Laporan Kasus 3 Tutorial Keperawatan Komunitas Dan K3 - Asuhan Keperawatan Komunitas

Oleh Jihan Salimah Aribah

380,5 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Kasus 3 Tutorial Keperawatan Komunitas Dan K3 - Asuhan Keperawatan Komunitas

LAPORAN TUTORIAL KEPERAWATAN KOMUNITAS DAN K3 KASUS III: ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Disusun oleh: Jihan Salimah Aribah 220110160092 FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2018 A. Pengkajian a. Data Inti 1. Sejarah komunitas  n/a 2. Tipe komunitas  masyarakat urban, struktur politik: n/a, distribusi kekuatan komunitas: n/a 3. Data demografi 2 Komposisi Penduduk Pria di Kelurahan A, B, dan C Berdasarkan Usia 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 Kelurahan A Kelurahan B Kelurahan C 1-4 thn 5-9 thn 10-14 thn 15-19 thn 20-24 thn 25-29 thn 30-34 thn 35-39 thn 40-44 thn 45-49 thn 50-54 thn 55-59 thn 60-64 thn >65 thn Gambar 1.1 Komposisi Penduduk Pria Berdasarkan Usia Komposisi Penduduk Wanita di Kelurahan A, B, dan C berdasarkan Usia 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 kelurahan A Kelurahan B Kelurahan C 1-4 thn 5-9 thn 10-14 thn 15-19 thn 20-24 thn 25-29 thn 30-34 thn 35-39 thn 40-44 thn 45-49 thn 50-54 thn 55-59 thn 60-64 thn >65 thn Gambar 1.2 Komposisi Penduduk Wanita di Kelurahan A, B, dan C berdasarkan Usia Gambar 1.1 Menunjukkan komposisi penduduk pria berdasarkan usia dengan jumlah 11.954 jiwa di Kelurahan A, 9.647 jiwa di Kelurahan B, dan 5.269 jiwa di Kelurahan C. Total keseluruhan penduduk pria di tiga kelurahan tersebut adalah 26.870 jiwa. 3 Gambar 1.2 Menunjukkan komposisi penduduk wanita berdasarkan usia dengan jumlah 11.325 jiwa di Kelurahan A, 9.282 jiwa di Kelurahan B, 4.800 jiwa di Kelurahan C. Total keseluruhan penduduk wanita di tiga kelurahan tersebut adalah 25.407 jiwa. Dari data tersebut, terlihat di tiga kelurahan tersebut sebagian besar berusia produktif, terlihat dari jumlah penduduk yg berusia 15-49 tahun lebih banyak dibandingkan yang lainnya. 4. Statistik vital - Angka kematian kasar  Total kematian bayi, balita, ibu hamil, ibu bersalin, dan angka kematian kasar: 153 orang - Penyebab kematian  bayi: IUFD dan asfiksia (5 kejadian), balita: DBD (1 kejadian), ibu hamil & bersalin: n/a, usia lanjut: penyakit degeneratif - Penyakit yang paling sering diderita: ISPA, myalgia, hipertensi - Nilai dan keyakinan  n/a b. Data subsistem 1. Geografis - Batas wilayah: n/a - Memiliki 3 kelurahan - Lokasi  700-750 mdpl - Curah hujan  2400 mm3 - Keadaan suhu rata-rata: 28-30oC - Kelembaban di 3 kelurahan tinggi - Kondisi tanah  perbukitan, mudah longsor - Beberapa daerah jauh dan sulit akses ke pelayanan kesehatan - Lingkungan fisik  sungai, air sumur, udara, hutan, lahan perhatian, air irigasi dalam kondisi baik 2. Pelayanan kesehatan dan sosial - Beberapa daerah kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan - Tenaga kesehatan tidak bisa tersebar merata untuk melakukan pelayanan kesehatan di lapangan karena keterbatasan akses 3. Ekonomi: n/a 4. Keamanan dan transportasi: n/a 5. Pemerintah dan politik: n/a 6. Komunikasi: n/a 4 7. Pendidikan: n/a 8. Rekreasi: n/a B. Analisa Data & Diagnosa Keperawatan Data Objektif Penarikan Diagnosa 1. Curah hujan yang tinggi di 3 kelurahan Tingginya angka kejadian penyakit 2. 10 penyakit paling umum  ISPA menjadi ISPA di daerah UPT Puskesmas X nomor 1 3. Beberapa berhubungan dengan: daerah kesulitan menjangkau pelayanan kesehatan 1. Keterbatasan pelayanan akses ke kesehatan di beberapa daerah 2. Kurangnya pendidikan kesehatan berkaitan dengan ISPA (gejala, asuhan keperawatan mandiri) 3. Kurangnya sosialisasi gaya hidup sehat (seperti membuka ventilasi rumah) 1. Penyebab kematian untuk usia 5 tahun keatas Resiko terjadinya peningkatan angka ditemukan sebagian besar golongan usia lanjut. kesakitan pada lansia di UPT 2. Tingginya kasus-kasus penyakit degeneratif serta Puskesmas X berhubungan dengan : timbulnya kasus-kasus penyakit yang disebabkan perilaku. 3. Beberapa 1. Keterbatasan pelayanan daerah kesulitan pelayanan kesehatan menjangkau akses kesehatan ke di beberapa daerah 2. Kurangnya pendidikan kesehatan berkaitan dengan penyakit degeneratif dan kesehatan lansia 1. Ada riwayat kasus kematian bayi akibat IUFD Resiko terjadinya peningkatan angka sebanyak 5 kasus 2. Beberapa daerah pelayanan kesehatan kematian bayi di UPT Puskesmas X kesulitan menjangkau berhubungan dengan: 1. Keterbatasan pelayanan akses kesehatan ke di beberapa daerah 5 2. Kurangnya pendidikan kesehatan untuk ibu hamil (terutama berkaitan dengan IUFD) 1. Ada riwayat kasus kematian balita akibat DBD Resiko terjadinya peningkatan angka sebanyak 1 kasus kematian balita di UPT Puskesmas X 2. Keadaan geografis: berada di dataran tinggi (700- berhubungan dengan: 750 mdpl), curah hujan yang tinggi di 3 3 kelurahan (2400 mm ) 3. Beberapa daerah kesulitan mencapai fasilitas pelayanan kesehatan 1. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan ke di beberapa daerah 2. Kurangnya kesehatan dalam pendidikan untuk keluarga mengenali penyakit DBD 3. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan gaya hidup sehat terutama memberantas vektor untuk DBD (gerakan 3M) 6 C. Perencanaan No Diagnosa Keperawatan Tujuan Jangka Panjang 1 kejadian Setelah dilakkan penyakit ISPA di daerah UPT tindakan keperawatan Puskesmas X berhubungan sealama 2 minggu dengan: diharapkan 1. Keterbatasan akses ke msyarakat di UPT Peskesmas X pelayanan kesehatan terhindar dari di beberapa daerah penyakit ISPA Tingginya angka 2. Kurangnya pendidikan kesehatan berkaitan dengan ISPA (gejala, asuhan keperawatan mandiri) Intervensi Jangka Pendek Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di UPT Puskesmas X diharapkan : 1. Pengetahuan masyarakat tentang ISPA dengan cara menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat, pencegahan serta cara perawatanny a Evaluasi Kriteria 1. Berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan masyarakat dalam membuat akses jalan ke pelayanan kesehatan 2. Membuat puskesling untuk keadaan darurat dalam memberikan pelayanan kesehatan 3. Bina hubungan saling percaya antara mahasiswa dengan masyarakat 4. Berikan pendidikan kesehatan tentang Masyarakat memahami pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat, pencegahan serta cara perawatannya penyakit ISPA Sasaran 1. 90% masyarakat di UPT Puskesmas X menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat, pencegahan serta cara perawatannya penyakit ISPA 2. 80% keluarga yang memiliki anggota keluarga yang terserang gejala ISPA memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan 7 5. 2 Resiko terjadinya Setelah dilakukan Setelah dilakukan peningkatan angka kesakitan tindakan tindakan pada keperawatan lansia di UPT keperawatan Puskesmas X berhubungan selama 2 minggu selama 3x30 dengan : diharapkan Lansia Lansia menit di UPT 1. Keterbatasan akses ke Di UPT Puskesmas Puskesmas pelayanan kesehatan X di beberapa daerah 2. Kurangnya meningkatkan 1. Pengetahuan kesehatan Lansia pendidikan kesehatan lansia dengan tentang dengan optimal 2. dapat diharapkan : status berkaitan 1. perawatan penyakit degeneratif penyakit dan kesehatan lansia degeneratif dan perubahan- 3. pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat, pencegahan serta cara perawatannya. Lakukan penyebaran leaflet tentang penyakit ISPA Berkoordinasi 1. Peningkatan dengan aparat pengetahuan pemerintah dan masyarakat masyarakat dalam tentang cara membuat akses perawatan lansia jalan ke pelayanan 2. Adanya motivasi kesehatan lansia dalam Membuat memeriksakan puskesling untuk kesehatan secara keadaan darurat rutin dalam memberikan pelayanan kesehatan Kaji tingkat pengetahuan Keluarga Lansia tentang perawatan penyakit degeneratif pada 1. 90% Lansia dan Keluarga Lansia dapat menyebutkan tentang penyakit degeneratif dan cara perawatannya. 2. 80% lansia secara rutin memeriksakan kesehatan ke posbindu/pelayanan kesehatan 3. 70% lansia mengikuti program lansia seperti prolanis dan senam lansia 8 perubahan pada lansia 2. Keluarga Lansia 4. mampu menjelaskan tentang perawatan penyakit degeneratif pada lansia 3. Pengetahuan 5. keluarga tentang cara merawat 6. lansia dengan penyakit degeneratif, dengan cara mampu menyebutkan pengertian, 7. lansia dan perubahanperubahan pada lansia Berikan pendidikan kesehatan tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab serta akibat dan cara perawatan Lansia dengan penyakit degeneratif. Motivasi Lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan Lakukan penyebaran leaflet tentang penyakit degeneratif pada lansia Menghidupkan kembali program yang mendukung kesehatan lansia, seperti prolanis dan senam lansia. penyebab, 9 tanda dan gejala, akibat serta perawatan lansia dengan penyakit degeneratif 3 Resiko terjadinya peningkatan angka kematian bayi di UPT Puskesmas X berhubungan dengan: 1. Keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan di beberapa daerah 2. Kurangnya pendidikan kesehatan untuk ibu (terutama hamil berkaitan dengan IUFD) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 minggu diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan status kesehatan ibu dan janin secara optimal sampai dengan persalinan. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x30 menit masyarakat di UPT Puskesmas X diharapkan : 1. Angka kematian bayi di puskesmas berkurang menjadi 70%. 2. Pengetahuan ibu hamil dan keluarga dengan IUFD dengan cara 1. Berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan masyarakat dalam membuat akses jalan ke pelayanan kesehatan 2. Membuat puskesling untuk keadaan darurat dalam memberikan pelayanan kesehatan 3. Kaji tingkat pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, faktor 1. Peningkatan 1. 90% ibu hamil dan pengetahuan ibu keluarga dapat hamil tentang menyebutkan IUFD tentang IUFD dan 2. Adanya cara pencegahan motivasi ibu 2. 80% ibu hamil hamil untuk mengunjungi pemeriksaan pelayanan kesehatan antenatal secara untuk melakukan rutin. antenatal care 10 4 Setelah dilakukan peningkatan angka kematian tindakan keperawatan balita di UPT Puskesmas X selama 2 minggu berhubungan dengan: diharapkan dapat 1. Keterbatasan akses ke meningkatkan status kesehatan pelayanan kesehatan balita secara di beberapa daerah optimal Resiko terjadinya 2. Kurangnya pendidikan kesehatan menyebutkan resiko dan pengertian, pencegahan IUFD tanda dan 4. Berikan pendidikan gejala, kesehatan tentang penyebab, tentang pengertian, faktor resiko tanda dan gejala, serta penyebab, faktor pencegahan resiko dan pencegahannya IUFD 5. Motivasi Ibu hamil dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan antenatal 6. Lakukan penyebaran leaflet tentang IUFD Setelah dilakukan 1. Berkoordinasi 1. Peningkatan 1. 90% ibu hamil dan tindakan dengan aparat pengetahuan keluarga dapat keperawatan selama pemerintah dan masyarakat menyebutkan 3x30 menit masyarakat tentang DBD tentang DBD dan masyarakat di UPT dalam 2. Masyarakat menerapkan gerakan Puskesmas X membuat akses memahami 3M diharapkan : jalan ke pengertian, 2. Semua keluarga yang 1. Angka pelayanan penyebab, tanda memiliki anggota kematian kesehatan dan gejala, akibat, keluarga yang balita di 2. Membuat pencegahan serta terserang gejala puskesmas X puskesling cara DBD memeriksakan berkurang. untuk keadaan 11 untuk keluarga dalam mengenali penyakit DBD 3. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan gaya hidup sehat terutama untuk memberantas vektor DBD (gerakan 3M) 2. Pengetahuan masyarakat tentang DBD dengan cara menyebutkan pengertian, tanda dan gejala, penyebab, faktor resiko serta pencegahan 3. Masyarakat mampu menerapkan gaya hidup sehat terutama untuk memberantas vektor DBD (gerakan 3M) darurat dalam perawatannya memberikan penyakit DBD pelayanan 3. Masyarkat kesehatan menerapkan 3. Kaji tingkat gerakan 3M untuk pengetahuan memberantas masyarakat vektor penyebab tentang DBD. pengertian, tanda dan gejala, penyebab, faktor resiko dan pencegahan DBD 4. Berikan pendidikan kesehatan tentang tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, faktor resiko dan pencegahanny a DBD 5. Berikan penyuluhan diri ke pelayanan kesehatan 12 tentang cara memberantas vektor gerakan 3M 6. Lakukan penyebaran leaflet tentang DBD 13

Judul: Laporan Kasus 3 Tutorial Keperawatan Komunitas Dan K3 - Asuhan Keperawatan Komunitas

Oleh: Jihan Salimah Aribah


Ikuti kami