Asuhan Keperawatan Jiwa Dpd Format Pengakajian,rencana Kep,sp,cattan Perkembangan

Oleh Dewinda Winda

396,9 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Jiwa Dpd Format Pengakajian,rencana Kep,sp,cattan Perkembangan

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA NY. N DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUANG SRIKANDI RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PALEMBANG TAHUN 2020 DOSEN PEMBIMBING : Sri Endriyani, S.Kep., Ns., M.Kes. TINGKAT 2 A DEWINDA PO.71.20.1.18.030 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG JURUSAN KEPERAWATAN TAHUN 2020 FORMULIR PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA RUANGAN RAWAT Srikandi TANGGAL DIRAWAT 2 Februari 2020 I. IDENTITAS KLIEN Inisial : Ny. N Tanggal Pengkajian : 3 Februari 2020 Umur : 40 Tahun RM No.: 06.40.56 Informan : Keluarga II. ALASAN MASUK DAN FAKTOR PENCETUS Klien dibawa keluarga ke RSJD Ernaldi Bahar dengan keluhan semenjak di tinggal bapak klien sering melamun, sulit tidur, klien bicara sendiri, bicara tidak nyambung, suka keluyuran, tidak mau makan dan mandi ± 6 bulan tidak minum obat. Masalah Keperawatan : □ Perilaku kekerasan □ GSP : Halusinasi □ Isolasi sosial : Menarik diri □ GPP : Waham  Defisit Perawatan Diri. III. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? 2. Pengobatan sebelumnya . Berhasil √ √ Ya Tidak Kurang berhasil Tidak berhasil 3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia Aniaya fisik Aniaya seksual Penolakan Kekerasan dalam keluarga Tindakan kriminal Jelaskan No. 1, 2, 3 : 1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu, dikarenakan ditinggalkan bapaknya yang meninggal dunia. 2. Klien sebelumnya pernah dirawat di RS Jiwa sampai 3 kali kurang lebih, 6 bulan dan tidak minum obat. 3. Klien tidak pernah mengalami aniaya fisik maupun kejadian yang tidak menyenangkan Masalah Keperawatan : klien di tinggalkan oleh bapaknya yang meninggal yang membuatnya berduka, menarik diri dan tak bisa mengurus dirinya sendiri Masalah Keperawatan:  Berduka fungsional □Respon pasca trauma □Sindrom trauma perkosaan □Resiko tinggi perilaku kekerasan □Regimen Terapetik Inefektif ………………………………… 4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? Hubungan keluarga Gejala Ya √ Tidak Riwayat pengobatan/perawaran _______________ _______________ ____________________ _______________ _______________ ____________________ Masalah Keperawatan : Keluarga klien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. Masalah Keperawatan : □Koping keluarga tidak efektif: ketidakmampuan □Koping keluarga tidak efektif: kompromi □Resiko tinggi kekerasan □Harga diri rendah ………………………………… 5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : Klien ditinggalkan oleh bapaknya yang meninggal dunia 6 bulan yang lalu yang membuatnya berduka dan tidk bisa mengurus dirinya sendiri. Masalah Keperawatan : Klien mengalami sedih dan berduka yang berkepanjangan yang menyebabkanya menarik diri dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri Masalah keperawatan □ Perubahan pertumbuhan dan perkembangan □ Harga diri rendah  Berduka disfungsional □ Respon pasca trauma □ Sindrom trauma perkosaan ………………………………….. IV.FISIK 1. Tanda vital : TD :120/70 mmHg N :82X/menit S : 36o C P: 20X/menit 2. Ukur : TB : 156 Cm BB : 50 Kg 3. Keluhan fisik : Jelaskan : Ya √ Tidak ________________________________________________________________ Masalah Keperawatan : Klien tidak mengalami gangguan tubuh dan tidak memiliki keluhan fisik klien secara fisik sehat Masalah kesehatan : □Resiko tinggi perubahan suhu tubuh □Defisit volume cairan □Resiko tinggi infeksi □Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh □Perubahan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh □Potensial perubahan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh □Kerusakan integritas jaringan □Perubahan membrane mukosa oral □Kerusakan integritas jaringan □Perubahan membrane mukosa oral □Kerusakan integritas kulit □Perubahan eliminasi fekal □Perubahan pola eliminasi urin …………………………………… V.PSIKOSOSIAL 1. Genogram (3 Generasi) Jelaskan : Laki-laki Klien Wanita Meninggal Dunia Penjelasan : Klien merupakan anak ke-2 dari 5 saudara. Klien memiliki satu kakak lakilaki dan mempunyai 3 adik yakni 1 adik laki-laki dan 2 adik perempuan. Ibu klien masih hidup dan ayahnya telah meninggal dunia. Masalah Keperawatan : Klien merupakan anak perempuan pertama yang memiliki 1 kakak laki-laki yang telah meikah dan tinggal jauh , 1 adik laki-lakinya telah menikah, 2 adik perempuannya belum menikah . Dan klien sendiri belum menikah, klien masih mempunyai ibunya. Sewaktu ayah klien masih hidup ialah yang merawat ayahnya yang sedang sakit dan membantu pekerjaan rumah. Klien sangat dekat dengan ayahnya. Ketika ayahnya meninggal dunia klien merasa terpukul dan sedih berkepanjangan , dan keluarganya juga tidak terlalu sering mengjak klien berkomunikasi, karena keluarga juga merasa kehilangan. Masalah keperawatan □ Koping keluarga tidak efektif: ketidakmampuan  Koping keluarga tidak efektif : kompromi □ Resiko tinggi kekerasan …………………………………….. 2. Konsep diri a Gambaran diri : Klien megatakan meyukai anggota tubuh pada bagian hidung dan tidak menyukai bagian anggota tubuhnya yaitu gigi karena giginya ompong. b. Identitas : Klien mengatakan puas menjadi anak perempua karena klien selalu membantu ibunya membersihkan rumah dan bisa merawat ayahnya yang sedang sakit. c. Peran : Klien mengatakan puas menjadi anak ke-2 dari 5 bersaudara. Karena klien merasa bisa membimbing adiknya untuk merawat ayahya yang sedang sakit dan membantu ibunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. d. Ideal diri : Klien megatakan waktu kecil mempunyai cita-cita ingin mejadi guru dan setelah besar klien ingin membahagiakan orang tuanya dan berbakti kepada orang tuanya. e. Harga diri : Selama dirumah klien merasa minder, tidak percaya diri untuk bergaul karena klien sering dihina oleh tetangganya dan klien sering menyediri dirumah, tidak percaya diri dan merasa minder karena klien merasa dirinya tidak berguna. Masalah Keperawatan : Klien merasa dirinya jelek ia tidak percaya diri dengan dirinya sendiri, selalu merasa minder terhadap dirinya sendiri dan selalu ingin menarik diri. Masalah keperawatan □ Gangguan citra atau gambaran tubuh □ Gangguan identitas pribadi  Harga diri rendah ………………………………… 3. Hubungan Sosial a. Orang yang berarti : orang yang dekat dengan klien yaitu Bapak dan Ibunya. Dan klien paling dekat dengan ayahnya karena klien lah yang mengurus bapaknya sewaktu masih sakit. b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : klien selama sakit tidak ikut kegiatan bermasyarakat. c. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : di rumah sakit klien jarang berkomunikasi dengan temanya dan perawat, klien tidak koperatif klien suka diam dan menyediri Masalah Keperawatan : Klien tidak mau bergaul dengan orang lain, klien menarik diri dari temannya dan perawat. Dan klien tidak kooperatif. Masalah keperawatan □ Harga diri rendah □ Kerusakan komunikasi verbal  Isolasi sosial : Menarik diri …………………………… …………… 4. Spiritual a. Nilai dan keyakinan : klien berkeyakinan beragama islam. b. Kegiatan ibadah : klien selama dirumah sakit jiwa tidak pernah melakukan ibadah Masalah Keperawatan : Klien tidak pernah beribadah selama di rumah sakit . Masalah keperawatan  Distress spiritual VI. STATUS MENTAL 1. Penampilan √ Tidak rapi Penggunaan pakaian tidak sesuai Cara berpakaian tidak seperti biasanya Jelaskan : klien tidak berhias, tidak memotong kuku, dan jarang menggosok gigi harus disuruh, makan dan mandi harus disuruh, pakaian kusut, rambut tidak disisir, rambut berketombe. Masalah Keperawatan: klien tidak mampu merawat dirinya sendiri klien mengalami defist perawatan diri. ____________________________________________________________ Masalah keperawatan :  Defisit perawatan diri □ Isolasi sosial : Menarik diri □ GSP : Halusinasi □ GPP : Waham …………………………….. 2. Pembicaraan Cepat Apatis Keras √ Lambat Loghorea Gagap Inkoheren Membisu Tidak mamp memulai Echolalia Jelaskan: klien masih kacau dan kadang tidak nyambung, tidak fokus dan pelan. Masalah Keperawatan : Klien tidak mampu berbicara secara normal, klien berbicara kacau tidak nyambung, tidak fokus dan pelan. Masalah keperawatan □ Kerusakan komunikasi verbal  Isolasi sosial : Menarik diri □ GSP : Halusinasi □ Harga diri rendah ……………………………. 3. Aktivitas Motorik: √ Lesu Tegang Gelisah Tik Grimasen Tremor Agitasi r Kompulsif Jelaskan : Klien tampak lesu, dapat bergerak dan berjalan dengan bebas namun gerakan pelan-pelan. Selama di Rumah Sakit klien untuk melakukan aktivitas seharihari seperti mandi, menggosok gigi, keramas, makan dan mengikuti senam namun harus di motivasi oleh perawat. Masalah Keperawatan : Klien berjalan dengan lambat selama di rumah sakit. Klien mengalami Defisit aktivitas. Masalah keperawatan □ Resiko tinggi perilaku kekerasan □ Intoleransi aktifitas  Defisit aktifitas deversional/hiburan □ GSP : Halusinasi □ Isolasi sosial : Menarik diri ………………………….. 4. Alam perasaaan Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir √ Gembira berlebihan Jelaskan : Klien mengatakan perasaanya sangat senag dan bergembira ia ingin tertawa terus menenurus Masalah Keperawatan : Klien sangat senang dan tertawa ia mengalami halusinasi pikiran Masalah keperawatan □ Resiko tinggi perilaku kekerasan □ Ansietas □ Harga diri rendah □ Ketidakberdayaan □ Resiko tinggi mencederai diri □ Isolasi sosial : Menarik diri  GSP : Halusinasi □ GPP : Waham …………………………….. 5. Afek √ Datar Tumpul Labil Tidak sesuai Jelaskan : Afek Klien Datar saat diajak berbicara tentang sedih dan senang tidak ada perubahan roman muka, ada respon saat diwawancara pandangan tidak mau melihat yang mengajak berbicara, pandangan kosong. Masalah Keperawatan : Klien tidak mau berbicara kepada orang lain dan menarik diri. Masalah keperawatan □ Resiko tinggi perilaku kekerasan □ Kerusakan komunikasi verbal  Isolasi sosial : Menarik diri ………………………………… …. 6. lnteraksi selama wawancara Bermusuhan √ Kontak mata (-) √ Tidak kooperatif Defensif Mudah tersinggung Curiga Jelaskan : Saat wawancara klien mau diajak komunikasi, kontak mata kurang fokus / tidak fokus pada lawan bicara, klien tidak mampu diajak bicara terlalu lama dan biasanya klien minta untuk menghindar atau megakhiri percakapan. Masalah Keperawatan : Klien tidak kooperatif dan matanya kurang fokus serta lebih memilih menghidari/mengakhiri percakapan Masalah keperawatan  Kerusakan komunikasi □ GSP : halusinasi □ Isolasi sosial: Menarik diri □ Gangguan konsep diri □ GPP : Waham ……………………………………. 7. Persepsi : halusinasi Pendengaran Penglihatan Pengecapan Penghidu Perabaan Jelaskan : Tidak terdapat kelainan dalam persepsi seperti halusinasi dll. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _______________ Masalah keperawatan □ GSP : Halusinasi ……………………… ……. 8. Proses Pikir sirkumtansial flight of idea tangensial blocking kehilangan asosiasi √ pengulangan pembicaraan/persevarasi neologisme Jelaskan : Pada saat wawancara klien mampu menjawab apa yang ditanyakan oleh perawat namun sesekali pertanyaan yang di berikan harus di ulangi. Masalah Keperawatan : Klien mampu menjawab pertanyaan namun kadang perlu diulangi pertanyaanya. Klien mengalami kerusakan komunikasi verba Masalah keperawatan □ GPP : Waham  Kerusakan komunikasi verbal □ Isolasi sosial : Menarik diri □ GSP : Halusinasi …………………………… 9. Isi Pikir Obsesi Fobia Depersonalisasi Hipokondria Ide yang terkait Pikiran magis Waham Agama Somatik Kebesaran Nihilistic Sisip pikir Siar pikir Curiga Kontrol pikir Jelaskan : Tidak terjadi gangguan isi pikir obsesi ataupun waham. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _______________ Masalah keperawatan □ Resiko tinggi perilaku kekerasan □ GPP : Waham ……………………… 10. Tingkat kesadaran √ Bingung waktu sedasi/stupor Disorientasi tempat orang Jelaskan : Klien terkadang tampak bingung, menjawab pertanyaan tidak konsisten. Masalah Keperawatan ________________________________________________________________ _________________________________________ Masalah keperawatan □ Resiko tinggi prilaku kekerasan □ GPP : Waham □ GSP : Halusinasi  Kerusakan komunikasi verbal 11. Memori Gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek gangguan daya ingat saat ini konfabulasi Jelaskan : Tidak terjadi gangguan memori karena Klien mampu mengingat-ingat kegiatan-kegiatan yang dilakukan dirumah, Orang-orang terdekat dan pada saat diantar ke RSJ Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ Masalah keperawatan □ Resiko tinggi prilaku kekerasan □ GPP : Waham □ GSP : Halusinasi ……………………… 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung Mudah beralih Tidak mampu konsentrasi Tidak mampu berhitung sederhana Jelaskan : Tidak terjadi gangguan konsentrasi dan berhitung karena Kemampuan berhitung klien cukup baik, klien dapat berkonsentrasi dan mampu berhitung sederhana. Contoh menghitung 1 – 10 Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ Masalah keperawatan □ Resiko tinggi prilaku kekerasan □ GPP : Waham □ GSP : Halusinasi ……………………… 13. Kemampuan penilaian Gangguan ringan Gangguan bermakna Jelaskan : Tidak terjadi gangguan kemampuan penilaian karena Klien mampu mengambil keputusan diantara dua hal, yaitu saat ditanya mau ibadah apa mandi dulu?.Klien mengatakan mandi dulu agar ketika ibadah klien dalam keadaan bersih baru makan. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ Masalah keperawatan □ Resiko tinggi prilaku kekerasan □ GPP : Waham □ GSP : Halusinasi ……………………… 14. Daya tilik diri √ mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya Jelaskan : Klien mengingkari kalu dirinya sakit jiwa. Masalah Keperawatan : Klien mengingkari kalau dirinya sakit jiwa karena klien merasa sehat saja. Klien mengalami gangguan daya tilik diri Masalah keperawatan □ Resiko tinggi prilaku kekerasan □ GPP : Waham □ GSP : Halusinasi  Gangguan daya tilik diri ……………………… VII. Kebutuhan Persiapan Pulang 1. Makan Bantuan minimal Bantuan total Jelaskan : Tidak terjadi gangguan makan karena Klien mengatakan makan 3x sehari sesuai porsi yang disediakan RSJ. Nafsu makan kien baik, makan habis 1 porsi. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ 2. BAB/BAK Bantuan minimal Bantuan total Jelaskan : Tidak terjadi gangguan BAB/BAK karena Klien mengatakan biasanya BAB 1x sehari, BAK kurang lebih 4 – 5x sehari. Klien mengatakan tidak ada keluhan dalam pola BAB dan BAK. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ ________________________________________ 3. Mandi Bantuan minimal Bantuan total Jelaskan : Tidak terjadi gangguan mandi karena Klien mengatakan mandi 2x selama di RSJ, pagi puku 06.00 dan sore pukul 16.00 WIB. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ 4. Berpakaian/berhias Bantuan minimal Bantual total Jelaskan : Tidak terjadi gangguan berpakaian karena Klien tampak bersih, klien menggunakan pakaian yang disediakan oleh RSJ dan klien mampu berhias seperti bersisir dan memotong kuku. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ ________________________________________ 5. Istirahat dan tidur Tidur siang lama :……………1…jam….s/d………2 jam………. Tidur malam lama : ……………7…jam….s/d………8jam……… Kegiatan sebelum / sesudah tidur Jelaskan : Tidak terjadi masalah istirahat dan tidur Klien mengatakan pada malam hari tidur 7-8 jam, siang hari sekitar 1-2 jam tidur nyenyak. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ 6. Penggunaan obat Bantuan minimal Bantual total Jelaskan : Tidak terjadi gangguan minum obat karena Klien minum obat 2x perhari. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ 7. Pemeliharaan Kesehatan Perawatan lanjutan Perawatan pendukung Ya √ tidak √ Ya tidak Jelaskan : Klien mengatakan apabila keluar dari RSJ klien selalu kontrol dan minum obat teratur agar penyakitnya tidak kambuh lagi, ingin kembali berkumpul dengan orang tuanya Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ 8. Kegiatan di dalam rumah Mempersiapkan makanan Ya Menjaga kerapihan rumah √ Ya Mencuci pakaian Ya Pengaturan keuangan Ya √ tidak tidak √ √ tidak tidak Jelaskan : Klien mengatakan dirumah biasanya klien hanya meyapu rumah. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _____ 9. Kegiatan di luar rumah Belanja Ya √ tidak Transportasi Ya √ tidak Lain-lain Ya √ tidak Jelaskan : Klien mengatakan bahwa jarang melakukan kegiatan diluar rumah. Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________ _________________________________________ VIII. Mekanisme Koping Adaptif Maladaptif Bicara dengan orang lain Mampu menyelesaikan masalah Minum alkohol √ Teknik relaksasi Aktivitas konstruktif reaksi lambat/berlebih bekerja berlebihan √ menghindar Olahraga mencederai diri Lainnya _______________ lainnya _______________ : Masalah Keperawatan : Klien mempunyai respon yang lambat, klien tidak kooperatif dan cenderung menghindar. Klien mengalami kerusakan komunikasi verbal dan menarik diri. IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan: Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik Klien tidak dapat bersosialisasi dengan klien lain, keluarga maupun perawat. Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik Klien jarang bergaul dan haya memiliki sedikit teman, klien lebih suka berdiam di dalam rumah. Masalah dengan pendidikan, spesifik Klien mengatakan bahwa dirinya kecewa hanya sempat sekolah sampai SMP dan klien tidak dapat melanjutkan sekolah lagi karena masalah biaya. Masalah dengan pekerjaan, spesifik Klien dulu pernah bekerja di toko tetapi klien keluar karena tidak betah dengan tempat kerjanya dan suka dihina teman-temanya. Masalah dengan perumahan, spesifik Klien menganggap tetangganya tidak menyukainya dan meyepelekan dirinya dan menghina klien jelek. Masalah ekonomi, spesifik Klien mengatakan dan meyadari bahwa keluarganya adalah keluarga tidak mampu. Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik Klien tidak mempunyai masalah dengan pelayanan kesehatan. Masalah lainnya, spesifik Tidak memiliki masalah lainnya Masalah Keperawatan : Klien mengalami gangguan harga diri rendah dan menarik diri : isolasi sosial X. Pengetahuan Kurang Tentang: √ Penyakit jiwa system pendukung Faktor presipitasi penyakit fisik Koping obat-obatan Lainnya (Defisit Perawatan Diri) : Klien tidak megetahui tentang cara mengatasi masalah yang dihadapi ( masalah defisit perawatan diri berhias memotong kuku) tidak mengetahui bila setelah mandi akan terasa nyaman dan segar namun klien merasa malas untuk melakuan perawatan diri. Masalah Keperawatan : Klien mengalami Defisit Perawatan Diri karena tidak mengetahui cara berhias dan membersihkan diri. XI. Aspek Medik Diagnosa Medik : Diagnosa Medis : Skizofernia Terapi Medik : 1. Trihaksiphenidil 3x 2 mg 2. Ziozapin 2x 12,5 mg 3. Kalxefin 1x 20 g XII. ANALISA DATA No 1. Analisa Data Masalah Keperawatan Selasa, 1 Februari 2020 : DS : klien megatakan jika mau mandi harus disuruh oleh perawat, makan harus disuruh, pakaian kusut, rambut tidak disisir, kuku Defisit perawatan diri panjang dan jarang berhias. DO: Klien terlihat kusut,berketombe,kukunya kacau,rambutnya panjang dan DS : klien mengatakan dirumah sakit klien pakaiannya kusut. 2. Selasa, 1 Februari 2020 : jarang berkomunikasi dengan temanya dan perawat, klien lebih suka diam dan menyendiri dikamar DO: afek klien datar saat diajak bercerita tentang sedih dan senang, pandangan tidak fokus, tidak mau melihat yang mengajak berbicara klien tidak dapat bersosialisasi dengan klien yang lain Isolasi sosial XIII. Daftar Masalah Keperawatan 1. Defisit perawatan diri 2. Harga diri rendah 3. Isolasi sosial 4. Koping individu tidak efektif XIV. Daftar Diagnosis Keperawatan (sesuai urutan prioritas) Defisit Perawatan Diri XV. Pohon Masalah AKIBAT CORE PROBLEM PENYEBAB ISOLASI SOSIAL DEFISIT PERAWATAN DIRI KURANGNYA DUKUNGAN KELUARGA : KOPING KELUARGA TIDAK EFEKTIF XVI. Rencana Keperawatan Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan Intervensi Kriteria Rasional Evaluasi Defisit TUM: Perawatan Diri Pasien Ekspresi Bina hubungan saling Hubungan dapat wajah memelihara kesehatan percaya bersahabat, diri menunjukkan prinsip dengan saling komunikasi percaya terapeutik merupakan secara rasa senang,  Sapa klien dengan landasan mandiri klien bersedia ramah baik verbal utama untuk TUK: berjabat maupun hubungan nonverbal selanjutnya 1. Klien dapat tangan, klien  membina bersedia hubungan menyebutkan saling nama, percaya kontak mata, lengkap klien dan klien bersedia nama panggilan  Tanyakan Jelaskan pertemuan n dengan  perawat, Jujur klien bersedia  mengutaraka Tunjukan n menerima masalah yang nama tujuan berdampinga dihadapinya diri dengan sopan ada  duduk Perkenalkan dan menepati janji sikap empati dan klien apa adanya  Beri perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar. 2. Mengidentifi Klien dapat  Kaji pengetahuan Dapat kasi menyebutkan klien tentang mengetahui kebersihan dirinya kebersihan diri alasan klien dan tandanya dan diri klien. berapa  Beri kesempatan lama klien klien untuk seperti itu. menjawab pertanyan  Berikan pujian terhadap kemampuan klien menawab pertanyaan. 3. Menjelaskan Klien dapat pentingnya  Menjelaskan Klien memahami pentingnya mengetahui kebersihan pentinya kebersihan diri tentang diri kebersihan  diri klien kebersihan Meminta diri menjelaskan kembali pentingnya kebersihan diri  Diskusikan dengan klien tentang tentang kebersihan diri  Beri penguatan positif atas 4. Menjelaska Klien dapat  Menjelaskan alat Klien n peralatan menyebutka yang dibutuhkan mengetahui yang n dan dapat dan digunakan mendemonst untuk rasikan menjaga dengan kebersihan kebersihan cara cara mandi membersihkan dan dapat diri mempraktek Memperagakan kannya saat cara mandi serta diri dan cara membrsihkan bisa melakukan diri alat  dan dimasukan kebersihan mempergunakan ke diri alat sehari – hari. untuk jadwal membersihkan diri  Meminta klien untuk memperagakan ulang alat dan cara kebersihan diri  Beri pujian positif terhadap klien 5. Menjelaska n Klien dapat cara mengerti makan yang cara makan benar  Menjelaskan cara Klien makan yang benar mengetahu  yang benar Beri cara makan kesempatan yang baik klien dan benar untuk bertanya dan mendemonstr asi kan cara benar  Memberikan pujian positif terhadap klien 6. Menjelasaka Klien dapat n  cara mengerti mandi yang cara mandi benar yang benar  Menjelaskan Klien cara mandi mampu yang benar mempraktek Beri kan kesempatan secara klien mandiri untuk mandi bertanya dan mendemonstr asi kan cara yang benar  Memberi pujian positif terhdap klien 7. Menjelaska n Klien dapat  cara mengerti cara berdandan berdandan yang benar yang benar   Menejelaskan Klien cara berpakain,me berdandan yang nyisir rambut benar dan Beri kesempatan secara klien mandiri. untuk bertanya dapat berhias dan mendemonstrasi kan cara yang benar  Memberi pujian positif terhadap klien 8. Menjelaska n Klien dapat  cara toileting yang toileting yang benar Menjelaskan cara Klien yang BAB/BAK toileting benar  benar secara Beri mandiri dan kesempatan melakukanny klien a untuk bertanya dan mendemonstr asi kan cara yang benar  dapat Memberi pujian positif . benar dengan STRATEGI PELAKSANAAN 1 SP – 1 Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri,cara-cara merawat diri, dan melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri Pertemuan Ke-1 Nama Klien : Ny.N Ruangan : Srikandi Hari/Tanggal : 4 Februari 2020 A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien. DS : Klien mau di ajak berbicara tetapi responnya lambat dan cendurung pertanyaanya minta di ulangi. DO : Klien terlihat tenang dan lesu . 2. Diagnosa Keperawatan Defisit perawatan diri. 3. Tujuan Khusus : a. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri. b. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik. c. Pasien mampu melakukan makan dengan baik. d. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri. 4. Tindakan Keperawatan a. Melatih pasien cara-cara perawatan kebersihan diri. b. Menjelasan pentingnya menjaga kebersihan diri. c. Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri. d. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri. e. Melatih pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri. B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Orientasi a. Salam terapuetik Selamat pagi ? Perkenalkan nama saya Perawat Dewinda, Saya adalah Mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes yang sedang praktek disini. Saya praktek disini selama 2 minggu. Nama ibu siapa ya? Senangnya dipanggil apa. Oh, jadi ibu senangnya dipanggil Ny. N saja. b. Evaluasi / Validasi Winda lihat dari tadi Ny. N menggaruk – garuk kepala, gatal ya? c. Kontrak Topik : Bagimana kalau kita berbincang tentang kebersihan diri? Waktu: Mau berapa lama kira-kira kita ngobrolnya? Oke, Jadi Ny. N maunya kita ngobrol-ngobrolnya 20 menit. Tempat: Baiklah mau dimana kita ngobrolnya Ny. N? Oh, jadi kita ngobrolnya diruang ini saja. 2. Kerja (langkah- langkah tindakan keperawatan) a. Berapa kali Ny. N mandi dalam sehari? Apakah Ny. N sudah mandi hari ini? Menurut Ny. N apa kegunaannya mandi ?Apa alasan Ny. N sehingga tidak bisa merawat diri? Menurut Ny. N apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya...?, badan gatal, mulut bau, apa lagi...? Kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri masalah apa menurut Ny. N yang bisa muncul ?” Betul ada kudis, kutu...dsb b. Menurut Ny. N mandi itu seperti apa? Sebelum mandi apa yang biasanya Ny. N persiapkan? Benar sekali, Ny. N perlu menyiapkan pakain ganti yang bersih, handuk kering, sikat gigi, odol, shampo dan sabun mandi. c. Menurut Ny. N tempat mandi dimana? Benar sekali kita mandi di kamar mandi, bagaimana kalau kita ke kamar mandi sekarang, Winda akan bantu melakukannya. Pertama kita gosok gigi dulu dengan sikat gigi, ambil sikat gigi yang sudah di kasih odol kemudian sikat gigi dengan gerakan memutar dari atas ke bawah kemudian Ny. N berkumur kumur dengan air bersih. Bagus sekali Ny. N, sekarang buka pakaian Ny. N, siram seluruh tubuh Ny. N dengan air termasuk rambut dan kepala lalu ambil shampo sedikit dan gosokkan ke atas kepala Ny. N sampai berbusa lalu bilas sampai bersih. Bagus sekali Ny. N, sekarang ambil sabun dan gosokan ke seluruh tubuh Ny. N secara merata dan di mulai dari bagian sebelah kanan lalu siram dengan air sampai bersih, pastikan bersih tidak ada sisa sabun yang menempel. Setelah selesai di siram dengan air sampai bersih keringkan tubuh Ny. N dengan handuk kering yang sudah disiapkan. Bagus sekali Ny. N melakukannya. Selanjutnya Ny. N menggunakan pakaian bersih yang sudah di siapkan. 3. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan 1. Evaluasi klien/ subjektif Bagaimana perasaan Ny. N setelah mandi dan mengganti pakaian? Coba Ny. N sebutkan lagi apa saja cara-cara mandi yang baik yang sudah Ny. N lakukan tadi? Bagus sekali sekarang Ny. N sudah tahu manfaat dan cara mandi yang baik. 2. Evaluasi perawat/ objektif Ternyata Ny. N masih memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga kebersihan diri. Nah kemampuan ini dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang. b. Tindak lanjut klien Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ny. N Mau berapa kali sehari mandi dan sikat gigi? Bagus, dua kali yaitu pagi dan sore. Kalau pagi jam berapa ? kalau sore ?? Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh, B (bantuan) kalau diingatkan baru dilakukan dan T (tidak) tidak melakukan. c. Kontrak yang akan datang Topik : Baik besok kita akan bertemu kembali untuk latihan berdandan.. Waktu : Kalau begitu kita akan latihan berdandan besok jam 7 pagi setelah Ny. N melakukan kegiatan mandi Tempat: Ny. N mau kita ketemu dimana?? Kita ketemu di dalam kamar Ny.N besok bagaimana? CATATAN PERKEMBANGAN SP – 1 Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri,cara-cara merawat diri, dan melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri Tanggal/ Diagnosa Waktu Keperawatan 4/2/2020 Defisit 10.00 diri WIB Implementasi Evaluasi perawatan 1. Melatih pasien cara- S : Klien tidak tau cara perawatan cara merawat diri, kebersihan diri ia berkata sudah 2. Menjelasan pentingnya lupa bagaimana menjaga memberisihkan kebersihan diri. diri dan merawat 3. Menjelaskan alat-alat diri. untuk menjaga O:  kebersihan diri 4. Menjelaskan cara-cara  melakukan kebersihan 5. Melatih Rambut tidak disisir  diri Pakaian kusut pasien Rambut penuh ketombe mempraktekkan cara  menjaga kebersihan  Tidak berhias diri menggosok Jarang gigi  Mandi harus disuruh  Tidak memotong kuku A : Klien tau pentingnya kebersihan diri dan mampu mempraktekan cara merawat diri P : Evaluasi SP - 1 Lanjutkan SP – 2 STRATEGI PELAKSANAAN 2 SP – 2 Melatih pasien perempuan berdandan (Berpakaian,menyisir rambut,berhias). Pertemuan Ke – 2 A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien DS : Klien mengatakan merasa segar setelah mandi. DO : Klien terlihat duduk di salah satu sudut ruangan sambil memegang rambut yang basah. Klien terlihat menggunakan pakaian dengan kancing baju yang tidak terpasang. 2. Diagnosa Keperawatan Defisit Perawatan Diri 3. Tujuan Khusus : a. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri b. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik c. Pasien mampu melakukan makan dengan baik d. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri 4. Tindakan Keperawatan Membantu klien latihan berdandan a. Berpakaian b. Menyisir rambut c. Berhias/berdandan B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Orientasi a. Salam terapuetik Selamat pagi ? masih ingat Ny. N dengan saya? b. Evaluasi / Validasi Winda lihat dari tadi Ny. N memegang kepala, kenapa Ny. N?Bagaimana perasaan Ny. N setelah melakukan kegiatan mandi? c. Kontrak Topik : Bagimana kalau kita berbincang tentang berhias diri? Waktu : Mau berapa lama kira-kira kita ngobrolnya? Oke, Jadi Ny. N maunya kita ngobrol-ngobrolnya 20 menit. Tempat : Baiklah mau dimana kita ngobrolnya Ny. N? Oh, jadi kita ngobrolnya diruang ini saja. 2. Kerja (langkah- langkah tindakan keperawatan) a. Bagaimana perasaan Ny. N setelah mandi? Apa yang Ny. N lakukan setelah mandi? Baiklah sekarang kita akan melakukan latihan berdandan b. Apa Ny. N sudah mengganti baju? Untuk pakaian pilihlah yang bersih dan kering. Berganti pakain yang bersih 2 kali seharai. Sekarang coba Ny. N lakukan mengganti pakaian. Bagus sekali Ny. N kerja yang bagus. Sekarang setelah menggunakan pakaian yang baik kita akan latihan berdandan supaya Ny. N tampak rapi dan cantik c. Kira kira apa alat yang Ny, N butuhkan untuk berdandan?Bagus sekali Ny. N alat yang dibutuhkan sisir, bedak dan kaca. d. Setelah Ny.N memasang pakaian dengan baik sekarang sisir rambut yang rapi, bagus Ny. N, sekarang ambil bedak dan bedaki muka Ny. N rata dan tipis. Bagus sekali Ny. N bisa melakukan dengan baik. 3. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan 1. Evaluasi klien/ subjektif Bagaimana perasaan Ny. N setelah latihan berdandan? 2. Evaluasi perawat/ objektif Ny. N terlihat segar dan cantik b.Tindak lanjut klien Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ny. N Sehabis Ny. N melakukan mandi kemudian melakukan cara berdandan yang baik dan benar sesuai dengan latihan kita hari ini. Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh, B (bantuan) kalau diingatkan baru dilakukan dan T (tidak) tidak melakukan. c. Kontrak yang akan datang Topik : Baik nanti siang kita akan bertemu kembali untuk latihan cara makan yang baik dan benar. Waktu : Kalau begitu kita akan latihan cara makan nanti siang atau sesuai jadwal makan Ny. N Tempat : Siang jam 1 nanti kita latihan makan yang baik di ruang makan CATATAN PERKEMBANGAN SP – 2 Melatih pasien berdandan (Berpakaian,menyisir rambut,berhias) Tanggal/ Diagnosa Waktu Keperawatan 5/2/2020 07.00 WIB Implementasi Defisit Membantu perawatan diri latihan berdandan Evaluasi klien S :Klien mengatakan merasa segar setelah mandi.  Berpakaian  Menyisir rambut  Berhias O:  Klien terlihat duduk di salah satu ruangan sudut sambil memegang rambut yang basah.  Klien terlihat menggunakan pakaian dengan kancing baju yang tidak terpasang. A : Klien mampu mempraktekkan berdandan (berpakaian,menyisir rambut,berhias) P : Evaluasi SP -1, 2 Lanjutkan SP - 3 STARATEGI PELAKSANAAN 3 SP – 3 Melatih pasien makan secara mandiri Pertemuan Ke – 3 A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien DS : Klien mengatakan tidak tahu cara makan yang baik dan benar. DO: Klien terlihat duduk di salah satu kursi di dekat meja makan. Ny. N terlihat rapi dengan rambut yang di sisir. 2. Diagnosa Keperawatan Defisit Perawatan Diri 3. Tujuan Khusus : a. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri b. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik c. Pasien mampu melakukan makan dengan baik d. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri 4. Tindakan Keperawatan a. Menjelaskan cara persiapkan makanan b. Menjelaskan cara makan yang tertip c. Menjelaskan cara merapikan peralatan makan setelah makan d. Praktik makan sesuai dengan tahapan makan yang baik B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Orientasi a. Salam terapuetik Selamat siang Ny. N ? Bagus sekali Ny. N terlihat rapi siang ini. b. Evaluasi / Validasi Bagaimana perasaan Ny. N siang hari ini? c. Kontrak Topik : Bagimana kalau kita latihan cara makan yang baik? Waktu : Mau berapa lama kira-kira kita ngobrolnya? Oke, Jadi Ny. N maunya kita ngobrol-ngobrolnya 25 menit. Tempat:Kita akan latihan cara makan yang baik jadi kita latihan langsung di ruang makan 2. Kerja (langkah- langkah tindakan keperawatan) a. Bagaimana menurut Ny. N cara makan yang baik? Bagus Ny. N sebelum kita makan kita cuci tangan dengan air dan sabun. b. Setelah mencuci tangan dengan air dan sabun, Ny. N bias mengambil makanan di atas meja dengan menggunakan piring. c. Sebelum makan Ny. N dapat berdoa. Bagus sekarang Ny. N dapat berdoa sebelum makan. Suap makanan dengan pelanpelan, Ya bagus Ny. N sekarang sudah bisa melakukan menyuap makanan dengan baik dan benar. d. Setelah makan Ny. N harus membereskan piring dan gelas yang kotor, Setelah di bereskan sekarang Ny.N dapat mencuci tangan kembali dengan air dan sabun. Setelah itu keringkan tangan dengan saputangan yang bersih. 3. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan 1. Evaluasi klien/ subjektif Bagaimana perasaan Ny. N setelah latihan cara makan yang baik? 2. Evaluasi perawat/ objektif Ny. N terlihat rapi dan bersih. b. Tindak lanjut klien Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ny. N Sehabis Ny. N melakukan mandi kemudian melakukan cara berdandan dan cara makan yang baik dan benar sesuai dengan latihan kita hari ini. Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh, B (bantuan) kalau diingatkan baru dilakukan dan T (tidak) tidak melakukan. c. Kontrak yang akan dating Topik : Baik besok kita akan bertemu kembali untuk latihan cara BAB/BAK yang baik Waktu : Kalau begitu kita akan latihan cara BAB/BAK jam 10 pagi atau sesuai jadwal kapan NY. N merasa ingin BAB/BAK. Tempat: Besok kita akan latihan cara BAB/BAK di ruangan ini. CATATAN PERKEMBANGAN SP – 3 Melatih pasien makan secara mandiri Tanggal/ Diagnosa Waktu Keperawatan 6/02/2020 13.00 WIB Defisit diri Implementasi perawatan 1. Menjelaskan Evaluasi S : Klien mengatakan cara persiapkan tidak tahu cara makan makanan yang baik dan benar. 2. Menjelaskan cara makan O: Klien terlihat duduk yang tertip 3. Menjelaskan di salah satu kursi di dekat meja makan. Ny. cara merapikan N terlihat rapi dengan peralatan makan rambut yang di sisir. setelah makan 4. Praktik sesuai makan A: dengan  Klien mengetahui tahapan makan dan yang baik mempraktekan mampu cara makan yang baik dan benar  Klien dan mengetahui mampu mempraktekkan cara merapikan peralatan makan setelah makan P: Evaluasi SP – 1,2, dan 3, Lanjutkan SP – 4. STRATEGI PELAKSANAAN 4 SP – 4 Percakapan mengajak pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri. Pertemuan 4 A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien DS : Klien mengatakan tidak tahu cara BAB/BAK yang benar. DO : Klien terlihat berdiri di depan pintu kamar mandi. 2. Diagnosa Keperawatan Defisit perawatan diri 3. Tujuan Khusus : a. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri b. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik c. Pasien mampu melakukan makan dengan baik d. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri 4. Tindakan Keperawatan a. Mengajarkan klien melakukan BAB/BAK secara mandiri b. Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai c. Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB/BAK d. Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB/BAK B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Orientasi a. Salam terapuetik Selamat siang Ny. N ? Sudah di lakukan jadwal harian yang telah kita lakukan kemaren?Bagus sekali Ny. N dapat melakukan secara mandiri semua latihan yang telah kita lakukan,, b. Evaluasi / Validasi Bagaimana perasaan Ny. N siang hari ini? c. Kontrak Topik : Bagimana kalau kita latihan cara BAB/BAK yang baik? Waktu: kita akan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, bagamana menurut Ny. N? Tempat: Kita akan latihan cara BAB/BAK yang baik jadi kita latihan langsung di tempat BAB/BAK 2. Kerja (langkah- langkah tindakan keperawatan) a. Menurut Ny. N dimana kita BAB/BAK yang benar?Benar Ny.N kita BAB/BAK di ruang tertutup dan ada saluran pembuangan kotoran. Jadi kita tidak boleh BAB/BAK di sembarang tempat. b. Sekarang coba Ny.N sebutkan bagaimana cara membersihkan/cebok? Bagus Ny.N cebok itu adalah cara membersihkan bokong atau tempat keluar BAB/BAK dengan air yang bersih dan jernih. Setelah Ny. N cebok pastikan juga tidak ada BAB/BAK yang tersisa di WC dengan cara menyirami WC dengan air bersih. Setelah di pastikan bokong dan WC bersih baru NY. N mencuci tangan dengan air dan sabun. 3. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan 1. Evaluasi klien/ subjektif Bagaimana perasaan Ny. N setelah latihan cara BAB/BAK yang baik? 2. Evaluasi perawat/ objektif Ny. N terlihat tersenyum dan wajah yang segar b. Tindak lanjut klien Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Ny. N Sehabis Ny. N melakukan mandi kemudian melakukan cara berdandan dan cara makan yang baik dan benar, jika Ny.N merasakan keinginan BAB/BAK Ny.N dapat melakukan latihan yang telah kita lakukan. Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh, B (bantuan) kalau diingatkan baru dilakukan dan T (tidak) tidak melakukan. c. Kontrak yang akan datang Topik : Baiklah Ny. N sekarang kita akhiri pertemuan ini, Kalau Ny.N masih ada yang ingin ditanyakan/ ada masalah yang ingin dibicarakan boleh kepada suster lain yang dinas diruangan ini. Suster permisi dulu ya Ny.N Assalamualaikum. CATATAN PERKEMBANGAN SP – 4 Percakapan mengajak pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri. Tanggal/ Diagnosa Waktu Keperawatan Implementasi 7/02/2020 Defisit perawatan 1. Mengajarkan 10.00 WIB diri Evaluasi S: Klien klien melakukan tidak mengatakan tahu cara BAB/BAK BAB/BAK yang benar. secara mandiri O : Klien terlihat berdiri 2. Menjelaskan tempat di depan pintu kamar mandi. BAB/BAK yang A :  sesuai 3. Menjelaskan cara membersihkan diri Klien mengetahui cara BAB/BAK secara mandiri setelah  BAB/BAK Klien mengetahui tempat BAB/BAK 4. Menjelaskan cara  Klien mengetahu dan membersihkan mampu tempat mempraktekkan BAB/BAK membersihkan setelah diri BAB/BAK secara mandiri  Klien mengetahu dan mampumempraktekk an cara membersihkan tenpat BAB/BAK P : Evaluasi SP – 1,2,3,4.

Judul: Asuhan Keperawatan Jiwa Dpd Format Pengakajian,rencana Kep,sp,cattan Perkembangan

Oleh: Dewinda Winda


Ikuti kami