Dampak Pabrik Gula Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo...

Oleh Ilzam Zeins

101,2 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Dampak Pabrik Gula Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk (studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Industri Gula

Nama : M. Ilzam NIM : 19040274082 Kelas : Geografi 2019 C Kajian2 Geografi Mengenai Industri Kerupuk Rambak Di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung Oleh : Langen Siwi Mahasiswa Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum Univesitas Negeri Surabaya langensiwi06@gmail.com Dra . Sulistinah, M.Pd. Dosen Pembimbing Mahasiswa Tulungagung adalah salah satu kabupaten yang sebagian besar masyarakanya bekerja sebagai petani. Selain itu sebagian masyarakatnya juga bekerja di bidang industri. Salah satumya industri kerupuk rambak yang terletak di Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Adapun Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang Sumber datanya berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara dengan pedoman kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisnya menggunakan presentase. Adapun Bahan baku kerupuk rambak banyak mengambil dari luar daerah Tulungagung dikarenakan bahan baku dari Tulungagung tidak mencukupi permintaan kulit sapi dan kerbau sebagai bahan baku kerupuk rambak. Hasil dari penelitian ini berupa aglomerasi tenaga kerja, distribusi bahan baku dan lokasi pemasaran kerupuk rambak. Aglomerasi tenaga kerja pada industri kerupuk rambak ini. Pekerja terkonsentrasi pada Kelurahan Sembung yang pendistribusian bahan bakunya tersebar di Tulungagung, luar kota dan luar pulau juga. Lokasi pemasarannya, pada industri kerupuk rambak ini berorientasi pada konsumen dengan letak industri yang di dekat pusat kota sehingga memilih tempat di daerah padat penduduk sebagai pemasarannya dan tidak hanya dipasarkan di Tulungagung saja tetapi di luar kota juga. Sumber : http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/download/ 23787/21735 Dampak Pabrik Gula Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk (Studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Industri Gula) Oleh : Siti Alfiatu Rochmatin Mahasiswa S1 Pendidikaoppn Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya, alfiatusiti@yahoo.co.id Dr. H. Murtedjo, M.Si Dosen Pembimbing Mahasiswa Saat ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di daerah pedesaan. Salah satunya adalah di wilayah Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang bergerak dibidang industri gula yaitu Pabrik Gula Lestari. Keberadaan Pabrik Gula Lestari di Desa Ngrombot ini dianggap memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat. dampak keberadaan pabrik gula pasir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk saat ini telah memberikan dampak positif bagi semua warga Desa Ngrombot tetapi tidak di pungkiri juga terdapat dampak negatif yang masih ada. dari segi positif dampak yang terjadi adalah keberadaan Pabrik Gula Lestari telah membawa dampak berupa tingkat kekeluargaan dan interaksi antar masyarakat menjadi meningkat, Keberadaan Pabrik Gula Lestari meningkatkan perokonomian masyarakat di Desa Ngrombot, dengan cara mengutamakan warga Desa Ngrombot dan sekitarnya untuk masuk dan bekerja di pabrik selama musim giling berlangsung sehingga berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi warga desa ngrombot. Selain masih adanya dampak positif, dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat pun masih ada. Keberadaan Pabrik Gula pada saat musim giling berlangsung menyebabkan pencemaran lingkungan yang dirasa mengganggu warga sekitar dalam beraktifitas. Sumber : https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/23974 Kajian tentang Keberlangsungan Industri pengolahan batu kapur bukit Jaddih Desa Jaddih Kecamatan soccah kabupaten Bangkalan Oleh : Moh. Reza Ilham Mahasiswa Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya Rezailham41@ymail.com Dra. Sri Murtini, M.si Dosen Pembimbing Mahasiswa Pertambangan bahan galian C yang mulai marak dieksploitasi berada di Bukit Jaddih Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Pulau Madura adalah bahan mineral berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Kegiatan pertambangan dengan luas lahan areal pertambangan sebesar 94,8 Ha, luas lahan tereksploitasi sebesar 28 Ha. Keberlangsungan pertambangan yang terus menerus akan berakibat pada kekurangan lahan di Bukit Jaddih, sedangkan industri pengolahan batu kapur bahan baku utama berasal dari pertambangan Bukit Jaddih. Faktor keberlangsungan industri pengolahan batu kapur dipengaruhi dari beberapa faktor diantaranya: faktor modal awal yang besar akan mempengaruhi keberlangsungan industri kapur dimana jika modal awal yang besar akan menghasilkan produksi yang tinggi mempunyai pengaruh sebesar 50%, yang kedua adalah bahan baku, ketersediaan bahan baku yang cukup tinggi berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pengolahan batu kapur dengan adanya sumberdaya alam yang tersedia di Desa Jaddih yaitu bukit jaddih mempunyai pengaruh sebesar 75%. Tenaga kerja yang bekerja di pengolahan industri pengolahan batu kapur sebagian besar berasal dari desa sendiri dan memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan industri sebesar 50%, produksi mempunyai pengaruh sebesar 57% dan 85% untuk pemasaran. Saran untuk Pengusaha menghindari kesulitan dalam hal pemasaran yaitu para pengusaha membuat sistem pemasaran model terbaru dan lebih efektif salah satunya dengan cara pemasaran melalui online agar lebih mudah laku secara luas. Serta membuat koperasi yang dikelola oleh pengepul. Sumber : http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/viewFile/ 23787/21735 Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemilik Industri Batik dalam Mengolah Limbah Produksi Batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus Di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo) Oleh : Ika Silviana Rachmi Mahasiswa Prodi P. Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya Ikasilviana14@gmail.com Dr. Muzayanah, M. T. Dosen Pembimbing Mahasiswa Kampung Batik Jetis Lemah Putro merupakan industri tekstil batik yang terkenal di Jawa Timur. Wilayah tersebut terkenal dengan kain batik tulis khas Sidoarjo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pemilik industri batik dalam pengelolaan limbah batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah industri batik Jetis Tingkat pengetahuan responden tentang limbah batik yang terbanyak di Kampung Batik Jetis Sidoarjo yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori baik, adapun kadar parameter pencemaran pada limbah Batik di Kampung Batik Jetis Sidoarjo bahwa untuk kadar BOD5 rendah, COD rendah, TSS tinggi, fenol total tinggi, krom total (Cr) rendah, Amonium total (NH3- N) tinggi, sulfida (S) tinggi, minyak dan lemak tinggi serta memiliki pH normal. Responden mengetahui bagaimana bahaya yang ditimbulkan oleh limbah batik, tetapi dalam penanganannya terhambat oleh masalah yang cukup besar yaitu dalam hal biaya operasional. Limbah tersebut sebelum dibuang disungai diberi air yang sangat banyak kemudian dibuang ke sungai, sungai Jetis sendiri sudah tidak dapat digunakan sebagai mana mestinya sebagai fungsi sungai, karena sudah lama tercemar, Berdasarkan hasil observasi lapangan ditemukan beberapa tempat produksi batik juga tidak memperhatikan keamanan yang seharusnya digunakan saat proses pembuatan batik tersebut berlangsung. Sumber : https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/23360 Kajian aglomerasi kampong topi di desa punggul kecamatan gedangan kabupaten sidoarjo Oleh : Athi’ fatimah hasan Mahasiswa Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum , Universitas Negeri Surabaya athihasan@mhs.unesa.ac.id Dra. Sri Murtini, M.Si. Dosen Pembimbing Mahasiswa Desa Punggul Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo merupakan suatu sentra industri yang memproduksi berbagai jenis perlengkapan sekolah, lebih khusus pada topi. Lokasi berdirinya industri kampung topi yang ada di Desa Punggul ini bersifat aglomerasi. Industri ini menimbulkan berbagai dampak antara lain timbulnya persaingan harga tanpa memperhatikan kualitas barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi teraglomerasinya industri kampung topi, aksesibilitas dari industri kampung topi dan dampak yang ditimbulkan dari teraglomerasinya industri kampung topi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu 50 pengusaha. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder menggunakan wawancara dengan kuisioner dan dokumentasi Berdasarkan dari hasil penelitian tentang kajian aglomerasi industri kampung topi di Desa Punggul Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi mengelompoknya industri topi tetap bertahan keberadaanya di Desa Punggul Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo yaitu bahan baku sebesar 9%, tenaga kerja sebesar 14%, modal sebesar 18% dan pemasaran sebesar 14%, serta terbebani biaya produksi yang dikeluarkan. 2. Aksesibilitas dalam industri kampung topi yang ada di Desa Punggul ini sangat baik. Mulai dari aksesibilitas mengambil bahan baku, aksesibilitas pemasaran dan aksesibilitas tenaga kerja memiliki persentase hingga 18%. 3. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya aglomerasi industri kampung topi yang ada di Desa Punggul memiliki dua dampak yakni, dampak positif dan negatif dengan jumlah persentase 27%. Dampak positif dari adanya aglomerasi industri kampung topi ialah efisiensi produksi, penghematan biaya produksi serta penghematan ongkos angkut bahan baku. Dampak negatifnya adalah produk yang dihasilkan bersifat homogen, sehingga menimbulkan persaingan harga yang tidak sehat dalam industri topi tersebut. Sumber : https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/22963 Adapun korelasi kelima jurnal diatas adalah sebagai berikut, Keseluruhan jurnal diatas, tema yang diambil adalah geografi sosial ekonomi yang lebih merinci kepada cabang dari geografi ekonomi yakni geografi industri dengan kajian “ dampak industri terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat ” dari kelima jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan industri dapat menimbulkan aglomerasi dan dampak tersendiri bagi masyarakat. Adapun dampak yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut terbagi menjadi dua yakni dampak positif dan dampak negatif. dampak positif dari kegiatan industri tersebut antara lain adanya aglomerasi dan memiliki pengaruh yang besar dan positif bagi masyarakat yakni berupa nilai kekeluargaan yang masih terjalin dengan baik, serta meningkatnya sosial ekonomi keluarga dapat meningatkan perekonomian masyarakat tentunya. Dampak positif yang diberikan untuk lingkungan disekitar pabrik ternyata masih adanya dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat. Keberadaan sektor industri berlangsung menyebabkan udara yang semula sudah panas mejadi semakin panas, suara bising mesin-mesin dari pabrik yang terus bekerja, asap yang keluar dari cerobong asap, dan debu yang semakin menyebar terbawa oleh laju kendaraan yang dirasa mengganggu warga sekitar dalam beraktifitas. Dampak negative dari kegiatan industri tersebut kiranya bagus jika tertata dan terorganisir secara rapi sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1. Bagi pihak pemerintah dalam hal pelatihan CSR yang diberikan pihak pabrik, sebaiknya lebih diperhatikan dan memberikan pengawasan selama kegiatan berlangsung. Sehingga dalam proses pelatihan dapat berjalan sampai selesai dan masyarakat dapat membangun usaha sendiri melalui keterampilan yang dimiliki seperti yang diharapkan oleh pihak pabrik. 2. Kegiatan industri tersebut harus lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup dengan lebih memperhatikan limbah yang keluar dari pabrik agar tidak merugikan dan menggaggu masyarakat sekitar. 3. Bagi masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan pelatihan-pelatihan CSR yang diadakan oleh pihak industri guna mewujudkan masyarakat yang mandiri dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Judul: Dampak Pabrik Gula Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk (studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Industri Gula

Oleh: Ilzam Zeins


Ikuti kami