Pengubahan Perilaku Maladaptif "merokok Di Sembarang Tempat " Dan Penerapan Token Ekonomi

Oleh Mohammad Reza Dwi Ardiansyah

466,7 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pengubahan Perilaku Maladaptif "merokok Di Sembarang Tempat " Dan Penerapan Token Ekonomi

Pengubahan Perilaku Maladaptif “Merokok di Sembarang Tempat” dan Penerapan Token Ekonomi Disusun untuk Memenuhi Tugas Pengganti UAS Mata Kuliah Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial Dosen Pengampu Dorang Luhpuri, SIP,Ph.D Dra. Ayi Haryani, M.Pd Disusun oleh Mohammad Reza Dwi Ardiansyah (14.04.022) PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA TERAPAN PEKERJAAN SOSIAL SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL BANDUNG 2016 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pengubahan Perilaku Maladatif “Merokok di Sembarang Tempat” dan Penerapan Token Ekonomi ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Dorang Luhpuri, SIP,Ph.D dan Dra. Ayi Haryani, M.Pd, selaku Dosen mata kuliah Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai bagaimana pengubahan perilaku maladaptif dan penerapan token ekonomi. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang. Bandung, 5 Juni 2016 Mohammad Reza Dwi Ardiansyah 2 BAB I KAJIAN TEORI A. Perilaku Maladaptif Perilaku maladaptif merupakan kegagalan individu mengintegrasikan aspek-aspek identitas masa kanak-kanak ke dalam kematangan aspek psikososial kepribadian pada masa dewasa yang harmonis. Perilaku maladaptif adalah perilaku yang mempunyai ciri sebagai berikut: merugikan/mengganggu bagi diri sendiri maupun orang lain (lingkungannya). menimbulkan akibat yang tidak menyenangkan bagi pelaku maupun lingkungannya, tidak sesuai dengan peranan dan fungsi individu pelakunya, tidak sesuai dengan stimulus yang dimunculkan oleh lingkungannya. B. Perilaku Merokok Perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, tetapi masih banyak orang yang melakukannya. Bahkan orang mulai merokok ketika mereka masih remaja. Asal mulanya, orang yang mengisap rokok merasa tidak nyaman, misalnya kepala pening, mulut kering dan bau. Akan tetapi lama kelamaan jika diteruskan berkali-kali dan dibiasakan maka perokok akan merasa nikmat dan enak. Setelah itu menjadi ketagihan, kecanduan, dan tergantung, baik secara fisik maupun psikis. C. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Secara umum menurut Kurt Lewin, bahwa perilaku merokok merupakan fungsi dari lingkungan dan individu, artinya perilaku merokok selain disebabkan oleh faktor dalam diri, juga disebabkan olah faktor lingkungan. Adapun faktor dari individu yaitu: 3 1. Faktor Biologis Banyak Penelitian menunjukkan bahwa nikotin dalam rokok merupakan salah satu bahan kimia yang berperan penting pada ketergantungan merokok. 2. Faktor Psikologis Merokok dapat bermakna untuk meningkatkan konsentrasi, menghalau rasa kantuk, mengakrabkan suasana sehingga timbul rasa persaudaraan, juga dapat memberikan kesan modern dan berwibawa, sehingga bagi individu yang sering bergaul dengan orang lain, perilaku merokok sulit untuk dihindari 3. Faktor Demografis Faktor ini meliputi umur dan jenis kelamin. Orang yang merokok pada usia dewasa semakin banyak akan tetapi pengaruh jenis kelamin zaman sekarang sudah tidak terlalu berperan karena baik pria maupun wanita sekarang sudah merokok. Faktor lingkungan yaitu : a. Faktor Lingkungan Sosial Lingkungan sosial berpengaruh terhadap sikap, kepercayaan dan perhatian individu pada perokok. b. Faktor Sosial-Kultural Kebiasaan budaya, kelas sosial, tingkat pendidikan, penghasilan dan gengsi pekerjaan akan mempengaruhi perilaku merokok pada individu. c. Faktor Sosial Politik Menambahkan kesadaran umum berakibat pada langkah-langkah politik yang bersifat melindungi bagi orang-orang yang tidak merokok dan usaha melancarkan kampanye-kampanye promosi kesehatan untuk mengurangi perilaku merokok. Merokok menjadi masalah yang bertambah besar di negara-negara berkembang seperti Indonesia. 4 BAB II ANALISIS DAN ASSESMEN A. Analisis Perilaku Maladaptif Mengidentifikasi tingkah laku yang bermasalah dan merumuskan masalah secara operasional yang dapat diamati dan diukur adalah sebagai berikut: #Identitas Klien Nama Inisial : TB Jenis kelamin : Laki-laki Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 13 Desember 1996 Agama : Islam Suku bangsa : Jawa Alamat Tempat Tinggal : RT.01 RW.01 Desa Badas Kabupaten Jombang. Asal : Jombang, Jawa Timur. Sekarang : Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Hobi : HandyCrafting/Desain Grafis Cita-cita : Guru #Keadaan jasmani Bentuk wajah : Oval/Lonjong Warna kulit : Coklat Sawo Warna rambut : Hitam Berat badan : 72 kg Tinggi badan : 182 cm #Keadaan Kesehatan Penglihatan : Minus Pendengaran : Baik Pembicaraan : Kaku Penyakit kronis : Tidak ada Kesehatan umum : Baik 5 a. Keadaan fisik : Klien TB ini memiliki ukuran tubuh yang tinggi dan kurus serta tidak menampakkan ciri tubuh yang ideal. Berat badan +/-72 kg dan tinggi 182 cm. Penglihatan TB minus dan ia buta warna. Ia memiliki jiwa kreativitas yang tinggi, ia sering membuat kerajinan tangan maupun desain grafis lewat computer. TB tidak mempunyai penyakit yang cukup serius hanya saja ia memiliki perilaku maladaptif yang merugikan orang lain. b. Keadaan keluarga TB adalah anak kedua dari 3 bersaudara, Ayahnya adalah seorang Guru SD disalah satu Desa di Kabupaten Jombang dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. TB memiliki kakak perempuan yang berusia 25tahun dan sekarang sudah menjadi ibu rumah tangga. Ia juga memiliki adik perempuan, usianya 10 tahun dan masih menempuh bangku sekolah dasar. TB ini merupakan sosok kakak bagi adiknya dan merupakan harapan didalam keluarganya. c. Tingkah laku sosial TB termasuk anak yang mudah bersosialisasi didalam lingkungannya. Ia sering menyapa orang-orang, mulai dari tetangga sekitar, temannya, dosen, office boy hingga satpam. Sehingga TB mudah akrab dengan siapa saja. Di kampus maupun diluar kampus TB suka berbaur kepada teman-temannya, relasi terhadap teman-temannya pun sangat baik. Hal tersebut didukung dengan ia aktif di berbagai organisasi/UKM. TB ini memiliki perilaku yang pro social, namun ketika ia berada di dalam rumah kontrakannya/kostan, ia sering merokok di sembarang tempat, hal tersebut sangat menggangu orang lain terutama teman serumahnya yang tidak merokok. Ia sering merokok diruang tamu, dikamar temannya yang tidak merokok dan bahkan ia sering merokok didalam kamar mandi. Hal tersebut membuat teman-temannya merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang penuh dengan asap rokok apalagi jika didalam kamar mandi. d. Gambaran umum permasalahan TB mempunyai perilaku yang mal adaptif yakni merokok disembarang tempat terutama di dalam rumah. Hal ini dilakukannya sejak 6 bulan yang lalu. 6 Sebelumnya ia tidak merokok, baru-baru ini ia melakukan hal tersebut dan mulai kecanduan. Awalnya TB merokok dalam sehari sekitar 1-2 batang rokok dan sekarang kebiasaan ini terus menggorogotinya sampai sekarang ia membakar sebanyak 5-6 batang rokok dalam sehari. Tingkah laku merokok ini diawalinya dengan mencoba-coba meminta rokok pada temannya, dan lama kelamaan ia mulai membeli sendiri sebungkus rokok untuk dihisapnya. Ia sering merokok diruang tamu, kamar temannya yang tidak merokok dan di kamar mandi. Hal itu sangat mengganggu kenyamanan penghuni rumah tersebut karena ia sering merokok tidak pada tempatnya. Hal ini membuat saya tertarik untuk mencoba mengubah perilakunya, apalagi perilaku ini belum lama dilakukannya. B. Mengidentifikasi Berbagai Kemungkinan Penyebab Timbulnya Masalah Perilaku Mal-adaptif merokok yang dilakukan TB disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yaitu: a. Faktor internal: 1. Merasa stress karena tugas kuliah maupun organisasi yang dilampiaskan dengan merokok. 2. Kurangnya kesadaran bahwa merokok itu merusak kesehatan diri sendiri maupun kesehatan orang disekitarnya. 3. Rasa penasaran dan ingin mencoba-coba. b. Faktor eksternal: 1. Lingkungan sosial yaitu teman-teman yang mempunyai kebiasaan yang sama yaitu merokok. 2. kurangnya perhatian dari teman-temannya untuk mengingatkan tidak merokok serta tidak adanya pengawasan dari orangtua langsung. C. Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Perilaku Klien 1) Faktor yang mendukung  Pemikiran bahwa dengan merokok bisa menghilangkan pusing dan stress dari diri klien  Kebiasaan merokok sehabis makan dan ketika dikamar mandi 7  Klien sering meminum kopi sehingga selalu ditemani dengan rokok merupakan kenikmatan tersendiri bagi klien 2) Faktor yang menghambat  Teman kostan klien sering menegur jika klien merokok di kostan  Klien sangat takut jika kedua orangtuanya mengetahui bahwa dirinya merokok.  Klien juga takut jika organisasi kampus yang ia ikuti mengetahui bahwa ia merokok.  Klien mulai kekurangan uang untuk membeli rokok. D. Sumber-sumber yang ada di Lingkungan Klien untuk Digunakan dalam Proses Pengubahan Perilaku 1) Penguat Material Klien saat ini sedang menabung uang untuk membeli laptop karena laptop lama miliknya hilang. Penguatan material ini bisa digunakan untuk memberikan sugesti bahwa daripada membeli rokok lebih baik ditabung untuk membeli laptop. 2) Penguat Sosial a) Nasehat dari teman sekost yang selalu mengingatkan bahayanya merokok. b) Larangan dari keluarga untuk tidak merokok. c) Perilaku sahabat yang telah berhenti merokok yang bisa dijadikan contoh bagi klien dalam menghentikan/mengurangi perilaku merokok di kostan. 3) Penguat aktifitas atau kegiatan a) Klien sering sibuk dalam kegiatan organisasi yang membuatnya sering berada di lingkungan kampus yang ia tidak berani untuk merokok. Hal tersebut bisa menjadi penguat bagi klien agar bisa berhenti/ mengurangi perilaku merokok di kostan. b) Klien sering di telepon oleh orang tuanya sehingga klien merasa agak risih jika ketahuan merokok di kostan. 8 E. Pihak yang Terlibat dalam Proses Pengawasan Perubahan Perilaku 1) Diri klien Klien sendiri sebenarnya ingin perilaku merokoknya berhenti namun ia tidak sanggup menghentikan kebiasaan buruknya karena sudah terbiasa dan kecanduan. Dalam hal ini klien berperan juga terhadap pengawasan yang ia lakukan sendiri untuk keberhasilan pengubahan perilaku klien. 2) Teman satu kost klien Teman satu kost klien ini cukup banyak, terdapat 7 orang dalam satu rumah yang mana semua penghuni kost juga terganggu dengan kebiasaan merokok di sembarang tempat. Teman satu kost ini ikut berperan mengawasi tercapainya keberhasilan pengubahan perilaku klien ini. F. Teknik yang Tepat dalam Pengubahan Perilaku Klien 1. Negative Punishment. R S+ (Decreasing Behavior) Penghukuman negative adalah menarik, menghapus dan atau menghilangkan stimulus positif yang mengikuti suatu perilaku, untuk memperlemah, mengurangi dan atau menghilangkan terjadinya perilaku tersebut, dan atau seseorang yang berperilaku tertentu yang bertentangan dengan perilaku pro sosial/norma, maka akan kehilangan sesuatu yang selama ini dia peroleh (yang bersifat menyenangkan). Dalam kasus ini, klien suka menonton tv dengan merokok di ruang tempat biasa penghuni kost berkumpul bersama, klien sering mengajak ngobrol teman-teman kost dan sering becanda bersama mereka. Namun karena penghuni kost lain tidak suka dengan asap rokok yang menganggu mereka, mereka tidak mau ngobrol dengan klien dan mengacuhkan dia, bahkan mematikan televisi yang klien tonton. Ini salah satu cara Negative Punishment agar klien sadar perilaku merokoknya mengganggu temantemannya. 2. Covert sensitization Suatu teknik pengubahan perilaku dengan cara menyajikan suatu stimulus yang menakutkan dalam bentuk kata-kata, sehingga kelayan membayangkan bahwa hal tersebut sangat menakutkan. Dalam kasus ini, 9 saya memberitahu klien bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan, akan memperpendek umur, akan menyiksa ketika kita tua nanti. Saya juga menjelaskan bahwa rokok itu bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang lain disekitar klien. Saya juga menunjukkan foto korban merokok yang menakutkan agar klien juga sadar bahwa merokok itu menakutkan 3. Shaping (Pembentukan Perilaku Baru) Pembentukan perilaku secara perlahan-lahan/sedikit demi sedikit. S (Stress) R (Merokok) R (Makan Permen) Ketika klien stress, ia selalu merokok, Pekerja sosial akan mensugesti klien jika ia stress lebih baik makan permen sebagai pengganti merokok. Jadi ketika klien merasa stress ia akan memakan permen daripada merokok. Respon dari stimulus stress yaitu memakan permen. Perilaku baru ini akan dilakukan secara perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit. 10 BAB III PELAKSANAAN TEKNIK PENGUBAHAN PERILAKU KLIEN A. Jadwal Pengubahan Perilaku Klien MEI 2016 Mingggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 jun 2 jun 3 jun 4 jun Keterangan : = Melakukan teknik Covert sensitization = Melakukan teknik Negative Punishment = Melakukan schedule penguatan Shaping B. Penerapan Teknik a. Covert Sensitization Hari Ke 1 Tanggal Aktivitas Kamis, 26 Mei Saya memberikan suatu 2016 stimulus yang menakutkan dalam bentuk kata-kata, yaitu tentang bahaya merokok bagi kesehatan diri sendiri maupun untuk kesehatan orang disekitar kita. 1. Merokok dapat memperpendek umur, dan saya jelaskan bahwa pemuda yang Hasil Klien tidak menganggap serius dan tidak mempercayai perkataan saya. 11 merokok akan sengsara dimasa tuanya. 2. Selain merokok dapat berdampak pada meninggal diusia muda, merokok juga akan membuattmu masuk ke neraka karena banyak orang yang dirugikan karena perilaku merokokmu itu. 2 Jum’at, 27 Mei Saya kembali menyajikan 2016 stimulus yang menakutkan bahwa dengan merokok klien bisa terkena serangan jantung dan berbagai penyakit mengerikan lainnya dengan memperlihatkan gambar paruparu seseorang yang perokok dan gambar lainnya yang menakutkan klien. Klien mulai merasa takut untuk mengkonsumsi rokok dan berniat untuk mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi. 3 Sabtu, 28 Mei Saya kembali menyajikan 2016 stimulus yang membuat klien merasa takut untuk merokok dengan menunjukkan kasus atau berita yang saya peroleh mengenai dampak dari merokok seperti berita tentang seorang yang kehilangan tenggorokan serta pita suaranya karena sudah lama mengkonsumsi rokok dan tokoh Marbolo yang meninggal karena rokok yang diiklankannya. Klien merasa takut untuk mengkonsumsi rokok lagi, namun ia tidak bisa terlepas begitu saja dari rokok. 12 b. Negative Punishment Hari ke 4 Tanggal Aktivitas Hasil Minggu, 29 Saya dan teman-teman satu Mei 2016 kostan tidak merespon klien ketika ia mengajak berbicara karena dia merokok di ruang tv Klien tidak mengetahui mengapa temantemannya berperilaku seperti itu 5 Senin, 30 Saya dan teman-teman satu Mei 2016 kostan diam ketika dia mengajak becanda setelah ia makan dan merokok di ruang tv. Klien mulai mematikan puntung rokoknya, karena dia mulai sadar jika rokoknya menganggu teman-temannya 6 Selasa, 31 Saya dan teman-teman kost mulai Mei 2016 mengucilkan klien karena perilaku merokok sembarangannya tersebut dan menyuruh agar ia berhenti merokok. Klien angkat bicara mengapa temannya berperilaku tidak seperti biasanya, dan klien menyepakati untuk tidak merokok ketika ia sedang kumpul bersama-sama. 13 c. Shaping Hari ke 7 8 9 Tanggal Aktivitas Hasil Rabu, 1 Juni Saya menjelaskan bahwa daripada 2016 merokok merusak kesehatan dan menguras isi kantong, lebih baik tidak usah merokok. Atau jika memang susah menghentikan perilaku tersebut maka cobalah menggantinya dengan permen. Ketika klien ingin merokok maka makanlah permen sebagai gantinya Kamis, 2 Juni Saya ikut membeli permen untuk 2016 klien makan ketika ia ingin merokok. Klien menyepakati untuk melakukan pengubahan per ilaku dengan mengganti rokok dengan permen Jumat, 3 Juni Saya mengingatkan klien agar hari 2016 ini bisa tanpa merokok, sehari tanpa merokok dan diganti permen yang saya sediakan. Klien berusaha untuk sehari itu tidak merokok namun ia gagal dan menghisap 1 puntung rokok. Itu merupakan suatu progress yang cukup baik. Klien mau menerima permen, dan berhasil mengurangi konsumsi rokok menjadi 2 batang hari itu. C. Kendala-kendala yang dihadapi Adapun kendala-kendala yang dihadapi saat penyelesaian tugas diantaranya: 1. Timbul reaksi mengelak dan membantah ketika diingatkan dan dinasehati bahwa merokok itu tidak baik 14 2. Pemberian teguran saat konseli merokok ditempat yang tidak sesuai seperti kamar mandi dan kamar temannya sering tidak direspon ataupun tidak diperdulikan. 3. Pemberian motivasi bahwa stress dapat dihilangkan tanpa dilampiaskan dengan merokok namun ia tetap merokok jika mendapatkan masalah. 4. Meremehkan nasihat yang diberikan dan tidak memperdulikannya. 5. Klien sering merasa kesal dengan pekerja sosial karena dianggap terlalu mengatur klien. 15 PENERAPAN TOKEN EKONOMI A. Teknik Token Token adalah penguat yang berupa barang-barang/benda-benda yang melambangkan berbagai satuan nilai yang diinginkan bagi individu yang dapat ditukarkan dengan sesuatu yang diinginkan orang tersebut, contoh Point, Voucher, Kupon (Token Ekonomi) Prosedur : 1) Melakukan Assessment perilaku Klien “B” merupakan siswa sekolah dasar yang sering berbohong meminta uang kepada orangtuanya untuk bermain playstation. Ia kecanduan bermain playstation setiap hari dari pulang sekolah sampai sore hari. Hal ini membuat prestasinya disekolah menurun. 2) Menemukan token efektif Klien B ini menginginkan dibelikan sepeda baru. 3) Menyepakati tingkah laku baru dan meminimalisir perilaku maladaptif yang ingin dihilangkan. Tingkah laku baru :  Tidak berbohong kepada orangtuanya  Bermain secara aktif dan dinamik dengan teman-temannya  Berprestasi kembali disekolahnya Perilaku maladaptif yang ingin dihilangkan :  Perilaku berbohong kepada orangtua  Bermain playstation sampai lupa waktu 4) Mengembangkan alternatif perilaku positif dan mendiskusikan dengan klien. Adapun bentuk perilaku yang akan dirubah : Berperilaku jujur (termasuk didalamnya tidak berbohong kepada orangtua, teman-temannya dan kepada siapapun) Rajin Belajar (termasuk didalamnya tidak terlalu sering bermain playstation, suka membaca buku, mengerjakan tugas/PR) 16 5) Menciptakan suasana yang mendukung proses diskusi (rileks, terbuka, memperlihatkan kedekatan) 6) Menyepakati token dan aturan pemberian token untuk menghasilkan perilaku positif. Prosedur pelaksanaan : Pekerja sosial melakukan penguatan dengan melakukan kesepakatan kepada klien. Pemberian token akan dilakukan setiap hari dalam kurun waktu 1 bulan (4 minggu). Dalam 1 (dua) minggu pertama klien harus bisa mengurangi perilaku berbohong dan bermain playstation maksimal main playstation selama 3 jam perhari, dalam minggu ke 2 dan klien harus bisa mengurangi bermain playstation dengan hanya bermain maksimal 2 jam perhari. Pada minggu ke 3, pekerja sosial dan klien menyepakati bahwa dalam sehari klien hanya diperbolehkan bermain playstation sebanyak 1 jam perhari, dan dalam 1 minggu terakhir klien harus bisa menghilangkan perilakunya bermain playstation terlalu lama. Jadi klien mempunyai kesempatan mendapatkan token sebanyak 40 token dengan pertimbangan klien boleh melanggar sebanyak 2 kali. Ketika klien tidak bisa mengikuti kesepakatan yang telah diatur maka klien tidak akan mendapatkan token sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Token disini berbentuk bintang yang akan ditukarkan dengan sepeda baru jika klien mendapatkan minimal 30 token. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dengan orang tua klien. Pekerja sosial sebelumnya telah menghubungi orang tua klien. 17 DAFTAR PUSTAKA Sutisna, Nono, dkk. 2013. Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial. Bandung: STKS Press Bandung. Sudrajat, Ajat, dkk. 1999. Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial. Bandung: Koperasi Mahasiwa STKS Bandung 18

Judul: Pengubahan Perilaku Maladaptif "merokok Di Sembarang Tempat " Dan Penerapan Token Ekonomi

Oleh: Mohammad Reza Dwi Ardiansyah


Ikuti kami