Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasien Dengan Kanker Otak Tugas Keperawatan Keluarga I

Oleh Euis Siti Komariah

184,1 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasien Dengan Kanker Otak Tugas Keperawatan Keluarga I

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN KANKER OTAK TUGAS KEPERAWATAN KELUARGA I Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Keperatawan Keluarga I Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan ARS University Oleh : EUIS SITI KOMARIAH NIM. 88170028 Dosen Pembimbing : ERNA IRAWAN.,M.Kep.,M.Kom PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN ARS UNIVERSITY 2020 CONTOH KASUS Tn.M berstatus kepala keluarga yang yang terdiri dari 3 orang anak, yaitu An. I, An. C dan yang terakhir An. H. Istri dari Tn. M adalah Ny. B. Tn. M bekerja sebagai pedagang warung nasi sedangkan istrinya Ny. B hanya menjadi ibu rumah tangga, ketiga anaknya dilahirkan di daerah dan kota yang sama di Jakarta barat. Anaknya yang ketiga sering mengeluhkan sakit pada bagian kepalanya, muntah, menurunnya tingkat kesadaran, penglihatan menjadi kabur, dan kehilangan fokus. An. H mengeluhkan sakit ini sejak beberapa bulan yang lalu. Tn. M sebelumnya hanya menganggap skait yang dirasakan oleh anaknya tersebut adalah sakit biasa, oleh karena itu Tn. M hanya memberikan obat yang ada di warung pada anaknya. Karena sakit yang dirasakan oleh anaknya itu semakin sering Tn. M lalu mengajak anaknya tersebut ke RS untuk dilakukan pemeriksaan. Pada pemeriksaan yang dilakukan diantaranya tes darah, yang meliputi hitung darah lengkap, tes fungsi ginjal, tes ureum dan elektrolit, serta tes penanda tumor dan kimis. CT scan, MRI, dan PET scan. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa anaknya tersebut menderika kanker tumor. Dan pada saat Tn. M mengetahui bahwa anaknya terdiagnosa penyakit yang serius Tn. M hanya bisa ikhlas atas penyakit yang menimpa anaknya tersebut. 1. PENGKAJIAN 1. Data Umum a. Nama Kepala Keluarga : Tn. M b. Alamat : Jakarta Barat, Jl. Kebaktian c. Telp : 021*** d. Pekerjaan : Berjualan e. Pendidikan : SMA f. Komposisi : Ayah, Ibu dan Anak Status Imunisasi Hub. Nama JK Dng Umur Pendidikan Tn. M LK 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 Ayah 45 Th SMA - - - - - - - - - - - - KK BCG Polio DPT Hepatitis Campak Ny. B PR Ibu 40 Th SMA - - - - - - - - - - - - An. C PR Anak 17 Th SMA - - - - - - - - - - - - An. I PR Anak 16 Th SMA - - - - - - - - - - - - An. H PR Anak 14 Th SMP - - - - - - - - - - - - 2. Genogram Ket Keterangan : Meninggal Laki-laki Perempuan Sakit 3. Tipe Keluarga : Tipe keluarga Tn. M Nuclear Family yang terdiri dari keluarga inti yaitu ayah, ibu dan anak 4. Suku Bangsa : Tn. M berasal dari Suku Sunda yang dianut oleh keluarga Tn. M tidak bertentangan dengan masalah kesehatan, dan bahasa yang dipakai sehari hari bahasa Indonesia 5. Agama : Keluarga Tn. M semua menganut agama Islam dan mereka mempercayai bahwa disetiap penyakit itu datangnya dari Allah 6. Status Sosial Ekonomi Keluarga : - Anggota keluarga yang mencari nafkah : Tn. M - Penghasilan : ± 2.500.000,- - Harta benda yang dimiliki : Perabot (magicom, dll),TV, transportasi, berserta yang lainnya 7. Aktivitas rekreasi keluarga : Tn. M mengatakan tiap 3 bulan sekali Tn. M mengajak anaknya untuk berwisata 8. Riwayat Dan Tehap Perkembangan Keluarga a. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tn. M memiliki 3 orang anak, dan dari ke tiga anaknya itu semuanya perempuan. Saat ini anak pertamanya berusia 17 tahun, anak keduanya berusia 16 tahun, dan anak yang ketiga berusia 14 tahun. Keluarga Tn.M berada pada tahap keluarga dengan usia remaja, tug as perkembangan terhadap remaja yaitu dengan memelihara komunikasi yang secara terbuka dan memellihara hubungan intim dalam keluarga. b. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tahap perkembangan pad keluarga Tn. M masih belum terpenuhi karena Tn. M dan Ny. B masih harus membiayai ketiga anaknya. c. Riwayat kesehatan keluarga inti Menurut Tn. M riwayat masing masing anggota keluarganya yaitu An. H sejak beberapa bulan ynag lalu sering mengeluh nyeri pada bagian kepala, muntah, menurunnya tingkat kesadaran, penglihatan menjadi kabur, dan kehilangan fokus. Sedangkan pada anak dan istrinya tidak pernah mengalami sakit yang serius, dan An. I dan An. C dalam keadaan sehat. d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya An. H sebelumnya tidak pernah mengalami atau tidak pernah memiliki riwayat penyakit apapun, tetapi ada dari salah satu keluarganya memiliki riwayat penyakit yang sama. 2. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. Karakteristik rumah Tn. M menagtakan rumah yang ditinggali adalah rumah milik sendiri, dengan kondisi rumah yang memiliki ruangan sebanyak 6 ruangan. Dengan ventilasi dan penerangan yang kurang dengan 3 pemanfaatan kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu. Rumah Tn. M dilengkapi dengan septic tank, jadi pembangunannya tidak langsung ke irigasi. 2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Tn. M mengatakan lingkungan sekitar tempat tinggalnya penduduknya berekonomi menengah kebawah dan rumah padat penduduk berimpitan tetapi masih berlaku saling tolong menolong dan bergotong-royong. 3. Mobilitas geografis keluarga Tn. M mengatakan saat ini menempati rumah sendiri 4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Tn. M mengatakan saat libur anaknya dia suka mengajak anaknya untuk mengikuti pengajian rutin, berkegiatan dilingkungan masyarakat seperti kerja bakti dll. 5. Sistem pendukung keluarga Ada salah satu keuarga yang tidak sehat, yaitu An. H ia mengalami kanker otak, ayahnya Tn. M akan selalu berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan An. H. 3. STRUKTUR KELUARGA 1. Komunikasi keluarga Tn. M mengatakan komunikasi yang digunakan bersifat terbuka selalu diikuti dengan anggota keluarga yang lain dan bahasa yang di pakai yaitu bahasa Indonesia. Dengan frekuensi komunikasi anatara anggota keluarga cukup baik. 2. Struktur kekuatan keluarga Pengendali keluarga adalah Tn. M sebagai kepala keluarga. 3. Struktur peran 1. Tn. M : - Peran Formal - Peran Informal: Sebagai kepala keluarga, suami dan juga ayah : Sebagai anggota masyarakat 2. Ny. B : - Peran Formal : Sebagai anggota masyarakat - Peran Infromal: Sebagai ibu rumah tangga, istri dan juga ibu 3. An. C : - Peran Formal - Peran Informal: Sebagai pelindung : Sebagai anak pertama 4. An. I : - Peran Formal - Peran Informal: Sebagai anak kedua Tn. M : Sebagai anak kedua 5. An. H : - Peran Formal - Peran Informal: Sebagai anak bungsu dari Tn. M : Sebagai anak ketiga 4. Norma keluarga Nilai norma keluarga Tn. M mengatakan semuanya beragama islam dan sering mengikuti pengajian dan beribadah di masjid. 4. FUNGSI KELUARGA 1. Fungsi afektif Hubungan antara keluarga Tn. M sangat baik, dan Tn. M selalu memperhatikan anakanaknya juga saling mendukung satu sama lainnya dan saling mengarahkan segala sesuatu yang dilakukan oleh anak-anaknya. 2. Fungsi sosialisasi Tn. M mengatakan interaksi antara anak dan istrinya terjalin dengan sangat baik, keluarga ini saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lain. Tn.M memiliki peran yang sangat besar dalam mengambil keputusan, akan tetapi 3. Fungsi perawatan kesehatan Jika keluarga Tn. M dan Ny. B yang sakit hanya membeli obat di warung. Dan jika sakitnya sudah parah Tn. M dan Ny. B akan membawanya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. 4. Fungsi reproduksi Tn. M berkeinginan mempunyai 3 anak saja sehingga Tn.M bisa mengoptimalkan Pendidikan anaknya. 5. Fungsi ekonomi Tn.M berkerja sepagai pedagang warung nasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, dan Ny. B tidak bekerja dan hanya sebgai ibu rumah tangga. 5. TUGAS PERAWATAN KELUARGA 1. Mengenal masalah keluarga Anggota Tn. M selalu memperhatikan asupan makanan yang di berikan terhadap keluarga dan anak-anaknya, mulai dari mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayuran, lauk pauk, dan juga buah-buahan. 2. Mengambil keputusan Jika ada anggota keluarga Tn. M yang sakit rigan seperti batuk, pilek, demam, ia hanya mengkonsumsi obat-obatan warung. Akan tetapi jika penyakitnya tidak kunjung sembuh atau sakitnya berkelanjutan makan Tn. M akan membawa anggota keluarganya untuk di ajak berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. 3. Merawat anggota keluarga yang sakit Anggota keluarga Tn. M saat ini ada yang mengalami sakit yaitu An.H, ia mengeluh seirng nyeri pada bagian kepala, muntah, menurunnya tingkat kesadaran, penglihatan menjadi kabur, dan kehilangan fokus. Tn. M hanya memberikan obat-obatan yang tersedia di warung saja, dan setelah itu dibawa berobat ke pelayanan kesehatan masyarakat. 4. Memelihara lingkungan Keluarga Tn.M selalu membersihkan rumah dan lingkungannya, karena anggota keluarganya sangat menyadari betapa pentingnya memelihara lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. 5. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan Tn. M selalu membawa anggota keluarganya yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat di daerah rumahnya. 6. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. Stress jangka pendek dan panjang Tn. M mengatakan jika ada yang sakit ringan akan dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat. 2. Kemampuan koping keluarga Tn.M mengatakan selalu berdiskusi atau bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada. 3. Strategi koping Tn.M mengatakan jika ada maslah dalam keluarganya selalu didiskusikan dengan baik, tetapi jika masalahnya ringan Tn.M tidak pernah bercerita. 4. Strategi adaptasi Tn. M mengatakan kadang istrinya malas untuk melakukan kegiatan. 7. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Tanda – tanda Vital : Tensi : 130/100 mmHg Nadi : 98x/ menit RR Suhu : 36,50C : 20x/ menit BB : TB : LL : LK : Pemeriksaan Fisik Head to Toe / Persistem Pemeriksaan fisik pada klien dengan tomor otak meliputi pemeriksaan fisik umum per system dari observasi keadaan umum, pemeriksaan tanda-tanda vital, B1 (breathing), B2 (Blood), B3 (Brain), B4 (Bladder), B5 (Bowel), dan B6 (Bone). 1. Pernafasan B1 (breathing) Bentuk dada : Normal Pola napas : Tidak teratur Suara napas : Normal Sesak napas : Ya Batuk : Tidak Retraksi otot bantu napas : Ya Alat bantu pernapasan : Ya (O2 2 lpm) 2. Kardiovaskular B2 (blooding) Irama jantung : Irregular Nyeri dada : Tidak Bunyi jantung : Normal Akral : Hangat Nadi : Bradikardi Tekanan darah Meningkat 3. Persyarafan B3 (brain) Penglihatan (mata) atau diplopia. : Penurunan penglihatan, hilangnya ketajaman Pendengaran (telinga) : Terganggu bila mengenai lobus temporal Penciuman (hidung) : Mengeluh bau yang tidak biasanya, pada lobus frontal Pengecapan (lidah) : Ketidakmampuan sensasi (parathesia atau anasthesia) Gangguan neurologi: 1. Afasia : Kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa, kemungkinan ekspresif atau kesulitan berkata-kata, reseotif atau berkata-kata komprehensif, maupun kombinasi dari keduanya. 2. Ekstremitas : Kelemahan atau paraliysis genggaman tangan tidak seimbang, berkurangnya reflex tendon. 3. GCS : Skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien, (apakah pasien dalam kondisi koma atau tidak) dengan menilai respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (score) dengan rentang angka 1– 6 tergantung responnya yaitu : 1. Eye (respon membuka mata) (4) : Spontan (3) : Dengan rangsang suara (suruh pasien membuka mata). (2) : Dengan rangsang nyeri (berikan rangsangan nyeri, misalnya menekan kuku jari) (1) : Tidak ada respon 2. Verbal (respon verbal) (5) : Orientasi baik (4) : Bingung, berbicara mengacau ( sering bertanya berulang-ulang ) disorientasi tempat dan waktu. (3) : Kata-kata saja (berbicara tidak jelas, tapi kata-kata masih jelas, namun tidak dalam satu kalimat. Misalnya “aduh…, bapak…”) (2) : Suara tanpa arti (mengerang) (1) : Tidak ada respon 3. Motor (respon motorik) (6) : Mengikuti perintah (5) : Melokalisir nyeri (menjangkau & menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri) (4) : Withdraws (menghindar / menarik extremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat diberi rangsang nyeri) (3) : Flexi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (2) : Extensi abnormal (tangan satu atau keduanya extensi di sisi tubuh, dengan jari mengepal & kaki extensi saat diberi rangsang nyeri). (1) : Tidak ada respon 4. Perkemihan B4 (bladder) 1. Kebersihan : bersih 2. Bentuk alat kelamin : normal 3. Uretra : normal 4. Produksi urin: normal 5. Pencernaan B5 (bowel) 1. Nafsu makan : menurun 2. Porsi makan : setengah 3. Mulut : bersih 4. Mukosa : lembap 6. Muskuloskeletal/integument B6 (bone) 1. Kemampuan pergerakan sendi : bebas 2. Kondisi tubuh: kelelahan 8. HARAPAN KELUARGA a. Harapan maalah terhadap kesehatan Harapan Tn.M dan Ny. S sebagai orang tua mengharapkan anaknya ingin sehat kembali dan di berikan umur yang panjang dan dijauhkan dari segala macam penyakit. b. Petugas kesehatan yang ada Keluarga Tn. M berharap petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan tepat, dan tidak memilih-milih dalam memberikan pelayanan kesehatan. Bandung, 17 Juni 2020 Mahasiswa Euis Siti Komariah ANALISA DATA Nama Klien : An.H No. 1. Kelompok Data Etiologi Dx : Ketidakmampuan keluarga Tn.M mengenal masalah. Gangguan rasa nyaman nyeri An.H (14th). Dari keluarga Tn.M berhunungan dengan peningkatan tekanan intrakranial. anggota dengan keluarga gangguan rasa nyaman nyeri yang dirasakan An.H Ds : Dx : Kurangnya Kurang pengetahuan keluarga Tn.M terkait kondisi dan pada kebutuhan pengobatan An.H b.d ketidakmampuan mengenai informasi pengetahuan keluarga Tn.M mengenal masalah. anggota dalam keluarga pada terkait kondisi An.H Ds : 1. Diagnosa 1. Gangguan rasa nyaman nyeri An.H (14th). Dari keluarga Tn.M berhunungan dengan peningkatan tekanan intrakranial. 2. Kurang pengetahuan keluarga Tn.M terkait kondisi dan kebutuhan pengobatan An.H berhubungan dengan ketidakmampuan dalam mengenai informasi 3. Intervensi No. 1. Diagnosa Tujuan dan Kriteria Keperawatan Hasil Setelah pengetahuan tindakan keperawatan etiologi individual pemulihan keluarga Tn.M selama x24jam. Resiko dari sakit kepala terhadap terkait kondisi perubahan bila diketahui. penaganan pengobatan An.H perfusi 1. Mempengaruhhi menjadi adekuat dengan kriteria b.d hasil : 1. Diskusikan Rasional Kurang dan kebutuhan jaringan dilakukan Intervensi berkembang 2. Bantu dalalm pasien kearah proses 2. Menghindari/ dan ketidakmampua n 1. Klien/keluarga mengenai informasi mengidentifikasi membatasi faktor- mengungkapka kemungkinan faktor yang sering n pemahaman factor predisposisi kali tentang kondisi mencegah 3. Diskusikan dan pengobatan 2. Memulai perilaku yang tepat. dapat berulangnya mengenai serangan pentingnya 3. Menurunkan posisi/letak tubuh regangan yang normal aotot daerah leher pad dan lengan dan dapat menghilangkan 4. Diskusikan tentang obat dan efeksampingnya ketegangan tubuh dari dengan sangat berarti. 4. Pasien mungkin menjadi sangat ketergantungan terhadap obat dantidak mengenali bentuk terapi yang lain. 2. Gangguan rasa Setelah nyaman An.H Dari dilakukan nyeri tindakan keperawatan (14th). selama x24jam. Resiko keluarga perubahan perfusi 1. Nyeri merupakan nyeri: pengalaman intensitas, subjektif karakteristik, harus lokasi, oleh dan dojelaskan Tn.M jaringan berhunungan adekuat dengan kriteria lamanya, faktr Identifikasi dengan hasil : yang karakteristik nyeri memperburuk dan faktor yang peningkatan menjadi 1. Teliti keluhan 1. Klien pasien. tekanan mengungkapka dan berhubungan intrakranial. n nyeri yang meredakan. merupakan suatu dirasakan hal yang berkurang atau penting amat untuk dapat memilih intervensi diadaptasi yang cocok dan ditunjukkan untuk penurunan mengevaluasi skala nyeri keefektifan 2. Klien tidak terapi merasa tidak merasa gelisah 2. Merupakan 2. Observasi adanya tanda – tanda nyeri kesakitan 4. Klien yang diberikan. kesakitan 3. Klien dari tidak non verbal seperti indicator/derajat nyeri yang tidak langsung yang dialami ekspresi wajah, gelisah, meringis/men angis, perubahan tanda vital 3. Instruksikan 3. Pengenalan segera pasien/keluar meningkatkan ga intervensi dini dan untuk melaporkan dapat nyeri dengan beratnya serangan segera jika nyeri timbul 4. Berikan 4. Meningkatkan rasa nyaman dengan kompres dingin mengurani menurunkan pada vasodilatasi kepala 5. Mengurangi rasa nyeri yang dialami 5. Mengajarkan Teknik relaksasi dan klien metode distraksi 6. Kolaborasi pemberian analgesik. 4. Implementasi Dilakukan sesuai dengan rencana tindakan yang telah dibuat. 6. Analgesik memblok lintasan nyeri, sehingga nyeri berkurang. EBP dalam Keperawatan Keluarga Paliatif pada Pasien Kanker Otak PERTANYAAN INTERVENSI 1. Pada pasien dengan kanker otak bagiamana keefektivitasan strategi koping positif gies dibadingkan dengan yang hanya menjalani terapi radioterapi dalam memperkuat strategi penaganan masalah pasien? PICOT Struktur dari PICOT Problem Pasien Ca.Otak Intervention Ketahanan Strategi Koping Positif Gies Comparison Terapi Radioterapi Outcome Ketahanan strategi koping pasien PERTANYAAN INTERVENSI Pada pasien kanker otak keefektivitasan mengurangi ketidakpastian keputusan dalam meningkatkan kesiapan pengobatan dan kesiapan untuk 1. perawatan paliatif? PICOT Struktur dari PICOT Problem Pasien Ca.Otak Intervention Mengurangi ketidakpastian keputusan Comparison - Outcome Meningkatkan kesiapan pengobatan, perawatan paliatif Tabel sintesis Penulis Level Tahun Jumlah Usia sampel Shu-Tuan - 2020 95 Jenis Intervensi Hasil Penelitian penelitian - Cross -sectional Memperkuat strategi Pada data yang telah tersedia menunjukan bahwa kesehatan Liang, Hui- penaganan masalah pasien secara signifikan meningkatkan strategi koping total beberapa Chun Liu, dengan meningkatkan pasien. Hasil ini menyajikan bukti empiris untuk membantu dkk Ketahanan Strategi Koping mengadaptasi pendekatan yang tepat untuk mendukung Positif Gies. strategi koping individu. Hasil ini mendukung ketahanan itu berkonstribusi pada strategi koping pada pasien dengan tumor otak. Kavita V. - 2019 40 - RCT Mengurangi ketidakpastian Diantara pasien rawat inap dengan kanker stadium lanjut, Dharmarajan (Randomized keputusan, MD, dkk controlled trial) pengetahuan, meningkatkan ketidakpastian keputusan meningkatkan pengetahuan PRT, meningkatkan bantuan pengambilan keputusan video mengurangi kesiapan pengobatan dan meningkatkan kesiapan untuk PRT, dan diterima dengan baik kesiapan untuk perawatan oleh pasien. paliatif. Setelah menonton video, ketidakpastian keputusan berkurang (28,3 vs 21,7; P=0,02), pengetahuan PRT meningkat (60,4 vs 88,3; P<0,001), dan kesiapan PRT menigkat (2,0 vs 1,3; P=0,58). Pasien merasa sangat nyaman (70%) menonton video dan akan sangat merekomendasikannya (75%) kepada orang lain.

Judul: Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasien Dengan Kanker Otak Tugas Keperawatan Keluarga I

Oleh: Euis Siti Komariah


Ikuti kami