Masyarakat Ekonomi Asean (mea) 2015: International Politics And Economics (sektor Logistik)

Oleh Abi Sastro

481,8 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Masyarakat Ekonomi Asean (mea) 2015: International Politics And Economics (sektor Logistik)

TOPIKAL PAPER International Politics Environment MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015: INTERNATIONAL POLITICS AND ECONOMICS (SEKTOR LOGISTIK) Pengajar: Poppy. S. Winanti, MA., M.Ec.Dev., Ph.D. Abul Aswad 13/360863/PEK/19147 Eks-B 27-A JKT PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA JAKARTA 2015 I. Executive Summary Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan bergulir pada akhir tahun 2015 ini memiliki 4 pilar utama yaitu: (1) ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang di dukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas, (2) ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce, (3) ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam, dan (4) ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global. Biaya logistik di Indonesia masih sangat tinggi dibandingkan negara lain. Bahkan ratarata negara-negara di Eropa hanya berkisar di 8 hingga 11 persen. Pemicu utama tingginya biaya logistik di Indonesia adalah sistem logistik dan infrastruktur yang masih belum memadai. Infrastrukutur yang berkaitan langsung dengan logistik adalah sektor transportasi, terutama infrastrukutur pelabuhan, jalan, dan hubungan antar moda. Pertama sistem logistik di Indonesia yang masih belum bagus karena kurangnya sumber daya manusia yang memadai. Jumlah pasokan barang masih belum merata, hal ini diakibatkan perbedaan biaya logistik yang jauh antara kawasan Indonesia bagian barat dan timur. Selain itu, sistem dua arah harus diberlakukan agar kapal-kapal yang membawa angkutan kedaerah harus membawa kembali muatan dari daerah yang dituju agar lebih efisien. II. Issue Dalam tulisan ini akan coba diangkat peluang yang muncul bagi industry khususnya logistic dan transportasi terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN menggunakan persfektif International Economics and International Politics. III. Analysis Teori Pertumbuhan Ekonomi, Menurut Kuznets (1969) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Interaksi antara hubungan internasional (politics International) untuk sisi pemerintah dan ekonomi internasional (Economics International) untuk sisi pengusaha sangat penting untuk dilakukan analisa. Tindakan politik suatu bangsa jelas mempengaruhi perdagangan internasional dan arus moneter, yang pada gilirannya mempengaruhi lingkungan dimana Negara membuat kebijakan politik dan pengusaha membuat kebijakan dan strategi ekonomi. Salah satu bentuk politik ekonomi internasional adalah perdagangan bebas, ketika terjadi perdagangan di pasar yang melibatkan pembeli dan penjual antar-negara maka objek pengawasan politik dan ekonomi menjadi satu kesatuan. Analisis politik untuk perdagangan internasional akan berbeda secara fundamental dengan kegiatan ekonomi domestic (sementara dalam sisi ekonomi hal ini bukanlah menjadi perbedaan penting). Pertukaran 1 barang, jasa, dan sumber daya antar-negara menimbulkan banyak pertanyaan politik dan kepentingan. Liberalisasi perdagangan memunculkan isu kapasitas (daya angkut), kekhawatiran tentang bagaimana liberalisasi perdagangan dan ekonomi mempengaruhi industry logistic jelas beralasan. Jasa logistic merupakan infrastruktur penting dari perdagangan global dan regional. Kinerja logistic yang lebih baik sangat terkait dengan ekspansi perdagangan, diversifiksi ekspor, kemampuan untuk menarik investor dan tentu saja pertumbuhan ekonomi. Liberalisasi pasar untuk jasa logistic dapat mendorong penyedia layanan local untuk meningkatkan kualitas dan penetrasi harga yang kompetitif. Kerjasama lintas sektoral dalam membuat perencanaan untuk infrastruktur logistic dan transportasi dan perbaikan operasional perusahaan jangka panjang yang terstruktur dan tentunya mengakomodasi setiap pemangku kepentingan dengan menggunakan konsep Public-Private Partnership (PPP) mutlak untuk dilakukan demi menjaga kelangsungan industry local. Perencanaan perbaikan infrastruktur yang didanai oleh pemerintah maupun swasta dengan melibatkan swasta dalam melihat tren pasar dan potensi kemajuan sector yang lain yang selaras akan memperkuat industry logistic nasional. Pertumbuhan industry logistic yang meliputi multimoda transportasi dan inventori/warehousing manajemen masih akan menjadi tren positif dan akan terus berkembang seiring dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Potensi investasi dan perputaran uang secara global merupakan peluang yang baik untuk dimanfaatkan dalam kaitannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana termaktub didalam Masterplan Perluasan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang didalamnya juga menetapkan integarated conectivity. Dalam mencari solusi masalah logistic membutuhkan pendekatan interdisipliner. Manajemen dapat berkontribusi pada perencanaan, pengendalian dan perbaikan sistrem logistic. Sementara ekonomi diperlukan untuk alokasi sumber data yang terbatas dan system perdagangan yang efisien, logistic politik diperlukan dalam tujuannya untuk menentukan arah kebijakan. Keunggulan sector logistic khususnya para perusahaan atau penyedia layanan adalah bagaimana melakukan atau mengatur aliran barang dan jasa tepat waktu dan efisien, lainnya adalah dengan memberikan pelayanan yang memiliki daya saing. Produksi, distribusi dan pemasaran akan menciptakan harga yang tinggi tergantung bagaimana perusahaan atau penyedia layanan melakukan efisiensi operasional dalam jaringan supply chain. Inefisiensi dalam logistic dan transportasi berkontribusi terhadap tingginya biaya dalam melakukan kegiatan bisnis. 2 IV. Final Oppinion Daya saing negara, wilayah dan perusahaan semakin terkait dengan kemampuan mereka untuk mengantisipasi, berinovasi dan membuat kebijakan yang terpadu karena sekarang telah menjadi penting untuk memiliki pemahaman masalah lintas sektoral. Dalam dunia yang cepat berubah, di mana perdagangan dengan banyak mitra dan antar-negara mungkin dilakukan dan karenanya diversifikasi hubungan eksternal, kinerja logistik semakin strategis. Supply chain, pengangkutan barang dan contractualisation perdagangan adalah langkah-langkah penting untuk kemajuan dalam pembangunan ekonomi. Melakukan kajian perihal regulasi dan kebijakan untuk mendorng tumbuhnya industry dan memfasilitasi pertumbuhan multimoda transportasi agar mobilitas barang menjadi meningkat merupakan salah satu key success factor dalam MEA. Kecenderungan lain dalam bidang logistik selama beberapa tahun terakhir adalah integrasi peningkatan ketahanan logistik dengan sistem logistik komersial. Yang mendasari tren ini adalah dorongan untuk meningkatkan efisiensi, terutama dengan penggunaan ICT (Information Communication Technology) yang mempengaruhi semua proses supply chain. V. References Chang, Ha-Joon. (2003). Globalization, Economic Development and the Role of the State. NewYork: Zet Books Ltd, TWN. Lakshmanan, T.R. dan Anderson, W.P. (2002). Transportation Infrastructure, Freight Services Sector and Economic Growth. A White Paper prepared for The U.S. Department of Transportation Federal Highway Administration. Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung (2014). Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2025. Tarigan, R. (2004). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. PT. Bumi Aksara, Jakarta. Widadari, F. Jeri, Luntungan, A. Sumual, J. (2012). Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Dalam Perekonomian Kota Bitung (Periode 2002 - 2012). FEB, Ekonomi Pembangunan, Universitas Sam Ratulangi. Winser, J.D., Leong, G.K., & Tan, K.C. (2005). Principles of Supply Chain Management: A Balance Approach. USA: South-Western. Zhou, G., Min, H., Xu, C., & Cao, Z.Y. (2008). Evaluating the Comparative Efficiency of Chinese third-party Logistics Providers Using Data Envelopment Analysis [Electronic Version]. International Journal of Physical Distribution & Logistics Management. 3 VI. Exhibits Sumber: LPI, Bank Dunia - Country Score Card (Indonesia – 2014) Sumber: LPI, Bank Dunia – Rank for SubIndicator (Indonesia – 2014) Sumber: kemendag.go.id – Pilar MEA Sumber: kemendag.go.id – Cetak Biru Aliran Barang (MEA) 4

Judul: Masyarakat Ekonomi Asean (mea) 2015: International Politics And Economics (sektor Logistik)

Oleh: Abi Sastro


Ikuti kami