Ppt Jurnal Penyesuaian Kembali

Oleh Nur Vironika

377,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ppt Jurnal Penyesuaian Kembali

NAMA : NUR VIRONIKA NIM : C1B020012 R-004 MANAJEMEN JURNAL PENYESUAIAN KEMBALI PENGERTIAN JURNAL PEMBALIK Pengertian Jurnal Pembalik(jurnal penyesuaian kembali) Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun neraca. Jika tidak dibalik akan terjadi akun ganda. Dengan kata lain jurnal yang memiliki istilah lain reverse entry ini yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru. Jurnal ini merupakan jurnal yang sengaja dibuat untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian tertentu yang sudah disusun pada periode sebelumnya. Penyusunan jurnal ini dalam proses atau siklus akuntansi adalah opsional, artinya kita boleh membuat jurnal pembalik dan kita juga boleh tidak membuat jurnal pembalik. FUNGSI 1. Mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode akuntansi yang baru, terutama yang berhubungan dengan ayat jurnal penyesuaian. 2. Menyederhanakan penyusunan jurnal pada periode akuntansi berikutnya. Jurnal pembalik dapat memberikan manfaat bila perusahaan membuat ayat jurnal yang jumlahnya banyak. 3. Meminimalkan kesalahan atau kekeliruan yang mungkin bisa terjadi, seperti menghindari pengakuan biaya atau pendapatan yang dobel karena penyusunan ayat jurnal penyesuaian. AKUN YANG MEMBUTUHKAN JURNAL PEMBALIK •Beban yang masih harus dibayar Beban yang masih harus dikeluarkan/dibayar oleh perusahaan pada akhir periode akuntansi, sehingga beban tersebut masih akan berlanjut pada periode akuntansi berikutnya. •Beban yang dibayar di muka (jika tercatat sebagai beban) Beban dibayar di muka adalah beban yang sudah dibayarkan namun belum dicatat sebagai beban pada periode tersebut. Beban dibayar di muka ini biasanya terjadi jika perusahaan membayar biaya transaksi dari pengeluaran perusahaan untuk periode tertentu. •Pendapatan yang masih akan diterima Pendapatan yang masih akan diterima adalah pendapatan yang sudah terjadi namun karena beberapa alasan belum diakui sebagai pendapatan perusahaan. •Pendapatan yang diterima di muka (jika tercatat sebagai pendapatan) Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan pada awal transaksi yang belum dilakukan kepada pelanggan. •Pemakaian atas perlengkapan (bila tercatat sebagai beban) Perlengkapan yang digunakan secara terus-menerus oleh perusahaan kemudian dicatat sebagai beban dalam ayat jurnal penyesuaian. Contoh Transaksi Jurnal Pembalik 1. Beban Dibayar di Muka Beban telah dibayar terlebih dahulu atau dicatat sebagai beban. Jadi dibuatkan jurnal pembalik agar menjadi sewa dibayar di muka atau menjadi harta. Misalnya, pada 1 Desember 2017 dibayarkan uang sewa untuk 1 tahun sebesar Rp2.400.000, dicatat pada jurnalnya adalah sebagai berikut. Beban sewa Rp2.400.000 Kas Rp2.400.000 Pada 31 Desember 2017 dibuat ayat jurnal penyesuaian yaitu sebagai berikut. Sewa dibayar di muka Rp2.200.000 Beban sewa Rp2.200.000 Jurnal pembalik dari transaksi di atas adalah sebagai berikut. Beban sewa Rp2.200.000 Sewa dibayar di muka Rp2.200.000 2. Pendapatan Diterima di Muka Pendapatan sewa yang belum direalisasikan akan dicatat sebagai pendapatan. Di sini Jurnal pembalik dibuat untuk menjadikan pendapatan sebagai sewa diterima dimuka. Misalnya, pada 1 September 2017 perusahaan telah menerima pendapatan sewa sebesar Rp2.400.000 untuk 6 bulan. Jurnal yang dibuat saat transaksi adalah sebagai berikut. Kas Rp2.400.000 Pendapatan sewa Rp2.400.000 Pada 31 Desember 2017 dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut. Pendapatan sewa Rp800.000 Sewa diterima di muka Rp800.000 Jurnal pembalik atas transaksi tersebut adalah sebagai berikut. Sewa diterima di muka Pendapatan sewa Rp800.000 Rp800.000 3. Beban yang Belum Dibayar Misalnya, pada 31 Desember 2017 terdapat gaji untuk bulan Desember yang belum dibayar perusahaan dengan rincian dana sebagai berikut. – untuk karyawan bagian penjualan sebesar Rp1.750.000, dan – untuk karyawan bagian kantor sebesar Rp1.500.000. Gaji tersebut dibayarkan setiap tanggal 4 Januari 2018. Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada 31 Desember 2017, yaitu sebagai berikut. Beban gaji bagian penjualan Beban gaji karyawan kantor Utang gaji Rp1.750.000 Rp1.500.000 Rp3.250.000 Pada awal periode, 1 Januari 2018 dibuat ayat jurnal pembalik sebagai berikut. Utang gaji Rp3.250.000 Beban gaji bagian penjualan Rp1.750.000 Beban gaji karyawan kantor Rp1.500.000 Adapun ayat jurnal yang dibuat pada saat pembayaran gaji, yaitu sebagai berikut. Beban gaji bagian penjualan Beban gaji karyawan kantor Kas Rp3.250.000 Rp1.750.000 Rp1.500.000 4. Pendapatan yang Belum Diterima Misalnya, setiap tanggal 1 Mei dan 1 November perusahaan menerima bunga sebesar Rp600.000. Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada 31 Desember 2017, yaitu sebagai berikut. Piutang bunga Rp600.000 Pendapatan bunga Rp600.000 Jurnal pembalik yang dibuat pada 1 Januari 2018, yaitu sebagai berikut. Pendapatan bunga Piutang bunga Rp200.000 Rp200.000 Adapun ayat jurnal yang dibuat pada saat pembayaran 1 Mei 2018, yaitu sebagai berikut. Kas Rp600.000 Piutang bunga Rp600.000 Itulah beberapa penjelasan mengenai jurnal pembalik. Pada dasarnya, pembuatan jurnal yang disebut dengan revesrse entry ini dalam sebuah perusahaan hanya kondisional bergantung dengan kebutuhan. KESIMPULAN Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun neraca. Jika tidak dibalik akan terjadi akun ganda. Dengan kata lain jurnal yang memiliki istilah lain reverse entry ini yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru. Jurnal ini merupakan jurnal yang sengaja dibuat untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian tertentu yang sudah disusun pada periode sebelumnya. Penyusunan jurnal ini dalam proses atau siklus akuntansi adalah opsional THANKS YOU 

Judul: Ppt Jurnal Penyesuaian Kembali

Oleh: Nur Vironika


Ikuti kami