Ekonomi Internasional Disusun Oleh Kelompok 12: Manajemen-ia Universitas Muria Kudus

Oleh Juni Mardiyanto

145,1 KB 12 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Internasional Disusun Oleh Kelompok 12: Manajemen-ia Universitas Muria Kudus

EKONOMI INTERNASIONAL Dosen pengampu: Dra. Hj PANCA WINAHYUNINGSIH MM Disusun oleh KELOMPOK 12: MANAJEMEN-IA A. JUNI MARDIYANTO 201911012 B. FINA AFIANI 201911053 C. KHUMAIDAH 201911007 D. INDAH FITRIANI 201911039 E. DWI YUDHA ALFIANA 201911031 UNIVERSITAS MURIA KUDUS Jl.Lkr.Utara, Kayuapu Kulon, Kec.Bae, Kabupaten Kudus JAWA TENGAH Tahun ajaran 2019/2020 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Sistem moneter internasional dapat didefinisikan sebagai struktur, instrument, instirusi, dan perjanjian yang menentukan nilai tukar atau kurs mata uang dari berbagai Negara di dunia, termasuk penyesuaian aliran modal, perdagangan internasional, dan neraca pembayaran. Sistem moneter internasional merupakan sistem keuangan yang berlaku untuk semua negara di dunia yang membahas tentang pembayaran atas transaksi lintas negara dilaksanakan. Sistem ini menentukan bagaimana kurs tukar asing ditentukan dan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhi kurs tukar. Sistem moneter internasional yang berfungsi dengan baik akan memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi, serta mempermudah adaptasi terhadap perubahan. Untuk itu dalam penulisan makalah ini penulis akan membahas terkait dengan pengertian sistem moneter internasional, sejarah terbentuknya sistem bretton woods, valuta asing, dan transaksi sekuritas derivatif. B.Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dapat diambil beberapa aspek permasalahan yang dapat dijadikan sebagai rumusan masalah, diantaranya adalah: 1. Apakah pengertian sistem moneter internasional? 2. Bagaimana sejarah sistem pasar valuta asing? 3. Bagaimana standar moneter? 4. Bagaimana valuta asing? 5. Bagaimana transaksi sekuritas derivatif? BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Sistem Moneter Sebuah Sistem Moneter Internasional merupakan aturan kebiasaan, fasilitas, dan organisasi untuk mengefektifkan pembayaran internasional. Sistem moneter internasional dapat dklasifikasikan menurut cara nilai tukar ditentukan atau menurut bentuk aset cadangan devisa yang diperlukan. Di bawah klasifikasi nilai tukar, kita dapat memiliki sistem nilai tukar tetap dengan serangkaian fluktuasi yang sempit tentang nilai nominal, sistem nilai tukar tetap dengan fluktuasi yang lebar, sistem taraf yang dapat disesuaikan, sistem taraf merangkak, sistem nilai tukar yang diatur mrngambang, dan sistem nilai tukar yang mengambang dengan bebas. Adangan devisa dapat diklasifikasikan menjadi standar emas (dengan emas sebagai satu satunya aset cadangan devisa), standar gadai murni (misalnya, standar dollar atau nilai tukar murni tanpa ada hubungan dengan emas), atau standar nilai tukar emas (kombinasi dari dua standar sebelumnya). Di dalam sistem moneter internasional dapat diperinci menjadi 3 golongan adalah sebagai berikut: a. Tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak memiliki hubungan dengan negara lain. b. Hubungan-hubungan atau aspek internasional dalam ekonomi makro merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipelajari. c. Hubungan ekonomi antarnegara melalui dua jalur, yakni hubungan perdagangan dan hubungan keuangan. Hubungan perdagangan itu muncul karena adanya ekspor atau impor hasil produksi dari sutu negara ke negara lain. Hubungan keuangan seperti rumah tangga perusahaan dan bank-bank dari negara dapat memiliki kekayaan di luar negeri. Tindakan mereka ini dapat menimbulkan efek yang mendasar terhadap proses penentuan pendapatan, nilai tukar, kemampuan kebijaksanaan moneter dan suku bunga. 2. Sejarah terbentuknya Sistem Bretton Woods Standar emas mulai dioperasikan sekitar 1880 hingga berlangsungnya Perang Dunia I pada 1914. Periode 1919 hingga 1924 memiliki karakteristik tingkat nilai tukar yang berfluktuasi besar besaran. Sejak 1925, Inggris dan negara lainnya berusaha untuk menetapkan kembali standar emas. Adanya depresi besar pada 1931. Sistem bretton woods disepakati pada 1944 dengan membentuk dana moneter internasional (IMF) yang bertujuan untuk (1) mengawasi negara-negara yang mengikuti seperangkat persetujuan atas peraturan berperilaku dalam perdagangan dan keuangan internasional (2) memberikan fasilitas pinjaman untuk negara-negara yang memiliki kesulitan neraca pembayaran sementara.tarif barangbarang memanufaktur diturunkan rata-rata sebesar 10 persen pada 1971.dengan peningkatan keanggotaan dan kuota yang semakin meningkat,sumber daya yang dimiliki IMF meningkatan sebesar $28,5 miliar pada 1971.IMF juga melakukanegosiasi melalui persetujuan umum peminjaman (general arangement to borrow (GAB)) untuk menambah sumber daya.sejak maret 1973 ,negara-negara didunia beroprasi berdasarkan sistem nilai tukar mengambang yang terkendali (secara resmi diakui dalam jamaika accords,yang mulai diberlakukan pada april 1978).pada maret 1979,sistem moneter eropa dibentuk,dan pada oktober 1988 didirikan bank sentral eropa (european cemtra bank ),mata uang euro diperkenalkan pada 1 januari 1999 dan mulai beredar pada 1 januari 2002 sebagai mata uang tunggal di negara-negara Uni Moneter Eropa. Kurs Tukar Sekarang :  Mengambang terkendali dengan tidak melebihi pengumuman sebelumnya dengan kurs tukar : otoritas moneter mempengaruhi pergerakan kurs tukar melalui intervensi aktif di pasar valas tanpa pengkhususan, atau komitmen sebelumnya.  Mengambang bebas : kurs tukar ditentukan pasar, dengan intervensi valas ditujukan pada kurs moderat atas perubahan & mencegah fluktuasi dalam kurs tukar daripada mempertahankan suatu levelnya. 3. Standar Moneter Standar Moneter adalah sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk di dalamnya peraturan tentang ciri-ciri / sifat-sifat dari uang, pengaturan tentang jumlah uang yang beredar (baik logam maupun kertas), ekspor-impor logam mulia serta fasilitas bank dalam hubungannya dengan demand deposit. Macam-macam standar moneter:  Standar Barang (commodity standard) Sistem moneter dimana nilai uang dijamin atau didasarkan pada berat barang tertentu: a. Standar emas (the gold standard) b. Standar perak (the silver standard) c. Standar kembang (emas dan perak)  Standar kepercayaan (fiat standard) Dinilai atas dasar kepercayaan masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran yang sah serta sebagai alat tukar dan sebagainya. `A. Faktor faktor yang bisa dikemukakan sebagai penyebab penting kegagalan standar tukar emas itu adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya mekanisme penyesuaian yang layak dalam sistem moneter internasional dimasa itu sehingga negara-negara terpaksa mengadakan sterilisasi atas dampak ketidakseimbangan neraca pembayaran terhadap penawaran uang mereka,mengingat paritas atau ‘kurs’ antara mata uang yang satu dengan yang lain tidak mencerminkan kenyaataan yang sebenarnya ( begitu banyak mata uang yang mengalami overvaluasi,atau jauh lebih tinggi ketimbang daya belinya yang sesungguhmya ). 2. Besarnya perpindahan modal yang cenderung merusak stabiltas moneter,khususnya antara London dengan pusat-pusat moneter internasional yang baru seperti New York dan Paris. 3. Berlarut larutnya depresi besar yang antara lain disebabakan pula oleh tidak berfungsinya sistem moneter internasional yang ada.namun perlu pula disadari bahwa dalam konteks kondisi yang serba buruk pada masa itu,apapun sistem moneter internasional yang berlaku,keberhasilan memang sulit diwujudkan ,dan nampaknya memang tidak ada mekanisme apapun yang cukup kuat untuk mencegah terjadinya depresi ekonomi luar biasa yang kemudian melanda berbagai tempat atau negara didunia itu. 4. Pasar Valuta Asing Valuta asing adalah mata uang yang dimiliki oleh suatu negara atau penduduknya, tetapi mata uang tersebut bukan dikeluarkan oleh negara itu sendiri. Mata uang tersebut adalah mata uang domestik (national currency) bagi negara yang mengeluarkan an merupakan alat tukar serta pembayaran yang sah di negara tersebut. Pasar valuta asing timul karena adanya perkembangan yang pesat pada pasar-pasar uang internasional dan pasar modal internasional, namun jumlah besar ekspor dan impor serta investasi asing yang berjalan terus di seluruh dunia, sehingga menyebutkan pertukaran mata uang yang satu ke mata uang yang lainnya. Pasar di mana pertukaran-pertukaran terjadi dikenal dengan pasar valuta asing. Pasar valuta asing tidak terbatas pada suatu lokasi khusus, ia meliputi pusat pusat keuangan dunia. Ia merupakan pasar internasuinal di mana mata uang nasional di perdagangkan. Kekuatan atau mekanisme yang mempersatukan pusat pusat keuangan di seluruh dunia pasar tunggal yang biasa kita kenal sebagai arbitrage. Dalam arbitrage kita membedakan transaksi atas dasar waktu, baik waktu pembayaran maupun waktu penyerahan. Dalam kondisi demikian, kita mengenal dua jenis transaksi atau perdagangan, yaitu transaksi spot (spot transaction) dan transaksi berjangka (future transaction). 5. Transaksi Sekuritas Derivatif Transaksi derivatif merupakan salah satu instrumen keuangan yang dipergunakan untuk menguangi resiko. Ada juga istilah yang perlu dicermati agar tidak membingungkan, yaitu perdagangan derivatif dan perdagangan berjangka (future trading). Sebetulnya masih ada satu istilah lagi yang perlu dipahami, yaitu perdagangan spot (spot trading). Jenis-jenis pasar dalam dunia financial pasar dibagi menjadi pasar komoditi, pasar uang, dan pasar modal. Pasar komoditi adalah pasar yang kegiatannya menjual belikan komoditi. Pasar uang adalah pasar yang kegiatannya menjual belikan uang. Pasar modal adalah pasar yang kegiatannya menjual belikan modal. Jenis perdagangan yaitu perdagangan spot (spot trading) dan perdagangan berjangka (future trading). Spot trading adalah perdagangan dengan waktu pembayaran dan waktu penyerahan barang pada saat terjadi transaksi. Future trading adalah proses transaksi dengan waktu pembayaran sekarang tetapi waktu penyerahan barangnya di kemudian hari. 6. BAB III

Judul: Ekonomi Internasional Disusun Oleh Kelompok 12: Manajemen-ia Universitas Muria Kudus

Oleh: Juni Mardiyanto


Ikuti kami