Manajemen Waktu

Oleh Pipit P Fazri

152,7 KB 36 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Manajemen Waktu

MANAJEMEN WAKTU MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Oleh: Widya Mauludi 141002121 Dini Islamiati 141002126 Rizal Hamzah Maolana 141002129 Sheila Zahara 141002151 Pipit Puji N Fazri 141002156 PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS SILIWANGI 2014/2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas karunia, rahmat, dan nikmat-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Manajemen Waktu. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kewirausahaan. Orang Arab mengatakan “Al-Waqtu Atsmanu min Adz-dzahabi” yang artinya waktu itu adalah emas dan orang Inggris mengatakan bahwa Time is Money atau waktu adalah uang. Kedua pribahasa tersebut menunjukan bahwa waktu begitu penting dan berharga. Bahkan karena begitu pentingnya waktu, Allah bersumpah atas waktu dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an seperti dalam QS. Asy-Syams [91]: 1-2, QS. Adh-Dhuha [93]: 1-2, atau dalam QS. Al-Lail [92] 1-2. Untuk itu agar waktu yang dimiliki dapat digunakan seefektif mungkin, maka diperlukan manajemen waktu yang dapat mengatur penggunaan waktu dengan memperhatikan prioritas untuk masing-masing pekerjaan atau kegiatan. Mungkin istilah manajemen waktu kurang begitu tepat, sebab yang dimanaje di sini adalah diri kita, yaitu bagaimana kita dapat mengatur diri sendiri untuk menggunakan waktu secara efektif. Sejalan dengan itu, makalah ini secara jelas juga akan membahas mengenai hal ihwal dalam manajemen waktu. Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak H. Asep Saepulloh, Drs., M.Ag., selaku dosen pengampu Mata kuliah Kewirausahaan; 2. Rekan-rekan seangkatan yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini; 3. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Semoga bantuan baik berupa moril maupun materil yang telah diberikan, oleh Allah SWT. dapat diberikan balasan yang berlipat ganda. i Makalah ini juga masih jauh dari kata sempurna karena memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi dan sistematika maupun dalam teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Tasikmalaya, Desember 2015 \ Penulis ii DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR.............................................................................................i DAFTAR ISI.........................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah.................................................................................1 B. Rumusan Masalah...........................................................................................2 C. Tujuan Penulisan............................................................................................2 D. Manfaat Penulisan..........................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3 A. Mengevaluasi Penggunaan Waktu..................................................................3 B. Penyitaan Waktu Terbesar..............................................................................7 C. Mengelola Waktu Secara Produktif..............................................................12 BAB III SIMPULAN DAN SARAN...................................................................17 A. Simpulan.......................................................................................................17 B. Saran.............................................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................18 iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ada dua pribahasa mengatakan bahwa “waktu adalah uang” dan “waktu itu lebih berharga dari emas”. Kedua ungkapan ini sangat menggambarkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita. Urgensi waktu juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya yakni dalam Qs. Al-Ashr [103]: 1-2, yang berarti “Demi massa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.” Sekarang marilah kita lihat faktanya bahwa waktu itu merupakan aset yang paling berharga. Karena waktu itu berbeda dengan barang atau aset-aset lain jika kita punya waktu luang lalu kita tidak memanfaatkanya, maka waktu itu akan berlalu begitu saja artinya tidak akan dapat kita memanfaatkanya di hari lain. Kita tidak akan bertemu lagi dengan waktu saat ini di massa yang akan datang. Waktu ini menjadi berbeda dengan barang atau aset lain yang apabila tidak kita gunakan hari ini maka kita bisa menyimpannya untuk digunakan di kemudian hari. Seseorang yang memiliki aseet berlimpah tanpa memiliki waktu ia tidak akan bisa menikmati aset tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari ada beberapa orang yang berfikiran bahwa waktu 24 jam itu tidaklah cukup, hal ini tentu saja membuktikan bahwa begitu pentingnya waktu bagi seseorang tersebut dan di sisi lain juga hal ini dapat mnunjukan ketidakmampuan seseorang tersebut dalam mengelola waktu yang ia miliki sehingga merasa kekurangan. Untuk itu agar waktu yang dimiliki dapat dipergunakan seefektif mungkin maka diperlukan manajemen waktu yang akan mengatur penggunaan waktu kita dengan memperhatikan prioritas untuk masing-masing pekerjaan atau kegiatan. Manajemen waktu disini bukan berarti kita akan mengatur berlangsungnya waktu yang berjalan namun manajemen waktu disini berarti 1 cara bagaimana kita dapat mengatur diri sendiri untuk kemudian dapat menggunakan waktu dengan seefektif mungkin. Karena latar belakang inilah akhirnya penulis berkeinginan untuk mengambil tema dalam makalah yang akan penulis susun, dengan judul Manajemen Waktu. B. Rumusan Masalah Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai : 1. Apa saja evaluasi dari penggunaan waktu? 2. Apa saja yang membuat penyitaan waktu terbesar? 3. Bagaimana cara mengelola waktu secara produktif? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui apa saja evaluasi dari penggunaan waktu; 2. Untuk mengetahui apa saja yang membuat penyitaan waktu terbesar; 3. Untuk mengetahui bagaimana mengelola waktu secara produktif. D. Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Manfaat bagi penulis dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai manajemen waktu; 2. Manfaat bagi pembaca dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai acuan atau sarana untuk lebih megetahui tentang manajemen waktu, serta sebagai salah satu referensi dalam sistematika penulisan makalah. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Mengevaluasi Penggunaan Waktu Hal-hal berikut ini mengidentifikasikan telah terjadinya manajemen waktu yang tidak baik: 1. Jarang sekali mempunyai waktu unntuk mengerjkan pekerjaan yang benar-benar penting; 2. Menggunakan waktu terlalu banyak untuk pekerjaan yang mendesak; 3. Sering masih di kantor sampai larut malam; 4. Membawa pekerjaan kantor ke rumah dan mengerjakan pekerjaan orang lain; 5. Merasa sangat diperlukan; 6. Terlalu banyak mengikuti rapat; 7. Jarang sekali menyelesaikan tugas atau pekerjaan tepat pada waktunya; 8. Sering merasa terburu-buru; 9. Membiarkan orang lain mengatur waktu anda. Berikut di bawah ini akan penulis uraikan penjelasan dari masing-masing poin di atas: 1. Jarang Sekali Mempunyai Waktu Unntuk Mengerjkan Pekerjaan yang Benar-Benar Penting Kita harus senantiasa melakukan evaluasi atau introspeksi terhadap apa yang biasa kita kerjakan. Apakah memang pekerjaan-pekerjaan yang senantiasa kita lakukan merupakan pekerjaan yang penting untuk dilakukan dan dari pekerjaan tersebut apakah akan memberikan banyak manfaat. Atau bahkan sebaliknya, pekerjaan-pekerjaan tersebut kurang bermanfaat bagi diri kita maupun untuk orang lain. Kita harus membandingkan paah dalam keseharian kita lebih banyak disibukan oleh pekerjaan-pekerjaan yang penting atau 3 sebaliknya. Kalau kita jarang atau tidak sama sekali melakukan pekerjaan yang penting, yang memberikan lebih banyak manfaat dan sedikit madarat maka itu artinya penggunaan waktu kita tidak efektif atau manajemen waktunya tidak tepat. 2. Menggunakan Waktu Terlalu Banyak Untuk Pekerjaan yang Mendesak. Contohnya suatu pekerjaan baru diselesaikan menjelang berakhirnya batas waktu. Hal ini dapat terjadi karena tidak melakukan perencanaan yang baik dalam menjalankan suatu tugas. Melakukan pekerjaan idealnya menggunakan skala prioritas, artinya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan diurutkan berdasarkan tingkat pentingnya pekerjaan tersebut bagi seseorang berdasarkan tugas dan fungsinya, sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya atau lebih awal. Apabila kita masih banyak melakukan pekerjaan yang mendesak berarti pengaturan waktunya masih kurang baik karena menyelesaikan pekerjaan yang mendesak akan terburu-buru sehingga hasilnya tidak akan maksimal. 3. Sering Masih di Kantor Sampai Larut Malam Apabila seseorang sering masih berada di kantor hingga larut malam, maka hal ini menunjukan suatu ketidakmampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Hal ini seharusnya tidak terjadi, karena pekerjaan kantor umumnya merupakan suatu pekerjaan yang rutin dan dapat diselesaikan pada jam kerja. Di kantor sampai larut malam hanya akan wajar terjadi apabila ada pekerjaan yang bersifat insidentil yang menuntut penyelesaian segera atau untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat projek. 4. Membawa Pekerjaan Kantor ke Rumah dan Mengerjakan Pekerjaan Orang Lain Seperti halnya sering berada di kantor sampai larut malam, membawa pekerjaan kantor 4 ke rumah juga menunjukan ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Hal ini akan mengambil hak atas orang-orang di rumah. Karena waktu yang kita miliki tidak sepenuhnya merupakan hak kita, ada waktu untuk Allah Sang Pemilik waktu sebenarnya, untuk pekerjaan, untuk keluarga, masyarakat, dls. Agar kita bisa berlaku adil maka segala pekerjaan di luar atau kantor harus diselesaikan di kantror dan pekerjaan rumah harus di selesaikan di rumah. Jika pekerjaan kantor dibawa ke rumah maka penggunaan waktu di kantor tidak efektif dan selanjutnya akan berimbas pada penggunaan waktu di rumah. 5. Merasa Sangat Diperlukan Ketika seseorang merasa dirinya sanngat diperlukan maka ia akan seantiasa berusaha untuk melibatkan diri dalam setiap kegiatan. Walaupun sebenarnya ia tidak terlalu berkompeten dalam bidang tersebut. Jika hal ini tejadi maka akan mengakibatkan akan terambilnya waktu untuk menyelesaikan tugas utamanya. Disamping itu juga perilaku seperti ini mungkin dapat menyebabkan kurang efektifnya pelaksanaan pekerjaan tersebut karena memang bukan kompetensinya. 6. Terlalu Banyak Mengikuti Rapat Rapat atau pertemuan merupakan salah satu kegiatan rutin seorang wirausaha yang cukup banyak menyita waktu, apalagi jika ditambah dengan pertemuan-pertemuan yang mengalami keterlambatan memulai. Hal ini akan lebih parah lagi jika letak tempat pertemuan cukup jauh. Undangan-undangan rapat mmungkin ada yang memang perlu untuk diikuti secara langsung tanpa mewakilkan, namun mungkin juga ada yang bisa diwakilkan oleh staf, dan tidak menutup kemungkinan ada juga yang tidak perlu dihadiri. Karena ketika seorang manajer memenuhi setiap undangan rapat secara pribadi, maka hal ini jelas akan banyak menyita waktu kerjanya. 5 7. Jarang Sekali Menyelesaikan Tugas atau Pekerjaan Tepat Pada Waktunya Kita sering kali menjumpai tumpukan pekerjaan di atas meja. Hal ini menunjukan dua kemungkinan yaitu, memang betul-betul sibuk atau karena kebiasaan menunda penyelesaian pekerjaan. Namun pada umumnya pekerjaan yang menumpuk itu disebabkan karena kita sering menunda-nunda pekerjaan. Alasan menunda-nunda pekerjaan tersebut memang berfariasi ada yang karena malas, kebiasaan, atau karena tidak mampu untuk menyelesaikannya. Yang berbahaya adalah apabila kita menunda-nunda suatu pekerjaan karena malas, artinya sesungguhnya ia mampu menngerjakannya tepat waktu, namun pekerjaan itu tidak mau menggunakan kemampuannya. Menurut Goeller and Uraneck, tenyata kebanyakan manusia menggunakan potensi otaknya hanya 10% dari yang dimilikinya Sebagai contoh, ketika seorang dosen memberikan tugas makalah kepada mahasiswanya dan harus diserahkan paling lambat sebelum ujian akhir semester. Para mahasiswa pada dasarnya dapat langsung memulai untuk mengerjakan tugas itu pada hari itu juga atau setelah dosen tersebut memberikan tugasnya, namun biasnya para mahasiswa mengerjakan tugasnya ketika akan mendekati batas waktu pengumpulan. 8. Sering Merasa Terburu-Buru Merasa terburu-buru terjadi ketika kita sedang dihadaapkan kepada kurangnya waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Umumnya terjadi karena menangguhkan pekerjaan dan keetika waktunya sudah mepet baru dikerjakan. Menyelesaikan pekerjaan dengan terburu-buru berpeluang besar menghasilkan pekerjaan yang tidak sempurna atau salah, yang pada akhirnya tidak menutup kemungkinan pekerjaan tersebut harus dikerjakan kembali. 6 9. Membiarkan Orang Lain Mengatur Waktu Anda Membiarkan orang lain mengatur waktu anda bukan berarti bahwa jadwal anda dibuat orang lain, akan tetapi jika anda sudah memmiliki jadwal kegiatan yang harus dilaksanakan dengan alokasi waktu tertentu, akan tetapi anda merubah kegiatan pelaksanaan tersebut akibat menyesuaikan dengan kegiatan atau keinginan orang lain. Kalau kegiatan anda sering menyesuaikan dengan kegiatan orang lain, maka anda tentu akan kehilangan banyak waktu. Jika hal ini sering anda rasakan maka anda belum bisa mengatur atau mengelola waktu dengan baik. Janganlah menjadi korban dari kesalahan pengelolaan waktu sebab waktu yang tidak dimanfaatkan dengan baiik akan pergi dengan begitu saja tanpa akan kembali. B. Penyitaan Waktu Terbesar Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak selamanya dapat menggunakan waktu seperti yang kita inginkan. Ada pembrosan waktu yang memang tidak kita sadari, akan tetapi ada juga kita melakukan pemborosan waktu itu dengan penuh kesadaran. Walaupun kita menyadari betul bahwa penggunaan waktu untuk kegiatan tertentu tidak produktif, akan tetapi kadangkala kita sulit atau bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menghindarinya. Untuk dapat memanaje waktu secara baik, terlebih dahulu perlu diketahui penyita waktu terbesar dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal berikut ini merupakan kondisi-kondisi yang dapat menyita penggunaannya menjadi tidak produktif: 1. Tamu yang tidak dikehendaki; 2. Ketidakmampuan menyatakan tidak; 3. Mengerjakan segalanya; 4. Terlalu banyak aktivitas yang tidak penting; 5. Menangguhkan pekerjaan; 6. Tidak mampu memutuskan pembicaraan; 7 waktu, sehingga 7. Perjalanan. 1. Tamu yang Tidak Dikehendaki Tamu adalah orang yang mengunjungi atau menemui kita dan kepada mereka agama mengharuskan kita untuk menghormatinya. Hal itu merupakan sesuatu yang mutlak yang harus kita lakukan, tapi di lain pihak tamu jangan mentang-mentang harus di hormati sehingga gila hormat, tamu juga mutlak harus tahu diri. Artinya walaupun pribumi mempunyai kewajiban untuk melayani dan menghormati tamunya, akan tetapi tamu juga harus dapat memastikan bahwa kehadirannya tidak mengganggu pribuminya. Oleh karena itu ketika sedang bertamu, kita harus memahami isyarat-isyarat yang dapat ditangkap dari pribumi, misalnya sering melihat jam, tersirat dalam ungkapan-ungkapan atau mungkin terlihat gelisah, mungkin juga melalui sikap yang pribumi tunjukan. Tamu haruslah peka terhadap kondisi-kondisi seperti ini karena ketika pribumi sudah menginginkan tamunya untuk segera pergi seringkali pribumi tidak memiliki keberanian untuk menyatakannya secara langsung, sehingga tamulah yng harus berusaha memahami situasi pribumi. 2. Ketidakmampuan Menyatakan Tidak Kata “tidak” sepertinya sesuatu yang biasa-biasa saja, yaitu sesuatu yang mudah untuk dikatakan dan dilakkukan. Setiap hari dalam pembicaraan sehari-hari senantiasa muncul kata atau ungkapan tidak, bahkan kita bisa mengatakan tiada hari tanpa ungkapan tidak. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, bahkan untuk sesuatu yang penting sekalipun kadang kita mengalami kesulitan atau ketidakmampuan untuk mengatakan tidak. Hal ini terjadi umumnya karena ingin menghargai orang lain, ingin menyenangkan, sungkan, takut orang lain kecewa, atau mungkin tidak ingin membuat orang lain tersinggung maka dengan terpaksa 8 menyatakan “ya” meskipun akhirnya kita akan dirugikan karena menyita banyak waktu. Mungkin orang yang kita hormati atau yang lebih senior meminta kita melakukan sesuatu, padahal pada waktu yang bersamaan kita sedang ataau akan melakukan suatu pekerjaan., akan tetapi karena enggan menolak atau sungkan kita tidak menyampaikan apa yang sedang atau akan kita lakukan. 3. Mengerjakan Segalanya Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa sub sisstem yang merupakan suatu kesatuan dan saling melengkapi. Suatu sistem baru akan berjalan dengan baik apabila seluruh subsistem yang membentuknya saling mendukung sehingga dapat bekerja secara sinergis. Setiap individu dalam organisasi merupakan suatu sub sistem yang mempunyai tugas dan tanggung jawab tertentu. Ketika organisasi berkembang, maka tugas dan tanggung jawab seorang manajer akan semakin bertambah. Bertambahnya tugas dan tangung jawab berarti akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Jika hal itu dilakukan sendiri maka akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang pokok yang sebenarnya lebih urgen untuk segera diselesaikan. 4. Terlalu Banyak Aktivitas yang Tidak Penting Sebagai seorang manusia sesuatu hal yang wajar jika ingin melakukan berbagai hal atau kegiatan dalam rangka memuaskan kebutuhannya, karena sesuai dengan kodratnya kepuasan manusia itu tidak terbatas. Akan tetapi walaupun demikian setiap orang harus mampu mengendaalikan diri sehingga tidak dianggap sebagai orang yang rakus. Disamping itu dengan terlalu banyaknya melakukan halhal yang tidak perlu maka akan menyita waktu banyak yang sebenarnya dapat digunkan untuk menjalankan kegiatan lain yang lebih produktif. 9 Misalnya seseorang mempunyai kesempatan untuk bekerja dengan honor sebesar Rp 50.000,- per jam akan tetapi dia malah mencuci mobil selama 1,5 jam yang sebetulnya bisa dilakkukan oleh orang lain dengan bayaran Rp 15.000,- dalam kondisi ini berarti yang bersangkutan kehilangan kesempatan bekerja dengan opportunity cost Rp 60.000,-. 5. Menangguhkan Pekerjaan Ada orang yang merasa bangga ketika di mejanya menumpuk pekerjaan, seolah-olah sebagai orang yang super sibuk sehhingga pekerjaanya tidak pernah sempat terselesaikan. Padahal umumnya bertumpuknya pekerjaan tersebut bukan karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu, akan tetapi karena adanya unsur kesengajaan untuk tidak menyelesaikannya. Banyak hal yang menyebabkan penangguhan ini terjadi salah satunya yaitu karena malas atau karena ada pekerjaan lain yang menyebabkan banyak pekerjaan yang menumpuk. Atau juga karena tidak dapat menngerjakannya, maupun karena menunggu rekomendasi atasan. Jika suatu pekerjaan ditangguhkan pengerjaannya maka pada saat akan melanjutkan atau menyelesaaikan dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan terlebih dahulu. Hal ini dapat diibaratkan sebuah mesin yang sedang beroprasi kemudian diberhentikan, maka untuk mengoprasikannya kembali dibutuhkan waktu berjam-jam bahakan berhari-hari untuk memanaskan mesin tersebut. Itulah sebabnya mengapa dipabrik-pabrik besar para karyawannya tetap bekerja meskipun pada hari raya karena apabila dihentikan maka akan dibutuhkan waktu yang lama agar mesin siap beroprasi kembali serta dampaknya akan menimmbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Begitu juga dengan otak manusia, ketika kita sedang memikirkan sesuatu kemudian dihentikan maka diperlukan waktu lagi untuk kita dapat memikirkan kembali hal tersebut. Karena memang pada 10 dasarnya proses berfikir adalah proses mengubung-hubungkan antara fenomena yang satu dengan yang lain atau pemikiran yang satu dengan yang lain sehingga memerlukan energi untuk menjalankan dan memulainya kembali. 6. Tidak Mampu Memutuskan Pembicaraan Apabila dua pihak melakukan komunikasi secara lisan baik dengan cara bertatap muka langsung maupun dengan melalui telepon, maka akan ada tiga kondisi yang memungkinkan terjadi, yaitu: 1. Kedua belah pihak merupakan tipe komunikator yang aktif atau agresif; 2. Kedua belah pihak merupakan tipe komunikator yang pasif; 3. Satu pihak tipe komunikator pasif dan ppihak yang lainnya aktif. Ketika komunikasi terjadi antara komunikator yang aktif dengan yang pasif maka ada kemungkinan masing-masing tidak dapat menahan diri sehingga kedua belah pihak sulit untuk menghenntikan pembicaraan. Sementara itu ketika dalam proses komunikasi antara pihak yang pasif dengan yang aktif, maka pihak yang aktif memiliki kecenderungan akan merampas hak pihak yang pasif. Komunikator yang pasif kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam memutuskan pembicaraan dengan komunikator yang aktif. Memang setiap orang pasti mengalami atau pernah mengalammi kesulitan untuk mengakhiri pembicaraan dengan pihak lain, misalnya ketika menghadapi atasan, oorang tua, teman yang lama tidak bertemmu, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena rasa inging menghormati, perasaann takut menyinggung, perasaan takut dianggap tidak sopan atau rasa ingin menyenangkan oranng lain. Dengan esulitan untuk memutuskan pembicaraan tersebut maka sudah barang tentu hal ini akan menyit banyak waktu yang kita miliki. 4. Perjalanan Melakukan perjalanan merupakan suatu aktivitas yang tidak mungkin dihindari oleh seorang wirausaha, baik untuk menghadiri pertemuan 11 maupun untuk menghubungi calon konsumen ataupun mengevaluasi calon mitra usaha. Mereka yang dihubungi mungkin berada di tempat yang cukup jauh dari tempat domisili usaha, sehingga untuk sampai tujuan diperlukan waktu yang bejam-jam atau bahkan berhari-hari perjalanan. C. Mengelola Waktu Secara Produktif Secara filosofis produktivitas merupakan spirit dan usaha untuk senantiasa meningkatkan kehidupan, yakni hari ini haruss lebih baik dari ari kemarin. Untuk mencapai hal tersebut maka kita harus pandai-pandai memanaje waktu secara produktif, yakni melalui upaya-upaya sebagai berikut: 1. Tetapkan batas waktu; 2. Lakukan sekarang juga; 3. Hindari tatap muka langsung; 4. Rencanakan dan siapkan pekerjaan besok; 5. Bergurulah pada pengalaman; 6. Ajukan pertanyaan sebelum memulai; 7. Persingkat waktu pertemuan; 8. Manfaatkan waktu dalam perjalanan; 9. Seleksi tamu; 10. Terima tamu di luar kantor; 11. Beranilah menolak; 12. Jangan melaksanakan segala aktivitas; 13. Hindari mencapai kesempurnaan; 14. Bunuh rasa iri dan dengki; 15. Kelola stress; 16. Lakukan delegasi. Berikut di bawah ini akan penulis uraikan penjelasan dari masing-masing poin di atas: 1. Tetapkan Batas Waktu 12 Hidup adalah perjalanan maka oleh karena itu agar perjalanan kita sampai kepada tujuan yanng hendak dicapai tepat pada waktunya maka kita perlu memprogramnya sebelum perjalanan dimulai. Walaupun kita percaya adanya takdir, akan tetapi tidak berarti harus menyerahkan segalanya kepada takdir tanpa melakukan usaha. Program jangka pendek harus diterjemahkan kedalam aktifitasaktifitas atau pekerjaan-pekerjaan. Sebelum suatu pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu uraikan pekerjaan kedalam elemenelemen kerja, dan taksirlah waktu yang diperluan untuk menyelesaaikan setiap elemen kerja. Dengan memberikan toleransi, tentukan waktu standar yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setelah taksiran waktu standar diketahui selanjutnya tetapkanlah batas waktu penyelesaiannya. 2. Lakukan Sekarang Juga Seperti diungkapkan di awal bahwa terdapat pekerjaan yang menumpuk (tidak selesai) tidak selamanya menunjukan terlalu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan seseorang, akan tetapi seringkali terjadi menangguhkan karena yang penyelesaian bersangkutan pekerjaan menunda tersebut. atau Menunda penyelesaina suatu pekerjaan saat ini sudah merupakan suatu kebiasaan di berbagai kantor atau instansi. Hal ini pula yang menunjukan buruknya kinerja, sehingga muncul ungkapan jika bisa diperlambat kenapa harus dipercepat. 3. Hindari Tatap Muka Langsung Untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada pihak lain atau pihak lain ingin mengkomunikasikan sesuatu kepada kita, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti komunikasi dengan tatap muka atau bertemu langsung, menggunakan telepon, email, atau surat. Surat juga memiliki beberapa kelemahan yakni tidak bisa berkomunikasi langsung, memerlukan waktu yang lama untuk mengetahui respon dari penerima informasi. 13 4. Rencanakan Dan Siapkan Pekerjaan Besok Setiap hari selesai melaksanakan pekerjaan, sebaiknya sebelum meninggalkan tempat bekerja lakukan evaluasi terhadap seluruh program yang telah direncanakan. Jika masih ada pekerjaan yang belum selesai dan menuntut penyelesaian segera, atau ada pekerjaanpekerjaan yang sudah selesai akan tetapi masih memerlukan penyelesaian maka buatlah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan, catat siapa saja yang arus dihubungi dan apa keperluannya. 5. Bergurulah Pada Pengalaman Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang baik, artinya apabila kita hendak melakukan sesuatu, harus senantiasa bekaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, sehingga diharapkan keslahan-kesalahan yang pernah dilakuakan tidak akan terlurang kembali, dan hal-hal yang akan mempercepat pencapaian tujuan diberbanyak. Dengan perkataan lain berguru pada pengalaman akan mampu menghindarkan kita terjerumus ke lubang yang sama sehingga tidak akan membuang-buang waktu untuk segera mencapai tujuan yang telah ditentukan. 6. Ajukan Pertanyaan Sebelum Memulai Agar tindakan yang dlakukan betul-betul tindakan terbaik, maka sebelum melakukan pekerjaan pastikan terlebih dahulu bahwa apa yang dilakukan itu adalah betul-betul sesuatu yang memang seharusnya dilakukan dn menghasilkan manfaat optimal, atau pekerjaan yang manfaatnya relatif kecil, tidak memberi manfaat, atau bahkan pekerjaan tersebut memiliki potensi merugikan? Untuk sampai ke hal terbaik tersebut, maka sebelum melakukan sesuatu terlebih dahulu ajukan pertanyaan berikut ini (5W 1H) 7. Persingkat Waktu Pertemuan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mendengar jam karet atau waktunya ngaret yang menunjukan penggunaan waktu yang tidak efektif. Memang Indonesia merupakan negara penghasil karet, akan 14 tetapi tidak seharusnya menggunakan waktu seperti karet yang bisa fleksibel. Kenyataanya dalam suatu pertemuan sering kali menyita waktu yang cukup lama, baik karena keterlambatan dalam memulai, agenda yang tidak jelas, pembicaraan yang mengarah ke debat kusir dan karena hal-hal lain. Oleh karena itu untuk mempersingkat waktu pertemuan perlu dilakukan upaya-upaya antara lain memulai pertemuan sesuai jadwal, pimpianan harus memahami permasalahan dan apa yang diharapkan para peserta, menjaga pertemuan tetap berda pada jalurnya, pimpinan pertemuan harus tegas dan bijaksana, menggunakan bahasa yang sederhana, dekatkan waktu rapat dengan jam makan. 8. Manfaatkan Waktu Dalam Perjalanan Perjalanan merupakan suatu aktifitas yang tidak bisa dihindari, baik perjalan rutin ke tempat kerja, pulang kampung, menghadiri undangan, dan sebagainya. Dalam perjalanan kita sering kali kehilangan banyak waktu, baik karena kemacetan lalu lintas, menunggu keberangkatan pesawat, atau gangguan teknis perjalanan. Oleh karena itu kita harus mampu memanfaatkan waktu dalam perjalanan tersebut. 9. Seleksi Tamu Bagi seorang pemimpin menerima tamu termasuk salah satu aktifitas utamanya. Jika semua tamu hendak berkunjung dilayani pimpinan, bisa jadi waktunya habis hanya untuk menerima tamu. Untuk mengatasi waktu yang tersita oleh tamu yang tidak diharapkan dapat disiasati dengan menyeleksi tamu yang ingin berkunjung. Untuk tamu yang berkungjung secara langsung tanpa adanya janji tugaskan sekertaris untuk melayani dan menanyakan kepentingan kedatanggannya, yang selanjutnya menyeleksi tamu mana yang bisa diterima dan mana tamu yang tidak bisa diterima. Tamu-tamu yang keperluannya bisa dilayani oleh sekertaris tugaskan mereka untuk melayaninya. 15 10. Terima Tamu Di Luar Kantor Untuk tamu-tamu yang tiak terlalu penting, sebaiknya diterima di luar kantor sambil berdiri. Dengan diperlakukan seperti itu diharapakan tamu yang bersangkuatan akan mempresentasikan bahwa pribumi akan berangkat keluar atau menyadari bahwa kehadiranya tidak begitu diharapkan, sehingga pembicaraan akan langsung fokus ke pokok permasalahan saja tanpa basa-basi terlebih dahulu setelah selesai tamu akan segera pergi dan dengan demikian waktu dapat di hemat. 11. Beranilah Menolak Sebagai orang timur, khususnya Jawa atau Sunda, kita sering kali berpura-bura dapat memuaskan orang lain atau agar tidak mengecewakan mereka, walaupun akibatnya bisa jadi kita yang kan mengalami kekecewaan atau kerugian. 12. Jangan Melaksanakan Segala Aktivitas Kita harus menganalisis kesempatan-kesemapatan yang bisa dilakukan terutama yang harus dilakukan pada waktu yang bersamaan. Pekerjaan-pekerjaan yang telah efektif dikerjakan orang lain sebaiknya biaerkan mereka yang mengerjakan. Pilih dan tentukan dan tentukan mana pekerjaan yang harus didelegasikan/diserahkan kepada orang lain, dari beberapa pekerjaan yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Prinsipnya ketika kita melakukan sesuatu pekerjaan yang sampai menimbulkan biaya kesempatan. 13. Hindari Mencapai Kesempurnaan Kesempurnaan adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dicapai atau bahkan tidak mungkin dapat dicapai karena kesempurnaan hanyalah milik allah SWT. mencari kesempurnaan seringkali hanya membuang buang waktu saja, oleh karena itu lakukanlah apa yang memang bisa dilakukan. 16 BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Dari berbagai penjelasan yang telah penulis paparkan di bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa: 1. Ada dua pribahasa mengatakan bahwa “waktu adalah uang” dan “waktu itu lebih berharga dari emas”. Kedua ungkapan ini sangat menggambarkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita. Urgensi waktu juga dijelaskan dalam AlQur’an, salah satunya yakni dalam Qs. Al-Ashr [103]: 1-2, yang berarti “Demi massa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.”; 2. Dalam manajemen waktu ada tiga hal yang akan di bahas, yakni mengenai mengevaluasi penggunaan waktu, penyitaan waktu, dan mengelola waktu secara prroduktif. B. Saran Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut: 1. Agar kita dapat mengelola waktu secara produktif maka kita harus memanaje waktu dengan baik; 2. Manajemen waktu sangatlah dibutukan dalam kegiatan sehari-hari karena dapat membantu kita dalam mengelola waktu dan memanfaatkannya secara maksimal. 17 DAFTAR PUSTAKA Kartawan. (2013). Kewirausahaan. Guardaya Intimarta: Bandung. 18

Judul: Manajemen Waktu

Oleh: Pipit P Fazri

Ikuti kami