B. Analisa Jurnal

Oleh Sekar Risty Lambang

49,7 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip B. Analisa Jurnal

B. ANALISA JURNAL No Resume Jurnal Analisa 1 Nama peneliti Wulida Litaqia & Iman Permana 2 Judul Penelitian PERAN SPIRITUALITAS DALAM MEMPENGARUHI RESIKO PERILAKU BUNUH DIRI: A LITERATURE REVIEW. 3 Tempat dan waktu penelitian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Mei 2019. 4 Tujuan penelitian Literature review ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran spiritual dalam mempengaruhi resiko perilaku bunuh diri pada orang dewasa. 5 Latar belakang Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki angka prevalensi kejadian bunuh diri yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pada tahun 2017 di Asia Tenggara khususnya di Indonesia angka bunuh diri mencapai 7.355 atau 0,44 persen dari total kematian yang ada. Tiga dari seratus ribu kematian dikatakan akibat dari kejadian bunuh diri dan membuat Indonesia berada di peringkat 172 di dunia. Bunuh diri dilakukan oleh mereka yang memiliki usia produktif, 15-29 tahun. Umumnya individu yang memiliki keinginan untuk bunuh diri memiliki permasalahan yang tidak dapat ia selesaikan dengan baik. Alasan untuk melakukan usaha bunuh diri ini didasari oleh beberapa faktor seperti semakin tingginya penduduk yang berusia produktif memungkinkan persaingan hidup yang begitu kekat dan erat hubungannya dengan permasalahan ekonomi. Terjebak dalam rasa sakit emosional merupakan salah satu gejala pada individu yang memiliki keinginan bunuh diri, dan ini menjadi target utama intervensi yang perlu diperhatikan. Penelitian memaparkan bagaimana peran agama perlu untuk dilibatkan dalam intervensi pencegahan resiko perilaku bunuh diri. Sebuah penelitian mengungkapkan resiko bunuh diri dapat diturunkan dengan melibatkan peran keyakinan spiritual atau keagamaan pada diri individu sehingga tingkat kesehatan mental pun menjadi lebih baik dan keyakinan spiritual ini seringkali dikaitkan dengan resiko perilaku bunuh diri yang lebih rendah serta dapat meningkatkan status kesehatan mental yang lebih baik 6 Metode penelitian : a. Tidak disebutkan design penelitian literature review a. Desain penelitian. pada jurnal. b. Populasi dan sampel c. Kriteria inklusi b. Sebanyak 159.320 tersaring 14 jurnal. dan eksklusi d. Teknik data c. Kriteria inklusi yang digunakan pada literatur ini adalah jurnal yang menggunakan bahasa inggris, pengumpulan merupakan jurnal publikasi dengan rentang tahun 2015 sampai dengan 2018, dan jurnal dalam bentuk full teks. Kriteria eksklusi yang digunakan dalam mengeksekusi jurnal yang tidak digunakan antara lain adalah jurnal yang tidak lengkap, biasanya hanya terdapat abstrak saja dan buku. d. Sebanyak 159.320 jurnal hasil pencarian yang dilakukan di beberapa situs pencarian jurnal, tersaring 14 jurnal, kemudian dilakukan excluded studies dengan memasukkan kriteria inklusi sehingga didapatkan total jurnal yang memenuhi syarat dan digunakan dalam literature review sebanyak 14 jurnal.. 7 Hasil penelitian Berdasarkan hasil review beberapa literatur dan jurnal yang ada, ditemukan beberapa ide yang terkait dengan perilaku bunuh diri. Beberapa ide/ tema tersebut diantaranya adalah faktor-faktor yang menyebabkan ide bunuh diri, pengalaman bunuh diri dari orang terdekat, dukungan ahli agama terhadap resiko bunuh diri, serta intervensi psiko-religius. Pada poin faktor-faktor yang menyebabkan ide bunuh diri didapatkan hasil faktor-faktor yang seringkali menyebabkan seorang individu memiliki ide bunuh diri sangat bervariasi, Rendahnya harapan dan alasan hidup, kurang kepercayaan terhadap orang lain, menganggap masalah harus diselesaikan secara mandiri dan takut untuk menyusahkan orang lain, serta menanggap dirinya lemah jika menceritakan suatu masalah pada orang lain . Pada poin pengalaman bunuh diri dari orang terdekat menyebutkan dalam hal ini dukungan keluarga pun penting untuk menghubungkan seseorang dengan perbaikan kesehatan mentalnya. Mereka yang memiliki dukungan yang baik dengan keluarganya akan memiliki kesehatan mental yang juga baik dibandingkan dengan mereka yang kurang memiliki dukungan keluar. Pada poin Dukungan ahli agama menyebutkan perlunya melibatkan tokoh agama merupakan suatu hal yang dapat diimplementasikan dalam pencegahan perilaku bunuh diri. Hal ini dapat memberikan dorongan pada individu untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan meningkatkan rutinitas ibadahnya. Pada poin Intervensi psiko-religius menyebutkan beberapa intervensi yang diberikan dalam menangani individu dengan beberapa permasalahan kesehatan mental yang sangat beresiko terhadap perilaku bunuh diri tersebut diantaranya Social Spiritual Group (SSG) yang dapat diterapkan pada pelayanan kesehatan. Dukungan psikososial juga kerap membantu mengurangi gejala depresi pasien dan kemungkinan risiko bunuh diri, serta terbukti meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dukungan tersebut terdiri dari 4 proses seperti memberi dukungan dan motivasi untuk tetap hidup, mendorong untuk memiliki kehidupan yang baru, memberdayakan untuk perubahan hidup, serta mengevaluasi proses perubahan. 8 Kesimpulan Analisis ini menunjukkan bahwa aspek keagamaan adalah salah satu aspek yang sangat perlu diperhatikan dan diperlukan implementasi khusus terkait hal ini dalam mengatasi depresi yang berakibat resiko perilaku bunuh diri pada individu. Aspek keagamaan ini dimaksudkan juga untuk menanggulagi masalah kesehatan mental lain yang tidak diinginkan. 9 Saran penelitian Jurnal penelitian ini sudah cukup baik akan tetapi kelengkapan metodologi penelitian perlu diperbaiki. Dalam jurnal ini tidak disebutkan secara rinci mengenai design penelitian. 1. Aplikatif/ tidak? Jurnal literatur review ini merupakan jurnal aplikatif yang dapat diterapkan sebagai sebagai kerangka berfikir dan kerangka kerja bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan resiko bunuh diri dengan intervensi psiko-religius yang dapat meningkatkan harapan hidup seseorang.

Judul: B. Analisa Jurnal

Oleh: Sekar Risty Lambang


Ikuti kami