3 Strategi Kemendag Hadapi Komunitas Ekonomi Asean Oleh Estu Suryowati Posted

Oleh Yuli Rosdiyanti

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip 3 Strategi Kemendag Hadapi Komunitas Ekonomi Asean Oleh Estu Suryowati Posted

3 Strategi Kemendag Hadapi Komunitas Ekonomi
ASEAN
Oleh Estu Suryowati
Posted: 14/03/2013 13:25

(Liputan 6.com/Danu Baharuddin)

Tweet
Liputan6.com, Jakarta : Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan, mengatakan Indonesia
perlu mengoptimalkan peningkatan perdagangan dalam negeri guna menghadapi pelaksanaan
Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC).
BERITA TERKAIT

Muluskan Ekspor, RI Permudah Pembiayaan dan Penjaminan

Pemerintah Janji Harga Bawang Turun 10 Hari Lagi

Optimalisasi peningkatan perdagangan dalam negeri dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas
produk domestik. Dengan begitu, diharapkan produk tak hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri, tetapi juga bersaing di pasar ekspor AEC.
Hal itu disampaikan Mendag dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan. Gita juga
meminta peserta rapat untuk bersama-sama pemerintah memikirkan hilirisasi, peningkatan nilai
tambah, dan perlindungan konsumen.
"Kami ingin mengajak peserta untuk membantu Kemendag dapat melakukan hilirisasi, peningkatan
nilai tambah, dan perlindungan konsumen," kata Gita, Kamis (14/3/2013).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Srie Agustina, menuturkan pihaknya akan
melakukan tiga hal untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka pengembangan ekspor.
"Kalau saya ada tiga hal penting, yakni stabilisasi harga, sistem logistik, serta mempromosikan
penggunaan produk dalam negeri. Ini kan bertahap, jadi kalau (kualitasnya) sudah bagus, bisa kita
dorong untuk pengembangan ekspor," kata Srie.
Menurut dia, sejumlah komoditas non-migas yang strategis dapat ditingkatkan kualitasnya untuk
mendorong neraca ekspor Indonesia, seperti coklat dan kopi.
Selain meningkatkan kualitas produk dalam negeri, Gita juga memastikan agar barang yang masuk
ke Indonesia, baik pangan maupun non pangan, telah memenuhi standar Kesehatan, Keselamatan
Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Hal ini karena besarnya potensi yang dimiliki pasar domestik Indonesia, menjadikan banyak negara
di dunia ingin produk atau jasa mereka masuk ke Indonesia.
"Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen
(SPK), guna mengantisipasi peredaran barang yang tak layak," tegas dia. (Est/Nur)

Judul: 3 Strategi Kemendag Hadapi Komunitas Ekonomi Asean Oleh Estu Suryowati Posted

Oleh: Yuli Rosdiyanti


Ikuti kami