Manajemen System

Oleh Ina Maharjani

202,8 KB 33 tayangan 5 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Manajemen System

1. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa sejauh ini belum ada kata mapan dan diterima secara universal tentang pengertian dari manajemen dan dengan demikian, maka beberapa para ahli masih memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan pengertian manajemen sebagai berikut. Menurut G.R. Terry: Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang nyata. Menurut Hilman: Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut Ricky W. Griffin: Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Menurut Drs. Oey Liang Lee: Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut William H. Newman: Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain. Menurut Renville Siagian: Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman. Menurut Prof. Eiji Ogawa: Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah. Menurut Federick Winslow Taylor: Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguhsungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan. Menurut Henry Fayol: Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Lyndak F. Urwick: Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan). (memerintahklan), Coordinating 2. System View Sistem Terbuka dipengaruhi dan berinteraksi dengan lingkungan tempatnya berada. Dimasa kini bila kita membicarakan organisasi sebagai sebuah sistem, maka yang dimaksud adalah sistem terbuka. Dari diagram diatas memperlihatkan sebuah organisasi yang disajikan dari sudut pandang sistem terbuka. Seperti dapat kita lihat, sebuah organisasi menerima/mengambil input (sumber daya) dari lingkungannya dan mengubah, atau memproses, sumber- sumber daya tersebut menjadi output yang kemudian disebarkan kembali ke lingkungannya. Dengan demikian, organisasi adalah sebuah sistem yang “terbuka” dan berinteraksi dengan lingkungannya. Sytem View yang terdiri atas input organization dan output. Input terdiri dari : Bahan baku, Sumber daya manusia (SDM), Modal, Teknologi informasi dari ke-empat sumber pokok input tersebut dapat diproses dari aktivitas para karyawan, aktivitas manajemen teknologi, dan metodemetode operasi. Dari proses tersebut dapat menghasilkan suatu output yang terdiri dari : Produk dan jasa, Hasil keuangan, Informasi hasil manusiawi. Dari lingkungan system view tersebut terjadi umpan balik (Feed Back) antara output dan input, yang dimaksud dari umpan balik tersebut adalah suatu keuntungan yang dihasilkan dari suatu perusahaan yaitu barang dan jasa yang dapat menjadi modal untuk Bahan baku, Sumber daya manusia (SDM), Modal, Teknologi informasi (input). 3. Contingency View Pandangan Kasus (Case View) adalah sebuah pendekatan manajemen yang menyatakan bahwa setiap situasi organisasi bersifat unik. Sedangkan Pandangan secara universal terdapat satu jalan penyelesaian terbaik. Jika keduanya digabungkan dapat menghasilkan fenomena organisasi ada di dalam pola logis, manager merancang dan menerapkan tanggapan serupa dengan jenis atau masalah umum. Manajemen kontingensi berupaya untuk melangkah ke luar dari prinsip-prinsip manajemen yang dapat diterapkan dan menuju ke kondisi situasional. Terobosan baru terhadap teori dan praktik manajemen dapat kita temukan pada pendekatan kontingensi. Apabila dirumuskan secara formal, pendekatan kontingensi merupakan suatu uapaya untuk menentukan melalui kegiatan riset, praktik dan teknik manajerial mana yang paling cocok dan tepat dalam situasi-situasi tertentu. Maka menurut pendekatan kontingensi, situasisituasi yang berbeda mengharuskan adanya reaksi manajerial yang berbeda pula. 4. The Contingency Perspektive Important Contingencies Solution or Action A Problem or Situation Solution or Action B Solution or Action C Dalam kontingensi ini dapat terfokuskan dalam pemecahan masalah dalam situasi penting. Perspektif kontingensi yang menyatakan bahwa struktur akan berubah sehingga mencerminkan perubahan pada strategi, besaran, teknologi, dan lingkungan membuat beberapa asumsi implicit mengenai pengambilan keputusan dalam organisasi. Dalam perspektif kontingensi, Dominant coalition dan manajemen puncak diasumsikan sama. Asumsi terakhir dari perspektif kontingensi adalah bahwa para pengambil keputusan mempunyai tujuan yang sama dan tujuan tersebut adalah untuk melayani kepentingan organisasi. Apabila pada pemecahan masalah menggunakan solusi A tidak berhasil dapat beralih dengan menggunakan solusi B, dan jika solusi B tidak berhasil dapat menggunakan cara terakhir yaitu dengan menggunakan cara C. Learning Organization (pembelajaran organisasi) yaitu organisasi dimana orang-orangnya secara terus-menerus memperluas kapasitasnya mereka untuk mencapai tujuan yang mereka dambakan, dimana pola fikir baru dan lebih luas harus dipelihara, aspirasi kolektif dibiarkan bebas dan orang-orang secara berkesinambungan belajar untuk bagaimana belajar bersama-sama. Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam memahami bagian-bagian dalam pembelajaran organisasi kita terlebih dahulu harus memahami apa itu struktur dasar kelompok. Struktur dasar kelompok terdiri dari karyawan/anggota yang dapat diperdayakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan dalam organisasi ini bermanfaat untuk menampung segala informasi atau aspirasi dari dalam maupun luar organisasi tersebut.

Judul: Manajemen System

Oleh: Ina Maharjani

Ikuti kami