Rudini C1f018029 Ekonomi Islam, Pertemuan 4, Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

Oleh Rudini C1f018029

356 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Rudini C1f018029 Ekonomi Islam, Pertemuan 4, Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

MAKALAH MATA KULIAH AKUNTANSI SYARIAH SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH DOSEN PENGAMPU: WIRMIE EKA PUTRA, S.E., M.Si. DISUSUN OLEH: NAMA : RUDINI NIM : C1F018029 RUANG : R-005 PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2021 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang maha kuasa, karena berkat rahmat, hidayat, serta limpahan karunia-NYA, Sholawat serta salam tak lupa selalu tercurahkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW, saya mengucapkan syukur alhamdulillah sehingga kami bisa menyelesaikan tugas mata kuliah Akuntansi Syariah ini bisa terselesaikan,dengan judul ”Sejarah dan Pemikiran Akuntansi Syariah”. Suksesnya tugas ini juga tentu tidak lepas dari pihak-pihak yang membantu dalam rangka memberi semangat kepada penulis untuk tetap menyelesaikan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Orang tua saya yang selalu memberikan doa dan semnagat untuk kami menhyelesaikan tugas ini. 2. Bapak Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si. sebagai dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Syariah. 3. Serta teman-teman ruang R-005 , Program Studi Ekonomi Islam , yang telah memberikan semangat untuk saya. Segala usaha dan upaya telah dilakukan penulis umtuk menyelesaikan makalah ini dengan sebaik mugkin, namun penulis sadar akan kecacatan dan kekurangan yang masih bertebaran disana-sini yang dilakukan oleh penulis. Semoga karya yang sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi kita semua.Aamiin ya robbal aalamin. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Jambi, Maret 2021 Penyusun 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................................................................................................................... 2 DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 3 1.1 Latar Belakang......................................................................................................................... 4 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 5 1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................................................... 5 BAB II ....................................................................................................................................................... 6 PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 6 2.1 . Sejarah dan Perkembangan Praktik Akuntansi di Dunia .......................................................... 6 2.2 Perkembangan Akuntansi Syariah di Dunia ................................................................................ 10 2.3 Sekilas Prosedur dan Istilah Yang Digunakan.............................................................................. 12 2.4 Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi Islam ............................................................. 14 BAB III PENUTU ..................................................................................................................................... 16 3.1 Kesimpulan.................................................................................................................................. 16 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 18 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wacana baru akuntansi Syariah tidak hadir dalam suasana yang vakum (vacuum condition), tetapi distimulasikan oleh banyak faktor yang berinteraksi begitu konfleks, nonlinier, dinamis, dan berkembang. Faktor – faktor seperti : kondisi perubahan sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, peningkatan kesadaran keagamaan, semangat revival, perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan dan pertumbuhan pusat-pusat studi, dan lain-lainnya dari umat islam, semuannya berinteraksi secara konfleks dan akhirnya melahirkan paradigma syariah dalam dunia perakuntansian. Dasar pijakan ekonomi Islam seperti telah difatwakan oleh ulama Al-Lajnah Ad-Daaimah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Saudi Arabia adalah muamalah yang berdasarkan syari’at, yaitu dengan mengembangkan harta melalui cara-cara yang dihalalkan oleh Allah Ta’ala, sesuai dengan kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan muamalah syar’iyyah, yang didasarkan pada hukum pokok, boleh dan halal dalam berbagai muamalah, dan menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah Ta’ala darinya. Bangkitnya akuntansi syariah di Indonesia tidak hanya karena terpicu terjadinya skandal akuntansi sebuah perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Amerika Serikat, WorldCom beberapa tahun silam. Tetapi akuntan syariah muncul sejalan dengan adanya kesadaran untuk bekerja lebih jujur, adil dan tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadist. Amin Musa menjelaskan, bangkitnya sistem akuntansi syariah itu dilatar-belakangi banyaknya transaksi dengan dasar syariah, baik yang dilakukan lembaga bisnis syariah maupun non syariah. “Dengan animo itu, perlu adanya pengaturan atau standar untuk pencatatan, pengukuran, maupun penyajian sehingga para praktisi dan pengguna keuangan mempunyai standar yang sama dalam akuntansinya,” kata salah satu angota Komite Akuntansi Syariah (KAS) kepada Akuntan Indonesia di Jakarta, belum lama ini. Akuntansi syari’ah, pada tataran ontology dan epistemology terdapat kesepahaman antar para pakar akuntansi bahwa akuntansi syari’ah berbeda dengan akuntansi konvensional. Namun, dalam tataran metodologi masih ada perbedaan pandangan di kalangan pakar 4 akuntansi syari’ah Perbedaan tersebut sangat mudah diketahui dengan cara membaca hasil dari karya-karya (tulisan) terkait akuntansi syari’ah –baik tulisan tingkat internasional maupun skala nasional. Tulisan tersebut merupakan hasil gagasan (ide) sebagai cerminan perjalanan perumusan akuntansi syari’ah. Selain itu, banyak pengetahuan dan pemahaman masyarakat –akademisi atau praktisi- yang dibangun dari tulisantulisan tersebut. Selain itu, tulisan tersebut sering digunakan sebagai referensi bagi dosen maupun pengembangan penelitian akuntansi syari’ah. Oleh karena itu, hadirnya tulisan tersebut sangat menentukan persepsi masyarakat tentang konsep/teori akuntansi syari’ah. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai sejarah dan pemikiran akuntansi syariah. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana perkembangan awal akuntansi? 2. Bagaimana perkembangan akuntansi syariah? 3. Bagaimana sekilas prosedur dan istilah yang digunakan? 4. Bagaimana hubungan antara akuntansi modern dengan akuntansi syariah? 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui perkembangan awal akuntansi. 2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan akuntansi syariah. 3. Untuk mengetahui sekilas prosedur dan istilah yang digunakan. 4. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara akuntansi modern dengan akuntansi syariah. 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 . Sejarah dan Perkembangan Praktik Akuntansi di Dunia Para ahli telah sepakat bahwa praktik pencatatan akuntansi telah ada lebih dahulu sebelum akuntansi diakui sebagai ilmu, yaitu sejak adanya kehidupan sosial ekonomi manusia (Harahap, 2011). Praktik pencatatan akuntansi yang dimaksud adalah pencatatan kejadian yang berhubungan dengan usaha perdagangan (bisnis). Oleh karena itu, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui asal muasal praktik akuntansi dimulai. Masing-masing penelitian mengenai sejarah akuntansi menghasilkan skenario sejarah yang berbeda-beda. Sebagian besar skenario sejarah tersebut mengakui kehadiran dan perkembangan praktik pencatatan akuntansi seiring dengan perkembangan dan kebudayaan manusia pada zamannya. Kebudayaan Chalden pada masa peradaban Babilonia, Asiria,Sumeria, Mesir, Romawi, Arab dan Cina diduga berperan dalam perkembangan praktik akuntansi di dunia pada mulanya. Harahap (2011) mengutip pernyataan Ernest Stevelink dalam artikelnya yang berjudul Accounting in Ancient Times (The Accounting Historian Journal Volume 12 No. 1 Tahun 1985) yang menyatakan sebagai berikut. Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang. Ribuan bukti catatan akuntansi dalam kulit kayu (papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan bahwa akuntansi itu telah ada lebih daripada 3000 tahun yang lalu Sebelum Masehi dengan beberapa tingkat kejelasannya. Berdasarkan penelitian Ernest Stevelink di dalam artikelnya diketahui bahwa pada masa awal kerajaan Mesir berdiri, ada seorang manajer yang bernama My yang mana bertugas mencatat transaksi harian dalam calamos reed (sejenis kulit). My mampu mengamati 6 kapalnya yang mengangkut barang dagangan dari tokonya melalui sungai Nil secara efisien dengan sistem yang dibuatnya. Berdasarkan penelitian lain yaitu penelitian Richard Mattessich (1987) dalam Harahap (2011) yang berjudul Prehistoric Accounting and The Problem of Representation: On Recent Archeological Evidence of the Middle East from 8000 BC to 3000 BC, diketahui bahwa pada tahun 3200 Sebelum Masehi telah dikenal dua macam teknik akuntansi, yaitu pemisahan transaksi kas (utang, piutang, dan lain-lain) dengan transaksi non kas (persediaan, peralatan, tanah, dan lain-lain). Hal ini didasari atas temuan koin dengan bentuk tertentu yang disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan ke dalam semacam amplop. Selain itu, peneliti juga menemukan token yang disimpan dalam bentuk yang lebih besar dan bervariasi serta lebih kompleks. Bahan – bahan arkeologi tersebut disimpan di Archeological Museum of Constantinople, Museum University of Pennsylvania dan University of Jena. Kontribusi peradaban dan kebudayaan Arab merupakan kontribusi yang cukup penting dalam praktik akuntansi, yaitu berupa sistem numerik yang jauh lebih sederhana dari pada sistem numerik Romawi. Hal ini membuat praktik pencatatan akuntansi semakin mudah diaplikasikan dalam usaha perdagangan (bisnis) dan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut Elliot dalam Harahap (2011), perkembangan pencatatan akuntansi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu single entry, double entry dan saat ini juga mulai dikenal triple entry. 2.1.1. Sejarah Single Entry Book-keeping System Sejarah mengenai praktik pencatatan akuntansi single entry tidak terlalu banyak dibahas dalam sejumlah literatur dibandingkan sejarah mengenai praktik pencatatan double entry. Menurut Glautier (1973) dalam Harahap (2011), single entry sudah ada sejak periode pra-kapitalis dan merupakan awal lahirnya sistem double entry dan triple entry. Hal ini disebabkan sistem single entry serupa dengan pencatatan informasi biasa sehingga tampak seperti laporan. Pada sistem single entry, transaksi hanya mencatat dalam satu pos atau satu kali yang tidak memiliki pengaruh terhadap pos lain. Hasil pencatatan sistem ini menggambarkan informasi kekayaan perusahaan saja. Beberapa keuntungan single entry yaitu biaya pencatatan cukup minim dan tidak memerlukan keahlian khusus bagi pencatatnya. Sedangkan kelemahan single entry adalah 7 terdapat kesulitan di dalam melakukan pengecekan validitas dan akurasi pencatatan. Kelemahan tersebut mengakibatkan munculnya alternatif baru yaitu double entry bookkeeping system. 2.1.2. Sejarah Double Entry Book-keeping System Menurut sejumlah literatur akuntansi, pada mulanya akuntansi hadir di Italia oleh Lucas Pacioli yang didasarkan atas bukunya Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita yang terbit pada tahun 1549. Pacioli di dalam bukunya pada bab De Computis et Scriptus menjelaskan bahwa transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu perkiraan, tetapi juga dilakukan pada perkiraan lain. Menurut Littleton atau dikenal dengan Littleton’s Antecedent, agar double entry book-keeping systemmuncul maka persyaratan yang harus dipenuhi adalah “materi” (kekayaan pribadi, modal, perdagangan dan kredit) dan “bahasa” (tulisan, uang, dan perhitungan). Littelton juga berpendapat bahwa persyaratan itu belum dapat dikenal sebelum Pacioli dan kalaupun ada belum memiliki intensitas sempurna pada masa peradaban kuno, namun setelah ini dikenal maka muncul double entry book-keeping system.Meskipun begitu, hal ini mulai dipertanyakan kebenarannya bahwa Pacioli penemu double entry book-keeping system. Menurut Belkaoui (2006), buku pertama tentangdouble entry book-keeping system muncul pada tahun 1340 oleh Massari dari Genoa. Selain itu, Raymond de Rover juga menggambarkan perkembangan awal akuntansi di Italia yaitu pada pencapaian pedagangpedagang Italia kira-kira antara tahun 1250 – 1400 dengan double entry book-keeping system dimana terdapat penggabungan dari berbagai elemen yang heterogen ke dalam sistem pengklasifikasian yang terintegrasi yang disebut sebagai rekening/perkiraan/akun (accounts) dan dikembangkan dengan berdasarkan pada prinsip dari double entry book-keeping system untuk seluruh transaksi. Hal ini semakin jelas ketika Pacioli menyatakan dalam bukunya bahwa apa yang ditulisnya tentang double entry book-keeping systemadalah berdasarkan metode yang digunakan di Venice, Italia yang telah berkembang sebelumnya (Kam, 1986; Adnan, 1997; Siswanto, 2000 dalam Harahap, 2011). Meskipun begitu, kontribusi Lucas Pacioli perlu diapresiasi karena telah membahas double entry book-keeping system ke dalam sebuah buku matematika sehingga dapat dengan mudah dipelajari oleh masyarakat dan menjadi salah satu 8 referensi perkembangan awal praktik akuntansi di dunia, khususnya praktik double entrybook-keeping system. Double entry book-keeping systemini menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke16 dan 17, yang selanjutnya menerima karakteristik-karakteristik dan perkembangan-perkembangan baru meliputi hal-hal berikut: 1. Sekitar abad ke16 terjadi beberapa perubahan didalam teknik-teknik pembukuan yaitu diperkenalkannya jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda. 2. Pada abad ke16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik sebagai tambahan lagi diabad ke 17 dan 18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak. Penerapan dari double entry book-keeping system juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain. 3. Abad ke17 mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda. Dimulai dengan East India Company diabad ke17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusaahan seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya dan kepercayaan yang diberikan kepada konsepkonsep mengenai kelangsungan, periodisitas dan akrual. 4. Pada abad ke18 metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi. 5. Abad ke19 depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Pertengahan abad ke19 di Saliero pada tahun1915 menggunakan metode-metode depresiasi, yaitu metode garis lurus, metode saldo menurun, metode dana pelunasan dan anuitas, dan metode unit biaya. Setelah tahun 1930 beban depresiasi menjadi lebih umum digunakan. 6. Akuntansi biaya muncul pada abad ke19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri. 7. Pada akhir abad ke19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar dimuka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik. 8. Akhir abad ke19 dan 20 terjadi perkembangan pada laporan dana. 9. Di abad ke20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari hitungan laba per saham, akuntansi untuk inflasi, dan akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering). 9 2.2 Perkembangan Akuntansi Syariah di Dunia Perbankan Islam pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel Islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Perintisnya adalah Ahmad El Najjar. Sistem pertama yang dikembangkan adalah mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba / bagi hasil) pada tahun 1963. Kemudian pada tahun ’70-an, telah berdiri setidaknya 9 bank yang tidak memungut usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Konferensi Negara-negara Islam sedunia yang dileselenggarakan tanggal 21-27 April 1969 di Kuala Lumpur menghasilkan beberapa keputusan yang terkait dengan perkembangan bank Islam dunia. Dan dengan beberapa pertemuan OKI, pertumbuhan bank Islam mulai tampak cepat tahun 1980-an, terutama di Negara-negara timur tengah dan beberapa Negara eropa. Secara umum lembaga keuangan Islam secara internasional diklasifikasikan menjadi dua yaitu bank komersia (Islamic commercial Bank) dan lembaga investasi dalam bentuk International Holding Company. Pada tahun 1984 telah berkembang 5 bank Islam di Negara non muslim (Inggris, Swiss, Cyprus, Luxemburg, dan Denmark), dan 23 bank Islam di Negara-negara Islam. Perkembangan bank Islam ini telah menarik minat bank – bank konvensional untuk menawarkan produk syariah. Produk Islamic Windows yang ditawarkan dari Malaysia, Islamic Transaction dari cabang bank Mesir dan Islamic services di cabang bank perdagangan Arab Saudi. Baru kemudian berdiri Islamic Development Bank pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, yang menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara anggotanya dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Kemudian setelah itu, secara berturut-turut berdirilah sejumlah bank berbasis Islam antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal 10 Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979) Phillipine Amanah Bank (1973) berdasarkan dekrit presiden, dan Muslim Pilgrims Savings Corporation (1983) Konsep Akuntansi Syariah terus berkembang dari waktu ke waktu, adanya pengakuan dari beberapa tokoh tentang keberadaan Akuntansi Syariah juga semakin memperkuat posisi Akuntansi Syariah di kancah Internasional, berikut ini merupakan pendapat beberapa tokoh mengenai Akuntansi Syariah itu sendiri : 1. E.S. Hendriksen (1982), mengakui bahwa penemuan dan penggunaan angka Arab sangat membantu perkembangan Akuntansi. 2. Robert Arnold Russel (1986), mengakui bahwa sistem pembukuan berpasangan telah muncul lama di Arab sebelum Luca Pacioli menerbitkan bukunya. 3. T.E. Gambling dan R.A.A. Karim (1986), mengakui bahwa akuntansi Islam tidak hanya menekankan pada aspek modal dan kepentingan investor akan tetapi juga pada aspek sosial yang menjangkau permasalahan masyarakat Islam. 4. Mueller (1991), mengakui memang ada beberapa model akuntansi di dunia Internasional dan salah satunya Akuntansi Syariah. 5. Sabri dan Jabr (1992), membahas masalah bisnis dan etika akuntansi dalam pandangan Islam. 6. Muhammad Khir (1992), menyatakan bahwa dalam akuntansi Islam hal tentang keadilan, kebenaran, serta pertanggungjawaban berada di posisi lebih atas daripada pengambilan keputusan. 7. Muhammad Akram Khan (1992), meyatakan tentang tujuan akuntansi Islam, yaitu , membuat laporan keuangan secara benar, baik, serta adil sehingga tetap menaati syariat Islam yang dijadikan sebagai landasan. 8. Shaari Hamid, Russel Craig, dan Frank Clarke (1993), berpendapat bahwa Akuntansi Islam akan cepat menjadi standar Internasional karena sifat Islam yang tidak membatasi diri dengan negara lain atau bersifat universal. 9. Ahmed R. Belkaoui (1995), menyatakan bahwa akuntansi diberbagai negara memilki banyak aliran dan salah satunya adalah akuntansi Islam. 10. D. R. Scott (1995), merupakan pelopor akuntansi yang berdasar pada keadilan, kebenaran, dan etika. 11. Toshikabu Hayashi (1995), membahas tentang akuntansi kapitalis, konsep akuntansi Islam, perhitungan zakat, serta praktek bisnis di Arab Saudi. 12. Gusein Shahata (2001), menyatakan tentang kaidah-kaidah akuntansi Islam. 11 13. Sofyan Syafiri Harahap (1991, 1992), melihat nilai-nilai islam dalam sistem akuntansi yang dianut oleh golongan kapitalis. 14. Iwan Triyuwono (1997), berpikir tentang landasan yang kokoh untuk berdirinya akuntansi Syariah. 15. M. Akyar Adnan (1997), melakukan penelitian tentang akuntansi di Bank Syariah luar negeri. 16. Hartanto Widodo, dkk (1997), memiliki ide tentang panduan akuntansi Syariah di dalam lembaga keuangan syariah. 17. Muhammad (1999), meneliti akuntansi Syariah di dalam prespektif akuntansi sosial dan pertanggungjawaban. 18. Iwan Triyuwono dan Moh. As’udi (2001), memformulasikan konsep zakat dalam akuntansi Syariah. 2.2.1 Sejarah Perkembangan Akuntansi Syariah di Indonesia Akuntansi pertama kali dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960an, sementara akuntansi konvensional yang kita pahami dari berbagai literature menyebutkan bahwa akuntansi pertama kali berkembang di Italia dan dikembangkan oleh Lucas Pacioli (1494). Pemahaman ini sudah mendarah daging pada masyarakat akuntan kita. Olehnya itu, ketika banyak ahli yang mengemukakan pendapat bahwa akuntansi sebenarnya telah berkembang jauh sebelumnya dan di mulai di Arab, akan sulit diterima oleh masyrakat akuntan. Perkembangan akuntansi syariah beberapa tahun terakhir sangat meningkat ini di tandai dengan seringnya kita menemukan seminar, workshop, diskusi dan berbagai pelatihan yang membahas berbagai kegiatan ekonomi dan akuntansi Islam, mulai dari perbankan, asuransi, pegadaian, sampai pada bidang pendidikan semua berlabel syariah. Namun dokumen tertulis yang menyiratkan dan mencermikan proses perjuangan perkembangan akuntansi syariah masih sangat terbatas jumlahnya. Demikian pula dengan sejarah perkembangan akuntansi syariah di Indonesia. Kekurang tertarikan banyak orang terkait masalah ini, baik sebagai bagian dari kehidupan penelitian maupun sebagai sebuah ilmu pengetahuan menjadikan sejarah akuntansi syariah masih sangat minim di temukan. 2.3 Sekilas Prosedur dan Istilah Yang Digunakan 12 Ada tujuh hal khusus dalam isistem akuntansi yang dijalankan oleh negara islam sebagaimana dijelaskan oleh Al khawarizmy dan Al Mazendary: 1. Sisistem akuntansi untuk kebutuhan hidup, sistem ini dibawah koordinasi seorang manajer. 2. Sistem akuntansi untuk akuntansi untuk proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. 3. Sistem akuntansi untuk pertanian merupakan sistem berbasis non-monter 4. Sistem akuantsi gedung merupakan sistem untuk mencatata pembelian barang negara. 5. Sistem akuntansi mata uang, isistem ini telah dilakukan oleh negara Islam sebelum abad ke 14 M 6. Sistem akuntansi perternakan merupakan sistem untuk mencatat seluruh binnatang tenak. 7. Sistem akunatnsi perbendaharaan merupakan sistem untuk mencatata penerimaaan dan pengeluaran harian negara baik dalam nilai atau barang. Pencatatan dalam negara Islam telah memiliki prosedur yang wajib diikuti, serta pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas aktivitas dan menemukan surplus dan defisit atas pencatatan yang tidak seimbang. Jika ditemukan kesalahan maka orang yang bertnggung jawab hrus mengganinya. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengendalian internal, penerapan prosedur audit serta akuntansi bebasis pertanggungjawaban sendiri dimana allah mengetahui seluruh pikiran dan perbuatan semua makhluk-nya. Prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Transaksi harus dicatat setelah terjadi 2. Transaksi harus dikelompokkan berdasarkan jenisnya (nature) 3. Penerimaaan akan dicatat di sisi sebelah kanan dan pengeluaran akan dicatat di sebelah kiri. 4. Pembayaran harus dicatat dan diberikan penjelasan yang memadai di sisi kiri halaman. 5. Pencatatan transaksi harus dilalukan dan dijelaskan secara hati-hati. 6. Tidak diberikan jarak penulisan di sisi sebelah kiri, dan harus diberi garis penutup. 13 7. Koreksi atas transaksi yang telah di catat tidak boleh dengan cara menghapus atau menulis ulang. 8. Jika akun telah ditutup, maka diberikan tanda tetang hal tersebut. 9. Sejumlah transaksi yang dicatat dibuku jurnal akan dipindahkan pada buku khusus berdasarkan pengelompokkan transaksi. 10. Orang yang melakukan pencatatan untuk pengelompokkan berbeda dengan orang yang melakukan pencatatan harian. 11. Saldo diperoleh dari selisih. 12. Laporan harus disusun setiap bulan dan setiap tahun. 13. Pada setiap akhir tahun, leporan yang disampaikan oleh al kateb harus menjelaskan seluruh informasi secra detail barang dan dana yang berada dibawah wewenangnya. 14. Laporan tahunana yang disususn Al Kateb akan diperiksa dan dibandingkan dengn tahun sebelunya dan akan disimpan di Diwan Pusat. Dihubungkan dengan prosedur tersebut, terdapat beberpaa istilah, sebagai berikut: 1. Al Jaridah , merupakan buku untuk mencatat transaksi yang dalam bahasa arab disebut koran atau jurnal. 2. Daftar Al Yaumiyah (buku harian/dalam bahasa persia ikena dnegan nama : Ruuznamah) 3. Al-Ruznamadj atau buku harian yaitu melakukan pencatatan untuk pembayaran penerimaan setiap hari. 4. Al-Khatma merupakan laporan pendapatan dan pengeluaran perbulan 5. Al-Taridj merupakan tambahan catatan untuk menunjukkan kategori secara keseluruhan. 6. Al-Arida merupakan 3 kolom jrunal yang totalnya terdapat di kolom ketiga. 7. Al-Bara’a merupakan penerimaan pembayaran dari pembayar pajak. 8. Al-Muwafakah-djama’a merupakan akuntansi yang komphrenhensif disajikan oleh amil. 2.4 Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi Islam 14 Luca Pacioli adalah seorang ilmuwan sekaligus pengajar dibeberapa universitas Italia seperti Venice, Milan, Florence, dan Roma. Beliau banyak membaca buku termasuk buku yang telah diterjemahkan. Sejak tahun 1202 M, buku-buku para ilmuwan muslim/arab telah banyak diterjemahkan di negara Eropa yang dilakukan oleh Leonardo Fibbonaci of Pisadan judul Liber Abbaci, Verba Filiorum dan Epistola de Proportione et proportionalitate. Tahun 1429 M, angka Arab dilarang untuk digunkan oleh pemerintah Italia Namun Luca Pacioli selalu tertarik untuk belajar hal tertsebut. Tahun 1484 M, Pacioli bertemu temannya yang bernama Onofiro Dini Florence yang suka berpergian ke Amerika Utara dan Konstantinopel, sehingga diduga Pacioli mendapat ide double entry dari temannya tersebut. Alasan teknis untuk hal tersebut adalah: Luca Pacioli mengatakan bahwa setiap transaksi harus dicatat dua kali disisi sebelah kredit dan di sisi sebelah debit. Hal ini memunculkan dugaan bahwa Pacioli menerjemahkan hal tersebut dari bahasa Arab. Luca Pacioli dengan bukunya tahun 1494M dengan bukunya: Summa de Arithmetica geometria Proportionalita ( A review of Arithmetica, Geometry and Proportions) pada tahun 1494M menerangkan mengenai double entry book keeping sehingga ditetapkan sebagai penemu akuntansi modern. Dari hal penelusuran pemikir Islam, ditemukan bahwa ada hubungan antara para pedagang Italia dan pedagang muslim, yang membuka kemungkinan bahwa akuntansi modern tersebut diperoleh Luca Pacioli dari hubungannya dengan perdagang muslim. Bukti-bukti istilah yang digunakan Pacioli juga sama dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang muslim. Selain itu ketika Daulah Islam mulai berkembang, telah dikembangkan juga sistem akuntansi yang cukup maju dan dapat dijadikan dasar bahwa klaim muslim turut dalam pengembangan akuntansi modern. 15 BAB III PENUTUP BAB III PENUTU 3.1 Kesimpulan Para ahli telah sepakat bahwa praktik pencatatan akuntansi telah ada lebih dahulu sebelum akuntansi diakui sebagai ilmu, yaitu sejak adanya kehidupan sosial ekonomi manusia (Harahap, 2011). Praktik pencatatan akuntansi yang dimaksud adalah pencatatan kejadian yang berhubungan dengan usaha perdagangan (bisnis). Oleh karena itu, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui asal muasal praktik akuntansi dimulai. Perbankan Islam pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel Islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Perintisnya adalah Ahmad El Najjar. Sistem pertama yang dikembangkan adalah mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba / bagi hasil) pada tahun 1963. Kemudian pada tahun ’70-an, telah berdiri setidaknya 9 bank yang tidak memungut usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Akuntansi pertama kali dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960an, sementara akuntansi konvensional yang kita pahami dari berbagai literature menyebutkan bahwa akuntansi pertama kali berkembang di Italia dan dikembangkan oleh Lucas Pacioli (1494). Pemahaman ini sudah mendarah daging pada masyarakat akuntan kita. Olehnya itu, ketika banyak ahli yang mengemukakan pendapat bahwa akuntansi sebenarnya telah berkembang jauh sebelumnya dan di mulai di Arab, akan sulit diterima oleh masyrakat akuntan. Perkembangan akuntansi syariah beberapa tahun terakhir sangat meningkat ini di tandai dengan seringnya kita menemukan seminar, workshop, diskusi dan berbagai pelatihan yang membahas berbagai kegiatan ekonomi dan akuntansi Islam, mulai dari perbankan, asuransi, pegadaian, sampai pada bidang pendidikan semua berlabel syariah. Bukti-bukti istilah yang digunakan Pacioli juga sama dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang muslim. Selain itu ketika Daulah Islam mulai berkembang, telah 16 dikembangkan juga sistem akuntansi yang cukup maju dan dapat dijadikan dasar bahwa klaim muslim turut dalam pengembangan akuntansi modern. 17 DAFTAR PUSTAKA https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://baracellona.wordpress.com/seja rah-dan-perkembangan-akuntansi-di-indonesia-daninternasional/%23:~:text%3DAwalnya%252C%2520akuntansi%2520dimulai%2520dengan%2520siste m,abad%2520ke%252014%2520dan%252015.%26text%3DParuh%2520Pertama%2520abad%25202 0%252C%2520seiring,suatu%2520disiplin%2520ilmu%2520akademik%2520tersendiri.&ved=2ahUKE wjzh6O1zJvvAhU_ILcAHWojABEQFjABegQIAhAF&usg=AOvVaw2YUSHusj8jYA5DFdcwMujM&cshid=1 615031492021 (Diakses pada 5 Maret 2021 di Jambi) https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://accurate.id/akuntansi/mengetah ui-sejarah-akuntansilengkap/%23:~:text%3DMenurut%2520sejarahnya%2520ilmu%2520akuntansi%2520muncul,pencat atan%2520keuangan%2520dengan%2520model%2520berpasangan.&ved=2ahUKEwjLlvS_z5vvAhUC U30KHRIgAIoQFjAHegQIAhAF&usg=AOvVaw021xyaJ4Th6fHXlNjlQTuz (Diakses pada 5 Maret 2021 di Jambi) https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://meitiafh.wordpress.com/2014/0 2/22/sejarah-perkembangan-akuntansisyariah/amp/&ved=2ahUKEwjMuY_a0ZvvAhVTlEsFHSBIBt0QFjAJegQIBRAC&usg=AOvVaw3vwNa3bH bmz0xXdOyNKwcx&cf=1&cshid=1615033332975 (Diakses pada 5 Maret 2021 di Jambi) 18

Judul: Rudini C1f018029 Ekonomi Islam, Pertemuan 4, Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

Oleh: Rudini C1f018029


Ikuti kami