Jurnal Sistem Informasi

Oleh Hari Hermawan

835,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Sistem Informasi

PENGARUH KUALITAS WEB TERHADAP MINAT DAN KEPUASAN SERTA KINERJA INDIVIDU PARA PENGGUNA PROGRAM PAMSIMAS II DENGAN PENGEMBANGAN MODEL DELONE DAN MCLEAN (STUDI KASUS WEBSITE DI PROGRAM PAMSIMAS II KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT) Hari Hermawan hermawan79ss@yahoo.com Sekolah Timggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Bandung ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas website PAMSIMAS terhadap kepuasan, minat dan kinerja para pengguna program PAMSIMAS di regional satu sampai dengan tujuh . Berdasarkan persepsi para pengguna bahwa kualitas website dapat diukur melalui variabel dan indikator-indikator yang terdapat pada model Delone dan Mclean beserta pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian statistik dan sumber data yang digunakan adalah data primer melalui penyebaran kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah teknik Structural Equotion Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi Amos 22 dan SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas website pamsimas dinilai mempunyai pengaruh positif terhadap persepsi para pengguna baik pengaruh terhadap kepusaan, minat dan kinerja yaitu; kualitas sistem tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kualitas Informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kualitas desain tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap minat, kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap minat, kualitas desain berpengaruh signifikan terhadap minat, kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap minat, kepuasan pengguna berpengaruh signifikan terhadap minat, minat berpengaruh signifikan terhadap dampak Individu, kepuasan pengguna berpengaruh signifikan terhadap dampak individu Kata Kunci: Kualitas Website, DeLone & McLean, dan SEM 1 A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang sangat luar biasa bagi manusia dalam menjalankan semua aspek kehidupannya. Implikasi ini bisa dilihat dari maraknya penggunaan internet di berbagai belahan dunia. Segala bentuk informasi yang sifatnya tidak terbatas bisa didapatkan melalui internet. Pengguna internet dapat mencari informasi, bertukar pesan data dan lain sebagainya hanya dalam hitungan detik. Kehadiran internet dengan segala kemudahannya menjadikan masyarakat sudah sedikit demi sedikit meninggalkan media informasi lainnya. Lebih jauh, keberadaan internet telah menjadikan manusia sebagai subjek dalam mengakses informasi yang tersaji pada website. Hal ini dapat dilihat dari data pengguna internet di indonesia berdasarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (Hidayatullah dan Kawistara :2014:7) Gambar 1.1 Pengguna Internet di Indonesia Pada gambar 1.1 menunjukan data grafik pengguna internet di Indonesia yang mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dengan maraknya pengguna internet dan jumlah alamat wesbsite, tentunya hal ini akan memberikan pilihan kepada pengguna untuk selektif memilih website sesuai dengan kebutuhannya terutama berkaitan dengan kualitas desain, kualitas informasi termasuk kemudahan sistemnya itu sendiri yang akan mempunyai dampak dan stimulan terhadap minat dan kepuasan bagi pengguna serta dampak kinerja pada setiap individu. 2 Faktor pengguna memegang peran penting terhdap penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi seiring dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat. Penggunaan sebuah fitur teknologi yang ada dalam sebuah website tentunya ingin mendapatkan sebuah informasi atau data yang akurat, lengkap dan terkini, penampilan data yang cepat, dan dapat membantu dengan cepat dalam mengambil sebuah keputusan dari informasi yang diperoleh sesuai keperluan dan kebutuhan baik individu maupun oraganisasi. Kualitas informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan pengguna akan menumbuhkan suatu tingkat kepuasan bagi pengguna itu sendiri. Seperti yang dituangkan dalam model kesuksesan suatu sistem teknologi informasi yang dikutip oleh Billy et.al (2008) dalam DeLone and McLean (1992); “proposed six distinct categories or aspects of information system,including system quality, information quality, use, user satisfaction, individual impact, and organizational impact”. Program PAMSIMAS merupakan salah satu program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang diluncurkan melalui kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat selaku leading sektornya. Program PAMSIMAS telah berjalan mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang melalui dana pinjaman Bank Dunia dan Ausaid yang dianggarkan melalui dana APBN. Adapun komponen program yang ada dalam PAMSIMAS sebagai berikut: 1. Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah 2. Peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi 3. Penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum 4. Insentif Desa/Kelurahan dan Kabupaten/Kota 5. Dukungan manajemen pelaksana program Untuk memonitoring dan mengevaluasi jalannya program, maka diluncurkan sebuah website program PAMSIMAS yang didesain oleh konsultan pusat, dimana didalamnya terdapat tim sistem informasi manajemen (SIM). Website program PAMSIMAS ini memuat konten tentang seluruh aktifitas kegiatan PAMSIMAS yang tersebar di 7 regional dan 32 provinsi serta 217 kabupaten dengan tujuan semua pelaku program bisa mengakses kebutuahan informasi-informasi mengenai kegiatan PAMSIMAS. Implementasi kegiatan PAMSIMAS melibatkan unsur pemerintahan dan konsultan dari level pusat, provinsi, kabupaten hingga ke level desa. Tentunya dengan keberadaan website mampu mengontrol progres kegiatan PAMSIMAS. Indikator ini bisa diukur dan dilihat dari intensitas jumlah pengunjung website PAMSIMAS. Karena sebuah sistem 3 informasi bisa dikatakan berhasil bila para pengguna merasa puas sehingga bisa berdampak pada kinerja individu. Berikut adalah jumlah pengunjung website PAMSIMAS berdasarkan web statistic yang diambil pada hari senin tanggal 11 Januari 2016 pukul 13.01. Tabel 1.1 Jumlah Pengunjung Website PAMSIMAS Periode Pengunjung Today 4.138 Yesterday 6.085 Week 10.223 Month 38.454 All 719.250 Sumber: http://www.new.pamsimas.org 11 Januari 2016 pukul 13.01 Tabel 1.1 menunjukan tingkat intensitas jumlah pengunjung dalam mengakses informasi pada website PAMSIMAS. Jika dihitung rata-rata perhari sampai dengan sekarang, maka jumlah pengunjung tiap harinya berjumlah 833 orang. Jumlah ini merupakan jumlah keseluruhan tidak hanya terbatas pada konsultan saja. Program PAMSIMAS melibatkan unsur pemerintahan, konsultan, dan pemeberi pinjaman baik dari World Bank maupun Ausaid. Dari unsur pemerintahan yang terlibat dalam program ini adalah kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, kementrian dalam negeri, kementrian kesehatan, badan pusat statistik (BPS), dan badan perencanaan pembangunan nasional (BAPPENAS). Adapun unsur dari konsultan terdiri dari konsultan pusat hingga tingkat kabupaten sedangkan pemberi pinjaman (lender) yaitu World Bank dan Ausaid. Semua unsur yang terlibat tadi tentunya mengakses website PAMSIMAS guna memonitoring jalannya program ataupun kegiatan. Tetapi jumlah pengunjung ataupun daftar yang mengakses website PAMSIMAS tidak dapat diketahui secara pasti dari unsur mana pengunjung tersebut. Hal ini disebabkan sistem yang dirancang bersifat umum dan tidak menspesifikasi berdasarkan unsur pemerintahan, konsultan, pemberi pinjaman ataupun untuk umum. Tetapi fenomena ini, menjadi sesuatu hal yang menarik dan perlu diteliti penyebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi pengunjung khususnya para konsultan yang ada di tingkat regional satu sampai tujuh terhadap website PAMSIMAS. Maka, dengan dasar pemikiran tersebut, penulis menetapkan judul thesis yaitu Pengaruh Kualitas Web Terhadap Minat dan Kepuasan serta Kinerja Individu Para Pengguna Program PAMSIMAS II dengan Pengembangan Model DeLone dan McLean (Studi Kasus Website Di Program PAMSIMAS II Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). 4 2. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitan pada ini adalah: 1. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas sistem pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan 2. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas informasi pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan 3. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas desain pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan 4. Untuk mengetahui seberapa besar kemudahan penggunaan pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan 5. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas sistem pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan 6. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas informasi pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan 7. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas desain pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan 8. Untuk mengetahui seberapa besar kualitas pengunaan pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan 9. Untuk mengetahui seberapa besar kepuasan pengguna akhir berpengaruh terhadap minat pemakaian pada website PAMSIMAS II 10. Untuk mengetahui seberapa besar minat pemakaian pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhdap kinerja individu 11. Untuk mengetahui seberapa besar kepuasan pengguna pada website PAMSIMAS II berpengaruh terhdap kinerja individu 5 B. Tinjauan Pustaka 1. Kualitas Web Konsep kualitas web atau webqual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna terakhir. Metode ini merupakan pengembangan dari servqual Zeithaml et.al (2000) yang banyak digunakan sebelum pada pengukuran kualitas jasa. Menurut Jati dan Dominic (2009) dalam Elangovan (2013) bahwa konsep kualitas web terdiri dari banyak kriteria meliputi kriteria perspektif kualitas jasa, pengguna, isi informasi dan perspektif penggunaan. Webqual sudah dikembangkan sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa literasi dalam penyusunan dimensi item-item pertanyaan. Webqual sendiri disusun berdasarkan 3 dimensi yang membentuk kulaitas desain web content Barnes dan Vidgen ( 2001), yaitu: 1. Kualitas Informasi (web information quality) 2. Kualitas desain web (site design quality) 3. Kualitas penggunaan (usability quality) Dalam pengujian tentang konsep kualitas website, Bressol dan Nantel (2008) dalam Elangovan (2013) menggambarkan dan membandingkan berbagai macam tool untuk mengevaluasi website yaitu: 1. EtailQ yang dikembangkan oleh Wolfinbarger dan Gilly (2003), membagi pada 4 dimensi yaitu; desain, pelayanan pelanggan, reliabilitas dan keamanan 2. Webqual-4 yang dikembangkan oleh Barnes dan Vidgen (2003), membagi pada 3 dimensi yaitu; kualitas informasi, kualitas interaksi, penggunaan 3. Sitequal yang dikembangkan oleh Yoo dan Donthu (2001), membagi pada 4 dimensi yaitu; kemudahan penggunaan, desain, keceptan proses, dan keamanan Hasan dan Abuelrub (2010) mengkaji metode terbaru sebuah kriteria evaluasi yang dapat digunakan dalam e-bisnis yang berbeda-beda. Selain itu, mereka mengusulkan kriteria umum yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas setiap website terlepas dari jenis layanan yang ditawarkan. Dimensi kriteria yang digunakan adalah content quality, desain quality, organization quality dan user-friendly quality. 2. Model Dasar Kesuksesan Pengembangan Sistem Informasi DeLone dan McLean Model Kesuksesan sistem informasi DeLone & McLean (D&M Succes Model) dikembangkan dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh Shannon dan Weaver (1949) dan Mason (1978) dan penelitian-penelitian sistem informasinya yang sudah dilakukan. Penelitian dari Shanon dan Weaver (1949) dalam Mariana (2006), merupakan 6 penelitian di bidang komunikasi. Berdasarkan teori-teori dan hasil-hasil penelitian, DeLone dan McLean (1992), mengembangkan suatu model kesuksesan DeLone dan McLean (D&M IS Success Model). Sumber: Delone & McLean (1992) Gambar 1.2 Model DeLone and McLean (1992) Model ini merefleksikan ketergantungan enam pengukuran kesuksesan sistem informsi yaitu: kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan, kepusan pemakai, dampak individu dan dampak organisasi. Kemudian pada tahun 2003 DeLone & McLean dalam Urbach dan Mueller (2011) melakukan update terbaru dengan formulasi D&M IS Success Model. Sumber: The Updated DeLone and McLean Model of Information System Success Gambar 1.3 Model DeLone and McLean (2003) Perubahan dari model sebelumnya tahun 1992 yaitu menambahkan variabel kualitas pelayanan, menggabungkan variabel dampak individu dan dampak organisasi menjadi variabel manfaat-manfaat bersih, menambah dimensi minat memakai (intention to use) sebagai alternatif dari dimensi pengguna (use), untuk variabel pengguna (use) dan kepuasan 7 pengguna (user satisfaction) sangat erat berhubungan. Penggunaan (use) harus mendahului kepuasan pengguna (user satisfaction) sebagai suatu proses, tetapi pengalaman yang positif karena menggunakan (use) akan mengakibatkan kepuasan pengguna yang lebih tinggi sebagai suatu kausal lalu, jika manfaat-manfaat bersih (net benefit) positif akan menguatkan minat memakai dan menggunakan serta tingkat kepuasan pengguna. 3. SEM (Structural Equation Modeling) Secara umum konsep dasar SEM terbagi menjadi dua yaitu: 1. Measurement Model (Model Pengukuran) merupakan bagian dari model SEM yang menggambarkan hubungan antara variabel laten dengan indikatorindikatornya. 2. Structural Model (Model Struktur) menggambarkan hubungan antar variabelvariabel laten atau antar variabel eksogen dengan variabel laten. SEM bermanfaat sebagai alat statistik yang sangat berguna dan menjadi keharusan untuk penelitian non-eksperimental, dimana metode untuk pengujian teori belum dikembangkan secara menyeluruh (Bentler, 1980 dalam Ramadiani, 2010). Software yang menawarkan SEM antara lain; LISREL (Joreskog dan Sorbon, 1996), AMOS (Arbuckle, 1995), EQS (Bentler, 1995), ROMANO (Browne, Mels, dan Coward, 1994), SEPATH (Steiger, 1994) dan LISCOM (Muthen, 1988) C. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitan kuantitatif dengan mengambil objek penelitian pada konsultan yang berlokasi di regional satu sampai dengan tujuh yang berada dalam kontrak pihak ketiga atau perusahaan. Dalam penentuan jumah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin yaitu: N 𝑛 = 1+Nα2 dimana 𝑛 = jumlah sampel, N = populasi, α = taraf signifikansi (0,05), maka merujuk rumus (Slovin, 1967) penelitian ini akan menggunakan sampel data dengan tingkat presisi sebesar 5%. Populasi awal dari instrumen penelitian ini adalah para konsultan yang berada pada kontrak pihak ke tiga atau manajemen yang tersebar di tujuh regional. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu skala Likert yang terdiri dari 5 skala penilaian. Skala yang digunakan adalah sebagai berikut: 8 Tabel 1.2 Skala Pengukuran dalam kuesioner Jawaban 5 4 3 2 1 Deskripsi Keterangan Jawaban jika responden Sangat Setuju (SS) terhadap pernyataan yang tertulis berdasarkan pendapat Anda dan/atau keadaan yang terjadi Jawaban jika responden Setuju(S) terhadap Setuju pertanyaan yang tertulis berdasarkan pendapat Anda dan/atau keadaan yang terjadi Jawaban jika responden Agak Ragu-ragu (RR) Ragu-ragu terhadap pernyataan yang tertulis berdasarkan pendapat Anda dan/atau keadaan yang terjadi Jawaban jika responden Tidak Setuju (TS) Tidak Setuju terhadap pernyataan yang tertulis berdasarkan pendapat Anda dan/atau keadaan yang terjadi Jawaban juka responden Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak (STS) terhadap pernyataan yang tertulis Setuju berdasarkan pendapat Anda dan/atau keadaan yang terjadi Sangat Setuju Hipotesis yang akan diuji berdasarkan model yang dikembangkan adalah sebagai berikut: Gambar 1.4 Model Penelitian H1 : Kualitas Sistem berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna H2 : Kualitas Informasi berpengaruh Kepuasan Penggguna H3 : Desain berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna H4 : Kemudahan Penggunaan berpengaruh terhadap Kepuasan Pengguna H5 : Kualitas Sitem berpengaruh terhadap Minat Pemakaian H6 : Kualitas Informasi berpengaruh terhadap Minat Pemakaian H7 : Kualitas Desain berpengaruh terhadap Minat Pemakaian 9 H8 : Kemudahan Penggunaan berpengaruh terhadap Minat Pemakaian H9 : Kepuasan Pengguna berpengaruh terhadap Minat Pemakaian H10 : Minat Pemakaian berpengaruh terhadap Dampak Individu H11 : Kepuasan Pengguna berpengaruh terhadap Dampak Individu D. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas instrumen pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner yang telah dibuat dan digunakan untuk mengambil data penelitian mengenai tingkat kesuksesan dari sebuah sistem informasi website PAMSIMAS II telah sesuai dengan teori-teori yang mendasarinya. Berikut ini adalah tabel hasil perhitungan nilai r yang diperoleh dari pengolahan data dengan SPSS 20. Nilai r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel product moment yang terdapat pada lampiran. Pada tabel tersebut untuk taraf signifikansi 5% dan N sebanyak 30, nilai r tabel adalah 0,361. Apabila nilai r hitung > r tabel maka item pernyataan tersebut telah valid. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 1.3 di bawah ini. Tabel 1.3 Nilai Validitas Setiap Item Pernyataan No Pernyataan 1. KS1 2. KS2 3. KS3 4. KS4 5. KS5 6. KI1 7. KI2 8. KI3 9. KI4 10. KI5 11. KI6 12. KD1 13. KD2 14. KD3 15. KD4 16. KP1 17. KP2 18. KP3 19. KP4 20. KPA1 21. KPA2 22. KPA3 23. KPA4 24. M1 Nilai r 0,837 0,651 0,738 0,772 0,321 0,477 0,764 0,673 0,804 0,738 0,286 0,398 0,691 0,777 0,874 0,852 0,927 0,691 0,481 0,913 0,779 0,741 0,777 0,855 Nilai r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keterangan Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 10 No Pernyataan 25. M2 26. MI3 27. M4 28. DI1 29. DI2 30. DI3 31. DI4 32. DI5 Nilai r 0,767 0,879 0,913 0,822 0,834 0,886 0,820 0,927 Nilai r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel 1.3 item-item pernyataan yang terdiri dari 32 pernyataan, teidentifikasi 2 pernyataan yang dinyatakan tidak valid yaitu KS5 dengan indikator keandalan sistem dan KI6 dengan indikator Kegunaan. Dengan demikian untuk 2 pernyataan yang tidak valid akan dihapus dan sisanya yang berjumlah 30 dianggap valid bisa dilanjutkan untuk penyebaran kuesioner dan pengumpulan data sebanyak 265 responden. Pengujian reliabilitas digunakan untuk menguji kekonsistenan kuesioner. Item-item pernyataan yang diuji pada uji reliabilitas merupakan item-item yang telah valid yaitu sebanyak 30 item pernyataan. Pengujian ini menggunakan metode alpha cronbach dan perhitungan dengan software SPSS 20. Dari pengolahan tersebut diperoleh reliability coefficient sebesar 0,975. Hasil ini dapat dikatakan baik karena nilainya mendekati satu dan kuesioner yang dibuat telah reliabel. 2. Uji Normalitas Data Sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian dengan statistik parametris, setiap variabel harus memenuhi kriteria distribusi normal terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data. Normalitas data dalam penelitian ini diuji menggunakan SPSS AMOS 22 dengan hasil ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 1.4 Hasil Uji Normalitas Data Kuesioner Variable min max skew c.r. kurtosis c.r. DI5 1.000 5.000 -1.065 -7.076 2.789 9.267 DI4 1.000 5.000 -.653 -4.340 1.646 5.470 DI3 1.000 5.000 -.659 -4.377 2.184 7.258 DI2 1.000 5.000 -.763 -5.070 1.189 3.952 DI1 1.000 5.000 -.859 -5.710 2.820 9.371 KPA4 1.000 5.000 -.678 -4.506 1.104 3.668 11 Variable min max skew c.r. kurtosis c.r. KPA3 1.000 5.000 -.639 -4.244 1.351 4.488 KPA2 1.000 5.000 -1.036 -6.885 2.516 8.360 KPA1 1.000 5.000 -1.448 -9.624 4.265 14.172 KP1 1.000 5.000 -.955 -6.344 3.477 11.555 KP2 1.000 5.000 -.851 -5.656 1.711 5.684 KP3 1.000 5.000 -1.019 -6.771 1.979 6.574 KP4 1.000 5.000 -1.044 -6.937 1.488 4.945 M4 1.000 5.000 -.914 -6.077 2.876 9.556 M3 1.000 5.000 -.617 -4.100 .193 .642 M2 1.000 5.000 -.787 -5.229 .717 2.384 M1 1.000 5.000 -.975 -6.477 2.644 8.786 KD1 1.000 5.000 -.644 -4.277 -.344 -1.144 KD2 1.000 5.000 -.658 -4.375 .134 .444 KD3 1.000 5.000 -.744 -4.941 .087 .289 KD4 1.000 5.000 -.793 -5.272 .448 1.489 KI1 1.000 5.000 -.687 -4.564 1.507 5.008 KI2 1.000 5.000 -.665 -4.420 1.085 3.605 KI3 1.000 5.000 -.590 -3.923 .346 1.149 KI4 1.000 5.000 -1.046 -6.951 3.159 10.497 KI5 1.000 5.000 -1.101 -7.318 3.275 10.882 KS1 2.000 5.000 .054 .361 2.556 8.492 KS2 1.000 5.000 -.688 -4.574 1.665 5.532 KS3 1.000 5.000 -1.025 -6.814 3.401 11.300 KS4 1.000 5.000 -.469 -3.117 -.199 -.662 12 Variable min max Multivariate skew c.r. kurtosis c.r. 281.317 52.256 West et al (1995) dalam Byrne (2010:103) menjelaskan bahwa nilai kurtosis sama dengan atau lebih besar dari 7 merupakan suatu indikasi dini dari ketidaknormalan. Dengan menggunakan batasan nilai yang disebutkan diatas, hasil pengujian normalitas dari data menunjukkan bahwa tidak ada item yang secara substansial kurtosis. 3. Uji Keseluruhan Model Tahapan ini melakukan pengujian model persamaan struktural yang telah dibuat dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Pengolahan data model tersebut menggunakan model analisis faktor konfirmasi (Confirmatory factor analysis) yang dibantu dengan aplikasi SPSS AMOS versi 22. Model yang dibuat adalah seperti terlihat pada gambar 1.5 1.5 Gambar Structural Model Penelitian 13 Hasil pengujian dengan SPSS AMOS versi 22 adalah seperti yang tertera pada tabel berikut Gambar 1.5 memperlihatkan model keseluruhan penelitian yang terdiri atas 7 konstruk, yaitu KS (Kualitas Sistem), KI (Kualitas Informasi), KD (Kualitas Desain), KP (Kemudahan Penggunaan), KPA (Kepuasan Pengguna), M (Minat), DI (Dampak Individu). Pada model ini, keterkaitan antar konstruk dan keterkaitan antar indikator disesuaikan dengan hipotesis penelitian dan hasil pengujian model tiap konstruk. Konstruk KS, KI, KD, dan KP merupakan konstruk eksogen yang merupakan konstruk yang mempengaruhi konstruk M dan KPA, sedangkan konstruk M dan KPA merupakan konstruk yang bersifat eksogen dan endogen artinya konstruk tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi konstruk lain yaitu konstruk DI. Variabel error perlu ditambahkan didalam setiap indikator dan konstruk yang bersifat endogen.. Notes for Model (Default model) Computation of degrees of freedom (Default model) Number of distinct sample moments: Number of distinct parameters to be estimated: Degrees of freedom (465 - 77): Result (Default model) Minimum was achieved Chi-square = 1242,254 Degrees of freedom = 388 Probability level= ,000 465 77 388 Gambar 1.6 Identifikasi model DoF Tabel 1.5 Hasil Interpretasi Uji Goodness of Fit Konstruk Dampak Individu Kriteria Hasil Kesesuaian Model AMOS CMIN GFI AGFI RMSEA NFI TLI CFI PCFI 1242,254 0,715 0,762 0,091 0,719 0,760 0,786 0,701 Skala Penerimaan Interpretasi Kesesuaian 0 – 4419,759 0 (tidak fit) - 1 (fit) 0 (tidak fit) - 1 (fit) <0,08 (fit) 0 (tidak fit) - 1 (fit) 0 (tidak fit) - 1 (fit) 0 (tidak fit) - 1 (fit) 0 (tidak fit) - 1 (fit) Baik Menengah Menengah Tidak memenuhi Menengah Menengah Menengah Menengah 14 Tabel 1.6 Output Regression Weight Estimate S.E. C.R. P .069 -.858 .391 KPA <--- KS -.059 KPA <--- KI .317 .156 2.036 .042 KPA <--- KD .060 .062 .482 .219 -.875 .223 .430 1.161 .249 .586 1.000 .541 .784 .221 1.000 .956 1.360 1.189 1.216 1.000 1.199 1.000 1.397 1.000 1.123 1.018 .525 1.000 1.071 .938 .901 1.000 1.025 1.199 .956 1.000 1.308 1.102 .946 .691 .123 .107 .257 .095 .223 .294 .126 .160 KPA M M M M M DI DI KS4 KS3 KS2 KS1 KI5 KI4 KI3 KI2 KI1 KD4 KD3 KD2 KD1 M1 M2 M3 M4 KP4 KP3 KP2 KP1 KPA1 KPA2 KPA3 KPA4 DI1 DI2 DI3 DI4 DI5 <--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--- KP KS KI KD KP KPA M KPA KS KS KS KS KI KI KI KI KI KD KD KD KD M M M M KP KP KP KP KPA KPA KPA KPA DI DI DI DI DI .965 .335 3.924 2.037 -3.402 2.354 1.929 3.947 1.979 3.661 *** .042 *** .019 .034 *** .048 *** .106 5.097 *** .129 6.095 *** .072 3.078 .002 .087 .112 .101 .094 10.991 12.137 11.828 12.931 *** *** *** *** .109 10.994 *** .098 10.243 *** .117 11.906 *** .103 10.904 *** .101 10.075 *** .077 6.777 *** .103 10.415 *** .096 9.749 *** .086 10.538 *** .119 8.595 *** .119 10.072 *** .112 8.562 *** .106 .092 .097 .098 12.330 11.991 9.724 7.067 *** *** *** *** Signifikansi Tidak signifikan Signifikan Tidak signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan 15 Dari tabel 1.6 hasil pengujian terlihat bahwa model yang terdapat beberapa hubungan yang tidak signifikan sehingga perlu dilakukan modifikasi. Hubungan yang tidak signifikan dapat dilihat pada nilai P, jika nilai P kurang dari 0,05 atau dengan simbol *** maka hubungan dinyatakan signifikan. Sedangkan jika nilai P lebih besar dari 0,05 maka hubungan dinyatakan tidak signifikan. Berdasarkan hasil output regression weights diatas terdapat 2 hubungan yang tidak signifikan karena nilai P > 0,05 yaitu hubungan konstruk KS terhadap KPA dan KD terhadap KPA. Tabel 4.23 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian Tabel 1.7 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian No Hipotesis (H0) Kualitas Sistemberpengaruh signifikan 1 terhadap Kepuasan Pengguna Kualitas Informasi berpengaruh signifikan 2 terhadap Kepuasan Pengguna Kualitas Desain berpengaruh signifikan 3 terhadap Kepuasan Pengguna Kemudahan Penggunaan berpengaruh 4 signifikan terhadap Kepuasan Pengguna Kualitas Sistem berpengaruh signifikan 5 terhadap Minat Kualitas Informasiberpengaruh signifikan 6 terhadap Minat Kualitas Desain berpengaruh signifikan 7 terhadap Kepuasan Minat Kemudahan Penggunaan berpengaruh 8 signifikan terhadap Minat Kepuasan Pengguna berpengaruh signifikan 9 terhadap Minat Minat berpengaruh signifikan terhadap 10 Dampak Individu Kepuasan Pengguna berpengaruh signifikan 11 terhadap Dampak Individu P Keterangan .391 H0 dierima .042 H0 ditolak .335 H0 diterima *** H0 ditolak .042 H0 ditolak *** H0 ditolak .019 H0 ditolak .034 H0 ditolak *** H0 ditolak .048 H0 ditolak *** H0 ditolak Berdasarkan tabel 1.7 terdapat hipotesis (H0) yang diterima diantaranya pengaruh kualitas sistemtidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kualitas desaintidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.Sedangkan hipotesis (H 0) yang ditolak diantaranya kualitas informasiberpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap minat, kualitas informasi berpengaruh 16 signifikan terhadap minat, kemudahan kualitas desain berpengaruh signifikan terhadap minat, penggunaanberpengaruh signifikan terhadap minat, kepuasan penggunaberpengaruh signifikan terhadap minat, minat berpengaruh signifikan terhadap dampak individu, dan kepuasan pengguna berpengaruh signifikan terhadap dampak individu. E. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pengujian terhadap penelitian yang dilakukan di wilayah regional satu sampai dengan tujuh program PAMSIMAS II tentang pengaruh kepuasan, minat, dan kinerja para konsultan terhadap sistem informasi website PAMSIMAS II dengan model pengembangan DeLone dan McLean dan penerapan teknik SEM (Stuctural Equation Modeling) dengan menggunakan aplikasi SPSS AMOS versi 22.0, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: 1. Kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. 2. Kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan. 3. Kualitas desain tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. 4. Kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna secara signifikan. 5. Kualitas sistem berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan. 6. Kualitas informasi berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan. 7. Kualitas desain berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan. 8. Kemudahan Penggunaan berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan. 9. Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap minat pemakaian secara signifikan 10. Minat pemakaian berpengaruh terhadap dampak individu secara signifikan. 11. Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap dampak individu secara signifikan. 17 DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Rohi. Web Programming is Easy. Elex Media Komputindo. 2015 Ahsania dkk. 2010. Kualitas Layanan Situs STIESIA Dalam Membangun Kepuasan dan Komitmen Terhadap Situs (Website) STIESIA. Jurnal Akuntansi, Manajemen Bisnis dan Sektor Publik. Vol 7 No.1 Almajali, Malek. 2015. Impact of WEBQUAL Dimensions on Customers Attitudes toward E-Reservation Services Adoption (ERSA) in Jordanian Hotels. European Journal of Business and Management Vol.7 No.5. Anwariningsih, Sri Huning. 2011. Multi Faktor Kualifas Website. Jurnal Gaung Informaatika. Vol 4 No.1 Arief Basuki, Murya. 2009. Analisa Website Universitas Muria Kudus. Jurnal Sains Vol.2 No.2 Arikunto, Suharsini. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta: 2010 Billy, Bai et.al. 2008. The Impact of Website Quality on Costomer Satisfaction and Purchase Intention: Evidence From Chinese Online Visitors. International Journal of Hospitality Management 27. Byrne, Barbara M.Modeling with Amos:Basic concepts, Applications, and Programming. New York. Taylor & Francis Group. 2010 Bugin, Burhan. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana. 2011 Elangovan. 2013. Evaluating Perceive Quality of B-School Websites. IOSR Journal of Business and Management. Vol.12 No.1 Fauziansyah, Budi Risyad. 2013. Pengaruh Kualitas Web Terhadap Kepuasan Penggunaan Google Scholar. Jurnal Unair. Vol 2 No.1 Hidayatullah, Priyanto dan Kawistaara. Pemograman Web. Bandung: Informatika. 2014 Hasan, Layla and Auelrub, Emad. 2010. Assesing the quality of website: Applied Computing and Informatics, Vol.9 Jogiyanto. Model Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi. Andi Yogyakarta. 2007 Kristiono, dan Honggo, Henky. 2015. Analisis Pengaruh Kualitas Informasi Website Terhadap Minat Beli Ulang Pelanggan Belanja Online. 18 Manuhara Putra, Wahyu dan Subagyo, Untung. 2014. Pengujian Keberhasilan Implementasi Software Akuntansi Dengan Modified DeLone dan McLean Method Pada Lembaga Keuangan Mikro di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol 5. No. 2 Mariana, Novita. 2006. Pengukur - Pengukur Kesuksesan Sistem Informasi Eksekutif. Jurnal Teknologi Informasi. Vol XI. No.1 Matondang, Zulkifli. 2009. Validitas dan Realibilitas Penelitian. Jurnal Tabularasa UNIMED Vol.6 No.1 Margono. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010 Miftahul Ulum. 2014. Analisis Structural Equation Modeling Untuk Sampel Kecil Dengan Pendekatan Partial Least Square. Prosiding Seminar Nasional Matematika. Oktaviani, dan Novita, Dien. 2015. Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Website Pada ENCAR Daihatsu Palembang Dengan Pendekatan Model DeLone dan McLean. Jurnal Petter, Stacie et.al. 2008. Measuring Information System Success: models, dimensions, mesures, and interrelationships. European Journal of Information Systems Putra dkk. 2013. Aplikasi SIG Untuk Penentuan Daerah Quick Count Pemilihan Kepala Daerah. Jurnal Geodesi Undip volume 2 Nomor 4 Ramadiani. 2010. SEM dan LISREL Untuk Analisis Multivariate. Jurnal Sistem Informasi. Vol.2 No.1 Sanjaya, Iman. 2012. Pengukuran Kualitas Layanan Website Kementrian Kominfo Dengan Menggunakan Metode Webqual 4.0. Jurnal Penelitian IPTEK-KOM. Vol.14 No.1 Saputro, Brian Dwi. 2013. Pengaruh Persepsi Kumudahan Penggunaan, Kepercayaan, Kecemasan Berkomputer dan Kualitas Layanan Terhadap Minat Menggunakan Internet Banking. Jurnal Nominal Vol.2 No.1 Septi Elvandari, Dita dan Hadiprajitno, Basuki. 2011. Adaptasi Model DeLone dan McLean Yang Dimodifikasi Guna Menguji Keberhasilan Implementasi Aplikasi Operasional Bank Bagi Individu Pengguna. Jurnal Undip Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2015. Tongpapanl, Narongsak et.al. 2011. Enhancing Online Performance Through Website Content and Personalization. Journal of Information System. Urbach,Nils et.al. 2011. The Updated DeLone and McLean Model of Information Systems Success.International Conference on Information Systems Wahana Komputer. Membangun Website Tanpa Modal Menggunakan CMS Wordpress Beserta Domain dan Hosting Gratis. CV Andi Offset. 2010 19 Whidiarso, Wahyu. 2011. Contoh Analisis Melalui AMOS-Ketika Mediator & Moderator Dalam Satu Modei . Artikel UGM Winoto, Pringgo et,al.2014. Pembuatan Website Profil Sekolah Negeri 01 Blumbang. Indonesian Journal on Networking and security. Vol 3 No.2 Zviran, Moshe et.al. 2005. User Satisfaction From Commercial Websites The Effect of Design and Use. Article In Press of Information and Mangement. http//:www.new.pamsimas.org Diakses 11 Januari 2016 pk. 13:01 20

Judul: Jurnal Sistem Informasi

Oleh: Hari Hermawan


Ikuti kami