Peran Bhineka Tunggal Ika Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Tiap Daerah Di Indonesia

Oleh Emir Ramadhana

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Peran Bhineka Tunggal Ika Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Tiap Daerah Di Indonesia

PERAN BHINNEKA TUNGGAL IKA TERHADAP
PEMBANGUNAN EKONOMI DI TIAP DAERAH
DI INDONESIA
Mata kuliah: Komunikasi Pembangunan

ANGGOTA KELOMPOK :
ROBERT DURIANTO
NOVINAZ BENITA
ATMA MULYA
TIARA DIAN PRATIWI
KRISNA WIDYAWAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
2012
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kebudayaan merupakan salah satu unsure komunikasi non verbal yang berperan penting

dalam berjalannya pembangunan di Indonesia. komunikasi non verbal merupakan salah satu
komunikasi yang menggunakan berbagai symbol baik visual, audio maupun audio visual untuk
menyampaikan makna atau pesan-pesan tertentu. Bentuk komunikasi ini memuat strategi dasar
yang sangat sederhana dalam penyampaian, melalui ekspresi wajah, gerak tubuh dan apapun
yang meliputinya, ternyata bisa didefinisikan sebagai komunikasi yang efektif. Indonesia
memiliki banyak kebudayaan, suku, agama serta bahasa yang beraneka ragam yang semua itu
merupakan bentuk komunikasi non verbal yang berguna untuk pembangunan. Berdasarkan
survey Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Indonesia memiliki 13.000 buah
pulau (antara news.com).
Berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia disebabkan karena Indonesia
merupakan Negara kepulauan sehingga memiliki banyak daerah. Tiap-tiap daerah yang ada di
Indonesia dibalut dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Hal inilah yang menyebabkan
Indonesia kaya akan kebudayaan sehingga munculah symbol Bhineka Tunggal Ika. Konsep
bhineka tunggal ika ini merupakan konsep yang menyatakan bahwa di Indonesia walaupun
memiliki banyak kebudayaan namun seluruh komponen masyarakatnya tetap bersatu.
Bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang bermakna meskipun
Indonesia memiliki beragam budaya, suku, dan agama tetapi tetap memiliki satu tujuan yang
sama. Inilah semboyan yang menyatukan suku-suku, agama, dan budaya di Indonesia, semangat
ke-Bhinekaan yang bersumber dari budaya luhur bangsa ini yaitu Gotong Royong. Semangat ini
yang hidup dalam sanubari rakyat Indonesia sejak dari dulu, hal ini digambarkan dalam prasasti
Kerajaan Tarumanegara dimana disebutkan bahwa rakyat dan prajurit kerajaan bergotong royong
membangun bendungan untuk keperluan irigasi.
Indonesia sangat beruntung menjadi Negara yang kaya akan kebudayaan, karena dengan
adanya berbagai macam kebudayaan maka Indonesia memiliki suatu daya tarik tersendiri,

sehingga dapat menarik para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk
mengunjungi tiap-tiap daerah di Indonesia. sehingga hal ini akan membantu proses
pembangunan perekonomian yang ada di tiap-tiap daerah di Indonesia.
1.2

Rumusan Masalah

1.2.1

bagaimana makna Bhineka Tunggal Ika dalam pembangunan di Indonesia?

1.2.2

bagaimana pengaruh kebudayaaan-kebudayaan yang ada di Indonesia terhadap
pembangunan ekonomi di Indonesia?

1.3

Tujuan

1.3.1

pembaca dapat mengetahui makna Bhineka Tunggal Ika dalam pembangunan di
Indonesia.

1.3.2

pembaca dapat mengetahui pengaruh kebudayaaan-kebudayaan yang ada di Indonesia
terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia.

1.4

Manfaat

1.4.1

pembaca dapat memahami mengetahui makna Bhineka Tunggal Ika dalam pembangunan
di Indonesia.

1.4.2

pembaca dapat memahami pengaruh kebudayaaan-kebudayaan yang ada di Indonesia
terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1

Makna Bhineka Tunggal Ika Terhadap Pembangunan

2.1.1

Makna Bhinneka Tunggal Ika terhadap Pembangunan
Sebagaimana diketahui bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri berbagai macam suku

bangsa yang memiliki karakter, kebudayaan serta adat istiadat yang beraneka ragam, namun
keseluruhannya merupakan suatu kesatuan dan persatuan Negara dan bangsa Indonesia.
Penjelmaan persatuan bangsa dan wilayah Negara Indonesia disimpulkan dalam PP. No. 66 Th.
1951, 17 Oktober dan diundangkan tanggal 28 Nopember 1951 dan termuat dalam Lembaran
Negara No. II/Th.1951 yaitu dengan lambang Negara dan Bangsa burung Garuda Pancasila
dengan seloka Bhinneka Tunggal Ika.
Hakekat makna Bhinneka Tunggal Ika yang memberikan suatu pengertian bahwa
meskipun bangsa dan Negara Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang
memiliki adat-istiadat, kebudayaan serta karakter yang berbeda, memiliki agama yang berbeda
dan terdiri atas beribu-ribu kepulauan wilayah nusantara Indonesia, namun keseluruhannya
adalah merupakan satu persatuan yaitu persatuan Bangsa dan Negara Indonesia. Perbedaan itu
adalah merupakan suatu bawaan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,
namun perbedaan itu untuk dipersatukan ,disintesakan dalam suatu wadah yang positif dalam
suatu Negara kebersamaan, Negara persatuan Indonesia (Notonagoro, 1975:106).
Indonesia merupakan

negara multi etnik, multi ras, dan multi agama yang memiliki

wilyah luas dengan rakyatnya yang beranekaragam. Walaupun di Indonesia terdapat banyak
suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya namun tentu saja harus tetap
menjadi satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air. Jika tidak, tentu saja bangsa ini akan
mudah diadu domba dan dijajah secara fisik dan pikiran oleh bangsa lain Maka dari itu,
semangat Bhineka Tunggal Ika yang membara dalam jiwa seluruh masyarakat Indonesia sangat

diperlukan untuk membangun rasa nasionalisme dan memantapkan integrasi bangsa Indonesia
dimana seluruh rakyat memiliki andil untuk memperat persatuan Indonesia dan saling membahu
untuk mewujudkan tujuan negara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Aset Indonesia atas keanekaragaman budaya yang multi etnis,sangat kaya dan sangat
bervariatif, ini dapat dilihat dari kacamata pandang geografis dan demografis. Dari sudut
Geografis Indonesia adalah daerah Tropis yang subur terdapat beberbagai jenis agrikultur,bahkan
mencapai jutaan varian, suatu keajaiban tanah, sawah danladang, bahkan kata koes plus tongkat
pun kalau ditanam akan jadi tanaman, menggambarkan kesuburan tanah Indonesia. Dan ini
mempengaruhi kultur daerah diantara daerah-daerah yang lain. Dari sisi Demografis Indonesia
terdiri dari multi etnis, sebagai perwujudan dari lukisan alam diberbagai pelosok seantero
Indonesia. Dari multietnis menimbulkan keanekaragaman peradaban yang ber-Bhineka Tunggal
Ika, kemudian menurut hukum adat sebagai perwujudan dari tatanan hukum adat terdiri dari 11
wilayah hukum adat dari Sabang sampai Merauke. Sampai saat ini multi kultur dan multi etnis
masih terpelihara dengan baik, meskipun ada degradasi moral sebagai pengaruh globalisasi
budaya dunia yang tak terbatas, dapat melewati batas dunia manapun, tanpa dapat dikendalikan
oleh siapapun,termasuk oleh kekuatan struktural.
Dalam suatu negara telah memiliki keteraturan yang terimplementasikan kedalam suatu
budaya yang tumbuh dan berkembang sebagai akibat interaksi antar manusia dalam pola
kehidupan sehari-hari. Indonesia sebagai Negara Kesatuan yang berdaulat, telah memiliki sejarah
budaya yang cukup panjang dan membanggakan,sejak proklamasi kemerdekaan tangal 17
Agustus 1945, bangsa Indonesia dikenal di masyarakat dunia sebagai bangsa yang memiliki
peradaban dan budaya luhur. Budaya bangsa Indonesia yang patut kita banggakan antara lain
adalah sifat gotong-royong, sopan-santun, ramah dan menghargai orang lain. Namun sejak
bergeloranya era globalisasi, semua karakteristik budaya bangsa yang membanggakan tersebut
secara perlahan terdesak dengan masuknya budaya asing yang tidak sejalan bahkan bertentangan
dengan budaya nasional/lokal. Sehingga sifat sopan santun, gotong royong kian hari tergerus
oleh budaya asing (zahra Tt).
Wlaupun kebudayaan yang membanggakan itu kian hari kian luntur tergerus oleh zaman
akan tetapi kita tidak sepatutnya untuk berpasrah diri, sebagai seorang akademis yang dibekali
intelektual yang tinggi kita seharusnya memahami kenapa budaya asing itu datang dengan

mudah di Indonesia, kemudian bagaimana seharusnya yang kita lakukan. Demikianlah strategi
yang akan berguna dalam memfilter segala bentuk budaya asing yang masuk ke Indonesia.
Semanagat ke Bhinneka-an seharusnya dapat terus ada, dengan alasan pluralisme yang
kental di Indonesia disadari atau tidak akan dapat mewujudkan pembangunan ke arah lebih baik.
Sebagai negara berkembang yang sewajarnya terus membangun, kebanggaan pluralisme ini akan
dapat membantu dalam keberlangsungan perekonomian. Contoh konkrit adalah BALI dimana
pulau yang sudah tidak asing dimata dunia menggelegar tinggi setinggi mercusuar, telah banyak
memberikan sumbangsih terhadap perekonomian daerah. Melalui pendapatan asli daerah (PAD)
dengan menarik wisatawan baik asing maupun domestik ternyata bali mampu untuk tumbuh
berkembang dalam pembangunan di era saat ini.
2.2

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Tiap-Tiap Daerah

2.2.1

Arti Kebudayaan
Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari

berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu
yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat
dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang
definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara
untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan
menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya

ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Beberapa alasan mengapa orang
mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra
yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu
mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di
Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat
dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan
pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka
yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu
adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas
Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuankemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan seharihari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda
yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan bendabenda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi

sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.2.2

Kebudayaan Di Indonesia Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Di Indonesia
Indonesia merupakan Negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan,

tiap-tiap

daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki cirri khas kebudayaan yang berbeda-beda.
Kebudayaan yang ada ditiap-tiap daerah dapat digambarkan dengan bagaimana cara hidup atau
pola hidup masyarakat, berbagai macam tarian, nyanyian, rumah adat, serta bahasa yang dimiliki
oleh masyarakat yang dimiliki oleh daerah. Sejatinya tiap-tiap kebudayaan yang ada di daerah
tersebut pasti memiliki pengaruh terhadap pembangunan ekonomi di daerah yang bersangkutan.
Berikut ini merupakan beberapa contoh pengaruh adanya kebudayaan di daerah yang memiliki
pengaruh terhadap pembangunan ekonomi :
>>

Bali
Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal diseluruh penjuru dunia. Hal

ini disebabkan karena bali selain bali memiliki banyak pantai yang sangat Indah, Bali juga
memiliki kebudayaan yang etnik sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk para
wisatawan untuk menjadikan Bali sebagai kota kunjungan wisata. Pengalaman sejarah
menunjukkan bahwa komunikasi dan interaksi antara kebudayaan Bali dan budaya luar seperti
India (Hindu), Cina, dan Barat khususnya di bidang kesenian telah menimbulkan kreatifitas baru
dalam seni rupa maupun seni pertunjukkan, potensi inilah yang dimiliki oleh Bali yang tidak
dimiliki oleh kota-kota lain di Indonesia.
Kebudayaan seni di Bali merupakan akulturasi kebudayaan dari berbagai Negara, seperti
india, cina, dan eropa. Tema-tema dalam seni lukis, seni rupa dan seni pertunjukkan banyak
dipengaruhi oleh budaya India. Sedangkan budaya Cina dan Barat/Eropa memberi nuansa batu
pada produk seni di Bali. Proses akulturasi tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan Bali
bersifat fleksibel dan adaptif khususnya dalam kesenian sehingga tetap mampu bertahan dan
tidak kehilangan jati diri.
Bali juga memiliki berbagai macam tarian yang cukup terkenal. Seni tari Bali pada
umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni tari pertunjukan
sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-

balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung. Salah satu tarian Bali yang sangat populer bagi
para wisatawan ialah Tari Kecak dan tari pendet.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura,
sebuah tempat ibadat bagi umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan
penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Rindi.
Rindi merupakan maestro tari yang dikenal luas sebagai penggubah tari pendet sakral yang bisa
di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan. Tari pendet juga bisa berfungsi sebagai tari
penyambutan. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet
menjadi “tarian ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.
Sedangkan tari kecak biasanya disebut dengan tarian “cak” atau taeri api dimana tarian
ini merupakan tari pertunjukan missal atau hiburan dan cenderung sebagai sendratari yaitu seni
drama dan tari karena seluruhnyamenggambarkan seni peran dari “lakon pewayangan” seperti
rama sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odolan
dan upacara lainnya. Bentuk-bentuk sacral dalam tari ini biasanya ditunjukan dalam hal
ke”roh”an atau masolah yaitu kekebalan secara ghain sehingga tidak terbakar oleh api. Tari
kecak tidak menggunakan alat music untuk mengiringinya namun hanya menggunakan suara
teriakan seperti ‘cak cak cak cak kee” sehingga taraian ini disebut tari kecak.
Kedua contoh tarian tersebut merupakan beberapa contoh taraian yang ada di Bali,
namun masih banyak lagi tarian-tarian unik yang terdapat di bali. Biasanya untuk menikmati
taraian-tarian tersebut penonton dikenakan biaya masuk , disinilah dapat tersirat bahawa
kebudayaan yang ada di Bali secara tidak langsung dapat membantu pembangunan
perekonomian yang ada di Bali. Kebanyakan para wisatawan datang ke Bali untuk menikmati
keindahan budaya yang ada di Bali, dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Bali maka
pendapatan daerah maupun pendapatan masyarakat wilayah Bali pun akan semakin meningkat.
>>

Yogyakarta
Yogyakarta merupakan salah satu daerah di pulau jawa yang masih kental akan

kebudayaam jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan
masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan
sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota
ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri,

tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti
tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian
yangdimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka
ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagimasyarakat
Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan
mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalahkethoprak, jathilan, dan wayang
kulit.yogyakarta juga dikenal dengan perak dan gayayang unik membuat batik kain dicelup. ia
juga dikenal karena seni kontemporer hidup.Memberikan nama kepada anak masih merupakan
hal penting Nama2 anak jawa. Yogyakarta juga dikenal dengan gamelan musik, termasuk gaya
yang unik gamelanYogyakarta
Objek wisata yang menarik di Yogyakarta : Malioboro,Kebun Binatang Gembiraloka,
Istana Air Taman Sari, Monumen Jogja Kembali, Museum Keraton Yogyakarta, Museum
Sonobudoyo, Lereng Merapi, Kaliurang, Pantai Parangtritis,Pantai Baron,Pantai Samas, Goa
Selarong,Candi Prambanan, Candi Kalasan, danKraton Ratu Boko. Sekitar 40 kmdari barat laut
Yogyakarta terdapat CandiBorobudur , yang ditetapkan pada tahun 1991sebagai Warisan Dunia
UNESCO. Yogyakarta terkenal dengan makanan yang enak,murah, bergizi sekaligus membuat
kangen orang-orang yang pernah singgah atau berdomisili di kota ini. Adaangkringandengan
menu khas mahasiswa, ada bakmi godhogdiPojok Beteng, sate kelinci diKaliurangplus jadah
Mbah Carik, sate karangKotagedhe,sego abang Njirak Gunung Kidul dan masih banyak tempat
wisata kuliner yang lain.
Corak kebudayaan yang masih kental tersebut menjadikan kota Yogyakarta memiliki
identitas tersendiri yang menjadikan kota ini berbeda dengan kota-kota yang ada di Jawa pada
umumnya, dimana kebanyakan nilai-nilai kebudayaan yang ada telah terkikis habis oleh adanya
proses globalisasi. Oleh karena itu kekentalan budaya jawa yang ada di kota Yogyakarta
menjadikan kota ini menjadi kota tujuan wisatawan, baik wisatawan lokal dan wisatawan asing.
Selain itu kekentalan budaya jawa yang ada di Yogyakarta juga masih mempengaruhi
perekonomian yang ada di Yogyakarta. Dimana perekonomian yang ada masih menganut
ekonomi kerakyatan, hal ini dapat dibuktikan Pasar Bringharjo yang merupakan pasar rakyat
masih tetap eksis ditengah kota Yogyakarta, .walaupun dengan berjalannya waktu sedikit demi
sedikit perekonomian di Yogyakarta mulai tergerus oleh adanya kapitalisme. Masih eksisnya
keberadaan pasar bringharjo membuktikan bahwa kentalnya kebudayaan jawa yang ada di

Yogyakarta dapat meningkatkan perekonomian rakyatnya dengan berlandaskan ekonomi
kerakyatan,
>>

PONOROGO
Indonesia kaya akan keaneragaman kebudayaan, Reog adalah salah satu kesenian budaya

yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog
yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang
ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Tari reog adalah salah satu budaya bangsa Indonesia
yang masih eksis dan terus di kembangkan agar budaya tersebut bisa dilestarikan dan sebagai
warisan yang tidak ternilai bagi anak cucu.
Tari Reog modern sering dipentaskan dalam acara pernikahan, khitanan dan hari-hari
besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian
pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian
serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa
yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda.
Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian
wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu
tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil
yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung
kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang
ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita
pendekar. Adegan dalam seni reog tidak ada skenario karena selalu terjadi interaksi antara
pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton.
Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain
tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan
kepuasan kepada penontonnya. Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai
topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat
topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi.
Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga
dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

>>

BATIK
Keanaekaragaman budaya Indonesia memang patut kita syukuri, selain banyaknya

kebudayaan dari tiap-tiap daerah, Indonesia juga memiliki lambang kebudayaan yang sifatnya
universal yakni Batik. Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian, Batik adalah
kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia
(khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan
keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu
pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap"
yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi
fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada
corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim
bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang
kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat
menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya
dipakai oleh Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini
masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang
pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. Sampai akhirnya Batikpun diakui sebagai
salah satu kekayaan budaya Indonesia.
Motif batik yang sangat indah, menjadikan batik sebagai pilihan busana terfavirit dewasa
ini, apalagi semenjak Malaysia meng-klaim bahwa batik itu merupakan asset kebudayaan yang
dimiliki oleh Negara mereka. Sejak itulah eksistensi batik semakin menonjol di Indonesia,
pemerintah menganjurkan masyarakat serta pegawai pemerintahan untuk memakai pakaian batik
sebagai pakaian sehari-hari mereka. Selain itu ke unikan motif batik juga menjadi daya tarik
tersendiri untuk para wisatawan asing, banyak wisatawan asing yang berminat untuk membeli
batik di Indonesia. Dengan beragamnya penggunaan batik, makin besar pula kontribusi yang
diberikan oleh kebudayaan batik tersebut. Kini pasar ekspor batik mencapai 125 juta dollar AS
per tahun dan sekitar dua juta orang bergantung pada usaha batik, mulai pedagang kecil dan
menengah serta pemasok kebutuhan batik beserta keluarganya. Dalam konteks inilah – dapat
dilihat bahwa batik bukan hanya sekedar budaya khas Indonesia, tetapi kekayaan intelektual

bangsa Indonesia dan nafas serta penggerak kehidupan sebagian masyarakat Indonesia. berikut
adalah table nilai eksport batik :

Tabel 1: Nilai Ekspor Batik Nasional 2004-2009
Tahun

Nilai Ekspor Batik Nasional

2004

US$ 34,41 juta

2005

US$ 12,46 juta

2006

US$ 14,27 juta

2007

US$ 20,89 juta

2008

USS 32,28 juta

Triwulan I 2009

US$ 10,86 juta

Sumber: Suara Pembaruan, 3 Oktober 2009.

Realisasi ekspor hingga semester 1 tahun 2009 baru mencapai US$ 10,86 juta. Artinya,
baru mencapai 33,64% dibandingkan dengan kinerja ekspor pada 2008. Banyak yang berharap,
euforia batik bakal mampu mengerek kinerja ekspor batik nasional. Sehingga pada gilirannya
akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Pemerintah
menargetkan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) – termasuk di dalamnya batik – mencapai
sekitar US$11,8 miliar pada 2009. Itu sedikit meningkat dibanding proyeksi ekspor tahun 2008
sebesar US$11 miliar. Industri TPT masih menjadi salah satu industri prioritas yang akan
dikembangkan karena mampu memberi kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Industri TPT 2006 lalu menyerap 1,2 juta tenaga kerja, tidak termasuk industri kecil dan
rumah tangga. Selain itu menyumbang devisa sebesar US$9,45 miliar pada 2006 dan US$10,03
miliar pada 2007. Secara konsisten industri TPT memberi surplus (net ekspor) di atas US$5
miliar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan 2009
ekspor TPT mencapai US$11,8 miliar dengan penyerapan 1,62 juta tenaga kerja. Dari penjelasan
tersebut dapat kita lihat bahwa kebudayaan yang ada di Indonesia merupakan bentuk komunikasi
non verbal dalam pembangunan perekonomian yang ada di Indonesia. oleh karena itu sebagai
rakyat Indonesia haruslah kita bangga terhadap keaneka ragaman budaya yang kita miliki.

Janganlah kita sia-siakan keanegaragaman budaya yang kita miliki, sehingga tidak ada lagi yang
mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan Negara lain, seperti kejadian pengklaiman batik sebagai asset kebudayaan milik Malaysia. Karena sejatinya, apa yang dimiliki oleh
bangsa kita ini pasti memiliki manfaat bagi bangsa Indonesia.

BAB 3
KESIMPULAN
Komunikasi non verbal merupakan salah satu upaya penyampaian informasi atau pesanpesan tertentu dengan bentuk non komunikasi, akan tetapi menggunakan
keberhasilan mewujudkannya. Salah satu contoh daerah

tauldan dalam

yang berhasil dalam mewujudkan

pembangunan melalui budaya yaitu Bali, Jogja dan ponorogo dimana, daerah tersebut
mengembangkan kebudayaan mereka dan dapat diterima oleh dunia Internasional.

Konsep

perbedaan berbudaya di Indonesia termaktub dalam hakekat Bhinneka Tunggal Ika.
Hakekat makna Bhinneka Tunggal Ika memberikan suatu pengertian bahwa meskipun
bangsa dan Negara Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang memiliki adatistiadat, kebudayaan serta karakter yang berbeda, memiliki agama yang berbeda dan terdiri atas
beribu-ribu kepulauan wilayah nusantara Indonesia, namun keseluruhannya adalah merupakan
satu persatuan yaitu persatuan Bangsa dan Negara Indonesia. Perbedaan itu adalah merupakan
suatu bawaan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, namun perbedaan itu
untuk dipersatukan ,disintesakan dalam suatu wadah yang positif dalam suatu Negara
kebersamaan, Negara persatuan Indonesia.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan,

tiap-tiap

daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki cirri khas kebudayaan yang berbeda-beda.
Kebudayaan yang ada ditiap-tiap daerah dapat digambarkan dengan bagaimana cara hidup atau
pola hidup masyarakat, berbagai macam tarian, nyanyian, rumah adat, serta bahasa yang dimiliki
oleh masyarakat yang dimiliki oleh daerah. Sejatinya tiap-tiap kebudayaan yang ada di daerah
tersebut pasti memiliki pengaruh terhadap pembangunan ekonomi di daerah yang bersangkutan.
Dengan mendeskripsikan potensi budaya tiap daerah, diharapkan akan mengetahui posisi budaya
itu terhadap pembagunan. Sehingga contoh dari daerah yang kami angkat dapat juga menjadi
referensi untuk daerah lain dalam peningkatan budaya dan perekonomian.

Judul: Peran Bhineka Tunggal Ika Terhadap Pembangunan Ekonomi Di Tiap Daerah Di Indonesia

Oleh: Emir Ramadhana


Ikuti kami