Ppt Sistem Keuangan Syariah Oleh Al-dina Putri.c1f018034.ekonomi Islam (pertemuan 5)

Oleh Aldina Putri

916,6 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ppt Sistem Keuangan Syariah Oleh Al-dina Putri.c1f018034.ekonomi Islam (pertemuan 5)

Sistem Keuangan Syariah Oleh: Al-dina Putri (C1f018034) Konsep Memelihara Harta Memelihara harta, bertujuan agar harta yang dimiliki oleh manusia diperoleh dan digunakan sesuai dengan syariah sehingga harta yang dimiliki halal dan sesuai dengan keinginan pemilik mutlak dari harta kekayaan tersebut yaitu Allah SWT. Islam menganjurkan manusia untuk bekerja atau berniaga, dan menghindari kegiatan meminta-minta dalam mencari harta kekayaan. Manusia memerlukan harta kekayaan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk memenuhi sebagian perintah Allah seperti infak, zakat, pergi haji, perang (jihad), dan sebagainya. Konsep Memperoleh Dan Menggunakan Harta 1 Menentukan Prioritas Pemanfaatan Harta 2 Prinsip Halal dan Thayyib Dalam Konsumsi 3 Menghindari Tabdzir dan Israf 4 Kosumsi Sosial 5 Pemanfaatan Harta Untuk Masa Depan Akad/Kontrak/Transaksi Secara umum transaksi dapat diartikan sebagai kejadian ekonomi/keuangan yang melibatkan paling tidak 2 pihak (seseorang dengan seseorang atau beberapa orang lainnya) yang saling melakukan pertukaran, melibatkan diri dalam perserikatan usaha, pinjam meminjam atas dasar sama-sama suka ataupun atas dasar suatu ketetapan hukum atau Syariah yang berlaku. Akad adalah kesepakatan dua belah pihak atau lebih yang menimbulkan kewajiban hukum yaitu konsekuensi hak dan kewajiban, yang mengikat pihak-pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam kesepakatan tersebut. Akad yang sudah terjadi (disepakati) harus dipenuhi dan tidak boleh diingkari. Pelaku Objek Akad Rukun Akad Ijab Kabul Pengelompokan Akad Akad tabarru’ Akad tijarah Transaksi Yang Dilarang Semua aktivitas bisnis terkait dengan barang dan jasa yang diharamkan Allah Riba Ikhtikar Gharar Perjudian 6 Monopoli Bai’an najsy 8 Bai al inah 10 7 Ta’alluq 9 Jual beli dengan cara talaqqi al- rukban Riba dan Jenis Riba Riba berasal dari bahasa arab yang berarti tambahan (AL Ziyadah), berkembang (An Nuwuw), meningkat (Al Irtifa) dan membesar (Al-uluw). Imam sarakhzi mendefinisikan riba sebagai tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya padanan (‘iwad) yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.Lembaga Islam Internasional maupun Nasional telah memutuskan sejak tahun 1965 bahwa bunga bank atau sejenisnya adalah sama dengan riba dan haram secara Syariah.Bahkan MUI atau Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa (No. 1 Tahun 2004 ) bahwa bunga (interest) yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (Alqardh) atau utang piutang (Al-dayn), baik yang dilakukan oleh lembaga keuangan,individu maupun lainnya hukumnya adalah haram. Riba Qardh Riba Jahiliyyah Riba Fadhl Riba Nasi’ah Prinsip Sistem Keuangan Syariah Pelarangan riba Aktivitas usaha harus sesuai syariah 1 2 6 Kesucian kontrak islam Pemberian risiko 3 5 4 Tidak menganggap uang sebagai modal pontensial Larangan melakukan kegiatan spekulatif Instrumen Keuangan Syariah Akad jual beli/sewa menyewa Akad investasi Akad lainnya

Judul: Ppt Sistem Keuangan Syariah Oleh Al-dina Putri.c1f018034.ekonomi Islam (pertemuan 5)

Oleh: Aldina Putri


Ikuti kami