Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

Oleh Maiza Dwi Lestari

101,4 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PERDARAHAN SALURAN CERNA AKUT DAN PANKREATITIS AKUT Maiza Dwi Lestari 2020 Pendahuluan Perdarahan saluran cerna adalah setiap perdarahan dari saluran cerna (dari mulut sampai anus) yang dapat timbul sebagai hematemesis, melena, perdarahan rektal. Hematemesis didefinisikan sebagai muntah darah dan biasanya disebabkan oleh penyakit saluran cerna bagian atas, melena adalah keluarnya feses berwarna hitam per rektal yang mengandung campuran darah, biasanya oleh perdarahan usus proksimal (Borkey, 2010). Terdapat 300.000 kasus perawatan di rumah sakit setiap tahunnya akibat perdarah saluran cerna akut di amerika serikat. Angka kematian sebesar 59% akibat perdarahan saluran cerna akut terus bertahan selama setengah abad meskipun telah ada kemajuan diagnosis dan terapi (Hudak and Gallo, 2010). Penyebab perdarahan saluran cerna terbagi dua penyebab yaitu pecah varises yang terjadi di esofagus dan non-varises misalnya tukak peptik. Gastritis erosive, tumor. Penyebab perdarahan saluran cerna bagian atas disebabkan oleh pecahnya varises esofagus (Effendi and Waleleng Bj, 2013) Pankreatitis pada umumnya diartikan sebgai proses penghancuran diri (auto digesti) pancreas oleh enzim eksokrin yang dihasilkan sendiri, khususnya tripsin pankreas (Suddarth, 2013, p. 399). Pankreatitis akut merupakan gangguan yang serius dengan tingkat keparahan yang berkisaran dari gangguan yang relative ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya sampai penyakit yang fatal dan tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan (Suddarth, 2013, p. 399). Pankreatitis akut adalah gangguan inflamasi yang melibatkan penghancuran sendiri pankreas oleh enzimnya sendiri melalui autodegesti (LeMone, Barke and Bauldoff, 2015, p. 943). Penyebab tersering dari pankreatitis akut adalah batu empedu, penyebab lainnya juga adalah infeksi, trauma dan obat-obatan, hipotermia, hiperkalsemia, hiperlipidemia, pascatindakan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) dan pascaoperasi (Makmun and Pribadi, 2020, p. 380) Asuhan Keperawatan Perdarahan Saluran Cerna Akut 1. Pengkajian a) Riwayat Pasien dengan riwayat penggunaan tembakau memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita ulkus duodenum. Kondisi medis yang mendasari dapat dianggap sebagai penyebab utama pasien. b) Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik sering kali tidak menunjukkan hal yang mecolok. Tanda-tanda vital di pantau ketat untuk mengkaji instabilitas hemodinamik. Massa yang terpalpasi kemungkinan adalah neoplasma. Pemeriksaan rectum adalah pengkajian yang penting untuk mengetahui adanya hematpkezia dan melena serta menyingkirkan kemungkinan perdarahan akibat hemoroid, yang kadang-kadang muncul sebagai hemoragi.(Hudak and Gallo, 2010) Diagnosa Keperawatan Perdarahan Saluran Cerna Akut 1. Resiko syok 2. Resiko perdarahan Asuhan Keperawatan Pankreatitis Akut 1. Pengkajian (LeMone, Barke and Bauldoff, 2015, p. 947) Data pengkajian terkait pankreatitis akut atau kronik mencakup berikut ini; - Riwayat kesehatan ; manifestasi saat ini; nyeri abdomen (lokasi, sifat, awitan dan durasi, identifikasi faktor dan kemungkinan; peningkatan keparahan pankreatitis - Pantau bising usus ; kembalinya bising usus mengindikasikan kembalinya peristaltis; penguapan nasogastrik biasanya dihentikan salam 24-28 jam setelahnya - Berikan cairan intravena atau TPN yang diresepkan. Cairan intarvena diberikan untuk mempertahankan hidraasi, TPN digunakan untuk memberikan cairan, elektrolit dan kilokalori ketika puasa diperpanjang (lebih dari 2-3 hari) - Berikan perawatan oral dan nasal setiap 1-2 jam, puasa dan pengisapan nasogastrik akan meningkatkan resiko iritasi dan kerusakan memberan mukosa - Ketika asupan oral diperbolahkan kembali, berikan makanan dalam porsi kecil secara sering. Lakukan hygiene oral sebelum dan setelah makan. Hygiene oral akan mengurangi mikroorganisme oral yang dapat menyebabkan bau busuk dan rasa tidak enak di mulut, yang dapat menurunkan nafsu makan. Makanan porsi kecil secara sering dapat mengurangi sekresi enzim pankreatik dan lebih mudah di cerna serta diabsorpsi . Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan Pankreatitis Akut (LeMone, Barke and Bauldoff, 2015, pp. 948–949) NO 1. Diagnosa Resiko Defesiensi Volume Cairan Intervensi - Kaji status kardiovaskuler setiap 4 jam sesuai indikasi, termasuk tanda-tanda vital, irama jantung, hemodinamik, dan parameter nadi pengisian perifer kembali kapiler, dan warna, suhu, kelembapan dan turgor kulit - Pantau fungsi ginjal. Dapatkan haluaran urine per jam; laporkam jika haluaran urine kurang dari 30 mL perjam. Timbang berat badan setiap hari - Pantau fungsi termasuk tingkat neurologis, status kesadaran mental, dan perilaku 2. Nyeri Akut - Kaji nyeri menggunakan skala nyeri standar, termasuk lokasi, radiasi , durasi dan karakter nyeri - Pertahankan status puasa dan kepatenan selang nasogastrik sesuai instruksi - Pertahankan tirah baring pada lingkungan yang tenang dan sepi - Bantu untuk berada diposisi yang nyaman, seperti posisi miring dengan lutur fleksi dan kepala ditinggikan 45 - Ingatkan keluarga dan untuk tidak pengunjung membawa makanan ke dalam ruangan pasien 3. Ketidakseimbangan Nutrsi; Kurang dari kebutuhan tubuh - Pantau albumin, serum, nilai laboratorium; serum, transferin hemoglobin, hematrokrit akan dan menurun dalam kondisi malnutrisi - Timbang berat badan setiap hari atau berselang hari - Pertahankan bagan feses; catat frekuensi, warna, bau dan konsistensi feses DAFTAR PUSTAKA Borkey, N. (2010) At a Glance Ilmu Bedah. Jakarta: EGC. Effendi, J. and Waleleng Bj, S. (2013) Profil pasien perdarahan saluran cerna bagian atas. Manado. Hudak and Gallo (2010) Keperawatan Kritis. 6th edn. Jakarta: EGC. LeMone, P., Barke, K. M. and Bauldoff, G. (2015) Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Makmun, D. and Pribadi, R. R. (2020) Crash Course Gastrointestinal System. Singapore: Elsevier Ltd. Suddarth, B. & (2013) Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. 12th edn. Edited by E. A. Mardella. Jakarta: EGC.

Judul: Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

Oleh: Maiza Dwi Lestari


Ikuti kami