Jurnal Pendapatan Nelayan

Oleh Putu Ari Mulyani

757,7 KB 2 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Pendapatan Nelayan

DAMPAK BISNIS “PERIKANAN TANGKAP” DALAM MENUNJANG PENDAPATAN NELAYAN DI DESA KEDONGANAN JIMBARAN BADUNG BALI Putu Ari Mulyani 1 1 Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta, Bali, Indonesia Email: arimulyani75@yahoo.com ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara dengan luas laut terbesar, kita memiliki potensi untuk memanfaatkan hal tersebut demi kesejahteraan khususnya masyarakat nelayan. Namun, realitanya masyarakat belum mampu meningkatkan hasil produksi mereka, bahkan profesi sebagai nelayan cenderung identik dengan kemiskinan. Tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih dibawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian. Penelitian ini membahas faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan Nelayan di Desa Adat Kedonganan Jimbaran Kabupaten Badung. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Modal (XI), Umur (X2), Curahan Jam Kerja (X3), Pengalaman Kerja (X4) dan Pendidikan (X5) analisis menggunakan analisis regresi linier berganda Hasil uji hipotesis bahwa pengaruh modal (X1) terhadap pendapatan nelayan. Tingkat signifikansi dari thitung sebesar 0.039 lebih kecil dari α = 5 persen (0.05). pengaruh umur (X2) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.642 lebih besar dari α = 5 persen (0.05). Berarti bahwa umur berpengaruh negatif dan tidak signifikan. jam kerja (X3) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.251 lebih besar dari α = 5 persen (0.05). Berarti bahwa jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan, pengalaman kerja (X4) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari α = 5 persen (0.05). pendidikan (X5) terhadap pendapatan (Y) menunjukan tingkat signifikansi 0.383 lebih besar dari α = 5 persen (0.05). Variabel umur, jam kerja dan pendidikan perlu mendapat perhatian dari pemerintah dimana dalam melakukan pekerjaan sebagai nelayan tidak hanya di ukur berdasarkan umur dan pendidikan saja tetapi juga keahlian atau keterampilan sebagai nelayan dalam menangkap hasil laut dengan menggunakan teknik – teknik tertentu dan perlengkapan yang memadai. Pemerintah Provinsi Bali dan dinas – dinas terkait memberikan pelatihan – pelatihan kepada para nelayan dalam proses penangkapan hasil laut secara maksimal dengan metode – metode tertentu sehingga pengetahuan para nelayan dalam melakukan pekerjaan dapat secara maksimal sehingga hal tersebut akan menambah tangkapan hasil laut dan dapat menambah pendapatan para nelayan Kata kunci : Pendapatan Nelayan, Modal, Umur, Jam Kerja, Pengalaman Kerja, Pendidikan 1 PENDAHULUAN pertumbuhan jumlah penduduk yang Latar Belakang tinggi, rendahnya tingkat pendidikan, Dari beberapa menunjukkan nelayan hasil bahwa merupakan studi dan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat serta alasan lain seperti sarana dan salah satu prasarana umum di wilayah pesisir. kelompok masyarakat yang secara intensif dilanda Mengingat Negara Indonesia kemiskinan, merupakan negara dengan luas laut kemiskinan tersebut disebabkan oleh terbesar, kita memiliki potensi untuk faktor-faktor kompleks yang saling memanfaatkan hal tersebut demi terkait kesejahteraan khususnya masyarakat serta utama merupakan yang sumber melemahkan kemampuan masyarakat dalam membangun wilayah dan meningkatkan nelayan. Namun, masyarakat realitanya belum mampu meningkatkan hasil produksi mereka, kesejahteraan bahkan profesi sebagai sosialnya. Kemiskinan yang dialami cenderung masyarakat dilatar kemiskinan. Tingkat kesejahteraan belakangi oleh kurangnya modal dan para pelaku perikanan (nelayan) pada teknologi yang dimiliki para nelayan, saat ini masih dibawah sektor-sektor rendahnya akses pasar dan rendahnya lain, partisipasi dalam agraris. Nelayan (khususnya nelayan alam. buruh pengolahan nelayan juga masyarakat sumber daya identik nelayan termasuk dan sektor dengan pertanian nelayan tradisional) kelompok masyarakat Selain itu, ada juga penyebab lain merupakan yaitu yang dapat digolongkan sebagai faktor sosial seperti 2 lapisan sosial yang paling miskin hidupnya diantara kelompok masyarakat lain di dijangkau setiap penduduk sehingga sektor pada pertanian. Tingkat kesejahteraan masyarakat wilayah paling rendah dibandingkan dengan gilirannya dan mudah penduduk yang miskin semakin sedikit jumlahnya. pesisir umumnya menempati strata yang tersedia Kabupaten Badung yang terletak (miskin) antara 5,3 – 5,33 derajat Lintang masyarakat Selatan dan 119,22- 118,39 derajat lainnya di darat. Ditambah lagi Bujur dengan belum optimalnya kebijakan- kelautan dan perikanan yang cukup kebijakan besar. dari pemerintah yang Timur Luas memiliki wilayah potensi Kabupaten cenderung lebih berorientasi kearah Badung adalah sekitar 566,51 km², pengembangan sektor daratan. dimana setengah wilayahnya atau Tingkat kesejahteraan nelayan sangat ditentukan 240,88 km² diantaranya hasil merupakan wilayah pesisir dengan tangkapannya atau yang biasa di panjang garis pantai sekitar 74 km, sebut hasil yang berpotensi terhadap subsektor tangkapan perikanan . Ditambah lagi produksi secara langsung juga berpengaruh perikanan darat yang pada umumnya terhadap besarnya pendapatan yang dilakukan melalui budidaya. diterima hingga nelayan mampu Kontribusi subsektor perikanan memenuhi terhadap PDRB Kabupaten Badung dengan tangkapan. oleh sekitar produksi Banyaknya kebutuhan sehari-hari mereka. Hal ini dapat diartikan dari bahwa peningkatan, kebutuhan-kebutuhan 3 tahun ketahun mengalami walaupun tingkat pertumbuhan 3 berfluktuasi. Terlepas dibandingkan dengan sektor dan dari hal tersebut subsektor perikanan subsektor tetap merupakan subsektor yang subsektor perikanan terhadap PDRB memiliki kontribusi paling besar Kabupaten Badung terlihat pada terhadap PDRB Kabupaten Badung tabel 1.1 berikut: dan merupakan sektor lainnya. Kontribusi andalan Tabel Kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Badung atas dasar harga berlaku tahun 2009-2013 Sumber : Badan Pusat Statistik Prov. Bali, 2015 Dari tabel diatas terlihat yang terus meningkat, khusunya di produksi bahwa terjadi peningkatan kontribusi perikanan bidang subsektor perikanan terhadap PDRB perikanan tangkap laut Kabupaten Kabupaten Badung ketahun. Pada dari tahun- Badung cenderung berfluktuasi pada tahun 2009 5 tahun terakhir. Berikut adalah tabel kontribusinya sebesar Rp 187.849,83 jumlah produksi tangkap Kabupaten juta Badung : meningkat menjadi Rp 318.962,49 juta di tahun 2013. Namun, berbeda dengan kontribusi 4 Tabel Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Laut Kabupaten Badung tahun 2009-2013 Sumber : Badan Pusat Statistik Prov. Bali, 2015 Dari tabel diatas dapat 2013 mengalami peningkatan diketahui bahwa jumlah produksi sebanyak 8 ton ikan saja. Kasus ini perikanan tangkap di Kabupaten juga Badung mengalami fluktuasi. Yang dimana terjadi penurunan tajam hasil kemudian menyita perhatian pada produksi perikanan tangkap. Hasil tahun penurunan produksi perikanan tangkap laut produksi perikanan laut secara drastis Tanjung Benoa terlihat pada tabel yaitu hingga 5 kali lipat dari produksi berikut: 2012 terjadi terjadi di Tanjung Benoa tahun 2011. Kemudian pada tahun Tabel Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Laut Tanjung Benoa tahun 2009-2013 Sumber : Badan Pusat Statistik Prov. Bali, 2015 5 Produksi atau hasil tangkapan kemiskinan, akan semakin miskin. nelayan merupakan salah satu faktor Dari data yang tercatat di Badan penentu Pusat Statistik Kabupaten Badung, atau faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan. Tanjung Apabila meningkat, penduduk sebesar 38.895 jiwa atau pendapatan juga akan meningkat, 10.209 Kepala Keluarga, Tanjung begitu pula sebaliknya. Oleh karena Benoa memiliki jumlah penduduk itu, hal yang diharapkan adalah miskin peningkatan jumlah produksi, akan Keluarga, tetapi berdasarkan data pada tabel 1.3 berprofesi sebagai nelayan dengan di jumlah produksi atas, jumlah produksi hasil Benoa sebesar yang 5.153 dengan jumlah 5.592 Kepala sebagian nelayan besar tangkap. tangkapan di Tanjung Benoa justru Jumlah penduduk miskin di Tanjung mengalami penurunan di tahun 2011 Benoaini termasuk yang terbesar dan dibandingkan 2012. Penurunan jumlah kecamatankecamatan produksi yang terjadi di Tanjung lain yang penduduknya ada yang Benoa yang dimulai pada tahun 2011 bermata pencaharian sebagai nelayan tersebut tangkap juga penurunan mengakibatkan pendapatan nelayan. di Kabupaten Badung. Penelitian ini akan mengamati dan Apalagi terjadi penurunan jumlah menganalisis produksi yang tajam di tahun 2012, mempengaruhi pendapatan nelayan mengakibatkan masyarakat nelayan tangkap. faktor yang mempengaruhi yang pendapatan nelayan meliputi faktor berada dalam belenggu 6 faktor-faktor yang sosial dan faktor ekonomi terdiri dari ada besarnya pendidikan modal, jumlah perahu, jumlah tenaga kerja, jarak tempuh pula faktor umur nelayan nelayan, dan ukuran mesin yang digunakan. melaut dan pengalaman. Kemudian TINJAUAN PUSTAKA Ikan pada dasarnya merupakan Perikanan adalah suatu kegiatan ekonomi yang sumber daya alam (sda) yang tujuan dikategorikan sebagai sda yang dapat pembangunannya untuk Indonesia diperbarui atau dipulihkan. Namun, adalah sebagai devisa negara, sumber hal ini tidak berarti bahwa sumber pendapatan daya ikan tersebut dapat ditangkap nelayan dan sumber protein hewani bagi manusia. Untuk secara sembarangan, mencapai tujuan-tujuan itu, produk- dengan menggunakan bahan-bahan produk perikanan biasanya harus peledak mengalami perpindahan pemilikan tangkap yang dapat mengakibatkan dari nelayan atau petani ikan sebagai kerusakan lingkungan atau ekologi produsen kepada penduduk sebagai laut maupun melakukan tangkap konsumen. Perpindahan pemilikan lebih yang dimaksud terjadi karena adanya mendukung pemulihan sumber daya pasar. Sebab itu pemasaran adalah ikan mata rantai yang penting dalam suatu pendukung pembangunan perikanan (Evi, 2001). lingkungan laut atau ekologi laut, atau (over sangat misalnya 7 misalnya menggunakan eksploitasi). diperlukan lain, terumbu yakni karang, alat Untuk faktor faktor yang meskipun terumbu karang ini dapat akan disimpan pada bank yang diperbaharui atau dipulihkan namun tujuannya adalah untuk berjaga – pemulihannya memerlukan waktu jaga. Demikian pula bila pendapatan sangat masyarakat lama dan biaya besar (Endang, 2011). Penangkapan suatu daerah relatif tinggi, maka tingkat kesejahteraan ikan yang dan kemajuan daerah tersebut tinggi dilakukan nelayan secara kuantitas pula (Boediono, 2000). tergantung pada perahu, peralatan Pendapatan adalah yang digunakan maupun faktor lain penerimaan seperti musim air pasang. Dengan maupun berupa barang yang berasal perahu dan peralatan tangkap yang dari pihak lain maupun hasil industri sesuai dan layak dioperasikan maka yang dinilai atas dasar sejumlah uang hasil tangkapan menjadi lebih baik dari harta yang berlaku saat itu. dan Pendapatan merupakan sumber penghasilan seseorang untuk dapat memberikan jaminan hidup bagi rumah tangganya ( Samuelson dan Nordhaus (2001) baik berupa seluruh uang memenuhi kebutuhan sehari – hari Tingkat pendapatan merupakan dan sangat penting artinya bagi salah satu kriteria maju tidaknya kelangsungan suatu daerah. Bila pendapatan suatu penghidupan daerah langsung mau pun tidak lagsung dikatakan relatif bahwa rendah, kemajuan dapat dan hidup dan seseorang secara (Suroto, 2000). kesejahteraan tersebut akan rendah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pula. Kelebihan dari konsumsi maka Pendapatan Nelayan 8 1. Faktor yang berpengaruh secara produksi, seperti perlengkapan Langsung dan peralatan dalam kegiatan Jumlah Tangkapan (Produksi) Ikan memproduksi. Kegiatan Produktivitas merupakan jumlah memproduksi masyarakat barang atau jasa yang di hasilkan nelayan. Nelayan menggunakan dalam satuan waktu (Mankiw, peralatannya untuk mendapatkan 2012). Salas (2004) menjelaskan manfaat tambahan dengan cara kegiatan menambah nilai tambah digunakan atau ikan sehingga nelayan nilai barang manfaat dinamakan sesuatu kegiatan untuk menangkap akan mendapatkan pendapatan dari memproduksi. Menurut Anom hasil tangkapan ikan. (2017) hubungan variabel input 2. Faktor yang Berpengaruh Secara produksi dengan output (hasil Tidak Langsung produksi) merupakan a. Pengalaman produksi. Tentunya fungsi produksi Pengalaman adalah periode dapat dijalankan melalui faktor waktu bekerja sebagai nelayan sumberdaya selama alam, biaya masa hidupnya, produksi, manusia, dan skill pengalaman yang dimiliki akan (teknologi). berpengaruh pada produktivitas Menurut Ananta dalam maulana nelayan. (2013) kegiatan periode waktu bekerja sebagai produksi tentunya memerlukan nelayan selama masa hidupnya, beberapa faktor atau variabel pengalaman yang dimiliki akan berpendapat 9 Pengalaman adalah berpengaruh pada produktivitas lebih nelayan. (2013) menyatakan lama melaut atau capital jam kerja melaut merupakan theory atau teori mutu modal jumlah waktu yang dihabiskan manusia merupakan nelayan keahlian kemampuan Arliman menjelaskan human batas banyak. Azizi dalam (2017) melakukan dan operasional penangkapan di laut wawasan yang dipunyai manusia yang bersifat one day fishing juga pengaruh yang memiliki hubungan positif terhadap hasil produksi, apabila antara jam kerja melaut dan seseorang semakin ahli dalam perubahan pendapatan. bidangnya maka produksi yang c. Teknologi memberikan dihasilkan akan semakin besar. Menurut Yuli (2016) secara b. Lama melaut umum pengaruh teknologi Menurut penelitian yang memberikan pengaruh positif dilakukan oleh Sukma (2014) terhadap output atau produksi. menyatakan pengaruh jam kerja Tentunya atau durasi melaut memiliki juga pengaruh teknologi yang penghasilan masyarakat nelayan menurut Rahman dengan melaut kurangnya teknologi juga nelayan yang lebih lama maka merupakan salah satu nelayan penghambat positif lama waktu tersebut terhadap akan memperoleh pendapatan yang 10 jumlah tangkapan dipengaruhi oleh digunakan, (2016) dalam meningkatnya pendapatan nelayan. Sukartini (2003) biaya nelayan. operasional dalam melaut yang d. Biaya Operasional Melaut berupa Menurut Dahen modal atau asset (2016) misalnya harga mesin kapal, makin besar biaya produksi harga perahu serta modal yang melaut tentunya akan membuat digunakan makin besar pula kesempatan sekali melaut (makanan atau memperoleh tangkapan serta minuman dan bahan bakar akan meningkatkan pendapatan yang digunakan). METODE PENELITIAN dalam kegiatan Analisis Linier Berganda Teknik penentuan sampel yang Pada penelitian ini peneliti digunakan adalah random sampling. menggunakan metode analisis regresi Metode pengumpulan data yang berganda digunakan ini karena penelitian ini menggunakan adalah metode Accidental Sampling. variabel multivariant dengan satu Penelitian ini menggunakan data variabel sekunder yang bersumber dari Badan matrik. Metode analisis ini berguna Pusat Statistik Provinsi Bali dan untuk mengetahui seberapa besar Dinas Pertanian Kabupaten Badung pengaruh dan data primer yang digunakan terhadap variabel dependen. Model penulis ialah data secara langsung regresi bersumber dari responden. penelitian ini sebagai berikut dalam penelitian 11 (multiple dependen variabel linier regression) yang bersifat independen berganda pada Y= β0 + β1X1 + β2X2 + + β4X3 + β5X4 + β6X5+ e Keterangan : Y = Pendapatan Nelayan Desa Kedonganan ( Rp) V0 = Konstanta β1, β2, β3, β4 & β5 = Koefisien regresi X1 = Modal (unit) X2= Umur (tahun) X3 = Curahan Jam Kerja (jam) X4 = Pengalaman Kerja (tahun) X5 = Pendidikan (tahun sukses) e = Error (variabel bebas lain diluar model regresi) PEMBAHASAN HASIL Hasil tersebut kemudian menjadi PENELITIAN dasar untuk menguraikan variabel Analisis Regresi Linier Berganda bebas terhadap variabel terikat dalam Hasil regresi pengaruh modal (X1), penelitian ini dapat disajikan sebagai umur berikut. (X2), pengalaman pendidikan jam kerja (X5) kerja (X3), (X4), dan terhadap pendapatan (Y) nelayan di Desa Kedonganan, Bali yang diperoleh oleh hasil olah data menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) Versi 21.00 . 12 Tabel Hasil Uji Pengaruh Modal, Umur, Jam Kerja, Pengalaman Kerja, dan Pendidikan Terhadap Pendapatan DAFTAR PUSTAKA Sumber : data diolah, 2015 Berdasarkan output SPSS diperoleh Hasil uji hipotesis bahwa pengaruh hasil bahwa modal, umur, jam kerja, modal (X1) terhadap pendapatan pengalaman kerja, dan pendidikan nelayan. Tingkat signifikansi dari berpengaruh simultan thitung sebesar 0.039 lebih kecil dari terhadap pendapatan nelayan di Desa α = 5 persen (0.05). Berarti bahwa Kedonganan, modal secara Bali Tahun 2018. berpengaruh signifikan Berdasarkan tingkat signifikansi dari terhadap pendapatan nelayan. Hasil Fhitung sebesar 0.000 yang lebih uji menyatakan menerima H0 yang kecil dari α = 5 persen (0.05). Berarti berarti modal berpengaruh terhadap bahwa tinggi rendahnya pendapatan pendapatan nelayan di Desa Kedonganan, Bali Kedonganan, Bali. dipengaruhi oleh modal, umur, jam Berdasarkan output SPSS diperoleh kerja, hasil bahwa pengaruh umur (X2) pengalaman kerja, dan pendidikan. 13 nelayan di terhadap pendapatan menunjukan tingkat Desa (Y) signifikansi 0.642 lebih besar dari α = 5 persen kerja (X4) terhadap pendapatan (Y) (0.05). umur menunjukan tidak 0.000 lebih kecil dari α = 5 persen pendapatan (0.05). Berarti bahwa pengalaman Berarti berpengaruh signifikan bahwa negatif terhadap dan tingkat berpengaruh signifikansi nelayan. Nilai koefisien regresi umur kerja (X2) sebesar -0.044 menunjukan terhadap pendapatan nelayan. Nilai adanya pengaruh negatif terhadap koefisien regresi pengalaman kerja pendapatan nelayan. (X4) Berdasarkan output SPSS diperoleh adanya pengaruh positif pengalaman hasil bahwa pengaruh jam kerja (X3) kerja terhadap pendapatan nelayan. terhadap pendapatan (Y) Berdasarkan output SPSS diperoleh menunjukan tingkat signifikansi hasil bahwa pengaruh pendidikan sebesar 0.164 menunjukan 0.251 lebih besar dari α = 5 persen (X5) (0.05). Berarti bahwa jam kerja tidak menunjukan berpengaruh terhadap 0.383 lebih besar dari α = 5 persen pendapatan nelayan. Nilai koefisien (0.05). Berarti bahwa pendidikan regresi jam kerja (X3) sebesar 0.264 tidak menunjukan adanya pengaruh negatif terhadap pendapatan nelayan. Nilai jam koefisien regresi pendidikan (X5) kerja signifikan terhadap pendapatan terhadap signifikan pendapatan tingkat berpengaruh (Y) signifikansi signifikan nelayan. sebesar 0.020 menunjukan adanya Berdasarkan output SPSS diperoleh pengaruh hasil bahwa pengaruh pengalaman pendapatan nelayan. 14 negatif terhadap SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Desa pembahasan Kedonganan, Bali, hasil sedangkan umur (X2), jam analisis data penelitian dan mengacu kerja (X3), dan pendidikan pada tujuan penelitian yang sudah (X5) diuraikan pada bab pendahuluan, berpengaruh maka terhadap simpulan yang dapat secara parsial tidak signifikan pendapatan (Y) disampaikan sekaligus yang dapat nelayan di Desa Kedonganan, digunakan untuk menjawab rumusan Bali. masalah penelitian yang diajukan Berdasarkan simpulan yang telah adalah sebagai berikut: diuraikan maka dapat diajukan saran 1) Secara simultan, variabel sebagai berikut: modal (X1), umur (X2), jam 1) Variabel umur, jam kerja dan kerja (X3), pengalaman kerja pendidikan perlu mendapat (X4), dan pendidikan (X5) perhatian berpengaruh secara simultan dimana terhadap pekerjaan pendapatan (Y) dari pemerintah dalam melakukan sebagai nelayan di Desa Kedonganan, tidak hanya Bali. berdasarkan nelayan di ukur umur dan 2) Variabel modal (X1), dan pendidikan saja tetapi juga pengalaman kerja (X4) secara keahlian atau keterampilan parsial berpengaruh positif sebagai dan terhadap menangkap hasil laut dengan pendapatan (Y) nelayan di menggunakan teknik – teknik signifikan 15 nelayan dalam tertentu dan perlengkapan metode yang memadai. pengetahuan 2) Pemerintah Provinsi Bali dan dinas – dinas memberikan pelatihan nelayan tertentu kepada dalam nelayan dalam melakukan pekerjaan terkait pelatihan para sehingga dapat secara maksimal – sehingga hal tersebut akan para menambah tangkapan hasil proses laut dan dapat menambah penangkapan hasil laut secara pendapatan para nelayan. maksimal dengan metode – DAFTAR PUSTAKA Astuti, Desi. 2015. Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmiah Integritas, 1(4): 110125. Adhiatma, Alfian Arif. 2015. Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha, Dan Jam Kerja Terhadap Pendapatan Pedagang Kayu Glondong Di Kelurahan Karang Kebagusan Kabupaten Jepara. Tugas Akhir Semester, Universitas Dian Nuswantoro Semarang. BPS Kabupaten Badung. 2015. Data hasil perikanan yang di jual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Badung. Asakdiyah, Salamatun, Tina Sulistiyani, dan Deny Ismanto. 2015. Analisis Pendapatan Usaha Pedagang Angkringan di Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian, 11: 117-125. Cahyadi, Deddy, dan M. Pudjihardjo. 2017. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Driver Ojek Online (Studi Pada Go-Jek Malang). Skripsi Universitas Brawijaya, Malang. Aryanto, Daniel Agustinus, dan Sudarti. 2017. Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan Buruh Nelayan di Pantai Sendangbiru Desa Tambakrejo Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Ekonomi, 1(1):16-29. Cunningham, Stephen. 1994. Fishermen's Incomes and Fisheries Management. Journal Marine Resource Economics, 9: pp. 241-252. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung. 16 2015. Data jumlah nelayan laut. Badung. Dan Jumlah Tanggungan Keluarga Terhadap Curahan Jam Kerja Sektor Informal Di Kabupaten Tegal. Skripsi Universitas Diponegoro Semarang. Frydenberg, Stein. 2011. Theory of Capital Tructure-a Review. Trondheim Business School – Norwegian University Of Science And Technology; Sor Trodelag University CollageTrondheim Business School. Bulletin of Indonesia Economic Studies., 35(1)pp:16-17. Kartika, I Gusti Ayu, Made Suyana Utama, dan A.A.I.N Marhaeni. 2016. Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial, dan Demografi Terhadap Kontribusi Perempuan pada Pendapatan Keluarga di Sektor Informal Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Jurnal PIRAMIDA, 12(1):38-47. Gosyen, Tavi Supriana, dan Hasman Hasyim. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan. Journal On Social Economic Of Agriculture and Agribusiness, 4(7):1-9. Martusa, Riki, dan Marsiana Jennie. 2012. Penerapan Biaya Standar Terhadap Pengendalian Biaya Produksi (Studi Kasus pada C.V SEJAHTERA BANDUNG). Jurnal Ilmiah Akuntansi, 7 (3). ISSN: 2086-4159. Heryansyah, Muhammad S, and Syahnur S. 2013. An Analysis Of The Influence Factors Fishermen Productivity In East Aceh Regency. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pascasarjana Universitas SyiahKuala, 1(2):9-15. Jhingan, ML. 2003. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. PT. Raja Grafindo :Padang Primyastanto, Mimit. 2015. Economic Analysis Of Pandega Fishermen Household At Madura Strait To Keep Food Security. International Journal of Oceans and Oceanography, 9(2): 97-104. Julindri, Asda Rauf, dan Amir Halid. 2016. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Tangkapan Nelayan di Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 1(1): 44-50. Raheman,Abdul and Nars, Muhamad. 2007. Working Capital Manajement and Profitability (Case of Pakistani Firm). Internasional Review of Business Research Papers, 3(1)pp:1-20. Kiranasari, 2010. Pengaruh Upah Per Bulan, Umur, Jenis Kelamin, Rahayu, Shabrina umi, Made Trisnawati. 2014. Analisis 17 Pendapatan Keluarga Wanita Single Parent (Studi Kasus Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar). Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 7(2): 1084- 111. Urmila, Made Heny, dan Ida Bagus Windu Wiyasa. 2017. FaktorFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan Melalui Curahan Jam Kerja Ibu Rumah Tangga Pengrajin Bambu di Kabupaten Bangli. Jurnal PIRAMIDA, 13(1):27-36. Rahman, Rosyidah, Razi Apriansyah Mustaram, dan Masita. 2017. Pengaruh Modal, Tenaga Kerja Dan Jarak Tempuh Melalut Terhadap Pendapatan Nelayan Di Desa Pulau Kaung Kecamatan Buer Tahun 2016. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 14(2): 144-156. Wulandari, Anak Agung Ratih, dan Ida Bagus Darsana. 2017. Pengaruh Modal, Tenaga Kerja, dan Lama Usaha Terhadap Pendapatan Pengrajin Industri Kerajinan Anyaman di Desa Bona Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar.E-Jurnal EP Unud, 6(4): 564-596. Sahri, Muhammad, Soemarno, Efani A, and Zainal. A. 2014. Study on Entrepreneurship Spirit and Production Factors Affecting Sail Income of Madura Strait Fishermen. Jurnal International Journal of Civil & Enviromental Engineering, 14(1), ISSN :2077-1258. Yanutya, Pukuh Ariga Tri. 2013. Analisis Pendapatan Petani Tebu Di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Economics Development Analysis Journal, 2(4): 286- 296. Suartawan, I Komang, dan I. B Purbadharmaja. 2017. Pengaruh Modal dan Bahan Baku Terhadap Pendapatan Melalui Produksi Pengrajin Patung Kayu Di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 6(9): 1628-1657. Teniwut, Wellem A. 2016. For Sustainable Revenue Of Fisheries Sector In Small Islands: Evidence Of Maluku, Indonesia. Journal AACL Bioflux, 9(3): 722- 732. 18

Judul: Jurnal Pendapatan Nelayan

Oleh: Putu Ari Mulyani


Ikuti kami