Asuhan Keperawatan Kritis Dengan Pasien Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

Oleh Theresia Cipta

103,7 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Kritis Dengan Pasien Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS DENGAN PASIEN GASTROINTESTINAL AKUT DAN PANKREATITIS AKUT Theresia Cipta Nugraheni 20 September 2020 Abstrak Gastrointestinal akut adalah yang disebabkan oleh bakteri dan virus yang menyerang pada sakuran pencernaan. Pankreatitis akut ditemukan di Indonesia dengan kematian 5-10%. Pankreatitis dibagi menjadi pankreatitis akut, ringan, sedang dan berat. Pankreatitis akut lebih banyak terjadi pria, etiloginya lebih banyak dihubungkan dengan alkohol, sedangkan wanita lebih sering dihubungkan dengan penyakit saluran biller. Pankreatitis akut merupakan inflamasi pancreas dengan tiba-tiba dan durasi kurang dari 6 bulan. Pankreatitis akut dapat terjadi apabila faktor pemeliharaan hemostasis seluler tidak seimbang. (Robbins, 2020, p. 670) A. Perdarahan Saluran Cerna Akut 1. Pengertian Peradaran Saluran Cerna Akut Perdarahan saluran cerna aku merupakan perdarahan yang banyak dan mendadak paling sering terjadi pada manusia. Hal tersebut merupakan kegawatadaruratan medis dengan berbagai derajat komplikasi kardiovaskuler. (Davey, 2005, p. 38) 2. Etiologi Bakteri jenis Salmonella, Compylobacter, Shigella, dan Yersina. Giardia lamblia adalah infeksi dari protozoa paling umum yang bisa menyebabkan gastroenteritis mesipun cenderung dikaitkan dengan lebih lebih banyak diare yang menetap. Penyebab gastroenteritis akut yang palinmh sering adalah bakteri atau virus. (Shulman & Phair, 2011) 3. Manifestasi Klinis Gejala klinis seperti mual, muntah, pusing, malaise, anorekia dan hiccup (cegeun). Pada gastritis lambung juga adanya nyeri lambung atau epigastrik pain yang sering ditemukan pada gastritis akut.(Diyonto & Mulyanti, 2013, p. 25) 4. Konsep Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian : identitas klien 2. Riwayat keperawatan 3. Riwayat kesehatan masa lalu 4. Riwayat psikososial keluarga 5. Pola eliminasi, pola nutrisi, pola tidur, pola hygine dan aktivitas 6. Pemeriksaan psikologis 5. Diagnosa Keperawatan 1. Defisit volume cairan dan eletrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan 2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah 6. Intervensi Keperawatan 1. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubunh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. Tujuan: Defisit cairan dan elektrolit teratasi. Kriteria hasil: a. Tanda-tanda dehidrasi tidak ada b. Mukosa mulut c. Bibir lemah d. Cairan seimbang Intervensi: a. Observasi TTV b. Ukur input dan output cairan 2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah. Tujuan: Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi Kriteria hasil: a. Intake nutrisi klien meningkat b. Diet habis 1 porsi yang disediakan c. Muanl dan muntah tidak ada Intervensi: a. Kaji pola nutrisi dan perubahan yang terjadi b. Timbang berat badan klien c. Lakukan pemeriksaan fisik abdomen 7. Implementasi Kepeeawatan Tindakan keperawatan terhadap klien yang didasarkan pada rencana keperawatan yang telah disusun dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan, dan memfasilitasi koping. Implementasi keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila klien mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. 8. Evaluasi Didasarkan pada bagaimana efektifnya intervensi-intervensi yang dilakukan oleh keluarga, perawat dan yang lainnya. Ada beberapa metode evaluasi yang dipakai dalam perawatan. Faktor yang paling utama dan penting adalah bahwa metode tersebut harus disesuaikan dengan tujuan dan intervensi yang sedang di evaluasi. B. Pankreatitis Akut 1. Pengertian Pankreatitis Akut Pankreatitis akut ditemukan di Indonesia dengan kematian 5-10%. Pankreatitis dibagi menjadi pankreatitis akut, ringan, sedang dan berat. Pankreatitis akut lebih banyak terjadi pria, etiloginya lebih banyak dihubungkan dengan alkohol, sedangkan wanita lebih sering dihubungkan dengan penyakit saluran biller. Pankreatitis akut adalah inflamasi pancreas yang berlangsung akut (onset tiba-tiba, durasi kurang dari 6 bulan) atau akut berulang (>1 episode pankreatitis akut sampai kronik durasi lebih dari 6 bulan). Rentang gejala dan penyakit berbeda-berbeda. Bisamya juga pankreatitis akut umumnya disebabkan oleh kecanduan alkohol dan batu ginjal atau diakibatkan karena adanya infeksi virus, luka di perut, pembedahan saluran empedu dan obat-obatan terntentu misalnya obat diuretic. 2. Etiologi Etiologi dari pankreatitis akut yang paling sering adalah batu empedu (4070) dan alkohol (25-35%). Pankreatitis karena batu empedeu biasanya merupakan kejadian kaut, dan sembuh apnbila batu telah disingkirkan atau lewat atau lepas secara spontan. (Pratama, 2016, p. 190) 3. Tanda dan Gejala a. Nyeri perut atas b. Nyeri perut yang menjalar ke punggung c. Nyeri perut yang memberat setelah makan d. Mual e. Muntah f. Perut teraba tegang pada pemeriksaan (Handayana, 2017, p. 104) 4. Manifestasi Klinis a. Nyeri pada epigastrum yang mungkin disertai dengan distensi abdomen; terabanya masa abdomen yang tidak jelas batasnya, penurunan gerakan peristaltic, muntah yang tidak mengurangi nyeri dan mual b. Pasien tampak sakit akut c. 24-48 jam setelah makan besar mengkonsumsi alkohol dapat bertambah parah setelah makan dan tidak reda dengan antasid. (Suddarth & Brunner, 2002, p. 399) 5. Konsep Asuhan Keperawatan a. Anamnesa 1. Nama 2. Jenis kelamin 3. Usia 4. Keluhan utama: keluhan perut terasa sakit dan panas pada abdomen. 5. Riwayat penyakit: dimulai dari rasa tidak enak diperut, rasa perih sehingga sering dianggap sebagai gangguan lambung. 6. Pemeriksaan fisik a. Inspeksi frekuensi seperti irama, kedalaman dan upaya bernapas b. Tanda-tanda vital nadi dan dan tekanan darah c. Adanya nyeri pada abdomen, pada punggung dan nyeri tekan pada epigastrum d. Adanya mual, anoreksia atau penurunan intake cairan . 6. Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan edema pancreas 2. Defisit volume cairan dan leketrolit berhubungan dengan intake yang tidak adekuat 3. Hipertermia berhubungan dengan respons sistem peradangan pankreas 7. Intervensi Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan edema pancreas Tujuan: nyeri pasien berkurang atau hilang Kriteria hasil : a. Nyeri perut berkurang atau hilang b. Ekspresi wajah tampak rileks c. Skala nyeri turun d. TTV dalam batas normal Intervensi : a. Bantu pasien untuk mendapatkan posisi tubuh yang nyaman b. Pertahankan pasien dalam keadaan tirah baring 2. Defisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan intake yang tidak adekuat Tujuan : Cairan dan elektrolit terpenuhi Kriteria hasil : a. Turgor kulit baik b. Mukosa bibir tidak kering c. Jumlah intake dan output cairan seimbang Intervensi : a. Pantau intake dan output cairan b. Evaluasi intensitas, frekuensi, skala dan pemberat nyeri c. Pantau tanda-tanda syok d. Berikan infus elektrolit 8. Implementasi Tindakan keperawatan terhadap klien yang didasarkan pada rencana keperawatan yang telah disusun dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan, dan memfasilitasi koping. Implementasi keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila klien mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. 9. Evaluasi Didasarkan pada bagaimana efektifnya intervensi-intervensi yang dilakukan oleh keluarga, perawat dan yang lainnya. Ada beberapa metode evaluasi yang dipakai dalam perawatan. Faktor yang paling utama dan penting adalah bahwa metode tersebut harus disesuaikan dengan tujuan dan intervensi yang sedang di evaluasi. Daftar Pustaka Davey, P. (2005). At a Glance Medicine (A. Safitri (ed.)). Erlangga. Diyonto, & Mulyanti, S. (2013). KEPERWATAN MEDIKAL BEDAH SISTEM PENCERNAAN Dilengkapi Contoh Studi Kasus dengan Aplikasi NNN (Nanda NOC NIC) (Edisi pert, p. 25). KENCANA. Handayana, A. Y. (2017). DETEKSI DINI & ATASI 31 PENYAKIT BEDAH SALURAN CERNA (DIGESTIF) (Mayasari (ed.); p. 104). ANDI Yogyakarta. Pratama, H. (2016). Tatalaksana Pankreatitis Akut. 43, 191. Robbins. (2020). BUKU AJAR PATOLOGI DASAR (Edisi-10, p. 670). ELSEVIER. Shulman, & Phair. (2011). Dasar Biologi Dan Konsep Klinis Penyakit Infeksi (1st ed.). UGM. Suddarth, & Brunner. (2002). KEPERAWATAN MEDIKAL-BEDAH. EGC.

Judul: Asuhan Keperawatan Kritis Dengan Pasien Perdarahan Saluran Cerna Akut Dan Pankreatitis Akut

Oleh: Theresia Cipta


Ikuti kami