Review Jurnal Presentasi

Oleh Fauziah Hadi

101,2 KB 3 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Review Jurnal Presentasi

Judul Jurnal Penulis Institusi : Analisis Strategi Cost Leadership pada PT. AJE Indonesia : Khusna : Universitas Negeri Surabaya Latar Belakang, Tujuan, Teori Strategi perusahaan dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif pasti berbeda antara perusahaan satu dengan yang lainnya. Cost Leadership merupakan strategi perusahaan dengan cara meminimalkan biaya sehingga biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan strategi ini akan lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang menggunakan strategi Differentation maupun Focus. Dalam penelitian ini analisis dilakukan pada PT. AJE INDONESIA yang memproduksi minuman soda Big Cola. Minuman ini muncul dengan harga Rp 3.000 dengan isi 535 ml. Harga tersebut lebih murah dari produk yang sudah ada sebelumnya seperti Coca-Cola maupun Pepsi. PT. AJE INDONESIA adalah sebuah perusahaan minuman multinasional yang memproduksi minuman bersoda Big Cola. Country Manager PT. AJE INDONESIA, Gonzalo Artigot Garcia mengatakan bahwa perusahaan ini merupakan bagian dari perusahaan AJE asal Peru, yang merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. Perkembangan AJE tersebut terbukti selama empat tahun (2010-2014) berinvestasi di Indonesia, AJE sudah memiliki tiga pabrik. Dalam proses produksi AJE memberdayakan pengusaha lokal dengan memakai bahan baku terbesar yaitu gula dari Indonesia. Perbedaan dari AJE Indonesia dengan perusahaan minuman bersoda lainnya adalah target pasar. AJE Indonesia menentukan target konsumen kelas menengah dan menengah bawah. Perusahaan ini melakukan upaya agar sesuai target pasar yang telah ditentukan dimana menekan biaya sehingga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan minuman soda lainnya (beritasatu.com, 29 Januari 2015). Penerapan Strategi Cost Leadership dapat meningkatkan kinerja perusahaan seperti yang telah diterapkan oleh PT. AJE INDONESIA namun terdapat beberapa kelemahan yaitu rentan terhadap beberapa risiko seperti munculnya pesaing baru dengan produk imitasi yang memiliki harga jual lebih murah, adanya sikap kurang perhatian terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan karena kekhawatiran yang berlebihan untuk meminimalisir biaya. Selain itu inflasi tak terduga juga dapat membuat perusahaan yang menerapkan strategi Cost Leadership tidak dapat bersaing dengan perusahaan yang menerapkan strategi Differentation. Cost Leadership biasa disebut dengan Biaya Rendah merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan sebagai upaya mempertahankan usahanya dalam persaingan yang kompetitif. Cara bersaing dalam strategi ini yaitu dengan menekan biaya serendah mungkin dibandingkan dengan para pesaing. Strategi biaya rendah dapat dicapai melalui beberapa pendekatan, yaitu : 1. Skala ekonomis dalam produksi 2. Dampak kurva belajar (learning curve) 3. Pengendalian biaya secara ketat 4. Minimalisasi biaya Porter (1980) mengemukakan bahwa Strategi Cost Leadership merupakan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menghasilkan keunggulan kompetitif dengan mencapai biaya terendah dalam industri. Fokus perusahaan yang menerapkan strategi Cost Leadership adalah pengendalian biaya yang ketat, menahan diri dari segala aktivitas yang menimbulkan biaya yang besar serta mengutamakan efisiensi pada setiap operasi. Strategi Cost Leadership menurut Aulakh (2000) dalam Baroto et al, (2012) merupakan strategi perusahaan yang lebih disukai di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, India dan China. Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut memiliki biaya tenaga kerja lebih rendah sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah. Biaya produksi yang rendah maka perusahaan dapat menjual produk dengan harga yang lebih murah diantara para pesaing. Dengan demikian tujuan strategi Cost Leadership dapat tercapai. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dimana bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Cost Leadership yang diterapkan oleh PT. AJE INDONESIA dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan perusahaan dalam meminimalisir risiko agar perusahaan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif. Pengumpulan data dalam studi kasus dapat diambil dari berbagai sumber informasi. Hal ini dikarena studi kasus membutuhkan data yang banyak dan lengkap untuk membangun gambaran yang mendalam dari suatu kasus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian studi kasus ini yaitu data primer yang berupa hasil wawancara kepada Manajer PT. AJE INDONESIA. Pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi structured. Dalam bukunya Arikunto (2006:227) mula-mula interviwer menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam agar dapat memperoleh keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa lengkap dan mendalam. Analisa dan Hasil Analisis strategi Cost Leadership pada PT. AJE INDONESIA ini dilakukan baik dari segi biaya produksi maupun biaya non produksi. Pengendalian biaya produksi pada PT. AJE INDONESIA dilakukan dengan langkah-langkah strategis. Dari segi produksi AJE melakukan efisiensi pada setiap lini. Biaya produksi yang diminimalisir pada PT. AJE INDONESIA yang dijelaskan sebelumnya meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Sedangkan pengendalian biaya untuk biaya non produksi seperti biaya pemasaran maupun administrasi dan umum juga dilakukan namun tidak sedetail biaya produksi. Pengendalian biaya pada AJE dilakukan secara efektif dan menyeluruh. Bukan hanya meminimalisir biaya produksi melainkan juga biaya non produksi. Biaya produksi yang dimaksud adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku lebih ditekankan pada prevention cost dimana merupakan langkah efektif untuk meminimalisir biaya kualitas. Biaya tenaga kerja diminimalisir dengan adanya mesin yang canggih sehingga proses produksi dilakukan secara otomatis dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sedangkan biaya overhead pabrik diminimalisir dengan mengoptimalkan kapasitas produksi (output mesin). Pengendalian biaya non produksi juga dilakukan oleh AJE namun tidak sedetail pengendalian biaya produksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian biaya produksi berkontribusi lebih banyak daripada pengendalian biaya non produksi dalam upaya pencapaian strategi Cost Leadership.

Judul: Review Jurnal Presentasi

Oleh: Fauziah Hadi


Ikuti kami