Essay Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional Dyah Widia Wati 182304011

Oleh Dyah Widia Wati

454,2 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Essay Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional Dyah Widia Wati 182304011

Nama: Dyah Widia Wati, Nim: 182304011 Prodi: S-1 Manajemen, kampus: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Tema: Pajak Sebagai Instrument Pemulihan Ekonomi “Pajak Masih Banyak Yang Menolak, Tapi Sangat Dibutuhkan” Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan Undang-Undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. (Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH (1990) pajak adalah sumber penghasilan terbesar bagi Negara. Tanpa adanya pajak negara terasa hampa karena tidak bisa berjalan dengan sesuai harapan. Karena penerimaan dari sector pajak lebih dari 75% termasuk penghasilan dari suatu Negara. Nahhh, dengan begitu Saya akan mengutarakan sedikit pendapat saya mengenai betapa pentingnya pajak bagi suatu negara tapi dengan begitu masih banyak masyarakat yang sulit untuk membayarkan pajaknya dengan alasan yang begitu banyak. Semoga tulisan saya ini menjadi bermanfaat bagi semua kalangan yang membaca. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh wajib pajak atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara yang bertujuan untuk kemakmuran rakyat dalam suatu negara. Ada 2 jenis pajak di Indonesia, yakni pajak pusat dan pajak daerah. Pajak pusat adalah pajak yang pemungutannya dilakukan oleh pemerintah pusat, seperti pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, dan bea materai. sedangkan pajak daerah adalah pajak yang pemungutannya dilakukan oleh pemerintah daerah. Pajak daerah terbagi menjadi 2 wilayah yaitu pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. Pajak menjadi instrument yang sangat diandalkan oleh negara untuk dijadikan pemulihan ekonomi dalam suatu negara. Dalam rangka pemulihan perekonomian nasional, diperlukan kehadiran pemerintah dalam membentuk kebijakan ekonomi berupa kebijakan fiskal dan moneter. pemerintah dapat melakukan evaluasi dalam membuat kebijakan yang tepat untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional, yang mampu mengundang investasi dari para pemilik modal, dan memperebutkan persaingan ekonomi dengan negara-negara lain yang nantinya akan menjadi pemasukan untuk sebuah negara yang berasal dari pemungutan pajak tersebut. Dengan adanya pemulihan ekonomi nasional merupakan upaya untuk mengurangi dampak dari COVID-19 terhadap perekonomian. Dan tujuan dari pemulihan ekonomi nasional yaitu untuk mempertahankan dan melindungi para pelaku bisnis kecil maupun yang sudah besar. Kondisi saat ini yang menjadi tujuan diadakan nya pemulihan ekonomi nasonal yaitu karena banyak nya karyawan yang di PHK karena adanya pembatasan jumlah karyawan yang bekerja, mereka dirumahkan tanpa diberi gaji ataupun tunjangan maka dari itu pajak menjadi penyelamat adanya kondisi tersebut. Dengan mendapatkan hasil dari perpajakan itu akan membantu industry manufaktur untuk menciptakan lapangan kerja baru yang diperuntukan karyawan yang telah ter PHK. Pendapatan negara salah satunya adalah dari pajak, pajak dikelola oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Direktorat Jenderal Pajak adalah sebagai otoritas pajak yang hanya mengelola sistem perpajakan tetapi tidak menerima uang hasil pajak, karena uang pajak langsung ditransfer melalui Bank yang sesuai dengan nilai SPT wajib pajak. Jika masyarakat awam yang ditanya i masalah pajak mungkin mereka akan menjawab bahwa pajak itu adalah sesuatu yang menakutkan yang hanya akan menambah beban hidup mereka. Karena mereka kurang paham mengenai pajak, pengenaan pajak, wajib pajak, dan alokasi pajak dalam suatu Negara. Akibat dari kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pajak yaitu mereka tidak mau membayar pajak. Terlebih lagi ada isu-isu mengenai uang hasil pemungutan pajak akan di ambil oleh tikus berdasi hitam(koruptor). Dengan adanya berita tikus berdasi hitam seperti gayus tambunan, Dhana Widyamika dan masih banyak lagi yang menyalah gunakan uang hasil pajak untuk keperluan pribadi mereka. pemungutan pajak harus dilakukan dengan adil, karena dengan keadilan akan menciptakan kesejahteraan masyarakat tanpa batas. Maka dari itu menetapkan pajak tidak bisa dengan asalasalan tetapi, menghitung tarif pajak terlebih dahulu dengan benar sesuai dengan realitanya tidak boleh dilebihkan atau dikurangin. Harapan kedepannya yaitu menjadi masyarakat yang cerdas makmur sentosa setelah diadakannya penyuluhan, maka itu akan menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai masalah pajak apabila masyarakat sudah memahami apa itu arti pajak maka negara tersebut akan menjadi negara yang makmur dengan kondisi perekonomian yang stabil tidak akan ada lagi yang berhutang ke negara lain karena kurang nya pendapatan suatu negara. REFERENSI: Waluyo. 2017. Perpajakan Indonesia. Jakarta:Salemba Empat. Adiyanta,Susila.2018. Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Perpajakan sebagai Stimulus Peningkatan Penerimaan Negara dari Sektor Pajak (Studi Evaluatif Normatif Kebijakan Perpajakan Nasional). 1(2).

Judul: Essay Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional Dyah Widia Wati 182304011

Oleh: Dyah Widia Wati


Ikuti kami