Jurnal Akhir Ppl

Oleh Dinda Meivany

76,1 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jurnal Akhir Ppl

PRAKTEK PENDIDIKAN LAPANGAN 3 (PPL 3) JURNAL AKHIR NAMA : DINDA MEIVANY BUDIONO NIM : 712016123 TEMPAT PPL : GKI SOKA SALATIGA A. Sasaran (Capaian) a. Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang ciri-ciri dan kebutuhan remaja. Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Kebutuhan remaja dapat dibedakan atas 2 jenis yaitu kebutuhan fisik dan psikologis. Pertumbuhan fisik dan perkembangan sosial-psikologis di masa remaja pada dasarnya merupakan kelanjutan, yang dapat diartikan proses pertumbuhan, dan perkembangan dari proses sebelumnya. Seperti halnya pertumbuhan fisik yang ditandai dengan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder merupakan awal masa remaja sebagai indikator menuju tingkat kematangan fungsi seksual seseorang. Sekalipun diakui bahwa kebutuhan dalam pertumbuhan fisik dan kebutuhan sosial psikologis yang lebih menonjol. Bahwa antara kebutuhan keduanya (fisik dan psikologis) saling terkait. Oleh karena itu, pembagian yang memisahkan kebutuhan atas dasar kebutuhan fisik dan psikologis pada dasarnya sulit dilakukan secara tegas. Lima jenis kebutuhan menurut Maslow itu adalah sebagai berikut : 1. Kebutuhan “Fisiologis” 2. Kebutuhan “Rasa Aman dan Tentram” 3. Kebutuhan akan “Cinta dan rasa memiliki” 4. Kebutuhan “harga diri”. Menurut Elida Prayitno (2006:31) kebutuhan psikologis remaja dibagai atas: a) Kebutuhan mendapat status Remaja membutuhkan perasaan bahwa dirinya berguna, penting, dibutuhkan orang lain atau memiliki kebanggaan terhadap dirinya sendiri. Penerimaan dan dibanggakan oleh kelompok sangat penting bagi remaja dalam mencari kepercayaan diri dan kemandirian sebagai persiapan awal untuk menempuh kehidupan pada periode dewasa. b) Kebutuhan kemandirian Remaja ingin lepas dari pembatasan atau aturan orang tua dan mencoba mengarahkan atau mendisiplinkan diri sendiri. Remaja ingin mengatur kehidupannya sendiri. c) Kebutuhan berprestasi Remaja ingin dirinya dihargai dan dibanggakan atas usaha dan prestasinya dalam belajar. d) Kebutuhan diakrabi Remaja butuh ide atau pemikirannya, kebutuhan atau masalahnya didengarkan dan ditanggapi secara akrab (penuh perhatian) oleh orang tua, guru, dan teman sebayanya. e) Kebutuhan untuk memiliki filsafat hidup Remaja butuh pegangan hidup mengenai kebenaran agar mereka memiliki kepribadian yang stabil dan terintegrasi. b. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang isi pengajaran nilai-nilai kehidupan beragama untuk remaja. Dalam mengajar anak-anak remaja kita diharapkan agar lebih kreatif dalam segi pengajaran karena anak remaja cenderung bosan terhadap gaya pengajaran yang hanya menyanyi, mendengarkan Firman, persembehan lalu penutup. Mereka lebih menyenangi jikalau di sela-sela ibadah terdapat permainan 20-30 menit. Anak remaja juga sudah mulai sangat kritis, jadi mereka lebih senang diajak berdiskusi itu akan membuat pola piker mereka bekerja. Ketika kita mengajar anak remaja, khotbahya bisa diselingi dengan permainan juga atau bahkan dari permainan itu mereka dapat mengambil pengajaran bagi kehidupan mereka sehari-hari. Jumlah anak remaja di gereja GKI Soka Salatiga lumayan banyak, tetapi yang datang hanya setengah dari jumlahnya. Maka dari itu, pengajar atau pendamping pada ibadah persekutuan rutin remaja mampu membuat suasana menjadi lebih ceria, semangat serta ramai. c. Mahasiswa memiliki keterampilan dalam mendampingi dan mengajar di remaja. Ibadah persekutuan rutin komisi remaja pada gereja GKI Soka Salatiga diadakan setiap seminggu sekali yaitu pada hari Sabtu. Selama mengikuti PPL 3 saya mendampingi ibadah persekutuan remaja. Saya mendapatkan jadwal yaitu tanggal 5 juli 2017 sedangkan laporan untuk jurnal akhir PPL 3 terakhir tanggal 4 juli 2017 maka dari itu saya tidak memasukkan ke dalam laporan pada saat saya bertugas nanti. Menjadi pendamping ibadah persekutuan remaja sangat senang sekali. Saya bisa mengetahui karakteristik remaja itu berbeda-beda. Saya juga bisa mempelajari perbedaan pola piker saya dan mereka. Ketika pembawa firman bertanya tentang apa yang mereka dapatkan pada hari itu, semuanya terdiam menunggu untuk dirinya ditunjuk barulah mereka ingin berbicara. Saya memperhatikan bahwa mereka masih sangat malu-malu untuk mengungkapkan pendapat kepada kami sebelum ditunjuk, mereka juga jarang bertanya atau bisa dikatakan jarang untuk berbicara. Saya juga melihat kalau mereka agak sungkan untuk berbicara kepada kami, sangat berbeda ketika saya mendampingi dan mengajar pada sekolah minggu, anak-anak sekolah minggu justru lebih aktif ketika kami bertanya dan merekapun biasanya balik bertanya pada kami. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka dan menambah pengalaman saya pada pelayanan komisi remaja yang sebelumnya dari tempat tinggal saya, sama sekali belum pernah mendampingi ataupun mengajar pada komisi remaja. d. Mahasiswa mengalami perkembangan kepribadian dan spiritualitas. Setelah hampir menyelesaikan pendampingan atau pengajaran pada komisi remaja saya tentunya lebih mengalami perkembangan yaitu diajarkan untuk lebih sabar ketika ibadah harus dimulai tidak sesuai jadwal dikarenakan mereka telat datang bahkan ketika diadakan ibadah gabungan (remaja dan pemuda) biasanya anak remaja tidak ada yang datang. Jadi, ketika ibadah gabungan yang datang hanya pemuda saja termasuk kami (Mahasiswa PPL). Mungkin rasa kecewa ada tapi tidak terlalu ditunjukkan, mereka juga punya kesibukan masing-masing. Mungkin diantara mereka ada yang kerja tugas atau lain sebagainya. Kamipun diajarkan untuk lebih mandiri karena GKI Soka Salatiga tidak mengadakan perisiapan atau evaluasi bagi pengajar dan pendamping. Jadi, kita diharapkan agar mengembangkan bahan yang telah diberikan kepada kami. Menurut saya, sangat bagus karena kami dapat dilatih untuk menajdi mandiri tanpa harus diarahkan. Tetapi sebenarnya kami masih sangat butuh evaluasi ketika ibadah komisi remaja selesai karena kami mengakui masih banyak sekali kekurangan ketika kami mendampingi ataupun mengajar. REFLEKSI KEGIATAN SELAMA PPL 3 Pertama-tama saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Gereja GKI Soka Salatiga yang mau menerima kami (mahasiswa PPL 3) untuk melakukan praktik. Terkhususnya berterima kasih untuk komisi remaja di GKI Soka Salatiga karena sikap ramah menyambut kami ikut serta dalam ibadah bahkan mendampingi serta melakukan pengajaran kepada mereka. Kami juga ingin meminta maaf jikalau ada perkataan atau perbuatan yang tidak berkenan terhadap gereja dan atau komisi remaja. Selama mengikuti kegiatan praktik di GKI Soka Salatiga, saya merasa sangat bersyukur karena jemaatnya sangat ramah dan hangat dalam menyambut kami dan menganggap kami bagian dari gereja GKI Soka. Saya juga merasa senang bisa mengenal teman-teman dari komisi remaja, mengikuti ibadah persekutuan rutin setiap minggunya meskipun terkadang terjadi kurangnya komunikasi antara kami mahasiswa PPL dan pengurus komisi remaja tetapi itu dapat diatasi dengan membangun relasi yang lebih lagi terhadap pengurus komisi remaja. Teman-teman pada komisi remaja yang berjumlah lumayan banyak yaitu 12 orang tetapi yang datang ibadah persekutuan rutin setiap minggu hanya sebagian dari jumlah keseluruhan mungkin sekitar 5-6 orang saja yang selalu hadir tiap minggunya. Meskipun hanya sebagian saja tetapi tidak mematahkan semangat yang lain untuk mengikuti persekutuan, ibadah tetap berjalan seperti biasanya. Berbeda dari sekolah minggu, menjadi pendamping, pembawa firman serta pembawa pujiaan tidak dilakukan ataupun persiapan. Saat melayani di sekolah minggu ada persiapan serta evaluasi tiap minggunya tetapi pada komisi remaja kami hanya diberikan bahan lalu dibaca dan dibawakan pada minggu selanjutnya. Menurut saya, dengan dilakukannya seperti itu dapat melatih kami (Mahasiswa PPL) untuk mengajar tetapi kami perlu untuk evaluasi mungkin ada penyampaian yang kurang tepat atau sebagainya. Tetapi secara keseluruhan baik-baik saja. Saya masih tetap mengajar dan ikut mendampingi anak sekolah minggu. Puji Tuhan masih diberikan kepercayaan untuk mengajar saya merasa sangat senang sekali dan dianggap menjadi guru sekolah minggu. Banyak perbedaan yang saya rasakan ketika berada diantara anak sekolah minggu dan anak remaja. Diantaranya, anak sekolah minggu tidak malu-malu ketika kami bertanya mereka langsung menjawab sedangkan anak remaja mereka menunggu untuk ditunjuk kemudia mereka baru akan menjawab pertanyaan dari kami. Salatiga, 31 – Juli- 2017 Menyetujui, Menyetujui, Pdt. Sony Kristiantoro, M.Min Pdt.Waluyo Supervisor Lapangan Supervisor Fakultas

Judul: Jurnal Akhir Ppl

Oleh: Dinda Meivany


Ikuti kami