Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Gangguan Persyarafan (demensia) Di Era Covid 19

Oleh Lilik Pranata

263,4 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Gangguan Persyarafan (demensia) Di Era Covid 19

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Gangguan Persyarafan (DEMENSIA) Di era Covid 19 Oleh: RISKI EKO SAPUTRA (1733016) Dosen pembimbing: Ns. Lilik Pranata, M.Kes PRODI ILMU KEPERAWATAN DAN NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS 2020 IDENTITAS Nama : Tn.E Jenis kelamin : laki-laki Umur : 67 tahun Suku :Jawa Alamat : sukabangun Agama :Islam Pendidikan : Tanggal Pengkajian Smp Status Perkawinan : Menikah : Sabtu,25/09/2020 Pengkaji: Riski eko saputra I. RIWAYAT KESEHATAN Keluhan kesehatan utama saat ini : Status kesehatan saat ini  Tn E merasa dirinya merasa sudah tua dan sering kesulitan untuk mengingat.dan Tn E tidak mengetahui tentang penyakitnya yang di derita saat ini. Riwayat kesehatan yang lalu  : Tn,E tidak memiliki riwayat penyakit apapun klien juga mengatakan tidak pernah dirawat dirumah sakit seblumnya Riwayat kesehatan keluarga  : Tn,E tidak mengingat dan tidak mengetahui riwayat penyakit pada keluarganya II. AKTIVITAS/LATIHAN :  Tn,E masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, mencuci pakaian. Tn,E mampu mengikuti kegiatan beribadah. Tn,E tidak menggunakan alat bantu/protesa selama berada di panti. Tn,E sulit tidur pada siang hari karena tidak nyaman dengan kamar yang berisik. Tidur siang hanya dapat ± 1-2 jam, jika tidak dapat tidur klien lebih banyak jalan-jalan dan melamun. III. NUTRISI :  Tn.E tidak nafsu makan hanya menghabiskan ½ porsi., Tn,E hanya makan yang disediakan di panti. Tn.E terkadang tidak nafsu makan Selama berada di panti Tn,E tidak tahu berat badannya naik atau turun karena tidak pernah menimbang berat badan namun diperkirakan 50kg. IV. ELIMINASI :  Tn,E Buang Air Kecil ± 4x sehari dan Buang Air Besar biasanya 2x sehari. Tidak ada kseulitan atau masalah pada eliminasi V. ISTIRAHAT/TIDUR :  Tidur siang hanya dapat ± 1-2 jam karena keadaan kamar yang berisik dan pada malam hari tidur dengan nyeyak terkadang jika tidak dapat tidur klien lebih banyak jalan-jalan dan melamun. VI. PENGKAJIAN: Keadaan umum : a. Tanda-tanda Vital 1. Kedaan umum : Keadaan umum klien baik 2. Kesadaran : Composmentis 3. Tekanan darah : 110/70 mmHg 4. Penafasan : 20x/menit 5. Suhu : 36,5ºC 6. Tinggi badan : ± 149 cm 7. Berat badan : ± 50 kg Pengkajian fisik secara umum : 1) Kepala  Rambut : Bersih, pendek berwarna sebagian putih, tidak rontok, tidak ada benjolan. 2) Mata :  Simetris, pupil anisokor, konjungtiva ananemis, sklera Anikterik, terlihat cekung dan adanya kantung mata. 3) Hidung :  Bersih, tidak ada polip, penciuman baik, tidak ada Pembesaran sinus 4) Telinga :  Sedikit kotor, tidak ada gangguan pendengaran, tidakada cairan 5) . Leher :  Normal, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening,Tidak ada pembesaran vena jugularis 6) Dada/Thorax  Dada : Simetris antara dada kanan dan dada kiri tidak adakelainan 7) . Paru-paru :  Suara nafas vaskuler, irama reguler 8) Jantung :  Normal, tidak ada bunyi mur-mur, tidak ada bunyiGallop suara jantung 1 dan 2 normal 9) Abdomen :  Lunak, terdengar suara timpani, tidak ada distensi, 10) Hepar  tidak teraba, bising usus 8x/menit 11) Muskuloskletal :  Tidak ada tanda-tanda gangguan otot atau m kelemahan otot. 12) Keadaan lingkungan  VII. Kamar klien sedikit kurang rapih dan wangi, tercium bau, terlihat kurang nyaman PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL : 1. Dengan keluarga :  Dalam hubungan keluarga Hubungan Tn,E dengan keluarganya saat ini kurang baik karena sejak Tn,E diantar kepanti tidak ada yang pernah keluarganya. menjenguk oleh anak kandungnya atau 2. Dengan Masyarakat  Hubungan Tn,E dengan masyarakat baik, tetapi Tn,E sering melamun 3. Proses pikir (lupa, bingung, pikun, curiga)  Saat ditanya pada kejadian dahulu klien tidak mampu mengingatnya dengan baik. Kejadian yang ± 1 jam klien juga tidak mampu menginat dengan baik 4. Gangguan Perasaan (depresi, wajah tanpa ekspresi, kelelahan, acuht, mudah tersinggung)  Saat diwawancara Tn,E menunjukan wajah senang dan Tn,E terlihat sering melamun, terkadang Tn,E aktif mengajak teman sebelahnya berkomunikasi. 5. Komunikasi  Tn,E terlihat tidak ada kesulitan dalam komunikasi, lancar menggunakan bahasa Indonesia 6. Orientasi (tempat, waktu, dll)  Tn.E terlihat tidak ada kesulitan dalam komunikasi, lancar menggunakan bahasa indonesia VIII. PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN : Tn,E mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, mencuci pakaian.dan Tn,E mampu mengikuti kegiatan beribadah. Tn,E tidak menggunakan alat bantu/protesa selama berada di panti. IX. DIAGNOSA KEPERAWATAN : No. 1. Diagnosa Keperawatan  Nama Jelas Perubahan proses pikir berhubungan proses hilang Riski Eko Saputra ingatan/memori  Resiko perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan sensori.  Perubahan pola tidur perubahan lingkungan berhubungan dengan X. INTERVENSI KEPERAWATAN No. Diagnosa Keperawatan   Perubahan Tujuan  Mampu Intervensi  Kaji derajat Rasional  Nama Jelas Memberikan proses pikir mengembangk gangguan dasar berhubungan an strategi kognitif, perbandingan proses hilang untuk seperti yang akan ingatan/memori. mengatasi perubahan dating dan anggapan diri orientasi, memengaruhi yang negative rentang rencana perhatian intervensi. RISKI EKO kemampuan Catatan : SAPUTRA berpikir. evaluasi Bicarakan orientasi secara dengan berulang dapat keluarga meningkatkan mengenai respons yang perubahan negative/tingkat perilaku frustasi. Resiko perubahan  Beri  Motivasi terjadi nutrisi : kurang dari  Mengubah pola dukungan saat klien kebutuhan tubuh asupan yang untuk mengidentifikas berhubungan bener. penurunan i kebutuhan berat badan. berarti. perubahan sensori.  Perubahan pola tidur   berhubungan dengan perubahan lingkungan Jangan  Irama sirkadian . Memahami menganjurk (siklus tidur- faktor an klien bangun) yang penyebab tidur siang tersinkronisasi gangguan pola apabila disebabkan oleh tidur. berakibat tidur siang yang efek singkat. negative terhadap tidur pada malam hari. XI. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Hari/Tanggal Waktu No.DP Pelaksanaan Keperawatan  Memberikan dasar perbandingan yang akan Nama Jelas 13 september 2020 09.00 Dp,1 dating dan memengaruhi rencana intervensi. Catatan : evaluasi orientasi secara berulang dapat Riski eko saputra meningkatkan respons yang negative/tingkat frustasi. 13 september 2020 11.00 Dp,2  Memotivasi terjadi saat klien mengidentifikasi kebutuhan berarti.  Meirama sirkadian (siklus tidur-bangun) yang 13 september 2020 13.00 Dp,3 tersinkronisasi disebabkan oleh tidur siang yang singkat. Riski eko saputa Riski eko saputra XII. EVALUASI KEPERAWATAN Hari/Tanggal Waktu No.DP Evaluasi Keperawatan Nama Jelas S : Klien tidak dapat menyebutkan hari, tanggal, tahun saat ini. Klien hanya mampu menyebutkan namanya, dan sedang berada di panti 14 september 2020 09.00 1 Riski eko O : , Klien tidak mengalami bahaya atau cidera saputra A : Masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan S : klien dapat menghabiskan makannya 1 porsi dengan baik. 14 september 2020 11.00 2 O : Napsu makan klien bertambah Riski eko saputa A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan 14 september 2020 S : klien masih sering lupa mandi menggunakan sabun, 13.00 3 mencuci tangan menggunakan sabun dan keramas menggunakan shampo Riski eko saputa O : Klien terlihat rapi dan bersih namun tercium bau pada badan dan tangannya A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

Judul: Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Gangguan Persyarafan (demensia) Di Era Covid 19

Oleh: Lilik Pranata


Ikuti kami