Dampak Bencana Dan Faktor Lainya Terhadap Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Oleh Kelvin Kelvin

768,9 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Dampak Bencana Dan Faktor Lainya Terhadap Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia

DAMPAK BENCANA DAN FAKTOR LAINYA TERHADAP POTENSI DAN HAMBATAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA Disusun untuk memenuhi syarat Ujian Akhir Semester Gasal oleh: KELVIN F1218027 PEREKONOMIAN INDONESIA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2019 ABSTRAK Pembangunan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menentukan laju pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pembangunan ekonomi di dorong dengan adanya potensi-potensi yag berasal dari sumber daya alam itu sendiri dan sumber daya alam, dengan adanya potensi tersebut mampu mengimbangi hambatan yang berdampak perkembangan ekonomi di Indonesia. Terdapat beberapa yang menjadi hambatan dalam pembangunan ekonomi antara lain adalah kemiskinan, pengangguran, dan inflasi suatu negara. Hambatan-hambatan tersebut meliputi dari lemahnya kualitas sumber daya manusia dan minimnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Potensi dalam sektor ekonomi seperti industry perdagangan sangat berperan dalam pembangunan ekonomi dengan menigkatkan pendapatan, perluasan usaha, perkembangan industri dapat menuunkan timbulnya hambatan-haambatan lainya. Keseimbangan antara potensi dan hambatan harus dapat di imbangi supaya pembangunan ekonomi dapat bergerak maju pada pertumbuhan yang baik. 2 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang berjalan menuju perkembangan pembangunan, yang mana pemerintahan dan seluruh rakyat Indonesia melaksanakan pembangunan di seluruh bidang. Pembangunan ekonomi merupakan salah satu potensi utama yang menggerakan roda pertumbuhan ekonomi negara. Saat ini banyak negara sedang berkembang yang telah berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi hal tersebut di dorong dengan pembangunan-pembangunan di sektor ekonomi yang baik, namun masih banyak permasalahan pembangunan yang belum dapat di selesaikan, seperti tingkat pengganguran yang tinggi, kemiskinan, tingkat pendidikan rata-rata masih rendah,minimnya tenaga kerja ahli, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, dan inflasi yang terus terjadi. Menurut Sadono Sukirno (1996) pembangunan ekonomi adalah upaya meningkatkan pendapatan perkapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi real dengan melakukan penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen. Potensi dan hambatan pembangunan ekonomi di Indonesia juga dapat dipengaruhi oleh faktor alam seperti bencana alam yang berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Potensi besar dalam pembangunan ekonomi itu sendiri melibatkan kegiatan-kegiatan produksi barang dan jasa pada semua sektor ekonomi yang memerlukan banyak komponen untuk melakukan kegiatan tersebut seperti pendirian industri-industri baru dan meningkatkan kegiatan ekspor dan impor akan membawa perubahan dalam sektor industri dan sektor perdagangan. Sektor pertanian juga akan berubah melalui pembangunan di bidang sarana dan prasarana. Kerusakan yang diakibatkan bencana yang terjadi di Indonesia menjadi faktor utama yang menghambat pembangunan ekonomi. Bencana di Indonesia adalah bencana alam yang terjadi di wilayah tertentu di karenakan faktor geografi alam yang menimbulkan suatu kawasan atau wilayah rentan akan bencana. Bencana alam besar yang sering terjadi seperti banjir, gempa dan tsunami tidak hanya menimbulkan korban jiwa namun juga dapat berimbas besar terhadap pembangunan ekonomi yang mengakibatkan inflasi, rusaknya infrastrukur, menurunya tingkat 3 kesejahteraan masyarakat, lemahnya daya saing produk nasional dan investasi yang masuk. Hambatan dalam pembangunan ekonomi Indonesia akan mengalami perbaikan apabila masyarakat dan pemerintah sadar betul akan potensi yang dapat dikembangkan dan di manfaatkan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. B. Rumusan Masalah 1. Identifikasi potensi dan hambatan pembangunan ekonomi di Indonesia 2. Bencana alam yang bedampak pada pembangunan ekonomi di Indonesia 4 PEMBAHASAN A. Deskripsi Topik 1. Pengertian Pembangunan Ekonomi Menurut Schumpeter, economic development adalah perubahan dalam lapangan industri dan perdagangan yang berkaitan dengan pendapatan perkapita dan pendapatan nasional dimana proses tersebut terjadi secara spontan dan tidak terputusputus. Berbeda dengan Irawan (2002:5) Menurut Irawan, economic development adalah berbagai usaha yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup suatu negara yang diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita. 2. Pembangunan Ekonomi Indonesia Indonesia telah melaksakan upaya pembangunan ekonomi yang mencakup ke dalam seluruh aspek yang terkait dengan perekonomian masyarakat, hal ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Potensi yang dimiliki baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia di manfaatkan sebaik mungkin dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berdampak pada pembangunan ekonomi..kebijakan-kebijakan pembangunan ekonomi perlu di buat untuk memastikan agar pelaksanaan dalam pembangunan ekonomi dapat menyebar ke seluruh asppek yang terkait. Hal ini pemerintah harus bekerja keras mengatasi permasalahan dan hambatan terkait pembangunan ekonomi dan memaksimalkan potensi-potensi sumber daya untuk pembangunan ekonomi di Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi. Faktor ekonomi diantaranya adalah sumber daya modal, sumber daya manusia, dan keahlian atau kewirausahaan, sedangkan untuk faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, dan sistem yang berkembang dan berlaku. 3. Potensi Pembangunan Ekonomi Indonesia Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia telah terlihat meningkat sangat pesat dan merupakan bagian penting dalam ekonomi global sebagai negara dengan ekonomi 5 nomor empat terbesar setelah Cina, Jepang dan Korea Selatan, serta masuk dalam 15 besar pertumbuhan ekonomi tebesar di dunia dalam purchasing power parity (PPP) basis. Hal ini membuat Indonesia dapat memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki lebih besar lagi. Terdapat beberapa alasan mendasar rata-rata pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang dan negara maju adalah pada tingkat produktivitasnya dan produktivitas tersebut meliputi teknologi yang menguntungkan pada industry-industri dalam negeri. Faktor-faktor pembeda pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatau negara terletak pada tingkat capital, teknologi, pendidikan, proses produksi, hal tersebut merupakan beberapa indikator mendasar perbedaan pertumbuhan ekonomi pada negara maju dan berkembang. Sumber : Artikel Ilmiah, Stephen Elias and Clare Noone Populasi Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 242 juta jiwa lebih sebagian besar adalah pemuda. Rata-rata usia pemuda di Indonesia berusia 28 tahun yang mana ketiga termuda dsi asia tenggara dalam kurun 10 tahun terakhir. Pendidikan di Indonesia juga kian meningkat sejak beberapa decade terakhir, investasi pada sumber daya manusia di Indonesia meningkat untuk menjadi calon calon tenaga kerja yang handal dalam industry di masa depan. Potensi pertumbuhan pembangunan ekonomi Indonesia juga di dorong dengan stabilnya tingkat inflasi. 4. Hambatan pembangunan ekonomi Indonesia Masalah dalam laju pertumbuhan ekonomi meliputi bagian dari pembangunan ekonomi yang terhambat oleh beberapa faktor. Adanya identifikasi permasalahan dan 6 hambatan dilakukan untuk mempercepat dan memperbaiki pembangunan ekonomi di Indonesia. Hambatan – hambatan pembangunan ekonomi tersebut antara lain adalah: a. Pengangguran Pengangguran di Indonesia merupakan suatu masalah klasik ketenagakerjaan yang belum tuntas. Di satu sisi kesulitan mencari sumber daya yang trampil dan ahli dan sisi lainya adalah kelebihan angkatan pekerja. Pengangguran terjadi di karenakan jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Pengangguran menjadi masalah perekonomian suatu negara yang akan menimbulkan kemiskinan dan menimbulkan masalah social lainya. Apabila tingkat ketergantungan semakin membesar akan berdampak pada permasalahan social, politik, meningkatnya tindakan kriminalitas, turunya tingkat kesejahteraan rakyat, dan pertumbuhan ekonomi akan melambat. Jenis pengannguran berdasarkan pada sumber yang menyebabkan pengangguran adalah pengangguran friksional, pengangguran structural, pengangguran teknologi, dan pengangguran siklikal. Jumlah angkatan kerja yang menganggur dapat dilihat bahwa tamatan pendidikan sekolah dasar lebih banyak angkatan pekerja di pedesaan yang menganggur sebesar 37,4% dan sedangkan pada tingkat SMP sebesar 26,71%, dan 30,16% angkatan kerja lulusan SMA, dan untuk tingkat pendidikan diploma dan universitas hanya menyumbang sekitar 2,92% dan 2,82%. Hal tersebut merupakan 7 tingkat pengangguran yang terkait dengan kurangnya kualitas pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berdampak pada pembangunan ekonomi. Dengan pengangguran yang tinggi pula akan menurunkan pendapatan pajak pemerintah dan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi. b. Kemiskinan Definisi mengenai kemiskinan dibentuk berdasarkan identifikasi dan pengukuran terhadap sekelompok masyarakat/golongan yang selanjutnya disebut miskin (Nugroho, 1995) sementara itu menurut Suryawati, (2004) Persoalan kemiskinan masyarakat di negara-negara ini tidak hanya sekedar bentuk ketidakmampuan pendapatan, akan tetapi telah meluas pada bentuk ketidakberdayaan secara sosial maupun politik. Suatu kondisi dimana masyarakt tidak dapat memenuhi secara ekonomi standar hidup rata-rata masyarakat pada suatu daerah. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan akan memenuhi kebutuhan pokok baik berupa sandang, pangan maupun papan. Rendahnya kemampuan ini juga berdampak dalam kurangnya pemenuhan kebutuhan lainya seperti kebutuhan standar pendidikan dan kesehatan. Keadaan seperti ini menjadi hambatan besar yang menimbulkan dampak pada pembangunan ekonomi akbat turunya tingkat ksejahteraan masyarakat dan standar kehidupan di suatu daerah. c. Inflasi Laju Inflasi merupakan kenaikan suatu harga secara umum yang berlangsung terus menerus yang terjadi di suatu wilayah tertentu. Dampak inflasi yang ditimbulkan pada kondisi ekonomi adalah menciptakan kondisi lingkungan yang tidak stabil, menurunkan efisiensi ekonomi, mengurangi nilai kekayaan dalam bentuk uang dan cenderung memperendah tingkat bunga riil yang menganggu ke stabilan dalam pasar modal. Suku bunga dan kurs rupiah terhadap dolar dapat mempengaruhi laju inflasi. Bank sentral yang melakukan pentargetan inflasi membuat ketetapan tingkat inflasi yang rendah rata-rata dibawah 4%. Dengan penetapan tersebut dapat menimbulkan masalah sepeti mereduksi fleksibilitas gaji 8 riil yang berakibat mengurangi efektifitas alokasi tenaga kerja dan terjadinya deflasi yang berdampak negatif dalam pembangunan ekonomi. B. Permasalahan dan Issue yang terjadi Musibah bencana alam dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan dalam perekonomian yang berpengaruh besar. Kekacauan yang ditimbulkan pada bencana merubah suatu kondisi sekejap menjadi tidak stabil dan gejolak penurunan ekonomi. Gambaran sebagai contoh bagaimana bencana alam seperti tsunami di Aceh dan gempa di Jogja beberapa tahun lalu berpengaruh besar dan signifikan terhadap perekonomian, yaitu potensi hilangnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Bencana yang terjadi seperti gempa di Indonesia bisa berpotensi menyebabkan hilangnya GDP sampai 3%, 30 Billion US Dollar berdasarkan pernyataan menteri keuangan. Kembali mengulas bencana yang terjadi di Aceh waktu tsunami itu telah menimbulkan dampak biaya bencana sebesar 4,5 billion Dollar, dan ketika bencana di Yogyakarta waktu mengalami gempa mengalami kehilangan 30% dari GDP pada daerah yang terkena musibah. Secara geografis Indonesia sangat rentan beresiko terhadap bencana gempa bumi yang sifatnya seismik dan vulkanik dan terletak dalam lempengan yang di sebut cincin api (ring of fire). Indonesia merupakan negara yang diapit oleh dua samudra besar dunia. Tingginya tingkat curah hujan di Indonesia berkisar 2000 mm per tahunnya dan merupakan termasuk yang tertinggi di seluruh dunia untuk negara kepulauan. Potensi terjadinya bencana-bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami, merupakan kombinasi musibah yang menjadi salah satu pusat hambatan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Hambatan tersebut harus dihadapi dengan cara dan pola yang tepat dan mendesain program-program pembangunan yang baik. Sehingga akibat yang ditimbulkan pada bencana tidak semakin menambah parah dan menimbulkan kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia seperti kemiskinan dan penagngguran akibat hilangnya harta dan bangunanbangunan yang terkena bencana. Dampak bencana alam yang terjadi ini berujung menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat yang mengakibatkan meningkatnya kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Dampak yang di timbulkan pula berpengaruh pada sektor ekonomi seperti dalam industri perdagangan. Potensi penting yang di munculkan dalam idustri 9 perdagangan majunya laju ekonomi yang membantu pertumbuhan dengan pembangunanpembangunan hasilkan. di Sumber: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Berdasarkan data tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah proporsi industry perdagangan di Indonesia menurut pendapatan yang diperoleh. Terdapat beberapa jenis sumber pendapatan yaitu penjualan non makanan, penjualan makanan, pendapatan komisi, lainya, dan kegiatan lainya. Perkembangan industri perdagangan Indonesia baik dan pedagang besar pedangan di eceran cenderung 10 meningka positif hali tentunya berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi di inonesia dalam sektor perdagangan. Berkembangnya sektor industri pengolahan dan perdagangan mampu meningkatkan potensi penyerapan tenaga kerja yang menekan tingkat pengangguran. Sebagai contoh laju pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Tengah di pengaruhi secara positif oleh upah minium (UMK) dalam jumlah unit usaha pada penyerapan tenaga kerja di sektor industry di Jawa Tengah. Kebijakan ketenagakerjaan diharapkan di buat untuk membangun laju pertumbuhan ekonomi, hal ini tentunya menunjukan potensi ketenagakerjaan mampu mengatasi hambatan pada pembangunan ekonomi di Indonesia. Sumber: Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan Terlihat dalam data diatas bahwa terdapat upaya-upaya yang dilakukan dalam sektor industri daerah di kota Samarinda sebagai contoh menunjukan hasil positif terhdap tenaga 11 kerja yang diserap. Perkembangan tenaga yang diserap lebih besar pada industry menengah hal ini disebabkan oleh potensi investor untuk menanamkan investasi pada sektor, ini menunjukan potensi yang baik dalam pembangunan ekonomi. Programprogram dibuat untuk meningkatkan potensi yang ada sesuai situasi dan kondisi agar perkembangan pada industry terus meningkat dan mampu menyerap tenaga kerja lebih besar sehingga dapat menurunkan julmah tingkat pengangguran. KESIMPULAN A. Penutup Pembangunan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor dan tentunya dalam pembangunan tersebut di sertai hambatan-hambatan yang harus diatasi agar pembangunan ekonomi dapat berjalandengan baik. Beberapa hambatan tersebut adalah: 1. Pengangguran 2. Kemiskinan 3. Inflasi Hambatan-hambatan dalam pembangunan ekonomi memiliki dampak yang berkesinambungan antara satu dengan lainya, namun dari beberapa hambatan terebut penyebab yang mendatangkan hambatan tersebut di timbulkan oleh bencana alam yang tidak dapat di hindari. Bencana menajdi salah satu issue penting yang mempenagruhi pembangunan ekonomi secara massive. Terdapat bebrapa potensi yang ada dalam memaksimalakan pembangunan ekonomi seperti dalam sektor industri perdagangan, sumber daya manusia yang terlatih, penyerapan tenaga kerja, dan perbaikan dalam tingkat pendidikan dan kesehatan. Potensi-potensi tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan pembangunan ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi bila dilaksanakan 12 dengan baik dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat dan di desain untuk tercapainya pembangunan yang diharapkan. Penyerapan tenaga kerja dalam berdirinya industri serta adanya investor yang membantu laju perkembangan industri dan perbaikan-perbaikan beberap faktor tersebut berpengaruh secara positif pada kondisi ekonomi. DAFTAR PUSTAKA Cahyadin Malik, Sutomo dan Ratwianingsih, Lely. 2017.” INDUSTRI PERDAGANGAN DI INDONESIA: PERKEMBANGAN DAN KINERJA”. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan. 17 (2). 78-88 Zulfikar, Rafli dan Jayadi, Akhmad.2017. TANTANGAN TURBULENSI EKONOMI GLOBAL TERHADAP EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL INDONESIA. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan (JIEP). 17 (2), 89-98 Rochmani,Siti Tanti. Purwaningsih, Yunastiti . Suryantoro, Agustinus. 2016. ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI JAWA TENGAH. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan (JIEP). 16 (12). Mada, Muhammad. Asha, Khusnul. 2015. ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENGANGGURAN TERDIDIK DI INDONESIA. Jurnal Ilmu ekonomi Pembangunan (JIEP). 15 (1). 13 Hadiyanti, Sofia Ulfa Eka. 2015. Pengaruh Investasi Pada Industri Kecil dan Industri Menengah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan (JIEP). 15 (2). Sutanto.2009. ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA, JUMLAH UANG BEREDAR DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAPINFLATION TARGETING FRAME WORK DI INDONESIA TAHUN 1990-2007. Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan (JIEP). 9 (1), 20-37 Elias, Stephen dan Noone, Clare. The Growth and Development of theIndonesian Economy. Di download 29 December 2018, pukul 10.08 WIB Indonesia Institute of Science 2014. INDONESIA’S WAYS TO SUSTAINABLE ECONOMIC GROWTH AND DEVELOPMENT, didownload 29 December 2018, pukul 10.12 WIB https://www.maxmanroe.com/pengertian-pembangunan-ekonomi.html. di akses 28 Desember, pukul 7.21 WIB https://www.maxmanroe.com/pengertian-pembangunan-ekonomi.html. di akses 28 Desember, pukul 9.44 WIB http://e-journal.uajy.ac.id/1756/3/2EP15294.pdf. di akses 28 Desember 2018, pukul 19.05 WIB https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/bencana-alam-dan-pengaruhnyaterhadap-perekonomian/.di akses 29 Desember, pukul 10.07 WIB 14

Judul: Dampak Bencana Dan Faktor Lainya Terhadap Potensi Dan Hambatan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Oleh: Kelvin Kelvin


Ikuti kami