Tugas Menelaah Kti ( Asuhan Keperawatan Pada Klien "tn.k" Luka Bakar Grade Ii

Oleh Sandi Suprianto

53,8 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Menelaah Kti ( Asuhan Keperawatan Pada Klien "tn.k" Luka Bakar Grade Ii

Nama : Sandi Supriyanto Kelas 3 B 1. Dalam penulisan masih ada yang tidak diberi spasi 2. Pada riwayat kesehatan keluarga hanya mencantumkan ayah dan ibu saja. Menurut pendapat saya, bahwa riwayat kesehatan keluarga dapat mencantumkan kesehatan keluarga lainnya (seperti : kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dll) agar dapat menambah informasi yang dapat lebih spesifik untuk mengetahui penyakit pasien. 3. Didalam data data penunjang terdapat table pemeriksaan laboratorium. Yang dapat saya simpulkan adalah terdapat jenis pemeriksaan yang bermasalah : seperti jumlah leokosit yang melebihi batas normal yaitu 17,2 ( normal: 4,4 – 11,0/ Ul), Limfosit yang kurang dari batas normal yaitu 17 (normal: 20-40%), jumlah eritrosit yang melebihi batas normal 5,27 (normal :4,5-5,0) 4. Pada analisa data khususnya di skala dapat ditambahkan angka normal seperti (0-10) 5. Dari analisa data diatas dapat ditambahkan diagnosa gangguan mobilisasi aktivitas berhubungan dengan nyeri karna apabila luka bakar dari jari kaki ke lutut pastinya saat beraktifitas dapat menimbulkan nyeri yang dapat mengganggu mobilisasi aktifitas. 6. Pada rencana keperawatan (intervensi) di diagnosa pertama saya sependapat bahwa teknik relaksasi nafas dalam ini dapat mengurangi nyeri. Saya ingin menambahkan yang dimaksud dari intervensi ini adalah mengurangi nyeri dengan cara mengalihkan rasa nyeri saat klien diminta untuk tehnik relaksasi nafas dalam, klien berfokus pada apa yang di ajarkan perawat dan teralihkan dari rasa nyeri. Jadi banyak persepsi orang khususnya kita sebagai perawat bahwa tehnik relaksasi nafas dalm dapat menghilangkan rasa nyeri. Disini saya juga mencantumkan penelitian mengenai tekhnik relaksasi nafas dalam Menurut teori teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien terutama pada nyeri akut atau nyeri sedang. Dalam hal ini perawat mengajarkan tentang teknik relaksasi nafas dalam dengan baik dengan cara menarik nafas melalui hidung dan menghembusaknnya melalui mulut secara perlahan. Selain itu teknik relaksasi nafas dalam merupakan intervensi mandiri keperawatan dimana perawat mengajarkan kepada pasien bagaiman cara melakukan nafas dalam (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan. Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. (Smeltzer dan Bare, 2002 dalam Arfa, 2014) Intervensi teknik relaksasi nafas dalam ini dilakukan merujuk pada jurnal penelitian yang dilakukan oleh Arfa, (2014). Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa teknik relaksasi nafas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien pre dan post operasi appendisitis dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan.

Judul: Tugas Menelaah Kti ( Asuhan Keperawatan Pada Klien "tn.k" Luka Bakar Grade Ii

Oleh: Sandi Suprianto


Ikuti kami