Hubungan Caring Leadership Kepala Ruang Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan

Oleh Maria Y U L I T A Meo

138,5 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Hubungan Caring Leadership Kepala Ruang Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan

HUBUNGAN CARING LEADERSHIP KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN Maria Yulita Meo1 , Luky Dwiantoro2 , Sarah Ullya3 1 Departemen Manajemen Keperawatan, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nusa Nipa 2 Departemen Manajemen Keperawatan, Program Studi Ilmu Keperawatan,Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 3 Departemen Manajemen Keperawatan, Program Studi Ilmu Keperawatan,Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Email: yulitameo07@gmail.com Latar belakang Pelayanan keperawatan memberi kontribusi dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan salah satunya dengan peningkatan kinerja perawat. Tujuan Mengetahui hubungan antara perilaku caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional untuk melihat hubungan antara caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Sampel dalam penelitina ini terdiri dari 67 perawat pelaksana dan 8 kepala ruangan. Analisis menggunakan uji spearman’s rho dan multiple regression linier . Hasil analisis hubungan caring leadership dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan didapatkan p value 0,000. Kesimpulan ada hubungan antara caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Kata Kunci : Perilaku Caring Leadership, Kinerja perawat. PENDAHULUAN Perawat merupakan profesi yang memberikan pelayanan yang konstan dan terus – menerus selama 24 jam setiap hari kepada pasien. Oleh karena itu pelayanan keperawatan memberi kontribusi dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan salah satunya dengan peningkatan kinerja perawat ( Amelia,Rina 2009). Kinerja merupakan gambaran pencapaian (Achievement) pelaksanaan suatu program perencanaan strategis dan operasional organisasi (efforts) oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kuantitas maupun kualitas, sesuai dengan kewenangan, tugas dan tanggung jawab secara legal, tidak melanggar hukum,etika dan moral (Nursalam,2014). Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) pada tahun 2010 telah mensahkan standar profesi keperawatan sebagaimana tercantum dalam pasal 24 ayat (2) UU no 36 tahun 2009 yang terdiri dari standar kompetensi dan standar praktik keperawatan (PPNI,2009). Standar Praktik keperawatan meliputi standar asuhan dan standar kinerja profesional yang dipakai sebagai evaluasi dalam menilai asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Kinerja keperawatan diukur berdasarkan hasil pencapaian pelaksanaan standar kinerja dalam pelayanan keperawatan. Perawat sebagai suatu profesi, secara profesional harus mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualiatas serta mampu mencapai tingkat kepuasan dan memenuhi harapan klien melalui pelaksanaan asuhan keperawatan yang profesional. Profesionalisme perawat diikuti oleh pengetahuan dan keterampilan khusus meliputi ketermpilan intelektual,teknikal, dan interpersonal yang pelaksanaannya harus mencerminkan perilaku caring (Dwidiyanti,M). Caring didefenisikan sebagai sebuah cara untuk menghubungkan nilai – nilai lain berdasarkan perasaan seseorang yang berkomitmen dan bertanggung jawab (Smith,2012). Perilaku caring swanson terbagi tahapan perilaku caring yaitu knowing, being with,doing for, enabling dan maintaining belief. Dwiantoro (2015) menjelaskan bahwa caring tidak hanya terbatas pada hubungan perawat dan pasien tetapi membagi caring kedalam 4 dimensi yaitu : perilaku caring pemimpin kepada pelaksana atau staff, perilaku caring antara pelaksana, perilaku caring pelaksana kepada kader dan perilaku caring pelaksana kepada ibu bayi/balita (Dwiantoro,Luky,2015). Dimensi perilaku caring pemimpin kepada pelaksana atau staff disebut caring leadership. Caring Leadership adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama dengan menerapkan perilaku Caring. Caring Leadership yang ditunjukan oleh kepala ruangan akan menjadi role model dan motivasi bagi perawat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional untuk melihat hubungan antara caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang (Arikunto,S.2009). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Roemani Semarang yang berjumlah 197 orang dan delapan kepala ruang rawat inap. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :Kepala ruang dan perawat pelaksana yang bekerja di instalasi rawat inap minimal 1 tahun, Tidak sedang cuti hamil /melahirkan/tahunan., Tidak sedang mengikuti pelatihan, Bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Analisa data menggunakan uji spearman’s rho, dan multivariat regresi linier. HASIL PENELITIAN Kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang terlihat pada tabel 1 Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Kinerja responden di Ruang rawat inap Rs Roemani Muhammadiyah Semarang Variabel Frekuensi (f) Present ase ( %) Umur Mea n Median SD 95% CI 33,7 2 32,00 8,310 31,6935,74 JenisKelamin Laki-laki 6 9 Perempuan 61 91 50 74,6 11 16,4 6 9 Tingkat Pendidikan DIIIKeperaw atan SI Keperawata n Ners Masa Kerja Status Pernikahan Tidak/belum menikah Menikah Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Caring Leadership responden di Ruang rawat inap Rs Roemani Muhammadiyah Semarang Agustus 2016 (n=67). Karakterist ik Caring Leadershi p Mea n 15,5 0 Media n 16 ,0 0 Maxim m 17,00 Minimu m 14,00 95%CI 15,3115,70 Tabel 2 diatas menunjukan bahwa median perilaku Caring leadership responden di Ruang rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang adalah 16,00 dengan nilai hasil estimasi interval bahwa 95% diyakini rata-rata perilaku caring leadership responden antara 15,31– 15,70. Hasil Analisis hubungan antara caring leadersihp kepala ruang dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RS Roemai Muhammadiyah Semarang dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 3 Hubungan antara Caring leadership dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang (n=67) 10,5 6 8,00 7.441 8.7512.38 Variabel 32 47,8 35 52,2 Tabel 1 diatas menunjukan bahwa median kinerja responden di Ruang rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang adalah 30,00 dengan nilai hasil estimasi interval 95% diyakini rata-rata kinerja responden antara 29,54 – 30,16. Caring leadership kepala ruang di ruang rawat inap rs Roemani Muhammadiyah Semarang dapat dilihat pada tabel 2 p Spearman value Correlation Caring Leadership 0,000 0,711 – Kinerja Tabel 4.5 di atas menunjukan bahwa hasil korelasi Spearman’s rho untuk hubungan caring leadership dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan menggunakan uji spearman didapatkan p value 0,000 sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan antara caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana. PEMBAHASAN Kinerja dalam keperawatan merupakan hasil karya seorang perawat dalam bentuk tindakan atau praktek yang mudah di amati atau dinilai. Kinerja keperawatan mencerminkan kemampuan perawat untuk mengimplementasikan proses asuhan keperawatan ( Ilyas,2002 ). Standar asuhan keperawatan adalah kualitas pada asuhan keperawatan yang meliputi beberapa kriteria keefektifan asuhan keperawatan bisa di evaluasi. Standar Asuhan Keperawatan meliputi standar proses yaitu berhubungan dengan kualitas implementasi asuhan, standar muatan yaitu substansi dari asuhan keperawatan dan standar hasil yaitu perubahan yag diharapkan pada klien dan lingkungan setelah intervensi keperawatan diberikan. Penilaian kualitas pelayanan keperawatan kepada klien di indonesia telah mengalami banyak perbaikan dari standar pertama yang disahkan oleh Menkes RI dalam SK No.660/Menkes/SK/1987 yang dilengkapi dengan surat edaran Dirjen Yanmed No.105/Yan.Med/Rs/Umdik/Raw/I/88 tentang penetapan standar praktik keperawatan. Standar ini kemudian di perbaharui dan disahkan berdasarkan SK Dirjen Yan.Med.Depkes RI No.YM.00.03.2.6.7637 tanggal 18 agustus 1993. Kemudian yang terakhir standar yang digunakan di susun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) berdasarkansuratkeputusanNo.025/PP.PPNI/ SK/K/XII/2009 tentang standar praktik keperawatanyangtahapannyaproseskeperawat an meliputipengkajian,diagnosa keperawatan,perencanaan,implemntasi dan evaluasi. Gibson dalam kurniadi (2013) menjelaskan ada tiga variabel yang mempengaruhi kinerja dan perilaku yaitu variabel individu mencakup kemampuan, keterampilan, latar belakang dan demografi. Variabel psikologi mencakup sikap, kepribadian, belajar, motivasi, persepsi. Variabel organisasi terdiri dari sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur, desain pekerjaan, supervisi dan kontrol ( Kurniadi,2013). Kepemimpinan dalam keperawatan adalah sebagai penerapan pengaruh dan bimbingan, yang ditunjukan kepada semua staf keperawatan, untuk menciptakan kepercayaan dan ketaatan, sehingga timbul kesediaan melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan pelayanan keperawatan secara efektif dan efisien. Caring Leadership adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama dengan menerapkan perilaku Caring. Caring Leadership yang ditunjukan oleh kepala ruangan akan menjadi role model dan motivasi bagi perawat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. Swanson mendefinisikan caring sebagai suatu cara pemeliharaan berhubungan dengan menghargai orang lain, disertai perasaan memiliki dan tanggung jawab (Potter, P.A & Perry, A.G ,2009). Caring juga merupakan dasar dalam melaksanakan praktek keperawatan profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang dapat memberikan kepuasan pada klien. Hasil analisis bivariat menggunakan uji spearman’s rho didapatkan hasil p value sebesar 0,000 sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil korelasi spearman’s rho didapatkan nilai r sebesar 0,242 yang berarti antara variabel perilaku caring leadership kepala ruang dan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang positif. Arah hubungan yang positif menandakan bahwa semakin tinggi perilaku caring leadeship kepala ruang akan semakin tinggi pula kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan Hasil Penelitian Paat ( 2014 ) dan Mutaaitin ( 2010 ) menunjukan adanya hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat pelaksana dan asuhan keperawatan menjadi lebih lengkap. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Nor (2007) yang mengungkapkan bahwa keberhasilan dalam mengelolah organisasi tidak lepas dari faktor kepemimpinan dan sikap bawahan dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Hasil penelitian ini kiranya bisa menjadi bahan pertimbangan manajemen rumah sakit agar memperhatikan . Penelitian Wade,Gh (2008) tentang caring Leadership menemukan bahwa perawat manajer harus dapat menciptakan lingkungan yang mendukung praktek keperawatan profesional. Oleh karena itu perawat manajer harus memahami bagaimana struktur dan proses dalam sistem pelayanan kesehatan yang mempengaruhi praktik keperawatan. Beberapa cara untuk menciptakan lingkungan praktik yang kondusif adalah dimana baik perawat manajer maupun perawat pelaksana memiliki peran dalam keberhasilan pembuatan keputusan klinis, memberikan reward dalam praktik keperawatan dapat meningkatkankan motivasi dan kinerja perawat juga meningkatkan kepuasan pasien. Dengan demikian sikap caring leadership seorang perawat manajer sangat diperlukan (Wade GH,2008). Peneliti berpendapat bahwa baik buruknya kinerja seorang perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah seperti kepuasaan kerja, motivasi, lingkungan kerja dan budaya organisasional. Dalam sebuah organisasi kepemimpinan merupakan inti manajemen, karena kepemimpinan adalah motor penggerak bagi sumber daya manusia dan sumber daya alam lainnya. Kepemimpinan merupakan kemampuan memberi inspirasi atau pengaruh yang positif kepada orang lain untuk bekerja sama sebagai suatu kelompok agar dapat mencapai suatu tujuan umum. Kepemimpinan yang baik dari seorang pimpinan dapat mempengaruhi kinerja seseorang menjadi lebih baik. Hasil penelitian ini kiranya bisa menjadi bahan pertimbangan manajemen rumah sakit agar memperhatikan. PENUTUP Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara caring leadership kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan p value 0,000 dan r 0,711 dengan arah hubungan yang positif. Hal ini berarti semakin tinggi caring leadershipkepala ruang maka semakin tinggi kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Saran a. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian terkait perilaku caring leadership kepala ruang dengan faktor lain yang belum sempat diteliti dalam penelitian ini. b. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian terkait perilaku caring leadership kepala ruang dengan menggunakan teknik wawancara atau penelitian kualittatif yang diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih objektif dan memperoleh hasil pengkajian yang lebih mendalam. c. Waktu penelitian harus lebih lama. d. Apabila penelitian menggunakan observasi sebaiknya orang lain yang melakukan observasi dan responden tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi. DAFTAR PUSTAKA Amelia Rina. Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Perawat Dalam Asuhan Keperawatan Pasie Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Jiwa Daerah ProvinsiSumatraUtara,Medan,Jurn al Dalam Majalah Kedokteran Nusantara,Vol. 42,No.1, Maret 2009. Arikunto,S.2009. Manajemen penelitian.Jakarta: Rineka Cipta Bondas T. Nursing leadership from the perspective of clinical group supervision : a paradoxical practice.J Nurs Manag.2010. Darma, Kelana Kusuma. Metodologi Penelitian Keperawatan.Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta : Trans Info Media. 2011 Duffy, J. Caring Behavior of Nurse managers : relationships to staff nurse satisfaction and retention. In Global agenda for caring. National League for nursing. New York. 1993 Dwiantoro, Luky. Perilaku Merawati Tim Pelayanan Kesehatan Primer Program Gizi dan KIA tingkat Puskesmas di Indonesia. 2015 Dwidiyanti,M. Caring Kunci Sukses Perawat.Semarang : Hasni. 2007 Indrastuti.Analisis Hubungan Perilaku Caring dan Motivasi dengan kinerja perawat pelaksana menerapkan prinsip etik keperawatan dalam asuhan keperawatan di RSUD Sragen.2010 Ilyas,Yaslis. Kinerja : Teori, Penilaian dan Penelitian,Pusat Kajian Ekonomi kesehatan Masyarakat UI, Depok.2002 Kurniadi,A. Manajemen Keperawatan dan prospektifnya : teori,konsep dan Aplikasi. Jakarta.Fakultas Kedokteran Ui.2013. Malloch K. Healing models for organizations : description,measurement and outcomes. Journal of healthcare Management 45.332-351. 2000 Mutaaitin. Hubungan gaya kepemimpinan situasional kepala ruang dengan tugas perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien di ruang rawat inap RSUD Pasaman Barat. 2010. Nor.Hubungan Gaya kepemimpinan dengan partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.2007 Notoatmodjo,s. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo,S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka cipta. Nursalam. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam praktek Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika. 2006. Nursalam. Manajemen Keperawatan. Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional.Edisi 4.Jakarta: Salemba Medika.2014. 1. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI ). Standar Kinerja Perawat Indonesia.Jakarta.2009 Paat,Sydonia Tifany,Robot Fredom,Lolong Jill. Hubungan antara gaya kepemimpinan dengan Potter, pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap C RSUP Dr. R.D.Kandou Manado.2014 P.A.& Perry,A.G. Fundamental of Nursing.7th edition.Singapore: Elsevier.2009 Royani.Hubungan Sistem Penghargaan Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di RS Umum Daerah Cilegon,Banten.2010 Setiawati Deni. Determinan Kinerja Perawat diruang rawat inap RS TNI AL Dr Mintohardjo.Jakarta : UI. 2010 Siagian, S.P. Teori Motivasi & Aplikasinya. Jakarta : Rineka Cipta. 2004. Siagian,S.P . Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara. 2002 Smith. Caring In Nursing Classics : An Essential Resource. Springer Publishing Company: 2012. . Sugiyono.Metode penelitian Bisnis ( pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R & D ). Bandung : Alfabeta. 2009. Tomey, A.M., & Alligood, M. R. (2006). Nursing theory utilization & aplication. St. Louis : The C.V Mosby Elsevier Wade GH,Osgood B,Avino K, Bucher L,Foraker T,et al. Influence of Organizational characteristics and caring attributes of managers on nurses’ job enjoyment. J Adv Nurs.2008

Judul: Hubungan Caring Leadership Kepala Ruang Dengan Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan

Oleh: Maria Y U L I T A Meo


Ikuti kami