Uji Korelasi Pengaruh Perkembangan Transportasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Viera Mustika Octaviani

Oleh Viera Mustika Octaviani

482,7 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Uji Korelasi Pengaruh Perkembangan Transportasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Viera Mustika Octaviani

UJI KORELASI PENGARUH PERKEMBANGAN TRANSPORTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Viera Mustika Octaviani Mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pasundan, octavianiviera28@gmail.com Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Universitas Pasundan Bandung Jl. Dr. Setiabudhi No.193, Kota Bandung I. Pendahuluan Dengan dibangunnya sarana transportasi, kegiatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pembangunan pada kawasan yang mempunyai potensi ekonomi tinggi akan lebih mudah dikembangkan. Kegiatan ekonomi masyarakat ini akan berkembang apabila mempunyai prasarana dan sarana transportasi yang baik untuk aksesibilitas. Aksesibilitas ini dapat memacu proses interaksi antar wilayah sampai ke daerah yang paling terpencil sehingga tercipta pemerataan pembangunan. Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan perkembangan wilayah baik itu daerah perdesaan maupun daerah yang lainnya. Sistem transportasi yang ada dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumberdaya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi didaerah ini menyebabkan pengurangan konsentrasi tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan ketrampilan pada wilayah tertentu, selain itu transportasi juga untuk membuka peluang kegiatan perdagangan antar wilayah dan mengurangi perbedaaan antar wilayah sehingga mendorong terjadinya pembangunan antar wilayah. Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan isolasi dan memberi stimulan ke arah perkembangan di semua bidang kehidupan, baik perdagangan, industri maupun sektor lainnya. Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah perdesaan atau daerah semi urban atau urban di negara-negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Akses terhadap informasi, pasar, dan jasa masyarakat dan lokasi tertentu, serta peluangpeluang baru kesemuanya merupakan kebutuhan yang penting dalam proses pembangunan.  Transportasi Merupakan Tolok Ukur Interaksi antar Wilayah Suatu wilayah tertentu bergantung pada wilayah lain. Demikian juga wilayah lain memiliki ketergantungan pada wilayah tertentu. Diantara wilayahwilayah tersebut, terdapat wilayah-wilayah tertentu yang memiliki kelebihan dibanding yang lain sehingga wilayah tersebut memiliki beberapa fasilitas yang mampu melayani kebutuhan penduduk dalam radius yang lebih luas, sehingga penduduk pada radius tertentu akan mendatangi wilayah tersebut untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan.  Peran Transportasi dalam Pengembangan Wilayah Semakin baik suatu jaringan transportasi maka aksesibilitasnya juga semakin baik sehingga kegiatan ekonomi juga semakin berkembang. Contoh dari betapa pentingnya peran transportasi bagi pengembangan wilayah perkotaan adalah fenomena yang terjadi pada daerah ibu kota jakarta, daerah ibu kota mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan adanya sarana transportasi yang memadai. Kemajuan yang sangat pesat ini memberikan beban yang sangat berat pada daya dukung lingkungannya. Perkembangan ini didukung pula oleh adanya akses jalan tol sehingga memudahkan mobilisasi penduduk antar wilayah. Keadaan ini memicu fenomena berkembangnya kota baru/ pemukiman berskala besar, seiring dengan berkembangnya kawasan industri. Kota-kota Baru tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan beserta berbagai sarana pendukungnya, serta aktivitas kawasan industri sebagai basis ekonomi kota baru. Akibat dari pembanguan dari tol ini maka muncul beberapa kota-kota baru.  Angkutan Sebagai Prasarana Ekonomi. Fungsi transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan akan angkutan penumpang tergantung fungsi bagi kegunaan seseorang artinya seseorang dapat mengadakan perjalanan untuk kebutuhan pribadi atau untuk keperluan usaha. Faktor-faktor kebutuhan ekonomis yang berhubungan dengan angkutan dari suatu jenis barang, tergantung daripada sifat barang dan kegunaan ekonomisnya. Jadi trasportasi menciptakan kegunaan tempat dengan mengangkut suatu jenis barang dari suatu tempat ke tempat yang bersangkutan. Dalam menentukan biaya trasportasi, beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain : 1. Perbandingan antara bobot dan volume barang. 2. Kemungkinan kerusakan barang. 3. Kemungkinan merusak barang lain. 4. Harga pasar dari barang tersebut. 5. Jarak angkutan. 6. Keteraturan dan volume barang. 7. Tingkat persaingan dengan sarana angkutan lain baik intermoda maupun intcamoda. 8. Biaya yang berhubungan dengan jasa-jasa yang dihasilkan. 9. Faktor-faktor khusus yang memungkinkan mempengaruhi angkutan. Sedangkan, istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata hupo dan thesis. Hupo artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya. Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis, yaitu hipotesis nol dan alternatif. Pada statistik, hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara parameter dengan statistik, atau tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran sampel. Dengan demikian hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena memang peneliti tidak mengharapkan adanya perbedaan data populasi dengan sampel.selanjutnya hipotesis alternatif adalah lawan hipotesis nol, yang berbunyi ada perbedaan antara data populasi dengan data sampel. Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori. Karena hipotesis adalah pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya, sehingga istilah hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan/pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Hipotesis statistik ialah suatu pernyataan tentang bentuk fungsi suatu variabel atau tentang nilai sebenarnya suatu parameter. Suatu pengujian hipotesis statistik ialah prosedur yang memungkinkan keputusan dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis yang sedang dipersoalkan/diuji. Ho dapat berisikan tanda kesamaan (equality sign) seperti : = , ≤ , atau ≥. Bilamana Ho berisi tanda kesamaan yang tegas (strict equality sign) = , maka Ha akan berisi tanda tidak sama (not-equality sign). Jika H0 berisikan tanda ketidaksamaan yang lemah (weak inequality sign) ≤ , maka Ha akan berisi tanda ketidaksamaan yang kuat (stirct inequality sign) > ; dan jika H0 berisi ≥, maka Ha akan berisi <. II. Tinjauan Teori a. Transportasi Transportasi ialah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari satu tempat ketempat yang lain. Dalam trasportasi ada dua unsur yang terpenting yaitu: 1. Pemindahan atau pergerakan (muatan). 2. Secara fisik mengubah tempat dari harga (komoditi) dan penumpang ke tempat lain. (Fidel Miro, 2005) Dalam pengertian lain transportasi diartikan sebagai usaha pemindahan atau pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya dengan menggunakan suatu alat tertentu. Dengan demikian maka transportasi memiliki dimensi seperti lokasi (asal dan tujuan), alat (teknologi) dan keperluan tertentu (Miro,1997). Sistem transportasi selalu berhubungan dengan kedua dimensi tersebut, jika salah satu dari ketiga dimensi tersebut tidak ada maka bukanlah termasuk transportasi. Sementara itu sistem transportasi terdiri dari beberapa sistem makro yaitu (Tamin, 1997) : 1. 2. 3. 4. Sistem kegiatan Sistem jaringan prasarana transportasi Sistem pergerakan lalu lintas Sistem kelembagaan Keempat sistem tersebut saling berinteraksi membentuk sistem transportasi secara makro. Interaksi antar sistem kegiatan dan sistem jaringan akan menimbulkan pergerakan manusia/barang dalam bentuk pergerakan kendaraan. Perubahan pada sistem kegiatan akan membawa pengaruh pada sistem jaringan melalui suatu perubahan pada tingkat pelayanan pada sistem pergerakan. Begitu pula dengan perubahan pada sistem jaringan akan mengakibatkan sistem kegiatan melalui peningkatan mobilitas dan aksesibillitas dari sistem pergerakan tersebut. Sistem pergerakan sangat penting dalam mengakomodasikan sistem pergerakan agar tercipta sistem pergerakan yang lancar dan selanjutnya akan berpengaruh pula pada sistem jaringan kegiatan, jadi ketiganya saling mempengaruhi. Transportasi mempunyai jangkauan pelayanan, yang diartikan sebagai batas geografis pelayanan yang diberikan oleh transportasi kepada pengguna transportasi tersebut. Jangkauan pelayanan ini didasarkan pada lokasi asal dan tujuan. Sistem transportasi merupakan suatu satuan dari elemen-elemen yang saling mendukung dalam pengadaan transportasi. Elemen-elemen transportasi tersebut adalah (Morlok,1991):      Manusia dan barang (yang diangkut) Kendaraan dan peti kemas (alat angkut) Jalan (tempat alat angkut bergerak) Terminal Sistem pengoperasian Sedangkan Khisty and Lall, 2003 menyatakan bahwa empat elemen utama transportasi adalah : 1. Sarana perhubungan (link) : jalan raya atau jalur yang menghubungkan dua titik atau lebih. Pipa, jalur darat, jalur laut, dan jalur penerbangan juga dapat dikategorikan sebagai sarana perhubungan. 2. Kendaraan : alat yang memindahkan manusia dan barang dari satu titik ke titik lainnya di sepanjang sarana perhubungan. Contohnya mobil, bis, kapal, dan pesawat terbang. 3. Terminal : titik-titik dimana perjalanan orang dan barabg dimulai atau berakhir. Contoh : garasi mobil, lapangan parkir, gudang bongkar muat, dan Bandar udara. 4. Manajemen dan mengoperasikan, tenaga kerja mengatur dan : orang-orang memelihara yang sarana membuat, perhubungan, kendaraan dan terminal. Keempat elemen di atas berinteraksi dengan manusia, sebagai pengguna maupun nonpengguna sistem, dan berinteraksi pula dengan lingkungan.  Dalam transportasi kita dapat melihat dua kategori yaitu : Pertama : Pemindahan bahan-bahan menggunakan alat angkut. dan hasil produksi dengan Kedua : Mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain.  Pembagian fungsi trasportasi dapat di golongkan atas dua bagian : 1. Angkutan penumpang : untuk pengangkutan penumpang digunakan mobil atau kendaraan pribadi dan alat angkut lainnya. 2. Selain kendaraan pribadi yang untuk mengangkut penumpang, digunakan pula kendaraan umum seperti bis, pesawat udara, kereta api, kapal laut, kapal penyeberangan, dan pelayaran samudra luar negeri. b. Aksesibilitas Aksesibiltas adalah konsep yang menggabungkan pengaturan tata guna lahan secara geografis dengan sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya. Dengan perkataan lain aksesibilitas adalah suatu ukuran kenyamanan bagaimana lokasi tataguna lahan berintekasi satu dengan yang lain dan bagaimana mudah dan susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi.  Klasifikasi tingkat aksesibilitas: Dari tabel diatas menunjukkan suatu tempat dikatakan ”aksesibel” jika sangat dekat dengan tempat lainnya, dan ”tidak aksesibel” jika berjauhan. Konsep ini sangat sederhana dimana hubungan transportasi dinyatakan dalam jarak (km), Saat ini jarak merupakan suatu variabel yang tidak begitu cocok, karena orang lebih cenderung menggunakan variabel waktu tempuh sebagai ukuran aksesibilitas.  Pengukuran Aksesibiltas di daerah perkotaan : Black dan Conroy (1977) membuat ringkasan cara mengukur aksesibilitas di dalam daerah perkotaan. Daerah perkotaan dibagi menjadi N zona dan semua aktifitas terjadi di pusat zona. Aktivitas diberi notasi A. Aksesibiltas suatu zona adalah ukuran intensitas di lokasi tataguna lahan (misal: jumlah lapangan kerja) pada setiap zona di dalam kota tersebut dan kemudahan untuk mencapai zona tersebut melalaui sistem jaringan transportasi. * Ukuran fisik aksesibilitas Hansen (1959) ”How Accebility Shapes Land Use” Ki = aksesibilitas zona i ke zona lainnya (j) Aj = ukuran aktivitas pada setiap zona j tij = ukuran waktu atau biaya dari zona asal i ke zona tujuan j. c. Mobilitas Mobilitas adalah suatu ukuran kemampuan seseorang untuk bergerak yang biasanya dinyatakan dengan kemampuannya membayar biaya transportasi. Jika aksesibilitas ke suatu tempat tinggi, maka mobilitas orang ke tempat tersebut juga tinggi selama biaya aksesibilitas ke tempat tersebut mampu dipenuhi. d. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah kondisi dimana meningkatnya pendapatan karena terjadi peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan pendapatan tersebut tidak dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk, dan dapat kita lihat dari output yang meningkat, perkembangan teknologi, dan berbagai inovasi di bidang sosial. Pertumbuhan Ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perekonomian negara dalam jangka waktu tertentu untuk menuju kondisi ekonomi yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan melalui kenaikan pendapatan nasional. Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi pernah memberikan penjelasan tentang pengertian ekonomi, diantaranya adalah: 1. Adam Smith Pengertian pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith adalah perubahan tingkat ekonomi pada suatu negara yang bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka output atau hasil dari suatu negara akan ikut bertambah. 2. Sadono Sukimo (1985) Menurut Sadono Sukimo, pengertian pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi, maka harus dilakukan perbandingan pendapatan nasional negara dari tahun ke tahun, yang kita kenal dengan laju pertumbuhan ekonomi. 3. Budiono (1994) Menurut Budiono, pengertian pertumbuhan eknomoi adalah sebuah proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada peningkatan output yang bersumber dari proses intern perekonomian itu sendiri dan sifatnya sementara. Artinya, pertumbuhan tersebut sifatnya self generating yang menghasilkan suatu kekuatan atau momentum untuk kelangsungan pertumbuhan ekonomi di periode berikutnya. 4. M. P. Todaro Menurut Budiono, definisi pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses yang mantap dimana kapasitas produksi suatu perekonomian mengalami peningkatan sepanjang waktu dan menghasilkan peningkatan pendapatan nasional. 5. Prof. Simon Kuznets Menurut Prof. Simon Smith Kuznets, arti pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada masyarakatnya. Kemampuan tersebut tumbuh seturut dengan perkembangan teknologi, ideologi, dan penyesuaian kelembagaan negara tersebut. 6. Menurut Para Ekonom Klasik Beberapa ekonom klasik (Adam Smith, David Ricarado, Thomas Robert Malthus, dan John Stuart Mill) dan juga ekonom neoklasik (Robert Sollow, Trevor Swan), setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi eknomi sebuah negara, diantaranya:     Jumlah penduduk Jumlah stok barang modal Luas tanah dan kekayaan alamnya Kemajuan teknologi e. Uji Korelasi Korelasi Sederhana merupakan suatu Teknik Statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan 2 Variabel dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan antara 2 Variabel tersebut dengan hasil yang sifatnya kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud disini adalah apakah hubungan tersebut ERAT, LEMAH, ataupun TIDAK ERAT sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya Linear Positif ataupun Linear Negatif.   Rumus Pearson Product Moment  o Koefisien Korelasi Sederhana disebut juga dengan Koefisien Korelasi Pearson karena rumus perhitungan Koefisien korelasi sederhana ini dikemukakan oleh Karl Pearson yaitu seorang ahli Matematika yang berasal dari Inggris. o Rumus yang dipergunakan untuk menghitung Koefisien Korelasi Sederhana adalah sebagai berikut : (Rumus ini disebut juga dengan Pearson Product Moment).  Rumus Korelasi r= nΣxy – (Σx) (Σy) . 2 √{nΣx² – (Σx)²} {nΣy 2 – (Σy) } Dimana : n = Banyaknya Pasangan data X dan Y Σx = Total Jumlah dari Variabel X Σy = Total Jumlah dari Variabel Y 2 Σx = Kuadrat dari Total Jumlah Variabel X 2 Σy = Kuadrat dari Total Jumlah Variabel Y Σxy= Hasil Perkalian dari Total Jumlah Variabel X dan Variabel Y o Bentuk hubungan antar dua variable Korelasi Linear Positif (+1) o Perubahan salah satu Nilai Variabel diikuti perubahan Nilai Variabel yang lainnya secara teratur dengan arah yang sama. Jika Nilai Variabel X mengalami kenaikan, maka Variabel Y akan ikut naik. Jika Nilai Variabel X mengalami penurunan, maka Variabel Y akan ikut turun. o Apabila Nilai Koefisien Korelasi mendekati +1 (positif Satu) berarti pasangan data Variabel X dan Variabel Y memiliki Korelasi Linear Positif yang kuat/Erat. o Bentuk hubungan antar dua variable Korelasi Linear Negatif (-1) o Perubahan salah satu Nilai Variabel diikuti perubahan Nilai Variabel yang lainnya secara teratur dengan arah yang berlawanan. Jika Nilai Variabel X mengalami kenaikan, maka Variabel Y akan turun. Jika Nilai Variabel X mengalami penurunan, maka Nilai Variabel Y akan naik. o Apabila Nilai Koefisien Korelasi mendekati -1 (Negatif Satu) maka hal ini menunjukan pasangan data Variabel X dan Variabel Y memiliki KorelasiLinear Negatif yang kuat/erat. o Tidak Berkorelasi (0) o Kenaikan Nilai Variabel yang satunya kadangkadang diikut dengan penurunan Variabel lainnya atau kadang-kadang diikuti dengan kenaikan Variable yang lainnya. Arah hubungannya tidak teratur, kadang-kadang searah, kadang-kadang berlawanan. o Apabila Nilai Koefisien Korelasi mendekati 0 (Nol) berarti pasangan data Variabel X dan Variabel Y memiliki korelasi yang sangat lemah atau berkemungkinan tidak berkorelasi. III. Aplikasi Dalam SPSS a. Signifikasi  Berkenaan dengan besaran angka, jika 0, maka artinya tidak ada kolerasi sama sekali dan jika kolerasi 1 berarti kolerasi sempurna, hal ini berarti bahwa semakin mendekati 1 atau -1 maka hubungan dua variabel semakin kuat. Sebaliknya, jira r (koefisien korelasi) mendekati 0 maka hubungan dua variabel lemah. Sebagai standarisasi, angka korelasi diatas 0,5 menunjukan kolerasi yang cukup kuat, sedangkan dibawah 0,5 kolerasi lemah.  Selain besarnya korelasi, tanda korelasi juga berpengaruh pada penafsiran hasil. Tanda negatif (-) pada output menunjukan adanya arahan yang berlawanan, sedangkan tand positif (+) pada output menunjukan adanya arahan yang sama.  b. Dasar Pengabilan Keputusan Berdasarkan nilai signifikansi : Jika nilai signifikansi > dari 0,5, maka kesimpulannya tidak terdapat kolerasi, sedangkan jika < dari 0,5, maka terdapat korelasi.  Berdasarkan tanda bintang (*) yang diberikan SPSS : Jika terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis terjadi korelasi, sebaliknya jika tidak terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis tidak terjadi korelasi. IV. Hasil dan Pembahasan a. Tahapan Pengerjaan Berikut merupakan langkah-langkah dalam menggunakan Uji Korelasi pada SPSS, diantaranya: 1. Buka SPSS 2. Klik Variabel View, kemudian pada bagian Name tulis saja Pendapatan, kemudian di baris selanjutnya Aksesibilitas, kemudian di baris ketiga selanjutnya mobilitas pada kolom Type ubah menjadi Numeric. Kemudian pindahkan ke bagian Data View dan lengkapi data seperti gambar di bawah ini. 3. Klik menu Analyze, kemudian pilih Correlate, dan klik Bivariate 4. Selanjutnya akan muncul kotak dengan nama Bivariate Correlations, masukan variabel Pendapatan, Aksesibilitas, Mobilitas ke dalam kolom variables. Correlation Coefficients sudah Pastikan kolom mencentang Pearson, kemudian kolom Test Of Significance sudah mencentang Two Tailed. Dan Flag Significant Correlation juga sudah dicentang. 5. Klik OK, maka akan keluar hasil sebagai berikut. Dalam pengambilan keputusan, dapat dilihat dari nilai Signifikansi dan nilai Pearson pada Tabel Correlation. Maka dapat dilihat 2 pertimbangan :  Berdasarkan Nilai signifikansi : dari output diatas, diketahui antara Pendapatan dengan Aksesibilitas, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan. Selanjutnya antara Pendapatan dengan Mobilitas nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan. Terakhir Aksesibilitas dengan Mobilitas nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan.  Melihat Nilai Pearson Correlation : dari output diatas, diketahui bahwa nilai Pearson Correlation yang dihubungkan antara variabel mempunyai tanda bintang, ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan. Daftar Pustaka http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-transportasimenurut-para.html. Maret,06 2018. http://kelaspkn.blogspot.co.id/2017/03/161310670-03-pengaruhperkembangan.html. Maret,06 2018. http://arminsiparacca07.blogspot.co.id/2011/03/pengaruh-perkembangantransportasi.html. Maret,06 2018. https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertian-pertumbuhanekonomi.html. Maret,06 2018.

Judul: Uji Korelasi Pengaruh Perkembangan Transportasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Viera Mustika Octaviani

Oleh: Viera Mustika Octaviani


Ikuti kami