Theo Adinata F1218038 Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia

Oleh Theo Adinata

206,6 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Theo Adinata F1218038 Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2018/2019 PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (Tema: Potensi dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) Disusun Oleh: Theo Adinata F1218038 PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN TRANSFER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2018 A. PENDAHULUAN Pengertian pertumbuhan ekonomi menurut Sukirno (2004) adalah sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah1. Faktor-faktor produksi yang selalu mengalami pertambahan jumlah dan kualitas menjadi penyebab dari adanya peningkatan tersebut. Investasi dapat menambah jumlah barang modal sedangkan teknologi terus berkembang sesuai kemajuan zaman. Dalam sebuah negara dan pemerintah daerah yang menjadi salah satu hal yang sangat penting dan menjadi sorotan adalah dalam bidang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, terutama dalam hal yang menyangkut bagaimana pendapatan masyarakat dapat meningkat sehingga dapat berdampak pada meningkatnya taraf hidup, membuka lapangan kerja sehingga dapat menambah kesempatan kerja dan dapat mengurangi kemiskinan2. Salah satu ciri-ciri dari pembangunan adalah terjadinya perubahan ekonomi yang ditunjukkan dengan meningkatnya produksi atau pendapatan nasional3. Petumbuhan perekonomian suatu negara yang cepat mencerminkan aktivitas produksi yang tinggi. Kapasitas produksi yang tinggi pastinya membutuhkan faktor produksi yang tinggi, salah satunya sumber daya manusia atau tenaga kerja. Sumber daya manusia yang handal memainkan peran penting dalam mendukung pembangungan dan pertumbuhan ekonomi. Mulyadi (2014) menjelaskan bahwa peningkatan kualitas hidup sumber daya manusia dapat dilihat berdasarkan peningkatan kemampuan, disiplin, produktif, kreatif dan inovatif, serta membina lingkungan hidup yang sehat untuk memacu prestasi4. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang meningkat, akan menaikkan penyerapan tenaga kerja5 (Simanjuntak,2001). Produktivitas tenaga kerja yang tinggi pastinya dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi sebuah negara. Melihat besarnya jumlah penduduk negara 1 Putri, Adinda dan Deden Dinar. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Periode 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1). 2 Vina Kurniwati, dkk. (2018). Analisa Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Nilai Ekspor dan Nilai Investasi pada Industri Pengolahan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1). 3 Priana, Wiwin. (2016). Economic Growth Model Location Quotient (LQ) in Eeast Java Province. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 16(1). 4 Putri, Adinda dan Deden Dinar. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Periode 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1). 5 Putri, Adinda dan Deden Dinar. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Periode 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1). Indonesia, seharusnya hal tersebut dapat menjadi modal dasar pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, tingginya tingkat jumlah penduduk sepertinya masih belum diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan penyerapan tenaga kerja yang merata. Maka dari itu, kualitas tenaga kerja yang baik harus diciptakan sedini mungkin, dengan tujuan untuk memiliki keterampilan dengan tujuan memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan, mampu bersaing dengan para tenaga kerja lain, atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. B. DESKRIPSI TOPIK 1. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Todaro (2000), pertumbuhan ekonomi pada masa lampau sering diukur berdasarkan tingkat kemajuan dari struktur produksi dan pemakaian sumber daya yang diupayakan secara terencana6. Pada umumnya dalam proses tersebut peranan sektor pertanian akan menurun, memberikan kesempatan bagi sektor industri dan jasa yang dimana secara sengaja akan diupayakan untuk berkembang. Menurut ekonomi klasik Smith, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu pertumbuhan output total dan pertumuhan penduduk. Unsur pokok dari suatu negara ada tiga, antara lain: a. Sumber daya alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat, dimana jumlah yang tersedia mempunyai batas maksimum bagi pertumbuhan suatu perekonomian. b. Sumber daya manusia (jumlah penduduk) merupakan peran pasif dalam proses pertumbuhan output, yang berarti jumlah penduduk akan menyesuaikan dengan kebutuhan para tenaga kerja. c. Stok modal adalah unsur produksi yang sangat menentukan tingkat pertumbuhan output. 6 Kurniawati Vina, M. Pudjihardjo,dan Rachmad Kresna Sakti. (2018). Analisa Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Nilai Ekspor Dan Nilai Investasi Pada Industri Pengolahan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1) Todaro (2006) juga menyatakan bahwa semakin besar angkatan kerja, yang berarti tingkat pertumbuhan penduduk tinggi maka semakin besar pula pertumuhan ekonomi7. Sedangkan berdasarkan UNDP (2013), indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pendidikan8. Pendidikan merupakan salah satu modal utama yang wajib dipenuhi untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan berpengaruh baik pula pada kinerja ekonomi. Kualitas sumber daya manusia tersebut dapat dinilai dari tingkat pendidikan, kesehatan, atau indikator-indikator lainnya. Menurut Todaro dan Smith (2003), suatu negara dapat dikatakan berhasil dalam pembangunan ekonominya apabila ditunjukkan oleh tiga nilai pokok, antara lain9: a. Perkembangan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. b. Peningkatan rasa harga diri masyarakat. c. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk memilik. 2. Tenaga Kerja Menurut Boediono (1992) tenaga kerja adalah salah satu faktor produksi yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi10. Dalam proses produksi, tenaga kerja memperoleh pendapatan sebagai balas jasa dari usaha yang telah dilaksanakan. Maka pengertian permintaan tenaga kerja adalah tenaga kerja yang diminta oleh pengusaha pada berbagai tingkat upah. Samuelson dan Nordhaus (2001) menyatakan bahwa input tenaga kerja terdiri dari kuantitas dan keterampilan tenaga kerja 11. Para ekonom percaya bahwa kualitas 7 Ayu, Citra Basica. (2014). Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan Pekerja dan Pengeluaran Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Economia Universitas Negeri Yogyakarta. 8 Ayu, Citra Basica. (2014). Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan Pekerja dan Pengeluaran Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Economia Universitas Negeri Yogyakarta. 9 Pamrihnan, Alit dan Malik Cahyadin. (2016). Analisis Ketimpangan Pendapatan dan Identifikasi Sektor Basis Antar Kecamatan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 16(2). 10 Neno, Andi Ariani. (2013). Pengaruh Jumlah Usaha, Nilai Iinvestasi, dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang Tahun 2001-2011. Skripsi Jurusan Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Hasanuddin Makassar. 11 Ayu, Citra Basica. (2014). Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan Pekerja dan Pengeluaran Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Economia Universitas Negeri Yogyakarta. input tenaga kerja antara lain keterampilan, pengetahuan, dan disiplin tenaga kerja merupakan elemen paling penting dalam pertumbuhan ekonomi. 3. Produktivitas Kerja Menurut Hasibuan (1996) produktivitas adalah perbandingan antara hasil (out put) dengan masukan (in put)12. Pada umumnya produktivitas kerja dapat diartikan juga sebagai rasio output dan input dari suatu proses produksi tertentu. Produktivitas akan naik jika adanya kemungkinan peningkatan efisiensi (bahan, waktu, tenaga) dan sistem kerja, teknik produksi, dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerja. Selain itu menurut Moretti (2004) peningkatan produktivitas terutama dikarenakan sharing pengetahuan dan proses adopsi inovasi yang cepat 13. Adanya perubahan teknologi selain berpengaruh pada output dan pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi persaingan internasional dan modernisasi di bidang ekonomi14 (Lewis, 2001). Menurut Hasibuan (2000) pengembangan sumber daya manusia adalah sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis konseptual dan moral karya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan latihan 15. Manfaat dari pendidikan adalah untuk meningkatkan keahlian konseptual dan moral karya, sedangkan tujuan dari latihan adalah untuk meningkatkan pelaksanaan pekerjaan karyawan. C. ISSUE TERBARU Saat ini Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk mewujudkan visi menjadi negara maju di tahun 2030 mendatang. Untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia harus 12 Agus, M Hidayat. (2007). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Medan Sisingamangaraja. Skripsi Diploma III. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sumatera Utara. 13 Suharyani dan Benedictus Raksaka. (2018). Aglomerasi dan Perbedaan Produktivitas Perusahaan di Dalam dan di Luar Kawasan Berikat. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(2). 14 Afdholatu, Hanifatul Ridho’ah, dkk. (2018). Analisis Kausalitas Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Pasar Saham Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN 3 Periode Tahun 2000-2015. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(2). 15 Agus, M Hidayat. (2007). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Medan Sisingamangaraja. Skripsi Diploma III. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sumatera Utara. memperhatikan dan mempersiapkan sektor pertumbuhan ekonomi dari sekarang. Dalam pertumbuhan ekonomi tentunya didukung oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tenaga kerja. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia nanti membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi pada tahun 2030 dimana hal tersebut sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin merata (liputan6.com)16. Selain hal tersebut, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ini merupakan tugas mahasiswa untuk jadi pemeran ekonomi di tahun 2030 mendatang, karena Indonesia akan menjadi top ten ekonomi dunia di tahun ini (liputan6.com). Melihat pernyataan tersebut, penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda sebagai tenaga kerja yang berkualitas. Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri yang mengatakan bahwa kualitas orang Indonesia itu bagus, dimana dari sisi kualitas Indonesia ada role modelnya. Pengalaman Indonesia di ASEAN skill competition adalah ketika mendapatkan peringkat kedua di bawah Thailand dan mampu mengungguli Malaysia (sindonews.com)17. Hanif Dhakiri juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia sesungguhnya memiliki kualitas dan talenta yang hebat, akan tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. Selain itu, jika jumlah orang Indonesia yang unggul di bidang tertentu sudah memadai, mereka hanya terkonsentrasi di kota besar saja. Hal ini yang menimbulkan ketimpangan di daerah dan problem terhadap investasi di Tanah Air (sindonews.com). Terkait dengan tenaga kerja, produktivitas pekerja Indonesia saat ini dianggap belum maksimal. Di antara negara Asean, Indonesia hanya menempati peringkat keempat di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan bahwa salah satu penyebab rendahnya produktivitas pekerja Indonesia karena terbatasnya dalam hal penguasaan bahasa asing. Imelda mengatakan bahwa saat ini banyak alat atau mesin pabrik yang petunjuk pengoperasiannya menggunakan bahasa asing. Ketidakmampuan ini dapat menjadi 16 https://www.liputan6.com/bisnis/read/3651373/ri-butuh-17-juta-tenaga-kerja-melek-teknologi-di-2030 (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 14.07) 17 https://ekbis.sindonews.com/read/1353006/34/menaker-kualitas-orang-indonesia-top-tapi-kuantitas-kurang1541671023 (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 14.15) penghambat bagi pekerja Indonesia untuk bekerja secara cepat dan efisien (ekonomi.kompas.com)18. Berdasarkan kasus-kasus yang berkaitan tentang tenaga kerja diatas, dapat disimpulkan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki sumber daya manusia dengan jumlah yang tinggi, khususnya tenaga kerja dimana data jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2017 (bps.go.id)19. Sumber daya manusia di Indonesia merupakan modal dasar bagi pembangunan ekonomi. Hal tersebut sebenarnya juga dapat menjadi sebuah potensi yang baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, apabila Indonesia dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas seperti memiliki keterampilan dan memiliki daya saing yang tinggi dalam persaingan global. Terkait dengan sumber daya manusia di Indonesia terdapat hal penting yang perlu diperhatikan yaitu adanya kemungkinan ketimpangan antara jumlah angkatan tenaga kerja dan jumlah kesempatan kerja, karena hal ini dapat menjadi sebuah hambatan bagi pertumbuhan ekonomi negara. Selain itu tingkat pendidikan angkatan kerja di Indonesia didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut dilihat dari data tingkat pengangguran terbuka dari BPS pada bulan Agustus 2018 yaitu 11,24% (bps.go.id)20. Jika melihat kasus mengenai rendahnya produktivitas tenaga kerja dan dibutuhkannya tenaga kerja yang melek teknologi, hal yang perlu diperhatikan adalah pemerintah harus berupaya lebih lagi terhadap peningkatan kualitas pendidikan untuk sumber daya manusia di Indonesia, khususnya pendidikan tingkat menengah dan atas. Tenaga kerja yang kurang produktif juga dapat disebabkan oleh kurang baiknya kualitas pendidikan yang didapat oleh para calon tenaga kerja saat menempuh pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari masih minimnya tenaga kerja di Indonesia yang memiliki keterampilan khusus dan cenderung masih memiliki daya saing yang rendah. Selain itu kurangnya motivasi bagi tenaga kerja juga menjadi faktor penyebab belum maksimalnya produktifitas tenaga kerja Indonesia. 18 https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/29/064928426/produktivitas-pekerja-indonesia-rendah-inipenyebabnya (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 13.45) 19 https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/11/05/1485/agustus-2018--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt-sebesar-5-34-persen.html (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 15.05) 20 https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/11/05/1485/agustus-2018--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt-sebesar-5-34-persen.html (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 15.05) Teknologi yang semakin berkembang pesat seharusnya menjadi motivasi tersendiri bagi tenaga kerja Indonesia untuk melatih dan menyesuaikan diri dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba menggunakan teknologi. Melihat perkembangan teknologi saat ini dapat dijadikan menjadi sebuah potensi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana contohnya seperti dalam industri di bidang manufaktur sekarang mulai menggunakan teknologi yang canggih dalam operasionalnya. Akan tetapi melihat kondisi tenaga kerja yang kurang melek terhadap teknologi mungkin disebabkan oleh tidak meratanya infrastruktur terkait dengan fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Kurangnya kemampuan dalam mengikuti teknologi yang semakin berkembang dapat menjadi hambatan bagi tenaga kerja Indonesia dalam memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang saat ini tidak lepas dari penggunaan teknologi. D. Penutup Pertumbuhan ekonomi merupakan sebagai proses kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas terebut ditentukan oleh adanya kemajuan dan penyesuaian-penyesuaian teknologi, institusional dan ideologis terhadap tuntutan keadaan yang ada. Dalam mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi negara maju di tahun 2030 tentunya harus diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Banyak potensi baik yang dimiliki Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi negara, salah satunya adalah sumber daya manusia. Besarnya jumlah populasi penduduk yang dimiliki oleh Indonesia, merupakan potensi besar bagi Indonesia yang menjadi modal dasar dalam pembangunan ekonomi negara. Tenaga kerja Indonesia sesungguhnya juga memiliki kualitas yang bagus, akan tetapi jumlahnya sangat terbatas. Hambatan lain yang dihadapi oleh Indonesia antara lain produktifitas tenaga kerja Indonesia yang belum maksimal dan masih dibutuhkannya tenaga kerja yang melek teknologi. Hambatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan sebaiknya harus segera ditangani. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sebuah investasi dengan tujuan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan yang ada dengan meningkatkan standar pengajaran pendidikan, mengembangkan pelatihan dan menciptakan jalur pendidikan baru dan fleksibel. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan pemerintah memiliki pekerja skill lebih banyak dan tersebar merata di berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan agar tidak menimbulkan ketimpangan di daerah dan tentunya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menjadi negara maju di tahun 2030 mendatang. DAFTAR PUSTAKA Hanifatul Afdholatu Ridho’ah, dkk. (2018). Analisis Kausalitas Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Pasar Saham Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN 3 Periode Tahun 2000-2015. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(2). Agus, M Hidayat. (2007). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Medan Sisingamangaraja. Skripsi Diploma III. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sumatera Utara. Ayu, Citra Basica. (2014). Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan Pekerja dan Pengeluaran Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Economia Universitas Negeri Yogyakarta. Hapsa, Sitti dan Rifki Khoirudin. (2018). Analisis Pertumbuhan Ekonomi D.I. Yogyakarta Tahun 2008-2016. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(2). https://ekbis.sindonews.com/read/1353006/34/menaker-kualitas-orang-indonesia-top-tapikuantitas-kurang-1541671023 (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 14.15) https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/29/064928426/produktivitas-pekerja-indonesiarendah-ini-penyebabnya (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 13.45) https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/11/05/1485/agustus-2018--tingkat-pengangguranterbuka--tpt--sebesar-5-34-persen.html (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 15.05) https://www.liputan6.com/bisnis/read/3651373/ri-butuh-17-juta-tenaga-kerja-melek-teknologidi-2030 (Diakses pada 4 Januari 2018, pukul 14.07) Neno, Andi Ariani. (2013). Pengaruh Jumlah Usaha, Nilai Iinvestasi, dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang Tahun 2001-2011. Skripsi Jurusan Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Hasanuddin Makassar. Pamrihnan, Alit dan Malik Cahyadin. (2016). Analisis Ketimpangan Pendapatan dan Identifikasi Sektor Basis Antar Kecamatan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 16(2). Priana, Wiwin. (2016). Economic Growth Model Location Quotient (LQ) in Eeast Java Province. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 16(1). Putri, Adinda dan Deden Dinar. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Periode 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1). Siti, Tanti Rochmani, Yunastiti Purwaningsih, dan Agustinus Suryantoro. (2016). Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 16(2). Suharyani dan Benedictus Raksaka. (2018). Aglomerasi dan Perbedaan Produktivitas Perusahaan di Dalam dan di Luar Kawasan Berikat. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(2). Vina Kurniwati, dkk. (2018). Analisa Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Nilai Ekspor dan Nilai Investasi pada Industri Pengolahan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 18(1).

Judul: Theo Adinata F1218038 Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia

Oleh: Theo Adinata


Ikuti kami