Jurnal Essai Jadi

Oleh Hendrik Gunawan

285,8 KB 4 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Essai Jadi

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN KEUANGAN RSUD AL IHSAN SETELAH MENJADI BLUD PROVINSI JAWA BARAT Ratna Ekawati (432661201002) Hendrik Gunawan (6120115119) Dosen Pemateri Dr.Ir. Eka Purwanda,SE.,M.Si PENDAHULUAN Untuk menghadapi tuntutan dari Rumah sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan masyarakat dan persaingan global masyarakat, seperti sekarang ini, rumah sakit harus berfungsi melayani masyarakat secara memiliki sumber daya manusia yang luas dalam bentuk jasa. Untuk mencapai berkualitas. sasaran yang diinginkan manajemen, dalam rumah sakit menuntut karyawan untuk krusial yang menentukan keefektifan meningkatkan kinerjanya. Pasien yang suatu organisasi. Organisasi senantiasa datang baik untuk pelayanan rawat inap perlu maupun rawat jalan akan memberikan melaksanakan respon yang positif terhadap pelayanan sumber pegawai yang baik, sehingga mampu profesional. meningkatkan kunjungan pasien ke merupakan aset terpenting perusahaan rumah karena sakit. Hasil akhir dari Sumber organisasi daya merupakan melakukan investasi fungsi daya manusia aspek dengan manajemen manusia Sumber perannya daya sebagai manusia subyek keberhasilan pelayanan rumah sakit pelaksana dapat dilihat dari tingkat kunjungan operasional pasien maupun tingkat Bed Occupany perusahaan tetap eksis maka harus Rate (BOR). Semakin tinggi tingkat berani kunjungan maupun BOR yang dicapai implikasinya rumah sakit, dapat dijadikan indikator perubahan untuk menilai kinerja karyawan dalam persaingan. melaksanakan pengobatan pelayanan terhadap pasien. maupun kebijakan secara dan kegiatan perusahaan. Agar menghadapi tantangan yaitu dan Persoalan dan menghadapi memenangkan yang ada adalah bagaimana dapat menciptakan sumber 1 daya manusia yang dapat menghasilkan maka kinerja optimal sehingga tujuan serta mencurahkan sasaran perusahaan manajemen dapat tercapai, persepsi daya manusia (Lilis:2011) sumber merupakan proses serta upaya merekrut, mengembangkan, wajarlah memotivasi, jika perusahaan perhatian terhadap dicapai karyawan yang Rumah sakit umum Daerah Al serta Ihsan Provinsi Jawa Barat sebagai salah mngevaluasi keseluruhan sumber daya satu sarana pelayanan kesehatan di manusia yang diperlukan perusahaan Provinsi Jawa Barat dalam mencapai dalam sasaran pencapaian tujuan-tujuannya. yang diinginkan yaitu Suatu organisasi baik bisnis maupun menjadikan rumah sakit pilihan utama non bisnis tidak akan dapat beroperasi di Jawa Barat maka karyawannya tanpa dituntut adanya faktor sumber daya untuk meningkatkan manusia. Oleh karena itu diperlukan kinerjanya. Upaya peningkatan kinerja suatu karyawan menuntut para manajemen strategi, sehingga dapat menentukan bakat dan keahlian yang dalam disesuiakan kepemimpinan dengan operasional pendekatan yang yaitu mempunyai gaya dalam pemimpin perusahaan. Dalam kepemimipinan memprakarsai struktur, rangka ini perusahaan melaksanakan karena keberhasilan dalam mencapai penilaian hasil kerja atas karyawan agar visi dan misi rumah sakit sangat mendapat tergantung atau gambaran yang jelas mengenai potensi pengembangan yang yang efektif tersedia organisasi yang kebutuhan melakukan pada kemampuan pemimpinnya. sebenarnya dari karyawan tersebut. Rumah Sakit Umum Daerah Al Tercapainya tujuan perusahaan sangat Ihsan diselenggarakan dengan tujuan tergantung pada bagaimana karyawan utama memberi pelayanan kesehatan mengembangkan dalam kemampuannya. bentuk asuhan keperawatan, Karena sumber daya manusia sangat tindakan medis dan diagnostik serta penting upaya besarnya dan menentukan. peran melaksanakan karyawan kegiatan Melihat dalam perusahaan promotif, rehabilitatif, serta preventif, kuratif, penelitian dan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan 2 pasien dengan memperhatikan norma- perilaku norma agama Islam. Berdiri sejak Kepemimpinan) juga berubah, dengan tanggal 11 Maret 1993 dan mulai perubahan tersebut akan mengakibatkan operasional pada tanggal 12 Maret 1995 perubahan pula pada kinerja karyawan terletak Kiastramanggala khusunya di Bagian Keuangan yang Baleendah Kabupaten Bandung Provisi tadinya dalam pengelolaan keuangan Jawa pengelolaan yang berbasiskan Standar Akuntansi Yayasan Rumah Sakit Al Ihsan. Pada Keuangan menjadi Standar Akuntansi tahun keputusan Pemerintahan. Dalam penilaian kinerja Mahkamah Agung maka kepemilikan sebelum menjadi BLUD apabila dalam Rumah Sakit beralih kepada Pemerintah hal pengeluaran melakukan efisiensi Provinsi Jawa Barat. maka kinerja bagian keuangan dinilai di Jl. Barat dibawah 2005 berdasarkan Nama Rumah (Gaya Umum baik tetapi setelah menjadi BLUD yang Daerah Al Ihsan ditetapkan melalui menggunakan anggaran dari Pemerintah Perda No 17 Tahun 2014 Tentang atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat. Daerah Selanjutnya dalam upaya meningkatkan Operasional pelayanan kesehatan yang didasarkan Operasional kepada dan bagian keuangan akan dinilai baik produktifitas maka terhadap Rumah apabila pencapaian anggaran tercapai Sakit Ihsan sesuai yang telah dianggarkan di APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui sedangkan untuk pengeluaran yang keputusan Gubernur Jawa Barat No bersumberkan dari Biaya Operasional 900/Kep.921-Keu/2009 masih tetap harus bisa melakukan prinsip Umum Sakit pimpinan efisiensi Daerah Al menetapkan (APBD) sendiri (BO) Pola Pengelolaan Keuangan Badan efesiensi. Layanan Daearah Rumusan Masalah Umum (BLUD) (RBA-RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat 2017:1-2) Dengan kepimpinan dan anggaran atau Biaya dimana kinerja Pengelolaan keuangan di RSUD Al Ihsan sesuai dengan Pergub maka adanya maka secara pergantian untuk pimpinan di bagian keuangan otomatis mengharuskan dijabat oleh Pegawai 3 Negeri Sipil atau PNS yang mempunyai kinerja Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk keuangan sebelum RSUD AL legalitas Ihsan menjadi BLUD keuangan di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Berangkat latar karyawan 2. Untuk belakang di bagian mengetahui pengaruh pemimpin terhadap perilaku masalah dan fenomena yang telah kinerja disampaikan keuangan setelah RSUD AL dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut : keuangan RSUD di bagian AL Ihsan setelah menjadi BLUD Hasil penelitian memberikan informasi yang berguna bagi terhadap kinerja Diharapkan segi RSUD AL Ihsan setelah menjadi semberdaya BLUD penulis Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian ini untuk dan membandingkan dapat memberi wawasan dan pengetahuan dari karyawan di bagian keuangan mengetahui diharapakan 1. Bagi penulis 2. Bagaimana pengaruh perilaku pemimpin bagian Kegunaan atau manfaat penelitian pemimipin terhadap efektifitas karyawan di Ihsan menjadi BLUD 1. Bagaimana pengaruh perilaku kinerja karyawan mengenai ilmu manajemen manusia pelajari perilaku yang khususnya pemimpin dan kinerja karyawan 2. Bagi Perusahaan pengaruh perilaku pemimpin terhadap Hasil penelitian ini diharapakan Kinerja karyawan bagian keuangan dapat menjadi masukan bagi RSUD Al Ihsan setelah menjadi BLUD perusahaan untuk mengetahui Provinsi Jawa Barat pentingnya perilaku dan kinerja Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah : karyawan 3. Pengembangan Ilmu Pengetahuan 1. Untuk perilaku mengetahui pemimipin pengaruh Penelitian ini diharapakan dapat terhadap menambah wawasan dan kajian 4 dibidang ilmu Sumberdaya Manajemen Manusia (rangsangan dari luar). Oleh karena itu, serta perilaku ini terjadi melalui proses penelitian ini diharapakan akan adanya stimulus terhadap organisme, menambah dan pengetahuan dan kemudian organisme wawasan terutama penerapan merespons, teori yang diperoleh selama disebut teori “S-O-R” atau stimulus studi organisme 4. Pihak lain maka teori tersebut Skiner respons. ini Skinner membedakan adanya dua respon. Dalam Diharapkan untuk melakukan teori Skiner dibedakan adanya dua penelitian lebih lanjut sehingga respon: (1) Respondent respons atau dapat hasil flexi, yakni respon yang ditimbulkan penelitian yang lebih mendalam oleh rangsangan-rangsangan (stimulus) serta memberikan solusi yang tertentu. Stimulus semacam inidisebut tepat pada pokok permasalahan eleciting yang diteliti menimbulkan memberikan stimulalation karena respon-respon yang TINJAUAN PUSTAKA relatif tetap; (2) Operant respons atau Perilaku Pemimpin instrumental respons, yakni respon Perilaku adalah suatu kegiatan yangtimbul dan berkembang kemudian aktifitas (Mahluk diikuti oleh stimulus atau perangsang Hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab ini disebut reinforcing stimulation atau itu, dari sudut pandang biologis semua reinforcer, karena mencakup respon. atau organisme mahluk hidup mulai tumbuh-tumbuhan, Menurut Notoatmodjo (2007) binatang sampai dengan manusia itu dilihat dari bentuk respon stimulus berprilaku, karena mereka mempunyai inimaka aktifitas masing-masing (Notoatmodjo, menjadi 2 yaitu: (1) Perilaku tertutup 2007). (covert behavior) Respon atau reaksi perilaku dapat dibedakan Menurut Skiner (1938) dalam terhadap stimulus ini masih terbatas Notoatmodjo S, (2007) seorang ahli pada perhatian, persepsi, pengetahuan / psikologi, merumuskan respon atau kesadaran, dan sikap yang terjadi pada reaksi orang yang menerima stimulus tersebut, seseorang terhadap stimulus 5 dan belum dapat diamati secara jelas Kepemimpinan adalah suatu oleh orang lain; (2) Perilaku terbuka faktor kemanuasian, mengikat suatu (overt kelompok behavior), respon terhadap bersama dan memberi stimulus tersebut sudah jelas dalam atau motivasi untuk tercapainya tujuan yang praktik (practice) yang dengan mudah telah ditetapkan organisasi sebelumya. diamati atau dilihat orang lain. Tanpa Konsep “pemimpin berasal dari kepemimpinan individu-individu yang maupun efektif kelompok kata asing “leader”dan Kepemimpinan cenderung tidak memiliki arah, tidak dari “Leadership”. Pemimpin adalah puas dan kurang termotivasi (Fikri orang yang paling berorientasi hasil di 2008:98). Kepemimpinan merupakan dunia, dan kepastian dengan hasil ini faktor yang sangat penting dalam hanya mempengaruhi positif kalau seseorang prestasi mengetahui apa yang diinginkannya. karena Kouzes (2004:17), mengatakan bahwa aktivitas yang utama dengan mana pemimpin adalah pionir sebagai orang tujuan organisasi dapat dicapai. Pada yang kedalam umumnya kepemimpinan didefinisikan situasi yang tidak diketahui. Pemimpin sebagai suatu proses mempengaruhi yang mempunyai visi yang baik dapat aktivitas dari individu atau kelompok menjadi penuntun dalam melaksanakan untuk mencapai tujuan dalam situasi tugas pokok dan fungsinya sebagai tertentu (Gitosudarmo, I Nyoman pemimpin. I.S.Op.cit 127-128). bersedia melangkah Kartono (2005:51), menyatakan pemimipin adalah seorang pribadi yang tertentu, memiliki sehingga kewibawaan Menurut Rivai merupakan (2009:2) superioritas “Kepemimpinan (Leadership) adalah memiliki proses mempengaruhi atau memberi untuk contoh kepada pengikut-pengikutnya menggerakkan orang lain melakukan lewat proses komunikasi dalam upaya usaha bersama guna mencapai sasaran mencapai tujuan organisasi”. Sedangkan tertentu. menurut Arep dan Tanjung (2003:93) 2011:140). dan dia kepemimpinan organisasi kekuasaan (Suwatno & Priansa “Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan seseorang untuk menguasai 6 atau mempengaruhi orang lain atau Kinerja merupakan perwujudan masyarakat yang berbeda-beda menuju kerja yang dilakukan oeh karyawan pencapaian tertentu”. yang biasanya dipakai sebagai dasar Permasalahan berkembang yang dalam terus kepemimpinan penilaian terhadap penentu bagaimanakah organisasi. diterapkan oleh efektif seorang untuk Oleh karena itu, kinerja merupakan sarana adalah mengenai Gaya Kepemimipinan yang karyawan. pemimpin dalam mencapai tujuan Konsep ini telah dikembangkan terhadap bawahannya, dengan kata lain untuk apa yang membuat pemimpin menjadi menjalankan sukses. Dalam hal inilah beberapa teori dengan tanpa memperhatikan perannya yang dikemukakan ahli manajemen yang kebih efektif didalam interaksinya mengenai Gaya Kepemimpinan terus dengan dilaksanakan. melengkapi Menurut Hersey membantu orang gaya orang untuk kepemimpinan lain. Konseptual pemimpin dengan dan pemahaman dari hubungan antara gaya Blanchard (dalam Thoha, 2004:63), kepemimpinan yang efektif dan tingkat bahwa kematangan para pengikutnya. kepimimpinan situasional didasarkan pada saling berhubungannya hal-hal berikut : Dengan terdapat (1) Jumlah petunjuk dan pengarahan demikian banyak situasional yang variabel-variabel penting misalnya oleh peimpin pekerjaan, pengawasan dan waktu kerja, (perilaku hubungan) yang diberikan oleh pemimpin (3) Tingkat kesiapan Organisasi, lainnya (perilaku tugas) yang diberikan (2) Jumlah dukungan soioemosional : walaupun tugas-tugas akan tetapi penekanan dalam gaya kepemimpinan situasional ini hanyalah pada prilaku pemimpin dan bawahannya atau saja. Prilaku pengikut atau bawahan ini kematangan para pengikut yang amat penting atau mengetahui gaya ditujukan dalam melaksanakan kepemimpinan tugas khusus, fungsi atau tujuan bukan saja pengikut sebagai individu, ia tertentu. menerima atau menolak pemimpinnya, situasional, karena 7 akan tetapi sebagai pengikut secara akan memberi pengaruh nyata pada kenyataannya hasil kerja yang mereka capai”. dapat menentukan kekuatan pribadi apapun yang dipunyai pemimpin. oleh Reksohadiprodjo dan Handoko Prilaku prilaku Menurut Davis yang dikutip tugas seorang adalah pemimpin suatu (2003:290-291), ciri-ciri utama yang untuk harus dimiliki oleh seorang pemimpin : mengatur dan merumuskan peran-peran 1) Kecerdasan (Intelligence) dari anggota-anggota kelompok atau Penelitian-penelitian pengikut, menerangkan kegiatan yang umumnya menunjukan bahwa harus dikerjakan oleh masing-masing seorang anggota, dan bagaimana tugas-tugas mempunyai tingkat kecerdasan tersebut Perilaku yang seorang pengikutnya, tetapi tidak sangat harus dicapai. hubungan adalah pemimpin yang perilaku ingin memelihara pada pemimpin lebih yang tinggi daripada berbeda hubungan-hubungan antara pribadi dia 2) Kedewasaan, antara dirinya dengan anggota-anggota hubungan kelompok atau para pengikut dengan (Social maturity and Braeadht) cara Pemimpin membuka lebar-lebar jalur Sosial Sosial yang dan luas cenderung komunikasi, mendelegasikan tanggung mempunyai emosi yang stabil jawab, dan memberikan kesempatan dan dewasa atau matang, serta pada bawahan untuk menggunakan mempunyai potensinya. perhatian yang luas Perilaku pemimpin memiliki 3) Motivasi diri keterkaitan yang erat dengan kinerja berprestasi karyawan, hal tersebut berdasarkan pada Pemimpin pernyataan mempunyai Ramli dan Warsidi kegiatan dan dan dorongan secara relatif motivasi dan (2001:184) yang menyatakan bahwa dorongan berprestasi yan tinggi, “Tindakan dari pemimpin terhadap mereka pengikutnya dalam melaksanakan tigas untuk nilai instrinsik bekerja keras lebih 8 4) Sikap-sikap hubungan 6. Memperhitungkan faktor manusiawi kepuasan kerja para bawahan Seorang pemimpin yang sukses dalam mnyelesaikan tugas-tugas akan mengakui harga diri dan yang dipercayakan padanya martabat pengikut-pengikutnya, mempunyai perhatian yang 7. Pengakuan bawahan atas status para secara tepat dan tinggi dan berorientasi pada profesional bawahannya. Dengan Berdasarkan uraian diatas, dapat kepemimpinan disimpulkan bahwa seorang pemimpin demikian gaya adalah suatu pola atau model perilaku harus mempunyai tingkat kecerdasan seorang yang tinggi dari pada bawahannya dan mempengaruhi mempunyai motivasi dan dorongan anggota staf atau bawahannya dalam yang tinggi pula. rangka mencapai tujuan atau kinerja. Disamping itu untuk melihat Gaya Kepemimpinan seorang pemimpin dapat dilihat melalui indikator- pemimpin dan untuk dapat menggerakan Kinerja Karyawan Mathis dan Jackson (2002) berpendapat bahwa kinerja pada indikator. Menurut Siagian (2004:121), dasarnya adalah apa yang dilakukan Indikator-indikator yang dapat dilihat atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja sebagai berikut Karyawan adalah yang mempengaruhi 1. Iklim saling mempercayai 2. Penghargaan terhadap seberapa ide bawahan bawahan bawahan memberi konstribusi kepada organisasi yang kualitas output, jangka waktu output, kehadiran ditempat kerja, dan sikap pada kenyamanan kerja bagi para bawahan 5. Perhatian mereka antara lain termasuk: kuantitas ouput, 3. Memperhitungkan perasaan para 4. Perhatian banyak pada kesejahteraan kooperatif. Menurut A. Anwar Prabu (2013: 67) kinerja karyawan adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai 9 SDM persatuan periode waktu dalam lingkungan dan fasilitas, iklim kerja, melaksanakan tugas kerjanya sesuai motivasi dan kemampuan hubungan dengan tanggung jawab yang diberikan industrial, kepadanya. Pengertian kinerja menurut kesempatan Amirullah (2015:231) adalah seluruh sebagainya. teknologi, manajemen, berprestasi dan lain hasil yang diproduksi pada fungsi Untuk memperoleh kinerja yang pekerjaan atau aktivitas khusus selama tinggi dibutuhkan sikap metal yang periode khusus. memiliki pandangan jauh ke depan. Kinerja karyawan menurut Seseorang harus mempunyai sikap Harianja (2009:290) Kepuasankerja optimis, bahwa kualitas hidup dan didefinisikan kehidupan hari esok lebih baik dari hari dengan sejauhmana individu merasakan secara positif atau ini. negative berbagai macam faktor atau mengemukakan dimensi meningkatkan kinerja pegawai, maka dari tugas-tugas dalam pekerjaannya. Furtwengler (2002:79) bahwa untuk organisasi perlu melakukan perbaikan Mathis dan Jackson (2002) kinerja. Adapun perbaikan kinerja yang menyatakan bahwa banyak faktor yang perlu dapat mempengaruhi kinerja tenaga adalah kerja motivasi, layanan dan nilai selain keempat faktor dukungan yang diterima, keberadaan tersebut, juga terdapat faktor lainnya pekerjaan yang mereka lakukan dan yang hubungan mereka dengan organisasi. pegawai, yaitu kemampuan, Bernadin (1993) menambahkan diperhatikan faktor turut oleh organisasi kecepatan, kualitas, mempengaruhi yaitu kinerja ketrampilan interpersonal, mental untuk sukses, bahwa kinerja karyawan dipengaruhi terbuka oleh keterampilan, trampil berkomunikasi, inisiatif, serta kapabilitas, sikap dan prilaku karyawan. kemampuan dalam merencanakan dan Sedangkan mengorganisir kegiatan yang menjadi pengetahuan, Suprihanto (2000) untuk berubah, mengemukakan sejumlah faktor yang tugasnya. mempengaruhi kinerja karyawan yaitu memang tidak langsung berhubungan bakat, pendidikan dan Faktor-faktor kreativitas, tersebut pelatihan, 10 dengan pekerjaan, namun memiliki intervieu angket/kuesioner atau cara bobot pengaruh yang sama. lain. Menurut Dessler (2007:514- Menurut Mathis dan Jackson 516) yang menyatakan bahwa dalam (2002) melakukan penilaian terhadap kinerja dilaksanakan oleh siapa saja yang pegawai, maka harus diperhatikan 5 paham (lima) faktor penilain kinerja yaitu : karyawan 1. Kualitas pekerjaan meliputi : penilaian benar para dan penerimaan keluaran. karyawan volume keluaran dan konstribusi. 3. Supervisi secara atasan diperlukan penilaian individual. karyawannya, menilai atasannya, anggota kelompok yang menilai satu sama lain, sumber-sumber dari luar, karyawan sendiri dan penilaian dengan multi sumber. meliputi : membutuhkan saran, arahan, atau perbaikan. menilai yang penilaian yang tentang dapat Kemungkinannya anatara lain adalah akurasi, ketelitian, penampilan 2. Kuantitas pekerjaan meliputi : kinerja Menurut Mangkunegara (2007:67) “Kinerja karyawan adalah 4. Kehadiran meliputi : regulasi, hasil kerja secara kualitas dan kuantitas dapat dipercayai/diandalkan dan yang dicapai oleh seorang pegawai ketepatan waktu. dalam melaksanakan tugasnya sesuai 5. Konservasi meliputi : pencegahan, pemborosan, kerusakan, pemeliharaan dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Samsudin (2005:166) peralatan. mengistilahkan Nawawi (2003) mengemukakan penilaian ini sebagai objek penilaian. penilaian kinerja diartikan sebagai Objek dimensi/Kriteria penilaian adalah dimensi proses pengamatan (observasi) terhadap perusahaan yang dapat dikendalikan pelaksanaan oleh karyawan pekerjaan atau tim seorang karyawan yang bersangkutan. kerja. Objek penilaian harus sinkron dengan Pelaksanaannya selain menggunakan tujuan penilaian. Apabila tidak sinkron observasi juga dapat menggunakan dapat terjadi kekeliruan penilaian 11 tentang prestasi kerja karyawan yang ini diinginkan. Dengan demikian menurut mengemukakan Samsudin objek-objek penilaian diatas, presisi, perlu disesuaikan dengan tujuan-tujuan kemanfaatan, dan efektivitas. penilaian. Oleh karena itu Samsudin Standar (2005:166) menyebutkan bahwa pada diekspresikan pokoknya: “Objek penilaian karyawan tingkat itu mencakup dua hal pokok, yaitu hasil jumlah pekerjaan (prestasi kerja) dan sifat-sidat kesalahan pribadi. Ini mencakup kemampuan dan diperbolehkan per unit hasil watak pribadi”. kerja. Kriteria pengukuran kinerja yaitu setiap indikator kinerja diukur Keterkaitan antara lain akurasi, penampilan, kualitas dapat sebagai kesalahan atau seperti presentase yang perilaku pemimpin dengan Kinerja Karyawan berdasarkan kriteria standar tertentu. Beberapa hasil penelitian yang Dalam mengukur kinerja, terdapat dipandang relevan dengan penelitian ini kreteria terhitung, kriteria tersebut diuraikan sebagai berikut : (1) Hana adalah : Ranaputra (STEMBI Bandung): 2015 1. Kuantitatif (Seberapa Judul : Pengaruh Kepuasan Kerja banyak) ukuran kuantitatif terhadap Kinerja Karyawan Melalui merupakan mudah Komitmen Organisasi Pada Karyawan untuk disusun dan diukur, Kontrak RSUD Kota Banjar Jawa yaitu dengan Barat, (2) Nova Nurmawilis (Sekolah menghitung seberapa banyak Pascasarjana Universitas Sumatra Utara unit keluaran kinerja harus Medan):2008 Judul : Pengaruh Gaya dicapai dalam kurun waktu Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja tertentu. Terhadap Kinerja Karyawan Di RSUD paling hanya 2. Kualitatif (Seberapa baik). Rokan Hulu Provinsi Riau. Melukiskan seberapa baik atau seberapa lengkap hasil Berdasarkan diatas, maka kajian dapat literatur dikemukakan yang harus dicapai. Kriteria 12 hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini yakni : Dalam penyelenggaraan tugas pokok Direktur RSUD Al Ihsan dibantu Perilaku Pemimpin berpengaruh oleh tiga wakil direktur yaitu Wakil positif Direktur terhadap Kinerja Karyawan Pelayanan Medik dan Keperawatan, Wakil Direktur Diklat METODE PENELITIAN dan SDM serta Wakil Direktur Umum Objek penelitian merupakan hal dan Keuangan, dimana setiap wakil yang dipelajari atau diteliti. Objek direktur dibantu lagi oleh beberapa penelitian dan lingkup penelitian ini Kepala Bidang dan Bagian. adalah mendeteksi pengaruh perilaku Dalam penelitian kualitatif, data pemimpin terhadap kinerja karyawan diperoleh dari berbagai sumber, dengan RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. menggunakan teknik pengumpulan data Sedangkan subjek yang akan diteliti yang bermacam-macam (triangulasi), dari penelitian ini adalah Karyawan dan dilakukan secara terus menerus Bagian Keuangan pada RSUD Al Ihsan sampai Provinsi Jawa Barat. pengamatan Peraturan Gubernur Jawa Barat datanya yang jenuh. Dengan terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data Nomor 61 Tahun 2009 tentang Tugas sangat Pokok Fungsi, Rincian Tugas Unit dan diperoleh pada umumnya adalah data Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah kualitatif (walaupun tidak menolak data Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. RSUD Al kuantitatif), sehingga teknik analisis Ihsan data yang digunakan belum ada pola mempunyai menyelenggarakan tugas upaya pokok pelayanan tinggi sekali. Data yang yang jelas (Sugiyono 2016:87). kesehatan, yaitu menyelenggarakan dan Metode dalam penelitian ini melaksanakan pencegahan, pengobatan, adalah perawatan, pemulihan, dan rehabilitassi pendekatan riset kausal. Riset deskriptif kesehatan, berasal dari kata to describe yang berarti yang meliputi fungsi deskriptif analisis bertujuan dengan pelayanan medik dan keperawatan serta menggambarkan, utama umum dan keuangan. menggambarkan sesuatu. Kata kausal berasal dari kata kerja bahasa inggris to 13 cause yang berarti menyebabkan atau 1. Perilaku pemimpin pada bagian mempengaruhi. Artinya, riset kausal Keuangan merupakan riset yang bertujuan utama Provinsi Jawa Barat sebagai membuktikan hubungan sebab akibat variabel bebas ( independen atau variabel) kemudian diberi notasi hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari varibel-variabel yang diteliti (Istijanto, 2009:32). Melalui riset deskriptif analisis RSUD Al Ihsan X 2. Kinerja pada Karyawan Bagian dengan Keuangan RSUD Al variabel Ihsan pendekatan riset kausal, diharapakan sebagai terikat penelitian ini dapat memberikan dan tergantung menjelaskan tentang pengaruh prilaku kemudian diberi notasi Y pemimpin terhadap kinerja karyawan Variabel-variabel / (intervening) yang akan bagian keuangan RSUD Al Ihsan dikaji dalam penelitian ini dijabarkan sebelum dan setelah menjadi BLUD kedalam indikator, skala pengukuran. Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini terdiri dari satu variabel Berdasarkan data dan fakta yang bebas yaitu perilaku pemimpin (X) dan ada pada saat penelitian berlangsung, satu variabel terikat/tergantung yaitu selain itu dapat pula melakukan analisis Kinerja karyawan (Y) untuk membuktikan kebenaran hubungan sebab akibat atau pengaruh faktor kinerja perilaku pemimpin karyawan bagian terhadap keuangan Perilaku Pemimpin Gambar 1.DesainPenelitian Operasionaliasai Variabel RSUD Al Ihsan sebelum dan setelah menjadi BLUD Provinsi Jawa Barat. Kinerja Pegawai Dasar penetapan indikator- indikator dari tiap variabel yang diteliti Sehingga diperoleh makna dan adalah teori tentang gaya kepemimpinan implikasi dari permasalahan penelitian dari Hersey dan Blanchard, dan teori yang tentang kinerja penulis ambil dari ingin mengungkapakan dipecahkan pengaruh dalam dari Samsudin. Dari susun indikator masing-masing variabel penelitian yaitu peneliti menjadi : pertanyyan dan pernyataan. tersebut item-item 14 Dalam penelitian ini terdiri dari atas 2 variabel, yaitu variabel 8. Kemudahan interaksi perilaku 9. Aktif menyimak\ pemimpin (Gaya Kepemimpinan) dan kinerja pegawai. Berikut memberikan adalah umpan balik operasionalisasi dari setiap variabel. Kematangan Pegawai 10. Pengalaman 11. Pengetahuan 12. Pemahaman 13. Syarat pekerjaan 14. Tanggungjawab 15. Motivasi 16. Keikatan Tabel 1. Operasionalisi Perilaku Varibel Pemimpin (Gaya Kepemimpinan) Varibel Dimensi Indikator Perilaku Perilaku 1. Penetapan tujuan Pemimpi Tugas 2. Pengorganisaian (Proses situasi kerja mempengaruhi 3. Penetapan aktivitas Tabel 2. Kinerja Varibel batas Kinerja waktu individu/kelo 4. Pengarahan (hasil mpok 5. Pengendalian baikkuantita untuk kerja mencapai s tujuan) Hersey kualitas dan Blanchard dalam kurun Perilaku Hubungan Dimensi Indikator Hasil 1. Kuantitas Kerja 2. Kualitas Prilaku 3. Disiplin Kerja 4. Mentaati maupun waktu 6. Pemberian dukungan dan dorongan tertentu) Samsudin (2005) 7. Pelibatan pengikut Operasionalisasi Varibel dalam mendiskusikan aktivitas kerja perintah atasan 5. Tidak melanggar 15 aturan (dependent Variabel). Variabel bebas 6. Kesetiaan dalam penelitian ini adalah Perilaku 7. Tanggungjawab 8. Melakukan Pemimpin, tepat “Populasi waktu adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek Memikul resiko 10. Kejujuran atau subyek yang mempunyai kualitas 11. Tidak menyalahgunakan wewenang 12. Bekerja tergantungnya adalah kinerja karyawan. pekerjaan 9. variabel dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” secara serasi dengan orang (Sugiyono, 2012 : 115). Berdasarkan lain 13. Inisiatif 14. Mengarahkan mempengaruhi orang lain pengertian diatas, populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di bagian dan keuangan RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 81 Orang terdiri dari Pegawai PNS 19 Orang dan Non PNS 62 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh dan aksidental sampling. Sampling jenuh adalah teknik Metode Penentuan Sampel adalah penentuan sampel bila semua anggota penelitian yang mengambil sampel dari populasi digunakan sebagai sampel satu menggunakan (Sugiyono, 2011:68). Hal ini sering kuesioner sebagai alat pengumpul data digunakan untuk penelitian dengan pokok. untuk jumlah sampel dibawah 30 orang, atau variabel untuk penelitian yang ingin membuat tergantung variabel yang digunakan generalisasi dengan tingkat kesalahan yakni Penelitian survei populasi dan Analitik menjelaskan pengaruh bebas (independent yang sedikit atau kecil. Misalnya jika Variabel tergantung jumlah populasi 20 orang, maka 20 variabel Variabel), bertujuan orang tersebutlah yang dijadikan 16 sampel. Sedangkan aksidental sampling D = presisi (angka n yang lazim adalah d=10%) Teknik menentukan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja Perhitungan jumlah subyek yang secara kebetulan atau insidental (karyawan) yang diteliti menggunakan bertemu rumus slovin tersebut sebagai berikut : dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampell jika orang tersebut dipandang cocok sebagai sumber data. (Sugiyono 2011:118-127) Metode pemilihan sampel secara acak sederhana memberikan 81 n = ---------------------- =44,75 = 45 (81x0.12)+1 Dari hasil perhitungan diatas, maka diperoleh ukuran sampel minimal yang diteliti adalah 45 orang dari 81 kesempatan yang sama yang bersifat Karyawan. terbatas pada setiap elemen populasi Adapun populasi di bagian keuangan untuk dipilih sebagai sampel. Metode RSUD Al Ihsan dapat digamabar dalam ini relatif sederhana karena hanya tabel sebagai berikut: memerlukan Tabel 3 Data Populasi Kuesioner sampel, satu dalam tahap pemilihan menentukan ukuran sampel, penyususn menggunakan rumus No 1 slovin dengan presisi sebesar 10%. Alasan menggunakan slovin adalah akan diteliti, ditentukan Kepala Populasi Sampel 1 0 2 2 5 5 Bagian 2 karena populasi diketahui sebanyak 81 orang. Adapun jumlah sampel yang Jabatan Kepala Sub Bagian 3 dengan Kepala Urusan menggunakan rumus dari slovin yaitu 4 Bendahara 2 2 sebagai berikut : 5 Pelaksana 71 36 Jumlah 81 45 N n = -----------------Nd2+ 1 Dimana N = ukuran populasi n = Ukuran sampel Teknik/Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah teknik-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data primer atau 17 sekunder. Ketika menggali data primer Validitas berarti sejauhmana biasanya ketepatan dan kecermatan dipergunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dari sumber suatu langsung. untuk melakukan fungsi ukurnya. sekunder Suatu kuesioner dikatakan dipergunakan studi dokumentasi dari valid jika pertanyaan pada sumber tidak langsung dari sumbernya. kuesioner mampu mengungkapakan sesuatu Sedangkan mengumpulkan data Terdapat berbagai teknik yang alat ukur dapat digunakan untuk mengumpulkan yang data penelitian. Dalam penelitian ini kuesioner tersebut. Dalam metode hal pengumpulan data yang digunakan , yaitu kuisioner menyatakan akan dalam ini diukur uji oleh validitas menggunakan program SPSS bahwa kuesioner (angket atau daftar pertanyaan) merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan 2. Uji Reliabilitas daftar pertanyaan kepada responden Reliabilitas untuk sejauhmana diisi. Tujuan pembuatan adalah hasil suatu kuesioner ini adalah untuk memperoleh pengukuran dapat dipercaya. informasi Reliabilitas yang relevan dengan alat untuk penelitian dengan kesahihan yang cukup mengukur suatu kuesioner tinggi. yang merupakan indikator Data primer. yang Data digunakan primer data merupakan dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatan jawaban responden terhadap kuesioner reliabel atau handal jika mengenai perilaku pemimpin terhadap jawaban seseorang terhadap kinerja karyawan di Bagian Keuangan pertanyaan adalah konsisten RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat atau stabil dari waktu ke Teknik Analisis Data waktu. 1. Uji Validitas Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan mengukur korelasi 18 antar jawaban pertanyaan menggunakan SPSS satu-satunya rumah sakit umum milik Provinsi Jawa Barat. 3. Uji Regresi Linier Sederhana Adapun Sakit Umum Daerah Al Ihsan adalah : digunakan untuk “Menjadi Rumah Sakit Umum Daerah memprediksi atau menguji Terdepan dan Rujukan utama di Jawa pengaruh satu variabel bebas Barat tahun 2018” sedangkan Misi-nya atau adalah sebagai berukut : variabel indipendent 1. Mewujudkan Center of variabel dependent. Bila skor Excellent (pelayanan unggulan : variabel bebas diketahui jantung, maka skor variabel traumatic, degeneratif,perinatologi, stroke, terikatnya dapat diprediksi diabetic, besarnya. Analisis regresi emergency) juga dapat dilakukan untuk 2. Meningkatkan cancer, infeksi kualitas dan mengetahui linearitas varibel kuantitas SDM yang Profesional terikat yang dilandasi keimanan dan dengan variabel bebasnya. ketaqwaan kepada Tuhan YME http:// 3. Meningkatkan ketersediaan www.statistikian.com/ sarana dan prasarana kesehatan 2012/08 diulas oleh Anwar yang berkualitas Hidayat 4. Mengembangkan Hasil dan Pembahasan dalam Gambaran Umum RSUD Al Ihsan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat merupakan rumah sakit Provinsi Jawa Barat yang Baleendah Rumah Analisis regresi sederhana terhadap variabel terikat atau terletak visi di Jl. Kiastramanggala Kecamatan Baleendah bidang kemitraan pelayanan pelatihan, rumah sakit pendidikan dan penelitian yang berhasil guna 5. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis pada sistem informasi yang terpadu Kabupaten Bandung dan merupakan 19 Untuk pencapaian visinya, Rumah Sakit kurun waktu yang telah ditetapkan dan dialokasikan dalam periode tahunan Umum Daerah Al Ihsan melalui rangkaian kegiatan yang akan mempunyai tugas pokok dan fungsinya dijabarkan lebih lanjut dalam rencana yang ditetapkan kerja. dengan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor Pembahasan 61 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Analisa Deskriptif Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Analisa Deskriptif Demografi Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Al Responden Ihsan Provinsi Jawa Barat. Untuk Untuk melaksanakan suatu pokok tersebut, fungsi Rumah Sakit variabel dilakukan Umum Daerah Al Ihsan adalah : menggunakan uji deskripstif bertujuan melaksanakan dengan untuk memberikan gambaran keadaan pencegahan, yang sebenarnya dari objek yang diteliti dan perawatan, berdasarkan rehabilitasi dengan cara mengumpulkan, mengolah kesehatan fakta-fakta yang ada, dan menganalisis berbagai macam data 2. Menyelenggarakan fungsi Pelayanan Medik 3. Menyelenggarakan 4. Menyelenggarakan fungsi penelitian kasus tersebut. Analisis deskriptif dalam penelitian ini untuk fungsi Umum dan Keuangan Strategik sehingga pada akhirnya akan dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai hasil Keperawatan Sasaran dalam dan pengobatan, pemulihan dapat data atau menggambarkan 1. Menyelenggarakan tugas mendeskripsikan mengetahui gambaran masing-masing variabel penelitian berdasarkan hasil Rumah Sakit jawaban responden. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif Umum Daerah Al Ihsan merupakan analisa terhadap penjabaran dari misi dan tujuan yang melakukan analisa telah ditetapkan, yang menggambarkan berdasarkan dari merupakan dimana akan hasil untuk dilakukan pernyataan sesuatu yang akan dihasilkan dalam 20 responden pada masing-masing Pendidika Frekuens Persentas n i e a. Hasil analisis mengenai jenis S2 1 2.22% kelamin responden dapat dilihat S1 11 24.44% di tabel berikut : D3 10 22.22% Tabel 4 Distribusi Responden SMA 23 51.11% Berdasarkan Jenis Kelamin Total 45 100 Hasil pengolahan pertanyaan variabel. Sumber : kuesioner Dari tabel bahwa Jenis Frekuensi Persentase Kelamin diatas, diketahui sebagian besar Responden RSUD Al Ihsan berlatar belakan pendidikan Pria 17 37.78% SMA sebesar 51,11%,berlatar Wanita 28 62.22% belakang pendidikanS1 sebesar Total 45 100 Sumber : Hasil pengolahan 24,44% berlatar belakang pendidikan D3 sebesar 22,22%, Kuesioner dan Dari Tabel diatas, diketahui pendidikan S2 sebesesar 2,22% bahwa sebagian besar responden yang berlatar belakang c. Hasil analisis mengenai Masa RSUD Al Ihsan adalah wanita Kerja responden sebanyak atau Tabel 6 Distribusi Responden pria Berdasarkan Masa Kerja 28 orang 62,22%sedangkan berjumlah 17 Orang atau Masa Kerja Frekuen Persenta si se 15 33,33% Tahun 9 20,00% >15 Tahun 21 46,67% 45 100 37,78% b. Hasil analisis mengenai Pendidikan responden Tabel 5 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan <5 Tahun 6-15 Total 21 Sumber : Hasil Pengolahan Kuesioner Dari tabel diatas, bahwa 33,33% masa kerja diketahui mempunyai kurang dari 5 tahun, 20,00% mempunyai masa kerja 6-15 Tahun, dan 46,67% X1.8 X1.9 X1.10 X1.11 X1.12 X1.13 X1.14 X1.15 X1.16 0.471 0.754 0.604 0.484 0.440 0.660 0.491 0.485 0.644 0.294 0.294 0.294 0.294 0.294 0.294 0.294 0.294 0.294 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data hasil olahan Dari telah bekerja lebih dari 15 tabel Validitas Data Variabel Perilaku Pemimpin (X) di atas Tahun item (X1.1) sampai dengan item Pembahasan (X1.16) dapat diketahui bahwa seluruh Validitas Data data dalam penelitian adalah valid, hal Uji validitas dilakukan dengan ini dikarenakan seluruh variabel mengkorelasikan masing-masing skor memiliki rhitung> rtabel. Dengan demikian, pernyataan seluruh data layak untuk di ikutsertakan variabel. untuk Selanjutnya masing-masing angka yang korelasinya bernilai positif berarti data tersebut adalah valid. Penghitungan validitas data dalam penelitian ini menggunakan bantuan Software SPSS for Windows dan Microsoft Excel 2007. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel Validitas Data Variabel Perilaku Pemimpin (X) Item rhitung rtabel Keterangan X1.1 0.862 0.294 Valid X1.2 0.557 0.294 Valid X1.3 0.398 0.294 Valid X1.4 0.862 0.294 Valid X1.5 0.488 0.294 Valid X1.6 0.754 0.294 Valid X1.7 0.414 0.294 Valid dalam pengolahan lebih lanjut. Tabel Validitas Data Variabel Kinerja Karyawan (Y) Item rhitung rtabel Keterangan Y.1 0.695 0.294 Valid Y.2 0.643 0.294 Valid Y.3 0.879 0.294 Valid Y.4 0.527 0.294 Valid Y.5 0.879 0.294 Valid Y.6 0.721 0.294 Valid Y.7 0.879 0.294 Valid Y.8 0.5622 0.294 Valid Y.9 0.556 0.294 Valid Y.10 0.568 0.294 Valid Y.11 0.530 0.294 Valid Y.12 0.439 0.294 Valid Y.13 0.572 0.294 Valid Y.14 0.568 0.294 Valid Sumber: data hasil diolahan 22 Dari tabel Validitas Data Software SPSS 10.0 for Windows dan Variabel Kinerja Karyawan (Y) di atas Microsoft Excel 2003. Adapun hasilnya item (Y.1) sampai dengan item (Y.14) adalah sebagai berikut: dapat diketahui bahwa seluruh data dalam penelitian adalah valid, hal ini dikarenakan seluruh variabel memiliki rhitung> rtabel. Dengan demikian, seluruh data layak untuk di ikutsertakan dalam Variabel X Y Tabel Reliabilitas Data rhitung rtabel Keterangan 0.926 0.294 Reliabel 0.699 0.294 Reliabel Sumber: data hasil diolahan Dari tabel Reliabilitas Data di pengolahan lebih lanjut. atas dapat diketahui bahwa seluruh data Reliabilitas Data dalam penelitian adalah reliabel, hal ini Uji reliabilitas dilakukan dikarenakan seluruh variabel memiliki terhadap pernyataan yang memiliki rhitung> rtabel. Dengan demikian, seluruh validitas, untuk mengetahui apakah alat data layak untuk di ikutsertakan dalam pengumpulan data tersebut pengolahan lebih lanjut. menunjukkan tingkat ketepatan, Ada beberapa teknik dalam keakuratan, kestabilan atau konsistensi statistika untuk menguji apakah suatu alat variabel. tersebut digunakan, walaupun Salah satu alat untuk digunakan dalam waktu yang berbeda, mengujinya melalui model regresi linier walaupun pengukurannya dilakukan dua berganda. Dengan rumus persamaan kali atau lebih terhadap gejala yang sebagai berikut : serupa. Y =α + βX +ε Pengujian reliabilitas dilakukan dengan Cronbach’s Alpha untuk menguji kelayakan terhadap konsistensi seluruh skala yang digunakan. Suatu instrumen dikatakan reliabel bila memiliki Cronbach’s Alpha lebih dari 0,6. Seperti halnya pengujian validitas data, pengujian reliabilitas dalam Adapun hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi interaksi dihitung dengan menggunakan bantuan Software SPSS 16.0 for Windows dan Microsoft Word 2007, hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel Coefficients penelitian ini menggunakan bantuan 23 secara parsial, maka akan dilakukan Coefficientsa Standardiz ed Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constan t) X Std. Error Beta Collinearity Statistics t Sig. 8.655 1.411 6.134 .000 .712 .029 .965 24.215 .000 Toleranc e 1.000 a. Dependent Variable: Y Sumber: data hasil olahan SPSS versi 16.0 Berdasarkan hasil perhitungan Coefficients dapat diinterpretasikan VIF 1.000 pengujian terhadap garis regresi tersebut melalui hipotesis. Pengaruh Perilaku Pemimpin Terhadap Kinerja Karayawan Secara Parsial Berikutnya akan diuji pengaruh sebagai berikut: dari variabel Perilaku Pemimpin X, Y =α + βX +ε berpengaruh Yang di peroleh adalah sebagai berikut: terhadap Kinerja Karyawan Y secara parsial. Bentuk Y = 8.655 + 0.721X + ε hipotesisnya sebagai berikut : Dari persamaan regresi diatas H0 : Tidak terdapat pengaruh Perilaku dapat dilihat bahwa koefesien regresi ( Pemimpin X, berpengaruh secara β1 parsial terhadap Kinerja Karyawan ) untuk variable Perilaku Pemimpin (X) bertanda positif berarti variable tersebut berpengaruh positif terhadap Y secara parsial. H1 Kinerja Variable Perilaku Pemimpin (X) memiliki nilai koefesien regresi ( Terdapat Pemimpin Kinerja Karyawan (Y). β1 : pengaruh X , Perilaku secara Karyawan terhadap Y secara parsial. ) Statistik uji yang digunakan sebesar 0.0712. hal ini menunjukan untuk menguji hipotesis diatas adalah bahwa uji-t. setiap peningkatan variabel Untuk mengetahui pengaruh Perilaku Pemimpin (X) satu satuan nilai langsung secara individual, maka harus akan meningkatkan Kinerja Karyawan dilakukan uji-t terlebih dahulu. Langkah 0.712 satuan nilai, dengan asumsi pengujiannya sama seperti pada uji-F. variabel lainnya nol. Untuk mengetahui Terlebih dahulu harus dicari seberapa nilai thitung dari masing-masing X setelah besar pengaruh Perilaku Pemimpin (X) itu nilai ttabel tesebut dibandingkan terhadap Kinerja Karyawan (Y) baik dengan nilai t di tabel. Jika nilai thitung 24 lebih besar dari nilai ttabel, maka hipotesis ialah distribusi t-student pada taraf signifikan, artinya bahwa pengaruh nyata (α ) 5% dengan derajat bebas 120, yang terjadi dapat digenelaisir terhadap adapun kesimpulan yang dapat diambil seluruh Karyawan adalah sebagai berikut: bagian keuangan RSUF AL Ihsan Tabel sebelum dan setelah menjadi BLUD Kesimpulan Pengujian Secara Provinsi Jawa Barat. Sebaliknya apabila Individu Model Persamaan populasi yaitu, nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel, Keterangan maka hipotesis tidak signifikan, artinya pengaruh yang terjadi tidak dapat Perilaku digenelaisir terhadap seluruh populasi Pemimpin yaitu, Karyawan bagian keuangan Nilai Nilai thitung ttabel 24.215 1,684 Kesimpulan Signifikan Sumber : data hasil olahan Dari RSUF AL Ihsan sebelum dan setelah Perilaku menjadi BLUD Provinsi Jawa Barat. tabel terlihat Pemimpin X bahwa memiliki Berdasarkan hasil pengolahan pengaruh yang signifikan. Pengaruh data sebagaimana terlihat pada tabel yang terjadi dapat digeneralisir terhadap coefesients diperoleh thitung. seluruh populasi yaitu 45 Karyawan bagian keuangan RSUF AL Ihsan sebelum dan setelah menjadi BLUD Provinsi Jawa Barat. Tabel Coefficients Berdasarkan Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constan t) X Std. Error Standardiz ed Coefficients Beta Collinearity Statistics t Sig. 8.655 1.411 6.134 .000 .712 .029 .965 24.215 .000 Toleranc e 1.000 a. Dependent Variable: Y VIF 1.000 hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel perilaku pemimpin memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja pegawai bagian keuangan RSUD Al Dari (tabel 4.56) coefesients Ihsan, diikuti oleh variabel kualitas diatas, maka dapat diambil kesimpulan kerja,kuantitas kerja, dan perilaku kerja. seperti yang tertera dalam tabel thitung dari masing-masing variabel bebas seperti dibawah ini. Sedangkan nilai ttabel Dengan terbuktinya hipotesis tersebut, maka kinerja pegawai dapat meningkat, jika adanya perilaku 25 pemimpin yang baik dalam pemberian karyawan, sanksi perilaku/gaya hukuman, ketegasan dalam diartikan apabila kepemimpinan melaksanakan aturan yang ada, dan ditunjukkan adanya keteladanan yang baik dari pimpinan dimata karyawan, kekuasaan seorang pimpinan. pimpinan untuk memutuskan suatu Hasil penelitian terbukti bahwa faktor perilaku/gaya kepemimpinan dengan kewibawaan keputusan, melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan, sikap mempunyai pengaruh yang signifikan tanggungjawab terhadap kinerja karyawan di Bagian semua karyawan, dan pimpinan bisa keuangan RSUD Al Ihsan. Hal ini dijadikan disebabkan karena perilaku/gaya dari kinerja seorang pemimpin mempengaruhi cara Kondisi ini terjadi karena peranan bawahannya dalam melakukan pemimpin sebagai top manajer, yang pekerjaan. Pemimpin harus berfungsi dalam menggerakkan dan panutan karyawan menyesuaikan dengan anak buahnya memberdayakan supaya dapat meningkatkan kinerja Kepemimpinan bawahannya. membuat Peranan pimpinan pimpinan terhadap bawahan, akan maka meningkat. karyawan. yang karyawan baik merasa akan senang dipandang penting terhadap kemajuan dalam bekerja dan membuat karyawan Rumah Sakit dalam usahanya untuk merasa tenang dalam bekerja, sehingga meningkatkan bisa meningkatkan kinerja karyawan. kinerja karyawan. Gaya/perilaku kepemimpinan seseorang Kesimpulan dan Saran akan Kesimpulan sangat mempengaruhi cara pengambilan keputusan dan kinerja dari Berdasarkan analisis data yang suatu perusahaan yang dipimpinnya. telah dilakukan pada pembahasan maka Temuan penelitian ini didukung oleh faktor hasil penelitian yang dilakukan oleh mempunyai pengaruh terhadap kinerja Benny karyawan. Ganda Wijaya dan perilaku/gaya Hal ini kepemimpinan sesuai dengan Soedarmadi (2013) yang membuktikan penelitian Benny Ganda Wijaya dan bahwa kepemimpinan Soedarmadi (2013) yang menyatakan berpengaruh positif terhadap kinerja bahwa gaya kepemimpinan mempunyai gaya/perilaku 26 pengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan gaya kepemimpinan yang baik dapat memberikan contoh kepada karyawan dan akan meningkatkan kewibawaan pimpinan Saran Oleh karena perilaku/gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan adanya perubahan maka dalam disarankan perilaku pimpinan terutama dalam hal pemberian contoh kedisiplinan dan tanggung jawab kerja terhadap bawahannya. DAFTAR PUSTAKA Amirullah 2015, Pengantar Manajemen. Jakarta Penerbit : Mitra Wacana Media Arep, Ishak dan Hendri Tanjung, 2003 Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Universitas Trisakti Bernadin,H, John, and Joyce E.A 1993. Human Rsdources Management, International Edition, Singapura; Mc Graw Hill,Inc Dessler., Gary, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks Dhermawan Anak Agung NgurahBagus I Gde sudbya adnyana I WayanMudiarta utama 2012, Pengaruh motivasi, lingkungan kerja, kompetensi dan kompensasi terhadapkepuasan kerja dan kinerja pegawai jurnal manajemen strategi bisnisdan kewirausahaan. Furtwengler,D. 2002 Penilaian Kinerja. Yogyakarta: Penerbit Andi Hersey, Paul dan Kenneth. H. Blanchard, Manajemen Perilaku Organisasi :Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Terjemahan Agus Dharma,Erlangga, Jakarta, 2000. Harianja, Marihot Tua Efendi, 2005 Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, PT. Grasindo Kouzes, James M dan Posner, Barry Z. 2004. Leadership The Chakkenger: Tantangan Kepemimpinan. Alih Bahasa Wisnu Chandra Kristiaji Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga Lucky. E., 2000, Peran Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Sales Force,Usahawan no.12 Th. XXIX. Desember 2000. Luthans, Fred 2008, OrganizationBehavior United States : McGrowwHill.Prilaku Organisasi diterjemahkan oleh Vivin Andhika, Yuwono dkk penerbit Andi Mathis L R and Jackson,H.J., 2011 Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat Mangkunegara, A A A P, 2005. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung. Penerbit PT. Refika Aditama Mangkunegara,A A A P, 2007 Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya Muhamad Zainur Roziqin 2010, Kepuasan Kerja. Malang, Averroes Press. Nawawi, Hadari. 2003, Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, Edisi Ketiga, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 27 Nasution 2009: Metode Research Jakarta bumi aksara Notoatmodjo,S 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta Jakarta Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No 61 Tahun 2009 RBA RSUD Al Ihsan Tahun 2017 Reksohadiprojo, Handoko .2003. Teori dan Perilaku Organisasi Perusahaan, Jakarta: Bumi Aksara Rivai, Veithzal dan Sagala, E J. 2009 Menajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Jakarta : Penerbit Rajawali Pers Samsudin, Sadili. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : Pustaka Siagian S.P, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta Suwatno & Donni Juni Priansa 2011 Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis http://www.statistikian.com/2012/08 diulas oleh Anwar Hidayat 28 29

Judul: Jurnal Essai Jadi

Oleh: Hendrik Gunawan


Ikuti kami