Jurnal Manajeman Produksi

Oleh Septiani Nur Inayah

187,2 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Manajeman Produksi

JURNAL PENGANTAR MANAJEMAN DAN BISNIS ISLAM MANAJEMAN PRODUKSI TEKSTIL (NOVI JAYA KASSA) “MANAJEMAN PRODUKSI TEKSTIL” Untuk memenuhi Tugas ujian akhir semester Septiani Nur Inayah Email: septiepii19@gmail.com Sharia Ekonomic Study program, Faculty of Ekonomics and Business, Pekalongan State Islamic Institute Pekalongan, Central, Java Indonesia. ABSTRAK Disusun oleh : Septiani Nur Inayah Nim : 4120060 Dosen pembimbing : Siti Aminah Chaniago M.Si PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA NEGERI ISLAM (IAIN) PEKALONGAN 2020 Novi jaya kassa merupakan suatu usaha kassa di Pekalongan, Jawa Tengah. Menurut T. Hani Handoko manajeman produksi yaitu usaha secara optimal penggunaan sumber daya dalam proses olahan bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa. Manajeman produksi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembuatan kassa. Pada dasarnya Manajeman merupakan proses pengambilan keputusan berkaitan dengan perencanaan, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Maka manajemen produksi : keputusan dalam perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa agar tepat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien. Dalam kegiatan produksi ada faktor yang harus dikelola yaitu faktor-faktor produksi, antara lain yaitu: Material/ bahan, Mesin / peralatan, Modal/uang. Manusia/karyawan, ABSTRACK Novi jaya kassa is a gauze business in Pekalongan, Central Java. According to T. Hani Handoko : production management is an effort to optimize the use of resources in the process of processing raw materials and labor into various products or services. Production management has a very important role in the process of making gauze. Basically, management is a decisionmaking process related to planning, directing and controlling carried out to achieve company goals. So it can be interpreted that production management is a decision in an effort to produce goods or services so that it is right on target in the form of on time, on quality, right in quantity at an efficient cost. In production activities, there are factors that must be managed, namely production factors, including: Material or materials, machinery or equipment, people or employees, capital or money. PENDAHULUAN Manajemen diartikan sebagai proses sumber daya yang dimiliki sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan. Pengertian manajeman diartikan banyak ahli dengan pemikiran yang berbeda beda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketetelaksanaan, kepemimpinan, ketatapengurusan, administrasi dan sebagainya, yang mana masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai oleh latar pekerjaan masing masing. belakang Kegiatan produksi merupakan kegiatan pertama diantara kegiatan konsumsi dan distribusi, karena tidak ada distribusi tanpa ada produksi. Oleh karena itu dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan produk yang berkualitas, perlu diadakannya manajeman produksi. Produksi yaitu menambah nilai kegunaan dari suatu barang. Kegunaan barang akan bertambah bila barang memberikan banyak manfaat. Manajemen produksi diartikan suatu kegiatan untuk mengatur dan mengelola penggunaan berbagai sumber daya, antara lain: sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan, secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan sebuah barang atau jasa (Sofyan assauri, 2000:19) Manajeman produksi yaitu usaha secara optimal penggunaan sumber daya dalam proses olahan bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa (Handoko, 1993:3) Manajemen produksi merupakan keseluruhan target menggunakan kemampuan yang dimiliki dengan cara mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai hasil produksi sesuai target (Irham Fahmi, 2012:3) Manajemen Produksi adalah kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah produk (Heizer dan Reider, 2011:4) Manajemen produksi adalah rancangan pengaturan, dan pengembangan dari sistem-sistem untuk memperoleh tujuan utama perusahaan (Wysocki, 2000:1) barang dan jasa belikan, ada juga yang akan dijadikan menjadi mukenah Dari beberapa pengertian mengenai manajeman produksi dapat disimpulkan bahwa manajemen produksi adalah salah satu bagian dari aturan yang berperan dalam mengatur berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Bahan baku yang digunakan antara lain serat tumbuhan yaitu kapas, rosda, dan serat hewan yaitu woll dan sutra, serat buatan yang terdiri dari serat sintesis. serta serat organis yang mencakup serat asbes, adapun bahan baku pembantu yaitu kantung plastic, paper cone, dan dus untuk mengepak. Manajemen produksi berhubungan dengan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi agar tercapai tujuan dari suatu perusahaan. Dengan perencanaan yang baik dan teratur akan meminimalkan biaya produksi. Sehingga perusahaan dapat menentukan harga yang sehat sekaligus meraih keuntungan yang besar. Cepatnya perkembangan zaman dalam bidang informasi dan teknologi telah merubah cara pandang konsumen dalam menentukan suatu produk yang diinginkan. Tidak hanya faktor harga yang dipilih oleh konsumen, tetapi kualitas suatu produk juga menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan. jika suatu perusahaan ingin memperoleh kualitas produk yang baik, maka suatu perusahaan harus melakukan peningkatan kualitas dan perbaikan terhadap system produksinya. Perusahaan yang bergerak di bidang industry benang di Jawa Tengah salahsatunya ada di Kabupaten Pekalongan yaitu Novi Jaya Kassa. Pertama kali perusahaan ini berdiri dalam skala home industry di Tegal, hingga sampai saat ini sudah memiliki banyak cabang. Dalam perusahaan ini produk utamanya adalah kapas yang akan dijadikan menjadi Kassa, namun tidak hanya mengelola kain kassa saja, perusahaan Novi jaya kassa juga memproduksi Benang yang akan diperjual Setelah seluruh bahan baku sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah proses produksi. Dalam proses produksi ada beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu tahap menenun, tahap pemintalan yang antara lain meliputi mesin blowing, mesin carding, mesin drawing, mesin spinning, mesin ring putar, dan tahapan terakhir adalah tahap finishing. Produk tekstil yaitu kasa pembalut luka, terdiri dari kasa hydrogel dan kasa konvensional. Bahan pembuatan kasa pembalut konvensional yaitu dari bahan kapas, biasanya berwarna putih, berbentuk segi empat dengan ukuran 6x4 cm, biasanya dibungkus dalam kemasan steril. Kegunaan kassa ini hanya sebagai pelindung luka agar kering dan bersih, dan kekurangan kassa ini yaitu penyembuhan terhambat karena kain kasa melekat pada luka. Kasa konvensional memilik sifat kering, untuk menutup luka akan memberikan tingkat partikel terhadap gas dan uap air menjadi tinggi, sehingga menyebabkan penguapan oksigen di permukaan luka juga menjadi tinggi. Yang menyebabkan proses penyembuhan luka lambat yaitu tekanan oksigen dalam jaringan luka menurun. Kassa hidrogel menutup luka yang memiliki oksigen yang lebih rendah dibanding kassa konvensional sehingga tekanan oksigen diluar permukaan luka menjadi tinggi. Semakin kecil luka terpapar oksigen dari sekitar luka akan mengakibatkan tekanan oksigen disekitar luka menjadi tinggi, sehingga penyembuhan luka akan cepat. Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai kegunaan tinggi dan memiliki daya saing yang tinggi di era globalisasi, maka perlu dilakukan pengembangan produk, antara lain: Perencanaan produk dimulai dari pembuatan desain, yaitu : jenis serat, nomer benang, anyaman. Untuk pembuatan mukenah, perlu adanya pengembangan desain yaitu: pemilihan kain, motif dan penyesuaian warna. Pemilihan kain, kreativitas motif dan penyesuaian warna ini harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman era globalisasi sehingga akan memiliki daya saing yang tinggi. Pengembangan desain dapat dilakukan dengan menyesuaikan ragam budaya Indonesia dari berbagai suku, dimana setiap budaya memiliki corak yang berbeda dan sangat unik. Selain pengembangan desain, dukungan tekhnologi juga sangat penting untuk mewujudkan desain yang menjadi produk yang berkualitas. Agar bisa memproduksi produk yang cepat dan banyak perlu ditingkatkan dalam mesin mesin pembuatan, dukungan mesin mesin modern yang sudah serba otomatis sangat diperlukan dan sangat membantu agar meningkatkan produktivitas dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tentu harus mendapat dukungan SDM dibidang tekstil yang memiliki produktivitas dan kreativitas yang tinggi sehingga meghasilkan produk baru. inovasi inovasi Perkembangan ipteks penggunaan bahan tekstil tidak hanya produk sandang saja melainkan juga digulaka pada sector sector lainya seperti: indutri, militer, kontruksi dan , desain interior Dibidang industry bahan produk dibuat khusus untuk menjadi peralatan produksi. Dibidang militer sekarang sudah banyak adanya rompi anti peluru. dibidang kontruksi sudah adanya geotekstil dimana bahan berfungsi sebagai reinforcemen untuk struktur tanah yang tidak menentu. Dibidang desain interior bahan bahan produk dimanfaatkan untuk dekorasi ruangan, interior mobil , pesawat dsb. Oleh karena itu dalam mengembangkan produk tidak hanya secara konvensional pada sandang saja namun juga harus menyesuaikan pangsa pasar produk berbasis teknologi. Artinya pengembangan produk tidak hanya pada bentuk keindahan, kemewahan dan kenyamanan, namun harus dikembangkan pula pada fungsi produk seiring kemajuan zaman dan perkembangan ipteks. Pada pasar global, produk yang dikembangkan harus memiliki daya saing yang tinggi dan kualitas yang tinggi pula. Kualitas sangat mempengaruhi harga dan daya saing. Dalam pembuatan produk sangat diperlukan kecintaan pada produk dalam negeri, tetapi juga harus diikuti dengan pengembangan image bahwa produk dalam negeri memiliki kualitas yang lebih dibanding produk asing dan membuktikan melalui pengembangan produk, perbaikan mutu atau kualitas, dan image produk dalam neger. Pemilihan pasar produk sangat penting dan harus dilakukan dengan baik, Artinya kita harus mampu menentukan kemana produk kita akan dijual (sasaran konsumen), apa keinginan dan ketertarikan konsumen, bagaimana tingkat daya beli konsumen, siapa saja yang akan menjadi pesaing kita dan bagaimana strategi pemasaran yang tepat. Untuk memperoleh keuntungan, produk harus laku, agar produk laku, produk tersebut harus dikenal masyarakat dengan cara mempromosikan produk tersebut. Media promosi yang paling efektif yaitu melalui media cetak dan media elektronik. Contoh media cetak yaitu : surat kabar, Koran, atau bisa juga spanduk besar. Sedangkan media elektronik bisa memanfaatkan tekhnologi social media. LANDASAN TEORI efisien dan memperoleh hasil yang maksimal. 3. Jasa pendukung, sarana jasa pendukung juga penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk penetapan yang akan digunakan agar proses pengolahan bisa dilakukan secara efisien dan efektif. Fungsi dari jasa pendukung ini yaitu untuk membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan para pebisnis dengan melakukan peningkatan produksi dan hasil yang berkualitas dan berguna. 4. Pengendalian/ pengawasan, berfungsi untuk menjamin pelaksanaan kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan di awal perencanaan. Ruang lingkup manajeman produksi : 1. Perencanaan sistem produksi 2. Perencanaan operasi system pengendalian produksi. Fungsi manajeman produksi : Fungsi produksi berkaitan dengan pertanggung jawaban dalam pengolahan bahan mentah menjadi barang atau jasa. Sofyan assauri mengemukakan 4 fungsi penting dalam manajeman produksi, antara lain : 1. Perencanaan, berkaitan dengan pengaturan kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu memproduksi. 2. Proses pengolahan, yaitu metode atau tekhnik yang akan digunakan dalam mengolah produksi. Proses ini sangat penting agar pemanfaatan sumber daya yang dilakukan secara SISTEM PRODUKSI Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan nilai tambah produk dari bahan menjadi produk barang atau jasa. Produksi sangat berkaitan dengan tekhnologi. Setiap perusahaan pasti menginginkan biaya produk rendah tetapi mempunyai kualitas dan kuantitas yang tinggi. Adanya tekhnologi sekarang sangat membantu perusahaan untu mewujudkan tujuan perusahaan melalui proses produksinya. System produksi yaitu rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan akhir. System integral mencakup fungsi perusahaan dan komponenyang bersifat structural. Fungsional terdiri dari perencanaan, pengendalian, pengawasan dan lainya yang berhubungan dengan pengaturan produksi. Dan structural terdiri tenaga kerja, mesin, peralatan, dan lainya yang termasuk bahan bahan untuk memproduksi. Jenis system produksi a. System produksi berdasarkan proses menghasilkan sesuatu. Proses ini akan menghasilkan barang jadi. Dalam proses ini akan dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan waktu prosesnya. Antara lain sebagai berikut. 1. Continuous process, yaitu proses produksi yang bersifat berlanjut atau terus menerus. Pada proses ini system akan menyusun peralatan yang dibutuhkan pada proses memproduksi. Biasanya kegiatan ini akan dilakukan jika permintaan konsumen tinggi. 2. Intermitten Process, proses ini berbeda dengan proses sebelumya. Pada proses ini proses produksi bersifat terputus putus. Proses kegiatan ini baru akan dilakukan jika mendapatkan permintaan dari konsumen. Sehingga pada proses ini tidak membutuhkan standar khusus ketika melakukan kegiatan. Jadi, dalam penyusunan pelaratan juga tidak berurutan dan akan lebih fleksibel. b. System produksi berdasarkan tujuan operasinya. 1. Assembly To Order (ATO), pada proses ini produsen hanya membuat desain standar dengan panduan operasional yang standar juga. Nantinya produk akan sesuai dengan permintaan konsumen berdasarkan panduan konsumen. Biasanya proses ini dilakukan pada perusahaan pabrik mobil. 2. Engineering To Order (ETO), proses ini perusaahan memproduksi bahan custom, atau akan sesuai dengan pesanan konsumen. Jadi dalam proses ini konsumen bebas memilih model atau desain hingga hasil produk yang diinginkan dan perusahaan akan memproduksi sesuai pesanan konsumen. System ini diterapkan sesuai dengan kebutuhan. 3. Make To Order (MTO), pada proses ini produsen baru akan mengerjakan produk setelah pemesanan sebelmunya telah diterima. Jadi system produksi yang digunakan sangat berbeda dibandingkan system produksi yang lain, karena pengerjaan kegiatan baru akan dilakukan jika sudah mendapat konfirmasi pesanan sebelumnya telah diterima oleh konsumen 4. Make To Stock (MTS), pada system ini perusahaan akan memproduksi produk untuk berjaga jaga jika permintaan tinggi, artinya perusaahan menyetok produk. Jadi jika ada pesanan, konsumen tidak akan menunggu terlebih dahulu karena barang sudah ada. Tujuan system produksi System produksi mempunyai tujuan, antara lain : 1. Memenuhi kebutuhan pasar Kebutuhan pasar bisa berupa barang hasil produksi. Dengan adanya system produksi, kegiatan produksi dapat berjalan lancar dan semua barang produksi yang dibutuhkan dapat dibuat sesuai dengan pesanan konsumen. Bahkan barang yang sifatnya custom sekalipun. 2. Memperhitungkan modal System produksi membantu untuk mengurutkan rancangan yang akan digunakan dan apa saja bahan yang diperlukan dalam membuat sebuah produk. Sehingga modal yang dibutuhkan dapat diperhitungkan dengan jelas. 3. Membuat Proses Produksi Berjalan Dengan Teratur Proses produksi dapat berjalan lancar dan teratur jika dalam memproduksi produk memperhatikan rancangan awal yang sudah dibuat. Semua proses produksi dapat berjalan dengan teratur jika memilki system produksi yang jelas. PERENCANAAN PRODUKSI Perencanaan produksi yaitu bagiaan dari pengaturan dalam perusahaan untuk menjalankan sebuah kegiatan produksi. Dalam penyusunan pengaturan perencanan yang perlu diperhatikan adalah perencanaan yang jelas sehingga akan menghasilkan biaya produksi yang rendah tetapi memiliki kualiatas dan kuantitas yang tinggi. Perencanaan produksi juga dapat diartikan proses memproduksi barang barang pada waktu tertentu sesuai dengan penjadwalkan yang telah dibuat. Hasil perencanaan produksi akan menghasilkan rencana kegiatan yang akan menjadi factor penting bagi keberlangsungan perusahaan. Tanpa adanya rencana produksi yang baik dan jelas, maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai dengan efektif dan efisien sehingga factor produksi tersebut akan boros. Definisi perencanaan produksi menurut beberapa ahli, antara lain sebagai berikut : Perencanaan Produksi yaitu rencana tentang produk apa dan berapa jumlah produk yang akan diproduksi (Agus Ahyari (2002;115) Perencanaan produksi adalah suatu rencana untuk menyamakan produk dan perencanaan penjualan untuk rencana produksi serta meningkatkan persediaan selama beberapa waktu untuk suatu perusahaan (Fogarty, Blackstone dan Hoffman,1991, h.42) Perencanaan produksi adalah rencana untuk memberikan keputusan yang efektif berdasarkan kemapuan yang dimiliki perusahaan dalam memenuhi permintaan produk yang akan dihasilkan (Nasution,1999). Perencanaan produksi merupakan rencana produksi ke dalam bentuk aturan yang akan dijadikan sebagai pegangan untuk merancang jadwal produk kedepannya (Ginting 2007). Jenis perencanaan produksi Jenis perencanaan produksi antara lain sebagai berikut : 1. Perencanaan Produksi Jangka Panjang, yaitu penentuan waktu kegiatan produksi selama lebih dari satu tahun, biasanya dalam suatu prusahaan merencanaka selama lima tahun mendatang. Tujuannya untuk pertambahan tenaga kerja, persediaan bahan dan fasilitas peralatan mesin mesin produksi. 2. Perencanaan produksi jangka pendek, yaitu penentuan waktu kegiatan produksi selama kurang dari satu tahun atau satu tahun penuh. Tujuannya untuk mengatur tenaga kerja, persediaan bahan dan fasilitas peralatan produksi. Perencanaan produksi jangka pendek berhubungan dengan pengaturan perencanaan produksi. Fungsi perencanaan produksi 1. Menjamin rencana memproduksi dan rencana penjualan efisien sesuai dengan strategi perencanaan. 2. Sebagai alat ukur terlaknanya perencanaan produksi 3. Menjamin pengaturan produksi sesuai dengan perencanaan produksi yang telah dibuat. 4. Menyeimbangkan hasil produksi actual sesuai perencanaan produksi dan membuat penyesuaian. 5. Mengatur persedian bahan produk untuk mencapai target rencana produksi. 6. Memberi pengarahan pelaksanaan jadwal produksi. Tujuan perencanaan produksi 1. Mengarang permintaan produk sebagai fungsi dari waktu. 2. Menetapkan jumlah pada saat pemesanan bahan produksi dan komponen secara efisien. 3. Menetapkan keseimbangan antara kebutuhan produk dengan pemesanan dan persedian produk setiap saat. 4. Membandingkan antara rencana produksi dengan pada saat melakukan kegiatan produksi 5. Membuat jadwal produksi sesuai dengan ketersediaan kapasitas bahan untuk permintaan konsumen pada suatu waktu. Mekanisme perencanaan produksi Dalam melakukan perencanaan produksi tidak bisa sembarangan melainkan harus sesuai aturan. Berikut adalah beberapa mekanisme dalam melakukan perencananaan produksi yang harus dioerhatikan akan nantinya produksi akan menghasilkan produk yang maksimal. 1. Routing, yaitu menetukan pekerjaan secara berurutan. Dalam proses ini harus direncanakan terlebih dahulu mengenai kualitas bahan baku produksi, kuantitas produk, dan sember daya manusia serta sumber daya mesin yang akan digunakan dalam proses memproduksi. Melakukan routing yaitu melakukan perencanaan mengenai apa, bagaimana dan berapa jumlah produk yang akan dihasilkan nantinya. Jika perencanaan ini berhasil akan memunculkan strategi produksi produk sesuai dengan yang direncanakan. 2. Penjadwalan, yaitu mengatur tanggal dan waktu untuk memulai produk dan juga dalam memperbaiki suatu produk yang rusak. Artinya dalam mekanisme ini semua jadwal direncanakan dengan terarur dan baik. Tujuannya yaitu untuk menjaga pembuatan produk sehingga barang produk cepat smpai ke tangan konsumen dan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya. 3. Pengiriman, dalam mekanisme ini semua kegiatan sudah terpenuhi dan mendapat arahan dari perusahaan untuk melakukan pengiriman produk ke konsumen. Tips menjalankan perencanaan produksi 1. Memprediksi dengan tepat dan cepat permintaan konsumen. 2. Mengelola sumber daya dengan efektif 3. Menciptakan komunikasi yang baik pada semua orang. PERALATAN PRODUKSI Peralatan produksi ditujukan bagi meningkatkan kegiatan produksi untuk memperbanyak produk. Baik dari bentuk maupun jumlah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peralatan produksi mencakup fasilitas yang akan digunakan dalam proses produksi, yang berupa mesin atau perkakas lain yang digunakan untuk melakukan kegiatan dalam memproses produk. Jenis jenis mesin yang digunakan terdiri dari mesin serba guna dan mesin bersifat khusus. Mesin serba guna : mesin yang dibuat untuk mengerjakan kegiatan tertentu untuk berbagai jenis produk. Mesin khusus : mesin yang digunakan untuk mengerjakan satu atau bahkan lebih pada kegiatan yang sama. Factor factor dalam pemilihan peralatan dan mesin 1. Kekuatan mesin 2. Mesin yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan 3. Tersedia peralatan untuk melengkapi peralatan lain 4. Menjamin baik 5. Kemudahan dalam penggunaan 6. Aman saat digunakan 7. Penyerahan 8. Keadaan baik 9. Pengaruh terhadap kegiatan Dalam pembelian jumlah peralatan dan mesin, hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu: 1. Menyesuaikan jumlah produksi yang direncanakan 2. Memperkiraan produk cacat pada kemudian hari 3. Memperhatikan waktu kerja mesin dan mengoperasian mesin. SASARAN DAN PRODUKSI TENAGA KERJA Dalam melaksanakan bisnis, setiap perusahaan harus menentukan sasaran bisnis sebagai target yang ingin dicapai dan juga untuk mengukur apakah perusahaan mengalami keberhasilan atau kegagalan sesuai yang sudah ditetapkan. Perusahaan baru lebih diutamakan untuk melakukan pengenalan produk untuk mendapat konsumen sebanyak banyaknya. Sedangkan bagi perusahaan yang telah dikenal oleh masyarakat, sasarannya ditujukan untuk peningkatkan pendapatan perusahaan. Tujuan penetapan sasaran produksi 1. Memberi arah dan bantuan untuk para manajer kegiatan produksi. Hal ini untuk mengurangi terjadi kesalahan saat mengerjakan kegiatan pada saat memproduksi. 2. Mengatur sumber daya yang ada pada perusahaan. Diutamakan saat menggunakan sarana dan prasarana yang mendukung tercapainya kegiatan produksi yang maksimal. 3. Membangun tatanan perusahaan. Agar mencapai pada sasaran bisnis, perusahaan mampu membangun tatanan perusahaan untuk menjadikan yang terbaik melalui pemberian penghargaan pada tenaga kerja saat mendapat keberhasilan tetapi tidak menalahkan saat mengalami kegagalan. 4. Membantu manajer dalam menilai para ketua pada bidang bidangnya. Target sasaran produksi Suatu perusahaan pasti memiliki sasaran bisnis untuk mencapai keberhasilan perusahaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, antara lain : 1. Sasaran jangka pendek, yaitu ditujukan untuk jangka waktu dekat yaitu antara 3 bulan - 1 tahun. Biasanya diterapkan untuk mencari tenaga kerja, membangun system kerja yang sesuai, pengenalan produk baru pada masyarakat dan target penjualan produk 2. Sasaran jangka menengah, sasaran ini ditujukan dalam jangka waktu 1 tahun sampai hingga 5 tahun yang akan datang. Biasanya diterapkan pada saat manajer sudah menargetkan beberapa produk dalam waktu yang ditentukan pula. 3. Sasaran jangka panjang, sasaran ini ditujukan dalam jangka waktu yang lama sekitar 5 tahun atau bahkan lebih. Biasaanya diterapkan pada saat perusahaan ingin menambah cabang dalam waktu yang telah ditentukan. BIAYA PRODUKSI Biaya produksi yaitu jumlah seluruh biaya yang dibutuhkan pada saat proses produksi hingga produksi selesai, termasuk biaya untuk tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik. Biaya produksi juga bisa diartikan sebagai semua pembayaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan suatu barang produksi yang akan dijual pada masyarakat. Pengertian biaya produksi menurut para ahli, antara lain sebagai berikut Pengertian biaya produksi yaitu seluruh jumlah berkaitan dengan hasil produksi termasuk biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik dan biaya bahan baku (M Nafarin, 2009) Biaya produksi: akumulasi biaya yang berhubungan langsung dengan proses kegiatan memproduksi suatu produk. Dan akan menghasilkan penghasilan saat produk telah terjual (Abdul halim). Biaya produksi yaitu total keseluruhan biaya yang berkaitanj dengan pembuatan barang produk (Hansen dan Mowen:2004) Unsur unsur biaya produksi 1. Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Material) : biaya untuk bahan yang dipakai dalam memproduksi suatu produk jadi yang telah diperjualkan. 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour) : biaya untuk tenaga kerja yang telah mengerjakan kegiatan produksi. 3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) : keseluruhan biaya bangunan yang tidak tercatat secara langsung. Misalnya : biaya listrik, biaya asuransi perusahaan, dan lain lain. Jenis biaya produksi Berikut jenis jenis biaya produksi, antara lain sebagai berikut : 1. Biaya Tetap (Fixed Cost/ FC) : biaya yang terjadi pada waktu tertentu dengan jumlah sama dan tidak bergantung pada hasil produksi. 2. Biaya Variabel (Variable Cost/ VC) : biaya yang jumlah bisa berubah ubah kapanpun sesuai dengan hasil produksi. Semakin banyak hasil maka semakin banyak pula biaya perusahaannya. 3. Biaya Total (Total Cost/ TC) : total keseluruhan biaya tetap dan biaya variabel yang digunakan dalam menghasilkan suaru barang jadi oleh perusahaan. 4. Biaya Rata-Rata (Average Cost/ AC) : total biaya produksi per unit. Maksudnya biaya ini tergantung pada total biaya dibagi dengan hasil jumlah produk. 5. Biaya Marjinal (Marginal Cost/ MC) : biaya tambahan yang nantinya diperlukan untuk perunit barang jadi. Dilakukan pada saat perusaahan ingin menambah jumlah produksi. PENUTUP KESIMPULAN Manajemen produksi yaitu keputusan dalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga tepat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien. Dalam kegiatan produksi ada faktor yang harus dikelola yaitu faktor-faktor produksi, antara lain yaitu: Material atau bahan, Mesin atau peralatan, Manusia atau karyawan, Modal atau uang. Oleh karena itu dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan produk yang berkualitas, perlu diadakannya manajeman produksi. Manajemen produksi berhubungan dengan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi agar tercapai tujuan dari suatu perusahaan. Fungsi manajemen produksi yaitu : perencanaan, Proses pengolahan, Jasa pendukung, dan pengendalian/pengawasan. System produksi yaitu rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan akhir. System integral mencakup fungsi perusahaan dan komponenyang bersifat structural. Fungsional terdiri dari perencanaan, pengendalian, pengawasan dan lainya yang berhubungan dengan pengaturan produksi. Dan structural terdiri tenaga kerja, mesin, peralatan, dan lainya yang termasuk bahan bahan untuk memproduksi. Perencanaan produksi yaitu bagiaan dari pengaturan dalam perusahaan untuk menjalankan sebuah kegiatan produksi. Dalam penyusunan pengaturan perencanan yang perlu diperhatikan adalah perencanaan yang jelas sehingga akan menghasilkan biaya produksi yang rendah tetapi memiliki kualiatas dan kuantitas yang tinggi. Peralatan produksi ditujukan bagi meningkatkan kegiatan produksi untuk memperbanyak produk. Baik dari bentuk maupun jumlah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peralatan produksi mencakup fasilitas yang akan digunakan dalam proses produksi, yang berupa mesin atau perkakas lain yang digunakan untuk melakukan kegiatan dalam memproses produk. Biaya produksi yaitu jumlah seluruh biaya yang dibutuhkan pada saat proses produksi hingga produksi selesai, termasuk biaya untuk tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik. SARAN Saya menyadari bahwa jurnal ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan karya-karya berikutnya, terimakasih. DAFTAR PUSTAKA Assauri, Sofjan. 1999.Manajemen Produksi. Edisi Revisi. LPFEUI. Jakarta. E.Wood Buffa.1989. Manajemen Produksi danOperasi. Edisi keenam Jilid kedua. Erlangga. Jakarta. Heizer, Jay and Barry Render. 2001. PrinsipPrinsip Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat. Reksohadiprojo, Soekanto & Indriyo GitoSudarmo. 2000. Manajemen Produksi. Edisi keempat. BPFE. Yogjakarta. Wawancara dengan pemilik pabrik Tekstil Novi Jaya Kassa “Ibu Yulisuswanti”. Diakses pada 4 Desember 2020 pukul 09.00 WIB

Judul: Jurnal Manajeman Produksi

Oleh: Septiani Nur Inayah


Ikuti kami