Resume Patofisiologi Dan Asuhan Keperawatan Pada Anak Rheumatic Heart Disease Dan Tetralogy Of Fallo...

Oleh Asdina Nurhasanah

201,7 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Resume Patofisiologi Dan Asuhan Keperawatan Pada Anak Rheumatic Heart Disease Dan Tetralogy Of Fallot

KEPERAWATAN ANAK II Resume Patofisiologi dan Asuhan Keperawatan pada Anak RHD dan TOF Dosen : Ns. Ignasia Nila Siwi, M.Kep Disusun oleh : Asdina Nur Hasanah (M16010013) PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MADANI YOGYAKARTA 2018 1. DEFINISI RHD suatu kondisi di mana jantung rusak oleh demam rematik. Biasanya, kerusakan jangka panjang ini terjadi pada katup mitral, katup aorta atau keduanya. Kerusakan ini dapat menyebabkan katup “bocor” atau menyempit seiring waktu. 2. EPIDEMOLOGI RHD Penyakit jantung rematik dapat dicegah dengan mencegah demam rematik. 3. ETIOLOGI Pada beberapa anak, antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap streptokokus βhemolytic grup A menyebabkan berbagai tingkat pancarditis, dengan insufisiensi katup terkait pada fase akut. Risiko untuk penyakit jantung rematik lebih tinggi dengan episode demam rematik akut berulang. Ini menyebabkan stenosis katup, dengan berbagai tingkat regurgitasi, dilatasi atrium, aritmia dan disfungsi ventrikel. Penyakit jantung rematik kronis adalah penyebab utama stenosis katup mitral pada anak-anak. 4. MANIFESTASI KLINIS Pada beberapa anak, antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap streptokokus βhemolytic grup A menyebabkan berbagai tingkat pancarditis, dengan insufisiensi katup terkait pada fase akut. Risiko untuk penyakit jantung rematik lebih tinggi dengan episode demam rematik akut berulang. Ini menyebabkan stenosis katup, dengan berbagai tingkat regurgitasi, dilatasi atrium, aritmia dan disfungsi ventrikel. Penyakit jantung rematik kronis adalah penyebab utama stenosis katup mitral pada anak-anak. 5. TATALAKSANA MEDIS Mengakui anak jika dalam gagal jantung atau dicurigai endokarditis bakterial. Perawatan tergantung pada jenis dan tingkat kerusakan katup. Kelola gagal jantung jika ada. Berikan diuretik untuk mengurangi gejala kongesti paru dan vasodilator bila perlu. Berikan penicillin atau ampicillin atau ceftriaxone plus gentamicin IV atau IM selama 4-6 minggu untuk endokarditis infektif. Lihat evaluasi dan keputusan echocardiographic pada manajemen jangka panjang. Mungkin memerlukan penatalaksanaan bedah pada stenosis katup berat atau regurgitasi. 6. FOLLOW UP CARE Semua anak-anak dengan penyakit jantung rematik harus menerima profilaksis antibiotik rutin. Berikan benzathine benzylpenicillin pada 600 000 U IM setiap 3–4 minggu Pastikan antibiotik profilaksis untuk endokarditis sebelum prosedur bedah gigi dan invasif. Pastikan vaksinasi sudah diperbarui. Tinjau setiap 3-6 bulan, tergantung pada tingkat keparahan kerusakan katup. 7. PROGNOSIS beberapa bagian dari syindrome klinis akut dapat kambuh setelah episode awal. Namun prognosis untuk penyakit sendi, penyakit kulit dan penyakit sistem saraf yang terkait dengan demam rematik sangat baik tanpa gejala sisa jangka panjang yang diketahui. 8. KOMPLIKASI Endokarditis infektif lebih sering terjadi. Ini disertai demam dan gumam jantung pada anak yang sangat tidak sehat. Obati dengan ampisilin dan gentamisin selama 6 minggu. Fibrilasi atrium atau tromboemboli dapat terjadi, terutama dengan adanya stenosis mitral. 9. ASKEP 1) DEFINISI TOF gangguan pada bayi yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir. 2) EPIDEMOLOGI TOF termasuk kondisi langka, terjadi pada 1 dari 2500 kelahiran, dan baru terdeteksi setelah bayi lahir. 3) ETIOLOGI TOF terjadi dalam masa kehamilan ketika jantung bayi berkembang, namun belum diketahui mengapa hal tersebut terjadi. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Tetralogy of Fallot, antara lain: a. Infeksi virus pada masa kehamilan, misalnya rubella (campak Jerman). b. Usia ibu di atas 40 tahun saat hamil. c. Diabetes saat kehamilan. d. Kekurangan gizi selama masa kehamilan. e. Memiliki salah satu atau kedua orang tua dengan kelainan yang sama. f. Konsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan. g. Adanya kelainan bawaan lain, seperti sindrom Down atau sindrom DiGeorge. 4) PATOFISIOLOGI Pada bayi dengan TOF, proses sirkulasi kardiovaskuler tidak berjalan normal. Hal itu disebabkan oleh kombinasi empat kelainan jantung bawaan. Kombinasi kelainan tersebut menyebabkan bercampurnya darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri, dengan darah yang kekurangan oksigen dari ventrikel kanan, dan menyebabkan kerja jantung menjadi berat. Kondisi ini membuat tubuh tidak memperoleh oksigen yang cukup dan bisa terjadi gagal jantung. 5) KOMPLIKASI Ventricular septal defect (VSD). Munculnya lubang abnormal yang terbentuk di dinding yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri. Pulmonary valve stenosis. Kondisi ketika katup pulmonal menyempit, sehingga darah yang menuju paru-paru berkurang. Posisi aorta yang abnormal, yaitu bergeser ke kanan mengikuti VSD yang terbentuk. Right ventricular hypertrophy atau penebalan abnormal pada ventrikel kanan. Kondisi ini terjadi akibat kerja jantung yang terlalu berat. Jika kondisi ini terus berlangsung, jantung bisa melemah dan terjadi gagal jantung. 6) MANIFESTASI KLINIS Gejala TOF tergantung pada tingkat keparahan gangguan aliran darah dari bilik jantung sebelah kanan dan aliran darah ke paru-paru. Umumnya, gejala yang dialami penderita TOF meliputi: a. Sesak napas, terutama saat beraktivitas, misalnya pada saat bayi menyusu. b. Kulit dan bibir membiru (sianosis) akibat peredaran darah yang kekurangan kadar oksigen. Kondisi sianosis ini bisa memburuk saat bayi menangis. c. Kuku tangan dan kaki berbentuk bulat dan cembung (clubbing fingers) akibat pembesaran tulang atau kulit di sekitar kuku. d. Mudah lelah. e. Rewel f. Berat badan tidak bertambah. g. Gangguan tumbuh kembang. 7) TATALAKSANA MEDIS pilihan yang efektif untuk menangani Tetralogy of Fallot--> Operasi (intracardiac repair atau operasi sementara dengan membuat pembuluh darah baru atau shunt). Waktu dan jenis operasi yang dipilih tergantung pada kondisi penderita. Pada beberapa kasus, dokter akan memberi obat untuk mempertahankan aliran darah dari jantung ke paru-paru, sebelum dilakukan operasi. 8) INTRACARDIAC Operasi ini dilakukan di tahun pertama setelah bayi lahir. Tujuan operasi ini adalah untuk memperbaiki katup pulmonal yang sempit serta menutup lubang akibat VSD. Kadar oksigen dalam darah pasien akan meningkat selepas menjalani operasi ini, dan gejala yang dialami akan berkurang. 9) OPERASI SEMENTARA Pada bayi dengan kelahiran prematur atau dengan kondisi arteri paru-paru yang tidak berkembang sempurna, perlu dilakukan operasi sementara sebelum menjalani intracardiac repair. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan aliran darah ke paru-paru. Dalam operasi, dokter akan membuat sambungan atau aliran darah baru antara aorta dan arteri paru-paru. Jika kondisi bayi sudah siap, dokter akan melepas sambungan sebelum intracardiac repair. 10) PROGNOSIS Pada umumnya, bayi yang sudah menjalani operasi dapat hidup dengan normal. TOF yang dibiarkan tidak tertangani, bisa menimbulkan kejang, serta gangguan pada irama jantung dan tumbuh kembang anak. Jika masih tidak ditangani, bisa menyebabkan kematian. 11) KOMPLIKASI Namun demikian, tindakan operasi sendiri tetap memiliki risiko komplikasi jangka panjang, seperti: a. Aritmia (gangguan irama jantung). b. VSD yang bocor kembali. c. Penyakit jantung koroner. d. Pembesaran pembuluh darah aorta. e. Henti jantung mendadak. f. Kebocoran katup jantung trikuspid. g. Kembalinya darah dari paru-paru ke ventrikel kanan (regurgitasi pulmonal). Komplikasi TOF masih bisa berlanjut hingga masa remaja atau dewasa, sehingga dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter jantung. 12) ASKEP • • • REFERENSI Willy, Tjin. 2018. Tetralogy of Fallot. diakses pada 4 Septmber 2018 melalui https://www.alodokter.com/tetralogy-of-fallot http://www.seattlechildrens.org/medical-conditions/heart- blood-conditions/rheumaticheart-disease/ http://www.ichrc.org/chapter-49-rheumatic-heart-disease

Judul: Resume Patofisiologi Dan Asuhan Keperawatan Pada Anak Rheumatic Heart Disease Dan Tetralogy Of Fallot

Oleh: Asdina Nurhasanah


Ikuti kami