Transformasi Koperasi Partikelir Menjadi Koperasi Organis Sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Rakyat

Oleh Firdaus Putra

1,7 MB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Transformasi Koperasi Partikelir Menjadi Koperasi Organis Sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Rakyat

Transformasi Koperasi Partikelir Menjadi Koperasi Organis; Instrumen Penguatan Ekonomi Rakyat Firdaus Putra A. (Staf Kajian Strategis LSP2I, Jakarta) PIN BB: 29762E08 HP: 082134921369 B: www.firdausputra.com Mari Pertanyakan • Jika koperasi sekedar badan usaha, mengapa Mohamad Hatta mengatakan perlunya pendidikan perkoperasian? • Jika koperasi sekedar badan usaha, mengapa International Cooperative Alliance (ICA) memasukkan pendidikan dan pelatihan sebagai prinsip kelima? • Jika koperasi sekedar badan usaha, mengapa ada frasa “gerakan koperasi” yang berasosiasi pada spirit perubahan sosial? • Jika koperasi sekedar badan usaha, mengapa selalu ada wacana ideologis di dalamnya? • Jika koperasi sekedar badan usaha, mengapa ada istilah “aktivis koperasi”? • • • Jawabannya tentu karena koperasi bukan sekedar badan usaha. Koperasi adalah kumpulan orang (people based association) yang bertujuan memenuhi kebutuhan/ aspirasi ekonomisosial-budaya anggotanya, yang alatnya menggunakan perusahaan/ usaha. Dalam gerak langkahnya koperasi dijiwai oleh nilai: solidaritas, keadilan sosial, self help, kemanusiaan, kesetaraan dan kejujuran. Fakta Ironis • • Jumlah koperasi di Indonesia per Juni 2013 mencapai 200.808 unit. Dengan total anggota mencapai 34.685.145 orang. Dan volume usahanya mencapai Rp. 115,2 triliun. (Sumber: Antara , 18 Juli 2013) Data dari Kementerian Koperasi dan UKM per Juni 2013, menyebut saat ini terdapat 55,2 juta UKM atau 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia. UKM juga berhasil menyerap 101,72 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari total tenaga kerja Indonesia. UKM juga menyumbang 57,12 persen dari produk domestik bruto (PDB), yang kini mencapai Rp 8.200 triliun. (Sumber: Kompas, 28 Juni 2013) Apa Kesimpulannya? 1. Artinya sebagian besar UKM tidak mengandalkan koperasi. 2. Artinya ada aktor-aktor lain yang juga berperan dalam pencapaian UKM sebagaimana di atas. 3. Artinya juga strategi pembangunan UKM di Indonesia saat ini belum bertumpu pada koperasi sebagai aktor utamanya. 4. Lantas bagaimana dengan jargon koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat? Mengapa Terjadi? • • • • • Sebagian besar koperasi di Indonesia adalah koperasi fungsional. Sebagian besar koperasi di Indonesia adalah bisnis partikelir. Bukan sebenarnya koperasi sebagai organisasi sosialekonomi berbasis pada kolektivitas/ komunitas. Sebagian besar koperasi digunakan sebagai alat pengumpul laba (profit oriented). Salah satu modusnya dengan cara membajak Badan Hukum Koperasi. Koperasi fungsional dan partikelir seperti itu tidak concern pada pembangunan ekonomi rakyat. Yang ada sekedar perburuan rente ekonomi. Dan sukses tidaknya koperasi dilihat pada pertumbuhan usahanya. • Belum dipahaminya koperasi secara filosofis sebagai lembaga sosioekonomi yang bertujuan untuk membangun common good di masyarakat. Diagram Semesta Koperasi Kondisi Ideal Transisi II Transisi I Hari Ini Koperasi Partikelir Kondisi Sekarang K U • • • • • • Koperasi memerankan diri sebagai bisnis partikelir. Adanya koperasi tidak berkorelasi positif dengan bangunan ekonomi rakyat. Pada titik tertentu, koperasi partikelir justru merusak dan berbahaya. Contoh: rentenirrentenir yang menggunakan BH Koperasi. Koperasi partikelir membaca koperasi sekedar sebagai badan usaha layaknya CV, PT dan seterusnya. Koperasi partikelir menjamur di masyarakat disebabkan juga tidak tegasnya dan ketatnya pemerintah dalam pengeluaran Badan Hukum. Contoh: Kospin, KSP, rentenir berbaju KSP. Koperasi Pemberdaya • • • • • Mengingat volume koperasi masih terbatas, maka bersama aktor lain usaha koperasi harus memiliki kaitan dengan usaha rakyat (UKM). Berbeda dengan aktor lain, koperasi secara aktif melakukan proses pendampingan non-kapital kepada UKM. Pendampingan tersebut misalnya: manajemen, teknologi, pemasaran, packaging dan seterusnya. Indikator keberhasilan koperasi terletak bukan pada pertumbuhan usaha semata, melainkan dampak sosialekonomi langsung terhadap UKM. Contoh: Kopma, Kopkun, Kopindo dan koperasikoperasi berbasis perkaderan. Transisi I K U Ruang Irisan: Selain modal, pendampingan manajemen, pemasaran, teknologi, dll. Koperasi Organis Transisi II • • K U • • • Kelahiran koperasi diinisiasi oleh UKM. Usaha koperasi secara langsung korelatif dengan kebutuhan UKM. Koperasi menjadi aktor organis dalam ekonomi rakyat. Volume koperasi membesar secara perlahan mengikuti pertumbuhan UKM. Besarnya volume koperasi berdampak positif terhadap pertumbuhan UKM. Berbeda dengan koperasi pemberdaya yang masih menempatkan koperasi sebagai agen di luar komunitas, koperasi organis lahir dari komunitas itu sendiri. Contoh: Credit Union, Associated Press, iCOOP Korea, Zennoh Jepang, Mondragon Spanyol dan sebagian besar koperasi-koperasi pekerja lainnya. Koperasi Sosialis • • • • • Saat volume koperasi lebih besar daripada UKM. Seluruh aspek ekonomi masyarakat: produksi, distribusi dan konsumsi diselenggarakan oleh koperasi, bukan usaha-usaha rakyat yang partikelir. Pertumbuhan koperasi dengan sendirinya mencerminkan denyut ekonomi rakyat. Sebagian besar orang bekerja pada koperasi: produksi, distribusi, jasa dan konsumsi. Pada usaha partikelir rakyat, koperasi menganut azas subsidiaritas dan mendukungnya sejauh usaha partikelir melahirkan common good di masyarakat. Contoh: model koperasi multistakeholder yang berkembang di Spanyol. Yang didalamnya terdapat unsur: pekerja/ supplier/ produsen, konsumen dan financial buffer. Kondisi Ideal U K Dari Mana Kita Mulai? • Membuka keanggotaan koperasi-koperasi, sehingga koperasi bekerja pada ruang terbuka secara sosio-ekonomi. Sehingga berbagai kebijakan koperasi akan senafas/ responsif dengan tuntutan pembangunan ekonomi rakyat. • Membangun kantong-kantong kader koperasi untuk mengisi SDM-SDM koperasi yang mau dan bisa berkarya di masyarakat. Siapa Aktornya? • Setiap orang, saya, Anda dan kita semua, yang berpandangan bahwa membangun ekonomi rakyat merupakan tugas mulia. Prasyarat dan Syarat PRASYARAT 1. Negara membubarkan koperasi-koperasi partikelir dan fungsional di masyarakat. 2. Struktur pembangunan ekonomi menempatkan koperasi sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi rakyat. 3. Struktur hukum perkoperasian harus direkonstruksi agar sesuai dengan citacita koperasi organis/ sosialis. SYARAT 1. Koperasi harus dibaca sebagai instrumen yang tidak bebas nilai (bukan semata badan usaha) melainkan sebagai instrumen ideologis dengan keberpihakan yang tegas pada pembangunan ekonomi rakyat. 2. Koperasi melakukan perkaderan dalam komunitas-komunitas masyarakat. 3. Koperasi membangun indikator keberhasilan bukan semata economic value, juga harus memasukkan social impact. Kisah Indah iCOOP Korea

Judul: Transformasi Koperasi Partikelir Menjadi Koperasi Organis Sebagai Instrumen Penguatan Ekonomi Rakyat

Oleh: Firdaus Putra


Ikuti kami