Pentingnya Pendidikan Ekonomi Untuk Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Yang Baik

Oleh Jurnal Syamil

237,8 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pentingnya Pendidikan Ekonomi Untuk Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Yang Baik

Pentingnya Pendidikan Ekonomi Syamil pISSN: 2339-1332, eISSN: 2477-0027 2014, Vol. 2 No. 2 PENTINGNYA PENDIDIKAN EKONOMI UNTUK TERWUJUDNYA PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH TANGGA YANG BAIK Muhammad Birusman Nuryadin birusman.nur@gmail.com IAIN Samarinda, Indonesia Abstract An author had watched a phonemenon, that is a complaint of ladies community which was caused by their husbands’ misunderstanding in managing an economy household. Finally there was nervousness, commotion and misharmony in a family. Watching that phenomenon made the author think that economics education is very important to change a character and behavior in order to be able to manage the household economy well. There are some theories about a needs related to management of household economy, one of those theories is a theory of Maslow. According to this theory, a fulfillment of household needs must be done by priority scale. It is not suggested to fulfill a higher need while a lower need has not neen fulfilled. If that case can be implemented well, it wauld be a factor in forming a family of Sakinah mawaddah wa rohmah. Key Word: Economy, Education, Household, Need Syamil, Volume 2 (2), 2014 1 Pentingnya Pendidikan Ekonomi A. Pendahuluan Penulis pernah berdomisili di suatu wilayah/daerah, di mana daerah tersebut pada waktu itu merupakan salah satu daerah pinggiran. Letaknya cukup jauh dari pusat kota Samarinda Kalimantan Timur. Penulis pernah menjadi pengurus Rukun Tetangga (disingkat RT) pada wilayah tersebut. Karena penulis menjadi pengurus Rukun Tetangga, maka penulis mau tidak mau harus banyak terlibat aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Penulis sering berkumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol dengan orangorang/penduduk yang tinggal pada wilayah tersebut. Dengan berbekal pengalaman sebagai pengurus Rukun Tetangga ini, penulis banyak mempunyai pengalaman bermasyarakat, penulis juga banyak mengetahui hal ihwal orang per orang tentang penduduk yang berdomisili di wilayah tersebut. Penduduk di wilayah tersebut terdiri dari berbagai suku dan berbagai agama, jadi dapat dikatakan bahwa penduduk pada wilayah tersebut adalah heterogen. Ada suku Jawa, suku Madura, suku Banjar, suku Timor, suku Dayak dan lain sebagainya. Hampir semua penduduk yang tinggal di wilayah tersebut adalah kaum pekerja. Mereka adalah para buruh yang bekerja di pabrik-pabrik. Terdapat fenomena di wilayah tersebut yang membuat pikiran penulis terkejut dan sangat kaget. Fenomena tersebut adalah sebagian penduduk di wilayah tersebut ternyata tidak bisa mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebagian besar dari mereka yang tidak bisa mengelola ekonomi rumah tangga adalah kaum laki-laki. Penulis banyak mendengar dan menyaksikan sendiri keluhan-keluhan dari pihak ibu-ibu rumah tangga tentang perilaku suami-suami mereka yang tidak paham tentang pengelolaan ekonomi rumah tangga khususnya tentang pengelolaan keuangan rumah tangga. Di samping kaum laki-laki, ternyata ada juga yang disaksikan oleh penulis bahwa kaum hawa (kaum perempuan) juga ada yang tidak bisa mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, khususnya masalah pengelolaan keuangan rumah tangga. Penduduk yang dikategorikan tidak bisa mengelola ekonomi rumah tangga yang baik, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan rumah tangga adalah mereka yang seringkali mementingkan kebutuhan sekunder dari pada kebutuhan primer. Bahkan ada juga di antara mereka yang mementingkan kebutuhan tertier dari pada kebutuhan primer. Keadaan dan hal ini sangat memprihatinkan. Dari sini penulis beranggapan bahwa pendidikan ekonomi ternyata sangat berperan atau sangat penting dalam memperbaiki situasi ekonomi rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan rumah tangga. Apabila suatu keluarga khususnya pasangan suami isteri dapat mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, maka hal ini merupakan salah satu usaha untuk menuju kepada terwujudnya keluarga sakinah mawaddah wa rohmah. Penulis tertarik untuk meninjau dan menganalisis secara lebih dalam tentang pendidikan ekonomi. Syamil, Volume 2 (2), 2014 2 Pentingnya Pendidikan Ekonomi B. Pembahasan 1. Arti Pendidikan Pendidikan menurut John Dewey adalah proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. Tujuan pendidikan dalam hal ini agar generasi muda sebagai penerus generasi tua dapat menghayati, memahami, mengamalkan nilai-nilai atau norma-norma tersebut dengan cara memeriksa segala pengalaman, pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang melatar belakangi nilai-nilai dan norma-norma hidup dan kehidupan.1 Istilah pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani, yaitu Paedagogie. Paedagogie asal katanya adalah pais yang artinya “anak” dan again yang terjemahannya adalah “ membimbing”. Dengan demikian maka paedagogie berarti “bimbingan yang diberikan kepada anak”. Orang yang memberikan bimbingan kepada anak disebut paedagog. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau paedagogie tersebut berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.2 Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa pendidikan mempunyai andil yang besar dalam membimbing orang lain agar ia menjadi dewasa dan matang dalam suatu bidang tertentu misalnya dalam bidang pengelolaan ekonomi rumah tangga. Pendidikan juga dapat mempengaruhi jiwa dan hati orang lain agar ia dapat berubah menjadi lebih baik, misalnya seseorang yang tadinya tidak bisa mengelola ekonomi rumah tangga dengan baik, maka dengan pemberian pendidikan kepadanya akan dapat mempengaruhi hati dan jiwanya sehingga perilakunya menjadi lebih baik dalam mengelola ekonomi rumah tangga. Dengan demikian, dapatlah ia mengatur atau mengelola keuangan rumah tangga dengan efektif dan efisien, ia dapat menentukan mana kebutuhankebutuhan yang menjadi prioritas utama bagi keluarganya yang harus dipenuhi, dan juga ia dapat menentukan mana kebutuhan-kebutuhan yang tidak menjadi prioritas utama bagi keluarganya sehingga pemenuhan kebutuhan tersebut dapat ditunda atau bahkan dapat diabaikan. Masnur Muslih, Pendidikan Karakter (Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional), (Bandung: Bumi Aksara, 2011), h. 67. 2 Drs. Sudirman N, Drs. A. Tabrani Rusyan, Drs. Zainal Arifin, Drs. Tata Fathoni, Ilmu Pendidikan, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 1992), h. 4. 1 Syamil, Volume 2 (2), 2014 3 Pentingnya Pendidikan Ekonomi 2. Arti Ekonomi Adapun definisi ekonomi yang sudah menjadi ilmu pengetahuan menurut media sosial yang diungguh oleh penulis adalah sebagai berikut 3 : a. Definisi ekonomi menurut pendapat Paul Anthony Samuelson adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari untuk mendapat dan menikmati kehidupan. b. Menurut Suherman Rasidi, ekonomi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berdaya upaya untuk memberikan pengetahuan dan pengertian tentang gejala-gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai kemakmuran. Menurut ensiklopedi Indonesia ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran serta gejala-gejala dan hubungan yang timbul dari usaha tersebut. c. Menurut Jack hirshleifer, ekonomi merupakan studi tentang keputusan dalam memilih di antara berbagai tindakan yang mungkin diambil, atau ekonomi juga mempelajari apa yang terjadi bila keputusan bermacammacam orang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. d. Menurut Adam smith, ekonomi merupakan ilmu secara sistematis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. e. Menurut Alfred Marshall, ekonomi merupakan ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari. f. Menurut Lipsey, ekonomi merupakan suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. g. Menurut Amwal, ekonomi merupakan salah satu cabang ilmu atau studi yang menjelaskan tentang bagaimana menentukan keputusan yang efektif dalam mengelola sumber daya yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan individu/ masyarakat. Dari pengertian ekonomi yang sudah dianggap menjadi ilmu pengetahuan itu, dapat disimpulkan bahwasanya ekonomi secara mikro mencakup pengaturan dan pengelolaan keuangan rumah tangga untuk menjalani kehidupan sehari-hari agar rumah tangga atau keluarga tersebut dapat menikmati kebahagiaan. Dengan adanya kemampuan suatu keluarga untuk mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan, maka keluarga tersebut dapat melakukan pemenuhan kebutuhankebutuhan secara efektif dan efisien. Kebutuhan-kebutuhan itu jumlahnya banyak dan tidak semua kebutuhan itu mesti dipenuhi oleh suatu keluarga. Suatu keluarga mempunyai sumber daya ekonomi yang terbatas. Sumber daya ekonomi itu berupa uang ataupun aktiva atau harta baik aktiva lancar maupun aktiva tetap. 3 https://www.bersosial.com/threads/pengertian-ilmu-ekonomi-menurut-para-ahli.12150/ tanggal 10/28/2015. Syamil, Volume 2 (2), 2014 4 Pentingnya Pendidikan Ekonomi Karena sumber daya ekonomi keluarga itu jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan-kebutuhan itu jumlah cukup banyak, maka di sini diperlukan adanya bimbingan untuk pengaturan ekonomi rumah tangga. Bimbingan untuk pengaturan atau pengelolaan ekonomi rumah tangga ini dapat dilakukan dengan pendidikan, baik pendidikan formal melalui sekolah/ lembaga pendidikan maupun pendidikan non formal melalui bimbingan kemasyarakatan seperti penyuluhan, diskusi, dialog, pengajian (dakwah) tentang ekonomi Islam, penataran dan lain sebagainya. 3. Kebutuhan Pengertian kebutuhan menurut Philip Kotler adalah : suatu keadaan akan sebagian dari pemuasan dasar yang dirasakan atau disadari.4 Orang memerlukan pangan, sandang, papan, keamanan, pengakuan lingkungan, harga diri, dan beberapa keperluan lain untuk tetap hidup. Kebutuhan-kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat lingkungan mereka atau oleh pemasar produk. Kebutuhan-kebutuhan tersebut telah ada dalam setiap jaringan jasad hidup manusia dan kondisi manusia.5 Kebutuhan-kebutuhan manusia banyak dan bervariasi, kebutuhankebutuhan tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok serta dapat disusun secara hierarki/ bertingkat-tingkat dari tingkatan yang paling rendah sampai kepada tingkatan yang paling tinggi atau paling atas. Menurut teori Maslow, hierarki kebutuhan-kebutuhan manusia dapat disusun dan dikelompok kelompokkan seperti terlihat dalam gambar sebagai berikut: 6 Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebutuhan Pribadi (esteem) Kebutuhan Sosial Kebutuhan Keselamatan/ Keamanan Kebutuhan Fisik Philip Kotler, Manajemen Pemasaran (analisis, perencanaan dan pengendalian) Jilid 1, (Jakarta:Erlangga, 1990), h. 6 5 Philip Kotler, Manajemen..., h. 6. 6 Sofyan Assauri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada), h. 132. 4 Syamil, Volume 2 (2), 2014 5 Pentingnya Pendidikan Ekonomi Gambar teori Maslow ini berbentuk piramid, bagian bawah besar lalu semakin tinggi semakin mengecil, dan akhirnya kedua sisi piramid ini bertemu pada bagian puncak yang tertinggi. Di sini tergambar beberapa tingkatantingkatan dari mulai tingkatan yang paling rendah sampai kepada tingkatan yang paling tinggi. Menurut teori Maslow, kebutuhan manusia dimulai dari kebutuhan yang paling dasar, yaitu kebutuhan fisik. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan fisik dasar atau pokok untuk kehidupan, seperti mengatasi kelaparan, haus dan kebutuhan istirahat. Kebutuhan selanjutnya setelah kebutuhan fisik dipenuhi adalah kebutuhan keselamatan. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan perlindungan atau keamanan, kebutuhan kesehatan, obat-obatan, dan latihan(exercise). Kebutuhan lainnya adalah kebutuhan sosial, yang meliputi kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat. Kebutuhan ini terdiri dari kebutuhan dicintai dan mencintai orang, keramahtamahan dan rasa memiliki dan harga-menghargai anggota masyarakat. Kebutuhan selanjutnya adalah kebutuhan pribadi (esteem), yang meliputi keinginan untuk dihargai dan dihormati orang lain, dikenal orang dan mempunyai status terpandang. Kebutuhan terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan bagi terealisasinya kepuasan pribadi dan pengembangan diri.7 Kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh orang pribadi dan keluarga apabila sudah berumah tangga hendaklah dipenuhi dari tingkatan yang paling rendah, yaitu kebutuhan fisik seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian dan papan atau rumah/ tempat tinggal. Kalau masih ada tersisa dana atau keuangan rumah tangga maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan di atasnya, yaitu kebutuhan akan keselamatan/ keamanan. Kalau masih ada sumber daya keuangan rumah tangga, maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan di atasnya, yaitu kebutuhan sosial. Kalau masih terdapat sumber daya keuangan, maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan di atasnya yaitu kebutuhan esteem. Dan kalau masih ada terdapat sisa sumber daya keuangan, maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan di atasnya yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh orang pribadi atau pun suatu keluarga (bila sudah berumah tangga) hendaklah dimulai dari tingkatan yang paling bawah. Janganlah memaksakan diri/ jiwa untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi jikalau kebutuhan di bawahnya belum bisa terpenuhi. Kalau seseorang atau pun suatu keluarga memaksakan diri untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi sementara kebutuhan di bawahnya tidak bisa dipenuhi maka yang terjadi adalah timbulnya berbagai macam keluhan, ketidak harmonisan, gejolak, ketidak tenangan, kegelisahan dan gunjang ganjing dalam keluarga. Sehingga sebagai akibatnya sulitlah tercapai terwujudnya keluarga yang 7 Sofyan Assauri, Manajemen..., h. 131-132. Syamil, Volume 2 (2), 2014 6 Pentingnya Pendidikan Ekonomi sakinah mawaddah wa rohmah yang merupakan salah satu tujuan dari pembentukan rumah tangga. Kebutuhan-kebutuhan di atas dapat juga diringkas menjadi: 1) kebutuhan primer atau kebutuhan pokok atau kebutuhan mendasar, 2) kebutuhan sekunder atau kebutuhan kedua, 3) kebutuhan tertier atau kebutuhan ketiga, 4) bisa juga ditambah kebutuhan keempat kalau memungkinkan, tentunya hal ini berdasarkan situasi dan kondisi. Kebutuhan primer meliputi kebutuhan terhadap pangan, sandang dan papan. Kebutuhan pangan adalah kebutuhan terhadap makanan dan minuman yang diperlukan oleh manusia ataupun keluarga. Kebutuhan terhadap sandang adalah kebutuhan terhadap pakaian seperti baju, celana, sarung. Kebutuhan terhadap papan adalah kebutuhan terhadap tempat tinggal seperti rumah, tempat kos dan lain sebagainya. Seseorang atau pun suatu keluarga hendaklah memenuhi kebutuhan yang paling dasar ini terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan yang paling dasar ini harus diupayakan, diusahakan dan diperjuangkan semaksimal mungkin. Janganlah berusaha memenuhi kebutuhan berikutnya yaitu kebutuhan sekunder atau kebutuhan kedua sementara kebutuhan dasar belum dapat diwujudkan oleh seseorang atau pun suatu keluarga. Apabila kebutuhan dasar sudah bisa dipenuhi dan masih ada tersisa sumber daya keuangan, maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan kedua seperti membeli bedak, alat kecantikan, alat ketampanan dan lain-lain. Apabila kebutuhan dasar dan kebutuhan sekunder sudah bisa dipenuhi sedangkan sumber daya keuangan masih tersisa maka dipersilahkan untuk memenuhi kebutuhan tertier atau kebutuhan ketiga seperti mengadakan piknik, pengadaan sarana oleh raga dan lain sebagainya. Kalau kebutuhan primer, sekunder dan tertier sudah bisa dipenuhi, dan terdapat lagi kebutuhan berikutnya yaitu kebutuhan keempat, sedangkan sumber daya keuangan masih tersisa, maka tidak ada masalah dalam menggunakan dana yang masih ada untuk memenuhi kebutuhan keempat tersebut. Misalnya kebutuhan menjaga persaudaraan dengan mentraktir/ mengundang atau mengajak teman-teman untuk makan secara gratis di restoran, meminjamkan uang kepada teman yang membutuhkan dana, derma untuk membantu teman yang sedang mengalami kesulitan dan lain-lain sebagainya. Pemenuhan kebutuhan berdasarkan skala prioritas seperti yang diungkapkan di atas dapat juga berguna bagi orang atau penduduk manapun yang belum bisa melakukan pengelolaan ekonomi rumah tangga secara baik. Jadi tidak hanya untuk penduduk yang berdomisili di sekitar rumah yang dulunya pernah ditempati oleh penulis. Apabila suatu rumah tangga dapat mengimplementasikan teori di atas, maka sangat besar kemungkinannya rumah tangga tersebut dapat mewujudkan suatu rumah tangga atau keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Rumah tangga atau keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah ini merupakan rumah Syamil, Volume 2 (2), 2014 7 Pentingnya Pendidikan Ekonomi tangga dambaan dan idaman bagi seluruh insan yang berpikiran waras dan normal. Semoga pemikiran yang dituangkan oleh penulis dalam tulisan/ makalah ini dapat berguna bagi siapa saja, juga dapat berguna bagi keluarga mana saja yang ingin memperbaiki pengelolaan ekonomi rumah tangga. C. Penutup Kebutuhan-kebutuhan manusia baik secara individu maupun berpasangan (keluarga) sangat banyak dan bervariasi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dikelompokkan dan dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan. Setelah mengetahui adanya teori-teori tentang kebutuhan, pengelompokkannya dan tingkatan-tingkatannya, hendaklah setiap individu maupun keluarga berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendasar terlebih dahulu. Boleh saja terdapat keinginan untuk memenuhi kebutuhan berikutnya dengan syarat kebutuhan yang paling mendasar telah dipenuhi. Apabila hal ini dilaksanakan, maka hal ini dapat menjadi salah satu faktor dalam terwujudnya keluarga sakinah mawaddah wa rohmah. Syamil, Volume 2 (2), 2014 8 Pentingnya Pendidikan Ekonomi BIBLIOGRAPHY Assauri Sofyan, Manajemen Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kotler Philip. (1990), Manajemen Pemasaran (analisis, perencanaan dan pengendalian) Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Muslih Masnur. (2011), Pendidikan Karakter (Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional). Bandung: Bumi Aksara. Sudirman N, A. at all, (1992), Ilmu Pendidikan. Bandung, PT Remaja Rosdakarya. https://www.bersosial.com/threads/pengertian-ilmu-ekonomi-menurut-paraahli.12150/ tanggal 10/28/2015. Syamil, Volume 2 (2), 2014 9

Judul: Pentingnya Pendidikan Ekonomi Untuk Terwujudnya Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Yang Baik

Oleh: Jurnal Syamil


Ikuti kami