Pra Interaksi Konsep Asuhan Art Dan Crf A. Arf (acute Renal Failure

Oleh Anselmus Vega

104,9 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pra Interaksi Konsep Asuhan Art Dan Crf A. Arf (acute Renal Failure

PRA INTERAKSI KONSEP ASUHAN ART DAN CRF Ansel Musvega 17 September 2020 Abstrak Gagal ginjal akut adalah fungsi ginjal yang menurun secara tiba-tiba atau penurunan GRF dan terjadi hanya dalam hitungan jam atau hari sedangkan gagal ginjal kronik adalah kehilangan fungsi ginjal yang progresif, irrevensibel yang berkembang selama berbulan-bulan bahkan tahunan. A. ARF (Acute Renal Failure) 1. Pengertian Gagal ginjal akut adalah kerusakan fungsi secara mendadak yang menghasilkam retensi limbah, biasanya akan di sertai dengan oliguria yang meskipun banyak juga pasien yang non oliguria, gejala biasanya tidak diketahui oleh penderita. Biasanya gejala yang timbul mudah lelah, kesulitan mengatur napas (Brunner & Suddarth, 2016, p. 488). 2. Penyebab Menurut (Baradero, 2009, p. 110) : a. Hipoperfusi ginjal tanpa menyebabkan prerenal seperti dehidrasi, muntah dan diare, diabetes militus,luka bakar. b. Gangguan pada parenkim ginjal seperti hipertensi, nefrotaksin (antibiotik : gentamicin, kanamisin). c. Obstruksi saluran kemih seperti hiperplasia prostat. 3. Tanda dan gejala Menurut (Brunner & Suddarth, 2016, p. 489) a. Kulit dan membran mukosa kering dan napas bau b. Peningkatan BB dan hipertensi c. Perubahan pengeluaran produksi urine sedikit, dapat mengandung darah. d. Anoreksia (disebabkan oleh akumulasi produksi sisa nitrogen). e. Kelelahan akibat anemia. 4. Asuhan Keperawatan a. Pengkajian 1) Identitas Pasien 2) Riwayat Kesehatan : Pasien yang diagnosa gagal ginjal akut sering terasa sesak, mual dan muntah. 3) Riwayat penyakit sekarang : Pasien mengeluh badan terasa lemah, kencing terasa sesak, mual dan muntah dan penambahan BB, nyeri tekan pada abdomen, anoreksia dan lemah. 4) Riwayat penyakit dahulu : Menanyakan kepada pasien apakah pernah merasakan penyakit gagal ginjal akut sebelumnya. 5) Riwayat penyakit keluarga : Menanyakan kepada keluarga apakah keluarga pasien pernah mengalami penyakit yang dialami pasien (Nuari, 2017, p. 106). b. Diagnosa Keperawatan 1) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis. 2) Hipervolemia berhubungan dengan gangguan emkanisme regulasi. 3) Defisit nutrisi berhubungan dengan anioreksia. 4) Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan kelebihan volume cairan (Nuari, 2017). c. Intervensi Keperawatan 1) Pastikan perhatikan pada kelainan utama pasien dan pantau terhadap komplikasi. 2) Ikut serta dalam penanganan kedaruratan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. 3) Kaji kemajuan dan respons pasien terhadap pengobatan. 4) Berikan dukungan emosional dan fisik. 5) Terus berikan informasi pada keluarga pasien tentang kondisi pasien dan bantu dalam mengerti tentang pengobatan dan berikan dukungan psikologis. 6) Lanjutkan untuk tidak terlibat dalam rencana perawatan dimana tindakan keperawatan yang di perlukan untuk kelainan utama pasien misalnya luka bakar, syok, trauma, obstruksi saluran perkemihan (Brunner & Suddarth, 2016). d. Implementasi Implementasi keperawatan merupakan suatu pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap klien berdasarkan rencana keperawatan yang telah disusun dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemilihan kesehatan, dan memfasilitasi koping. Selama tahap implementasi keperawatan, perawat terus melakukan pengumpulan data yang lengkap dan memilih asuahan keperawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan klien (Nuari, 2017). e. Evaluasi Evaluasi keperawatan adalah tahap yang menentukan apakah tujuan yang telah disusun dan direncanakan tercapai atau tidak. Evaluasi didasarkan pada bagaimana efektifnya intervensi-intervensi yang dilakukan oleh keluarga, perawat dan yang lainnya. Faktor yang paling utama dan penting adalah bahwa metode tersebut harus disesuaikan dengan tujuan dan intervensi yang sedang di evaluasi (Andra, 2017, p. 228). B. CRF ( Chronic Renal Failure ) Pengertian CRF ( Chronic Renal Failure ) adalah kegagalan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dan berlangsung lama sehingga tidak dapat menutupi kebutuhan biasa lagi dan akan menimbulkan gejala sakit, hal ini terjadi bila laju filtrasi glomerulus kurang dari 50 ml/min (Andra, 2017) . 1. Penyebab Adanya kematian jaringan ginjal lalu lesi yang paling sering adalah aterosklorosis pada arteri renalis yang besar dengan kontriksi skleratik progresif pada pembuluh darah, infeksi yang di sebbakan karena adanya bakteri terutama E.coli yang berasal dari kontaminasi tinja pada traktus urunarius bakteri dimana bakteri ini akan mencapai ginjal melalui aliran darah atau lebih sering secara ascenden dari traktus urinarius sehingga kebawah lewat ureter ke ginjal lalu akan menimbulkan kerusakan irreversibel ginjal (Brunner & Suddarth, 2016). 2. Tanda dan Gejala Menurut (Unden Lough, 2017, p. 636) : a. Gastrointestinal : ulserasi saluran pencernaan dan perdarahan. b. Kardiovaskuler : hipertensi, perubahan elektro perikarditis ,efusi perikardium dan tamponade perikardium. c. Respirasi: edema paru, efusi pleura dan pleuritis. kardiografi (EKG), d. Neuromuskular: lemah, gangguan tidur, sakit kepala, latergi, gangguan muscular, neuropati perifer, bingung dan koma e. Metabolik atau endokrin: inti glukosa, hiperlipidemia, gangguan hormon seks menyebabkan penurunan libido, impoten dan amenore (wanita). f. Cairan elektrolit: gangguan asam basa menyebabkan kehilangan sodium sehingga terjadi dehidrasi, asidosis, hiperkalemia, hipermagnesemia dan hipokalsemia. Dermatologi: pucat, hiperpigmentasi, pluritis, eksimosis dan uremia frost. 3. Asuhan Keperawatan a. Pengkajian 1) Identitas pasien 2) Riwayat kesehatan dahulu : Kemungkinan adanya DM, hipertensi, nefrosklerosis, obstruksi atau infeksi dan penyalahgunaan analgetik. 3) Riwayat kesehatan keluarga : riwayat asidosis tubulus ginjal dan penyakit polikistik dalam keluarga. 4) Riwayat kesehatan sekarang : kelelahan yang ekstrem, kelemaham, malaise, nyeri dada, palpitasi,oliguria, anuria, abdomen kembung, nyeri ulu hati, sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri panggul, kram otot atau nyeri kaki, nafas pendek ,kulit gatal. 5) Lakukan pemeriksaan fisik : tanda vital, sistem kardiovaskuler, pencernaan, sistem saraf, integumen dan sistem muskuloskeletal (Andra, 2017). b. Diagnosis keperawatan 1) Hipervolemia b.d oliguria. 2) Defisit nutrisi b.d anoreksia 3) Keletihan b.d penurunan produksi energi metabolik dan anemia 4) Risiko penurunan curah jantung b.d kelebihan volume cairan 5) Resiko infeksi b.d depresi pertahanan imunologi (Andra, 2017). c. Intervensi keperawatan 1) Pertahankan berat tubuh pada pasien tanpa kelebihan cairan. 2) Pertahankan masukan nutrisi yang adekuat pada pasien. 3) Berpartisipasi dalam aktivitas yang dapat ditoleransi oleh pasien (Andra, 2017). DAFTAR PUSTAKA Andra, S. W. (2017) KMB 1 KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH. Yogyakarta: Nuha Medika. Baradero, M. (2009) Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Ginjal. jakarta: EGC. Brunner & Suddarth (2016) Keperawatan Medikal Bedah, ed.12. Jakarta: EGC. Nuari, N. A. (2017) Gangguan pada Sistem Perkemihan & Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta: DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA. Unden Lough, S. (2017) CRITICAL CARE NURSING : Diagnosis and Management. 8th edn. Singapore: ELSEVIER.

Judul: Pra Interaksi Konsep Asuhan Art Dan Crf A. Arf (acute Renal Failure

Oleh: Anselmus Vega


Ikuti kami