iklim, Kepuasan, Dan Motivasi Kerja Guru Di Sekolah Dasar Bpk Penabur. Tujuan penelitian dalam ini adalah untuk motivasi kerja guru, kepuasan kerja, iklim kerja dan teranalisisnya, kontribusi iklim kerja terhadap kepuasan kerja, kontribusi iklim kerja terhadap motivasi kerja guru, kontribusi kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru, kontribusi iklim kerja dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru di Sekolah Dasar BPK PENABUR Bandung. 2. Dalam hal ini disebutkan bahwa Guru sebagai pengelola proses belajar bertugas menciptakan kondisi belajar yang kondusif, mengembangkan metode belajar sesuai dengan tujuan, mengembangkan potensi peserta didik, mengembangkan cara berpikir, cara bersikap, dan mengembangkan keterampilan siswa dalam menghadapi masalah secara kritis. 3. Dalam hal ini juga disebutkan bahwa Para guru merasa bangga dengan statusnya sebagai guru di sekolah tersebut. Namun terdapat beberapa hal yang dinilai kurang sesuai antara lain, jumlah pembayaran dinilai kurang untuk pekerjaan yang semakin bertambah, kurangnya peluang untuk promosi terutama bagi guru-guru muda meskipun tingkat pendidikan dan kemampuan untuk duduk pada jabatan struktural cukup, supervisi dari kepala sekolah masih bersifat normatif, belum secara spesifik mengarahkan pada pengembangan profesionalitas terutama dalam hal penelitian. 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 5 Judul : Strategi Pemberdayaan Guru Oleh Sekolah (Studi Kasus Di Sman 5 Dan Smadarul Hikam Kota Bandung) Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Nasyith Forefry 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Strategi Pemberdayaan Guru Oleh Sekolah (Studi Kasus Di Sman 5 Dan Smadarul Hikam Kota Bandung). Dalam teknik penggalian data ini dilakukan dengan pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi sekolah. Pengolahan data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data , penyajian data (display), dan verifikasi data. 2. Dalam hal ini disebutkan bahwa Hasil penelitian ini memberi kemanfaatan dalam hal:strategi pemberdayaan guru adalah salah satu cara pengembangan guru melalui employee involvement. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam proses pemberdayaan guru sebagai agen perubahan. Dalam hal ini kepala sekolah dituntut memiliki kesadaran yang tinggi dalam mendistribusi wewenang dan tanggung jawab secara proporsional. 3. Dalam hal ini juga disebutkan bahwa Mutu sekolah meningkat ketika guru memiliki keterampilan akademik yang tinggi, memiliki beberapa tahun pengalaman mengajar, mengajar sesuai bidangnya sebagaimana mereka dilatih, dan terlibat dalam program induksi yang bermutu tinggi serta pengembangan profesional. MENGOMENTARI ARTIKEL 6 Judul : Kepemimpinan, Kompensasi, Motivasi Kerja, Dan Kinerja Guru Sd Negeri Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Taufik Ismail 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kepemimpinan, Kompensasi, Motivasi Kerja, Dan Kinerja Guru Sd Negeri. masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi deskripsi kinerja mengajar guru, Kompensasi guru, Motivasi Kerja Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, serta seberapa besar pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah secara langsung terhadap kinerja mengajar guru dan secara tidak langsung terhadap kinerja mengajar guru melalui kompensasi guru dan motivasi kerja guru di SD Negeri seKecamatan Ngamprah. 2. Guru, baik secara individu maupun kelompok diharapkan dengan kemampuan mengajarnya dapat mengubah suatu kondisi belajar menjadi lebih berkualitas. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut, maka baik secara individu maupun kelompok, guru diharapkan memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. 3. banyak faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu kemampuan (ability), motivasi, bakat (aptitude), persepsi (perception), kreatifitas, inisiatif, nilai – nilai, imbalan (kompensasi), minat, emosi, kebutuhan, kepribadian, kepemimpinan, kompetensi, lingkungan, mental untuk sukses, dan keterampilan berkomunikasi. 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 7 Judul : Kepemimpinan Visioner, Iklim Sekolah, Continuing Professional Development Dan Kepuasan Kerja Guru SMP Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Shanty Natasya Sinay 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kepemimpinan Development Dan Visioner, Iklim Sekolah, Continuing Professional Kepuasan Kerja Guru SMP. Dalam penelitian ini disarankan agar Kepala sekolah SMP di Kota Cimahi sebaiknya mendapatkan workshop tentang implementasi praktis kepemimpinan visioner dan disarankan juga agar kepala sekolah mengkomunikasikan visi dan misi sekolah secara rutin. 2. Kepuasan kerja guru tidak semata-mata hanya mengenai tingginya upah. Karena di berbagai negara maju, ketika upah guru sudah lebih memadai, tetap saja terdapat sejumlah besar guru yang tidak puas bahkan kemudian beralih profesi. Ini berarti terdapat banyak faktor yang menunjang terciptanya kepuasan kerja guru di sekolah. Guna mengantisipasi hal tersebut, telah banyak dilakukan berbagi upaya pembaharuan pendidikan di Indonesia, antara lain melalui perbaikan sarana, kurikulum, sistem pengajaran, dan lain sebagainya. 3. Telaah tentang kepuasan kerja guru akan mencakup karakteristik pekerjaan itu sendiri, supervisi, kesempatan promosi, upah, hubungan dengan rekan sekerja dan kondisi lingkungan kerja. Telaah kepemimpinan visioner meliputi karakteristik pemimpin yang paham konsep visi, paham karakteristik dan unsur visi, serta paham tujuan visi. Sementara itu telaah iklim sekolah mencakup segi keamanan, proses belajar mengajar, hubungan antar pribadi dan lingkungan institutional. Yang terakhir, telaah Continuing Professional Development mencakup pengembangan psikologis, keahlian professional dan siklus karir. 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 8 Judul : Iklim Sekolah, Motivasi Dan Kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Lembang Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Afifah Purnamasari 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Iklim Sekolah, Motivasi Dan Kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh iklim sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja kepala sekolah pada sekolah dasar negeri di Kecamatan Lembang, baik secara parsial maupun secara simultan. 2. Tanggungjawab seorang Kepala Sekolah sangat besar sehingga hasil kerja yang dilakukannya pun harus memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. Kepala Sekolah dalam menunjukkan kinerjanya dapat dilihat dari penilaian kinerja kepala sekolah. Kinerja kepala sekolah menggambarkan pencapaian kerjanya dalam melakukan tugas dan wewenangnya sebagai seorang pemimpin dalam organisasi sekolah. 3. Kepala sekolah hendaknya memiliki motivasi yang kuat untuk melakukan sesuatu kegiatan atau tugas dengan sebaik – baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat yan baik. Kepala sekolah harus berupaya mewujudkan sekolah yang dipimpinnya sehingga sekolah tersebut maju dan menjadi sekolah pilihan di daerah tersebut. Selain motivasi kerja, iklim sekolah merupakan hal yang penting dalam menjaga kelangsungan sekolah itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah kinerja kepala sekolah . 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 9 Judul : Kinerja Kepala Sekolah, Disiplin Kerja Guru Dan Efektivitas Manajemen Mutu Sma Swasta Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Muhamad Robie Awaludin S 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kinerja Kepala Sekolah, Disiplin Kerja Guru Dan Efektivitas Manajemen Mutu Sma Swasta. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja kepala sekolah dan disiplin kerja guru terhadap efektivitas manajemen mutu SMA swasta se-kota Bandung. 2. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa kinerja kepala sekolah, disiplin kerja guru dan efektivitas manajemen mutuSMA swasta se-kota Bandung berada pada kategori tinggi. Selain itu, pengaruh kinerja kepala sekolah terhadap efektivitas manajemen mutu pada kategori rendah, pengaruh disiplin kerja guru terhadap efektivitas manajemen mutu pada kategori sedang dan pengaruh kinerja kepala sekolah dan disiplin kerja guru terhadap efektivitas manajemen mutu pada kategori tinggi. 3. Akhir-akhir ini masalah kedisiplinan menjadi masalah yang sangat serius dalam dunia pendidikan, terutama kedisiplinan para guru dalam melaksanakan tugas. Masih sering dijumpai para guru mengabaikan faktor kedisiplinan ini: guru d a t a n g tidak tepat waktu, sering terjadi pelanggaran oleh guru terhadap tugas pokok dan fungsinya, guru mengajar tidak sesuai dengan rencana yang dibuat bahkan tidak jarang guru mengajar tanpa menggunakan perencanaan. 4. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 10 Judul : Analisis Kebutuhan Ruang Kelas SD Berdasarkan Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Usia Sekolah Di Kota Cirebon Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Devi Nuranti 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Analisis Kebutuhan Ruang Kelas SD Berdasarkan Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Usia Sekolah Di Kota Cirebon. Penelitian tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kebutuhan ruang kelas sekolah dasar berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk usia sekolah dan membandingkan dengan SPMP dan SNP. 2. Ketersediaan prasarana pendidikan merupakan faktor pertama yang menjadi perhatian dalam pembangunan sosial ekonomi. Dengan kata lain pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan salah satunya dengan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai, akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. Sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, maka ruang lingkup perencanaan pendidikan meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan No. 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana, yaitu Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Sedangkan Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Prasarana pendidikan adalah segala macam alat, perlengkapan, atau benda-benda yang dapat digunakan untuk memudahkan (membuat nyaman) penyelenggaraan pendidikan termasuk ruang kelas. 4. Fungsi dari perencanaan adalah alat bagi pengembangan quality assurance, perencanaan yang benar dan tepat akan memberikan jaminan bagi mutu pendidikan. Oleh karena itu, perencanaan meliputi berbagai aspek kegiatan dalam pendidikan, begitu pula dalam hal perencanaan yang sifatnya pembangunan fisik, atau fasilitas pendidikan, perencanaan yang dilakukan bersifat middle range dan long range dengan jangka perencanaan lima, sepuluh, lima belas dan dua puluh tahun yang akan datang. 5. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 11 Judul : Pembuatan Keputusan, Partisipasi Guru Dan Implementasi Rkm Madrasah Aliyah Swasta Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Enjang Aris Somantri 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Pembuatan Keputusan, Partisipasi Guru Dan Implementasi Rkm Madrasah Aliyah Swasta. Penelitian tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah dan Partisipasi Guru terhadap Implementasi Rencana Kegiatan Madrasah (RKM). 2. Suatu tantangan yang besar di hadapi madrasah sebagai unit satuan pendidikan adalah meningkatkan kualitas hasil lulusan atau out put, kualitas penampilan dan kualitas pelayanan sehingga kepala madrasah dalam memainkan fungsi dan perannya harus mampu membuat madrasah dapat berhasil, memenangkan persaingan kualitas hasil, penampilan dan pelayanannya. Madrasah Aliyah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama seyogyanya memiliki sebuah rencana strategis (renstra) yang dapat menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. 3. Isinya ini mudah dipahami dan dimengerti karena sangat terperinci dan kalimatnya tidak berbelit-belit. MENGOMENTARI ARTIKEL 12 Judul : Kinerja Manajerial, Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Sekolah Dan Efektifitas Implementasi Rencana Stratejik Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Windu Wiguna 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kinerja Manajerial, Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Sekolah Dan Efektifitas Implementasi Rencana Stratejik. Sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih adalah andalan utama untuk menentukan suatu keunggulan. Keahlian profesional tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi akan menentukan mutu, biaya produksi dan penampilan kualitas akhir produksi industri sekaligus menjadi faktor penentu daya saing produk industri tersebut. 2. Perencanaan stratejik juga diharapkan dapat mendorong sekolah untuk menyusun langkahlangkah dalam rangka mencapai tujuan stratejik, serta secara terusmenerus memantau pelaksanaan rencana itu, dan secara teratur melakukan pengkajian sera perbaikan untuk menjaga agar perencanaan yang dibuat tetap relevan terhadap berbagai kondisi yang terus berkembang. 3. Implementasi rencana stratejik juga sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai tenaga kependidikan yang melakukan kegiatan kepemimpinan sekolah memiliki peran besar dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap beberapa kepala sekolah, terdapat dua variabel kunci penting dalam efektifitas implementasi rencana stratejik sekolah, yaitu kinerja manajerial kepala sekolah dan pemanfaatan sistem informasi manajemen sekolah. MENGOMENTARI ARTIKEL 13 Judul : Kepemimpinan Transaksional, Pengambilan Keputusan Dan Implementasi Rencana Strategis Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Tarita Maulida 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kepemimpinan Transaksional, Implementasi Rencana Strategis. Pengambilan Keputusan Dan Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transaksional yang diikuti dengan kemampuan pengambilan keputusan yang baik berpengaruh positif dan efektif terhadap implementasi rencana strategis. 2. PP Nomor 19 Tahun 2007 Pasal 49 menjelaskan bahwa pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Kebijakan ini memberi arahan kepada lembaga pendidikan untuk mengelola lembaganya dengan komponen-komponen yang diamanatkan dalam kebijakan tersebut untuk mencapai tujuannya. 3. Sekolah harus memiliki sebuah renstra yang mapan, melalui renstra yang telah didasarkan pada analisis situasi internal di dalam organisasi itu sendiri maupun situasi eksternal yang mereposisi setiap unsur-unsur diluar organisasi yang berpengaruh terhadap keberlangsungan organisasi, diharapkan sekolah akan dapat berkembang dengan baik dan dapat mencapai tujuannya. MENGOMENTARI ARTIKEL 14 Judul : Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Iklim Sekolah Dan Mutu Sekolah Dasar Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Devi Damayanti 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Iklim Sekolah Dan Mutu Sekolah Dasar. Tujuan penelitian tersebut untuk mendeskripsikan Kemampuan Manajerial kepala sekolah, iklimsekolah dan mutu sekolah dasar di Kecamatan Ngamprah, serta menganalisis seberapa besar pengaruhnya baik secara parsial maupun simultan. 2. Peningkatan mutu input dan output, juga mutu proses yang digerakkan oleh kekuatan manajerial dan kepemimpinan pengelola kependidikan, yaitu kepala sekolah dan guru. Upaya peningkatan mutu dan perluasan pendidikan membutuhkan sekurangkurangnya tiga faktor utama, yaitu kecukupan sumbersumber pendidikan dalam arti kualitas tenaga kependidikan, biaya dan sarana belajar, mutu proses belajar mengajar yang mendorong siswa belajar efektif, dan mutu keluaran dalam bentuk pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai-nilai. 3. Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV, Pasal 5 Ayat 1 dinyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Pendidikan bermutu telah menjadi sebuah tuntutan bagi kita semua di masa ini.Setelah program peningkatan angka partisipasi meningkat, yang menjadi isu penting saat ini adalah mengenai mutu pendidikan, yang lebih spesifik ditunjukan oleh mutu sekolah.Belum banyak sekolah bermutu di negara ini, terutama di daerah pinggiran.Masih banyak sekolah yang masih berjuang meningkatkan sarana fisik sekolah, belum sampai kepada mutu secara keseluruhan. MENGOMENTARI ARTIKEL 15 Judul : Perilaku Kepemimpinan, Iklim Sekolah Dan Sekolah Efektif Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Mutmainah 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Perilaku Kepemimpinan, Iklim Sekolah Dan Sekolah Efektif. Penelitian tersebut bertujuan mengetahui pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadapsekolahefektif, baik secara parsial dan simultan. 2. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional(UU SPN) tahun 2003 pasal 1 yang menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. 3. Keberhasilan sekolah didasarkan pada sejauhmana tujuan dan sasaran pendidikan pada tingkat sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan sudut pandang keberhasilan sekolah tersebut, maka dikenal sekolah efektif yang mengacu pada sejauhmana sekolah dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang telah ditetapkan. MENGOMENTARI ARTIKEL 16 Judul : Pengelolaan Magang Guru Produktif Smk Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor Berbasis Kemitraan Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Usep 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Pengelolaan Magang Guru Produktif Smk Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor Berbasis Kemitraan Posisi dan arti penting magang guru untuk meningkatkan profesionalitas guru serta meningkatkan relevansi serta mutu pendidikan di SMK. Metode penelitian yang digunakan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan magang guru cukup efektif berdasarkan monitoring dan evaluasi walaupun dukungan kebijakan magang guru masih merujuk pada dukungan kebijakan pada level sekolah; kegiatan magang guru kurang direncanakan secara matang; pembiayaan magang guru tidak dianggarkan secara tersendiri oleh pihak SMK. 2. Pada era globalisasi ini tidak dapat dihindari persaingan di berbagai hal tidak terkecuali di dunia pendidikan, untuk itu khususnya pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dituntut untuk menghasilkan lulusan yang siap berkompetisi dan memiliki kompetensi yang berkualitas, dalam setiap kompetensi keahliannya sehingga dapat diserap oleh dunia usaha atau dunia industry (DU/DI) atau mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Permasalahan umum di SMK adalah kekurangan guru produktif hampir disemua bidang studi keahlian. 3. Magang bagi guru produktif SMK di DU/DItidak terlepas dari penetapan standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan, penyelenggaraan kegiatan, pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan magang. Tentang model penyiapan guru pendidikan kejuruan,bahwa pengetahuan dan pengalaman nyata yang diperoleh dari hasil magang guru di DU/DI dapat memberikan wawasan kepada siswa dan mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh DU/DI. MENGOMENTARI ARTIKEL 17 Judul : Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah Dan Partisipasi Guru Terhadap Implementasi Rkm Di Ma Swasta Se-KBB Nama Jurnal : Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan, Volume 24 Nomor 1, April tahun 2017 Peneliti : Enjang Aris Somantri 1. Judul dengan isi sangat baik dan saling berkaitan dengan isinya, Yaitu membahas tentang Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah Dan Partisipasi Guru Terhadap Implementasi Rkm Di Ma Swasta Se-KBB. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah dan Partisipasi Guru terhadap Implementasi Rencana Kegiatan Madrasah (RKM). 2. Suatu tantangan yang besar di hadapi madrasah sebagai unit satuan pendidikan adalah meningkatkan kualitas hasil lulusan atau out put, kualitas penampilan dan kualitas pelayanan sehingga kepala madrasah dalam memainkan fungsi dan perannya harus mampu membuat madrasah dapat berhasil, memenangkan persaingan kualitas hasil, penampilan dan pelayanannya. 3. Kunci keberhasilan lain dari pelaksanaan sebuah renstra/RKM ialah implikasi sumber daya. Salah satu sumber daya yang dimaksud ialah guru sebagai salah satu stakeholder madrasah. Tanpa adanya partisipasi dari guru, implementasi renstra yang telah ditetapkan di madrasah belum tentu dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan renstra tersebut. Guru sebagai salah satu stakeholder madrasah perlu dilibatkan dalam berbagai aktifitas madrasah.

Judul: Anotasi Jurnal Administrasi Pendidikan

Oleh: Endah Permata


Ikuti kami