Makalah Simulasi Model Dinamika Sistem Ekonomi Kreatif Berbasis Tabel Input-output

Oleh Sri Handoyo Mukti

90 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Simulasi Model Dinamika Sistem Ekonomi Kreatif Berbasis Tabel Input-output

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS PASIEN DENGAN PERDARAHAN SALURAN CERNA AKUT DAN PANGKREATITIS AKUT Desi Aprianti 2020 Abstrak Perdarahan saluran cerna akut merupakan tindakan yang harus dilakukan dengan cepat karena perdarahan saluran cerna akut ini dapat menyebabkan kematian, perdarahan gastrointestinal akut terbagi menjadi dua yaitu gastrointestinal bagian atas dan gastrointestinal bagian bawah. Sedangkan pangkreatitis adalah terjadinya peradangan yang dapat mengakibatkan kerusakan diakibatkan karena terjadinya perubahan pada seluler. Pangkreatitis dapat dibedakan menjadi dua pangkreatitis ringan dan pangkreatitis berat Perdarahan saluran cerna akut adalah kegawatdaruratan medis yang sering terjadi maka hal ini dapat menyebabkan kematian pada pasien yang dirawat diruang intensif (ICU). Di Amerika Serikat Ada 300.000 kasus yang diakibatkan karena perdarahan gastrointestinal akut. Maka angka kematiannya sebesar 10% pertahunnya pada pasien yang mengalami perdarahan gastrointestinal akut. perdarahan gastrointestinal akut terbagi menjadi dua yaitu perdarahan gastrointestinal atas dan perdarahan gastrointestinal bawah, adapun ligamen treiztaut duodenum dan juga yeyenum pada anatomi ada pembagian antara saluran gastrointesinal atas dan juga saluran gastrointesinal bawah perdarahan gastrointestinal bagian atas terjadi karena esofagus, abdomen atau duodenum. Sedangkan pada perdarahan gastrointestinal bagian bawah itu terjadi pada yeyenum, ileum, kolon atau rektum. (Morton et al., 2012, pp. 1197–1198) Menurut (Morton et al., 2012, p. 1198) Adapun beberapa penyebab yang terjadi pada perdarahan gastrointestinal akut sebagai berikut : Perdarahan gastrointestinal atas 1. Esofagus yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan gastrointestinal atas karena : varises, esofagitis, ulkus, tumor, dan lesi mallory weiss 2. Dari lubang seperti ulkus peptikum, gastritis, tumor, angiodisplasia, dan lesi dieulapoy yang mengakibatkan terjadinya perdarahan gastrointestinal atas 3. Dibagian duodenumn yaitu ulkus peptikum, angiodisplasia, penyakit crohn, dan divertikulum meckel Perdarahan gastrointestinal bawah 1. Disebabkan karena tumor maligna 2. Polip 3. Kolitis ulseratif 4. Penyakit crohn 5. Kolitis iskemia 6. Kolitiis infeksius 7. Angiodisplasia 8. Divertikolosis 9. Hemoroid 10. Perdarahan gastrointestinal akut Adapun tanda dan gejala yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna akut sebagai berikut : 1. Adanya perdarahan ringan samapi perdarahan berat yang dapat mengancam jiwa 2. Adanya perdarahan rektum dimana ia berwarna merah terang dan berisi gumpalan darah yang lebih gelap hal ini biasanya terjadi pada tanda dan gejala usus yang sudah tinggi 3. Tidak adanya rasa nyeri pada perdarahan 4. Pucat, mudah lelah, sinkop dan juga takikardi. (Theresia et al., 2018, p. 264) Pangkreatitis Akut Pangkreatitis akut merupakan terjadinya inflamasi pangkreas akut sampai mengenai pada jaringan sekitarnya, organ yang jauh atau bisa jadi dua-duanya. Pangkreas akut bisa terjadi pada pangkreatitis akut ringan sampai dengan pangkreatis akut berat. Pada pangkreatitis akut ringan ini terjadi dibagian area nekrosis lemak yang didalam dan juga disekitar sel pangkreasnya maka hal ini juga dapat diikuti dengan adanya edema interstial. Namun pangkreatitis akut ringan ini tidak menyebabkan terjadinya disfungsi atau komplikasi pada organ. Sedangkan pada pangkreatitis akut berat ini dapat dikatakan dengan pangkreatitis nekrotik atau disebut dengan hemoragik ini dapat terjadi dibagian nekrosis jaringan lemak yang luas, pangkreatis akut berat ini juga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lokal dan sistemik. (Morton et al., 2012, pp. 1216–1217) Pangkreatitis adalah terjadinya radang pada pangkreas karena terjadinya perubahan seluler yang dapat merusak. Pangkreatitis terbagi menjadi dua bagian akut dan kronik, pada pangkreatitis akut ini melibatkan autodigestion pangkreas pada pada pengembangan dan enzim fibrosis. Hal ini mungkin dapat mengakibatkan gulkosa darah dapat dipengaruhi oleh terjadinya perubahan pada pangkreas. Sedangkan pada pangkreatitis kronik yang dapat diakibatkan oleh adanya pembusukan dan penurunan pada fungsi pangkreas. Karena adanya batu empedu maka dapat menghalangi terjadinya pipa pada pangkreas. (Mary et al., 2014, p. 322) Tanda dan Gejala Pada pasien pangkreatis akut ini memiliki beberapa tanda dan gejala yang harus kita ketahui sebagai berikut : 1. Rasa sakit epigastristic yang diakibatkan karena adanya inflamasi dan terjadinya perengangan pada pembuluh pangkreas 2. Adanya sakit abdominal boring yang akan menyebar kearea punggung atau bahu kiri pada pangkreatis akut 3. Adanya rasa sakit pada abdominal yang dapat menggerogoti akibat adanya serangan akut pada pangkreatits kronis 4. Pasien dalam posisi lutut didada untuk melakukan kenyamanan agar mengurangi terjadinya tekanan pada abdomen 5. Mual dan muntah 6. Adanya perubahan warna abu kebiruan pada area periumbilical dan pada abdomen (tanda cullen) 7. Terjadinya perubahan warna abu kebiruan pada area di panggul atau disebut dengan tanda turner. (Mary et al., 2014, p. 322) Diagnosis Keperawatan Pada Pangkreatitis Akut 1. Nyeri akut 2. Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh Intervensi yang diberikan perawat pada pasien pangkreatitis akut 1. Monitor tanda-tanda vital dengan adanya kenaikan pada remperatur seperti denyut nadi, tekanan darah 2. Lakukan penilaian pada tingkatan rasa sakit 3. Lakukan pengecekan asupan dan pengeluaran pada pasien 4. Lakukan penilaian abdomen pada suara usus 5. Monitor glukosa darah dengan menggunakan stik jari 6. Lakukan perawatan oralpada pasien 7. Mengajarkan pasien untuk merawat dirinya 8. Anjurkan pasien untuk makan-makanan lunak, rendah lemak, tinggi kalori, manajemen medikasi dan efek sampingnya. (Mary et al., 2014, p. 324) DAFTAR PUSTAKA Mary, D., Jackson, D., & Koegh, J. (2014). Keperawatan Medikal Bedah (1st ed.). Rapha Publishing. Morton, P. G., Fontainee, D., Huduk, C. M., & Gallo, B. M. (2012). Keperawatan Kritis. EGC. Theresia, A., Kurniati, Trisyani, Y., & Maria, S. I. (2018). Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana. Elsevier.

Judul: Makalah Simulasi Model Dinamika Sistem Ekonomi Kreatif Berbasis Tabel Input-output

Oleh: Sri Handoyo Mukti


Ikuti kami