Identifikasi Industri Potensial Kompetitif Sebagai Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Oleh Angelina Rahutami

956,4 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Identifikasi Industri Potensial Kompetitif Sebagai Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Identifikasi Industri Potensial Kompetitif sebagai Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Angelina Ika Rahutami Bank Indonesia, 6 Juni 2017 Industri unggulan eksisting 2 Faktor yang digunakan sbg penentu calon industri potensial  Kontribusi terhadap PDRB  Tingkat penyerapan tenaga kerja  RCPA  Average growth gap (aktual-potensial)  LQ  Backward linkage  Forward linkage 3 Calon Industri potensial kompetitif 4 5 Hal lain yang perlu diperhatikan 1. Infrastructure: Access, energy, air bersih 2. Regulasi: perijinan, pajak dan pungutan daerah lainnya, regulasi lain 3. Pasar 4. Pengolahan limbah 5. Backwards forward linkage dg produk daerah 6. Supply tenaga kerja yang relevan Industri pengolahan obat tradisional Nilai Impor Obat Herbal Indonesia 2009-2013 (Us$ ribu) Nilai Ekspor Obat Herbal Indonesia 2009-2013 (Us $ ribu) Pertumbuhan ekspor obat herbal Indonesia selama periode 2009- 2013 mengalami kenaikan sebesar 6,49% per tahun. Produk utama ekspor obat herbal pada periode J anuari-J uni 2014 adalah jahe 6 7 EKSPOR INDUSTRI OBAT TRADISONAL Negara Tujuan Ekspor Obat Herbal Periode Januari-Juni 2014 4% 3% 1 % 0 9% 3 % 8 3 % 7 Negara tujuan ekspor obat herbal Indonesia pada periode J anuari-J uni 2014 adalah Bangladesh dengan nilai US$ 10,94 juta (pangsa ekspor obat herbal 37,55%), Pakistan US$ 10,71 juta (36,76%), Malaysia US$ 2,67 juta (9,17%), Vietnam sebesar US$ 1,19 juta (4,12%) dan J epang sebesar US$ 806 ribu (2,77%). IMPOR INDUSTRI OBAT TRADISONAL 8 Negara Asal Impor Obat Herbal Periode Januari-Juni 2014 Negara utama asal impor obat herbal Indonesia pada periode J anuari-J uni 2014 adalah China dengan nilai impor US$ 794 ribu (51,5%), India dengan nilai impor US$ 275 ribu (17,81%) dan Nigeria dengan nilai impor sebesar US$ 133 ribu (8,65%). 9 Industri pengolahan obat herbal  Pasar  cukup baik. Impor terbesar dari China, Ekspor terbesar ke Bangladesh  Lebih dominan obat herbal tunggal dan fresh daripada obat olahan (obat tradisional terstandar, fitofarma)  Regulasi  Ada dua Permenkes yang telah menghambat berkembangnya industri jamu tradisional di Indonesia yaitu Permenkes No.006 tahun 2012 tentang izin obat tradisional dan Permenkes No.007 tentang registrasi obat tradisional Industri pengolahan teh dan kopi 10  Indonesia saat ini adalah produsen teh terbesar ketujuh di dunia  Mirip dengan komoditi-komoditi lain, Indonesia bergantung pada ekspor teh produk primer (hulu). Kurang berkembangnya industri hilir teh Indonesia mengurangi daya saing industri teh Indonesia di pasar internasional. Ekspor produk-produk hilir teh berkontribusi hanya untuk kira-kira 6% dari total eskpor teh.  Pasar domestik teh tidaklah besar, direfleksikan oleh tingkat konsumsi teh per kapita Indonesia yang rendah. Pada tahun 2014, penduduk Indonesia mengkonsumsi rata-rata 0,32 kilogram teh per orang per hari (rata-rata dunia adalah 0,57 kilogram in 2014, sementara Turki: 7,54 kilogram).  Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia.  robusta  kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.  Ekspor kopi olahan hanyalah bagian kecil dari total ekspor kopi Indonesia. 11 KOMODITAS TEH Data Produksi dan Ekspor Teh di Indonesia 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Produksi Teh (dlm ton metrik) 153,971 156,900 156,600 150,800 150,900 152,700 146,682 130,000 Ekspor Teh (dlm ton metrik) 91,700 92,300 87,100 75,500 70,100 70,800 Negara Produksi The (Ton Metrik) 1. Cina 1,980,000 2. India 1,184,800 3. Kenia 445,105 4. Sri Lanka 338,032 7. Indonesia 132,000 Sumber: Statista Sumber: Food and Agriculture Organization of the United Nations 62,700 PROVINSI PENGHASILAN TEH DI INDONESIA Provinsi-provinsi yang memproduksi teh paling banyak di Indonesia adalah: 1. Jawa Barat (menyumbang sekitar 70% dari produksi teh nasional) 2. Jawa Tengah 3. Sumatra Utara 12 KOMODITAS KOPI Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia – Tahun Tanaman 2014 Negara 1. Brasil 2. Vietnam 3. Kolombia 4. Indonesia 5. Etiopia Besar Produksi 45,342,000 27,500,000 12,500,000 9,350,000 6,625,000 Negara Eksportir Kopi Terbesar di Dunia pada Tahun 2014 Negara 1. Brasil 2. Vietnam 3. Kolombia 4. Indonesia 5. India Jumlah Ekspor 36,420,000 25,298,000 10,954,000 5,977,000 5,131,000 13 14 KOMODITAS KOPI Data Produksi dan Ekspor Kopi di Indonesia 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016¹ Produksi (dalam ton) 698,016 682,690 686,921 633,991 748,109 740,000 711,513 550,000 650,000 Ekspor (dalam ton) 491,335 518,122 440,241 353,698 520,275 460,000 382,774 350,000 400,000 Ekspor (dalam 1.08 milliar AS) prognosis ¹dollar menunjukkan 0.89 0.86 1.09 1.53 n.a. 1.03 1.19 Sumber: Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Data Konsumsi Domestik Kopi di Indonesia Konsumpsi Nasional (dalam bungkus 60 kilogram) Sumber: International Coffee Organization 2011 2012 2013 2014 3,333,000 3,584,000 4,042,000 4,167,000 1.36 PROVINSI PENGHASILAN KOPI DI INDONESIA Provinsi-provinsi yang memproduksi teh paling banyak di Indonesia adalah: Robusta 1. Bengkulu (Sumatera) a. Aceh (Sumatera 2. Sulawesi Selatan b. Sumatera Utara 3. Lampung (Sumatera) Arabika 15 16 Industri pengolahan kopi dan teh  Pasar  cukup baik.  Dominan di produk primer dan bukan olahan  Selisih harga antara kopi bean dan kopi roasting sangat besar  Kontur Jawa Tengah menyebabkan robusta lebih baik tumbuh dibanding arabika  harga robusta jauh lebih rendah  Tenaga kerja  Petani masih cukup banyak  Pengolah tidak terlalu banyalk EKSPOR MINYAK ATSIRI Tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia : ± 160 – 200 jenis umber: www.kemendag.go.id, diolah 17 EKSPOR MINYAK ATSIRI Negara Tujuan Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Sumber: www.kemendag.go.id, diolah 18 19 SUKU CADANG Provinsi Pusat Industri Otomotif di Indonesia Provinsi Banten DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur PMA 16 20 45 0 5 PMDN 9 23 16 2 8 2 13 Total 25 43 61AISI, GIAMM Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia, GAIKINDO, SUKU CADANG Negara Tujuan Ekspor Suku Cadang Indonesia Sumber: Warta Ekspor Edisi Juli 2014 20

Judul: Identifikasi Industri Potensial Kompetitif Sebagai Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Oleh: Angelina Rahutami


Ikuti kami