Penyusunan Masterplan Infrastruktur Dan Pengembangan Ekonomi Pon Xx Di Provinsi Papua

Oleh Sri Wahyuni

257,5 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Penyusunan Masterplan Infrastruktur Dan Pengembangan Ekonomi Pon Xx Di Provinsi Papua

KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN EKONOMI PON XX DI PROVINSI PAPUA I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Provinsi Papua sebagai salah satu Provinsi terbesar di kawasan timur Indonesia bukan hanya kaya akan sumber daya alam, namun Papua juga memiliki bibit-bibit atlit berbakat berbagai cabang olah raga. Karena itu sangat tepat keputusan penetapan Provinsi Papua menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 mendatang. Dengan adanya kesempatan ini akan menjadi langkah awal untuk menata pengembangan olahraga prestasi dan profesional di Provinsi Papua, sehingga dapat mengharumkan prestasi olah raga Indonesia di ajang internasional. Penetapan Provinsi Papua sebagai tuan tumah PON XX Tahun 2020, juga merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan Provinsi Papua, yang saat ini merupakan Provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Melalui pembangunan berbagai sektor di Provinsi Papua yang harus dipercepat untuk pelaksanaan PON Tahun 2020, maka akan memberikan dampak terhadap pengembangan wilayah di Provinsi Papua. Untuk itu, dalam rangka mengurangi kesenjangan antar wilayah di Provinsi Papua, maka perlu adanya pemerataan lokasi pelaksanaan PON XX di 5 (lima) wilayah adat, sehingga akan memberikan multiplayer effect yang merata di kelima wilayah pengembangan tersebut. Untuk kesiapan Provinsi Papua untuk melaksanakan event nasional ini, maka perlu adanya percepatan dalam pembangunan sarana dan prasarana berbagai cabang olahraga serta infrastruktur dasar penunjang, antara lain, transportasi terpadu, listrik, air bersih dan telekomunikasi, mengingat pelaksanaan berbagai sarana prasarana dan infrastruktur tersebut membutuhkan waktu lebih dari 3 (tiga) tahun. Selain pembangunan infrastruktur, untuk menunjang pelaksanaan PON, maka berbagai sektor lainnya juga harus mulai dikembangkan, antara lain sektor pariwisata dalam rangka mempersiapkan berbagai obyek wisata yang akan dikunjungi selama penyelengaraan dan pasca PON XX. Berbagai usaha lainnya di sektor ekonomi yang perlu dipersiapkan adalah pengembangan ekonomi lokal untuk menunjang kebutuhkan penyelenggaran PON XX, antara lain kebutuhan pangan dan industri kreatif berbasis BAPPEDA Provinsi Papua Hal 1 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX budaya yang harus dapat disuplai sendiri oleh Provinsi Papua supaya dapat meningkatkan nilai tambah bagi komoditas lokal dan pemberdayaan masyarakat asli Papua. Sebagai penyelenggara PON yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, Provinsi Papua harus belajar dari beberapa provinsi lainnya di Indonesia yang pernah menjadi penyelenggara PON maupun SEA GAMES, antara lain Provinsi Riau Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Untuk itu pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua memerlukan suatu Rencana Pembangunan dan Pengembangan untuk mengarahkan berbagai langkah-langkah untuk pembangunan berbagai sarana prasarana dan infrastruktur dasar yang dibutuhkan, serta pengembangan sektor ekonomi untuk menunjang pelaksanaan PON XX dan memberikan dampak terhadap pengembangan wilayah maupun dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi masyarakat asli Papua saat pelaksanaan PON maupun setelah PON selesai. Adapun beberapa permasalahan yang saat ini dihadapi Pemerintah Provinsi Papua dalam mempersiapkan pelaksanaan PON XX, adalah sebagai berikut : • Masih kurangnya sarana dan prasarana berbagai cabang olah raga yang akan dipertandingkan, termasuk Stadion Utama yang memenuhi persyaratan penyelenggaraan event nasional dan internasional. • Masih kurangnya infrastruktur dasar yang menunjang penyelenggaraan PON di Provinsi Papua, antara lain transportasi terpadu yang menghubungkan berbagai lokasi penyelenggaraan, listrik dan air bersih dengan kapasitas sesuai kebutuhan berbagai venues dan fasilitas lainnya, jaringan telekomunikasi untuk pelayanan akses data dan informasi selama penyelenggaraan. • Belum berkembanganya ekonomi lokal dan pusat-pusat kawasan ekonomi di Provinsi Papua sebagai penunjang aktivitas selama pelaksanaan PON untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua. • Masih adanya hambatan dan keterlambahan dalam pelaksanaan pembangunan berbagai infrastruktur karena belum adanya pendekatan yang tepat untuk penyelesaian penggunaan tanah ulayat untuk kepentingan publik ( infrastruktur dan sarana prasarana olah raga). • Belum konsistennya pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah yang sesuai dengan RTRW Provinsi maupun kabupaten/kota maupun RPJMD Provinsi dan kabupaten/kota. BAPPEDA Provinsi Papua Hal 2 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX • Perlu dipersiapkan antisipasi terhadap berbagai permasalahan yang akan timbul setelah pelaksanaan PON, antara lain kebutuhan pembiayaan pemeliharaan berbagai venues dan fasilitas olah raga lainnya, serta upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan ekonomi masyarakat yang berkembang saat pelaksanaan PON sehingga dapat tetap memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Papua setelah penyelenggaraan PON. • Adanya dampak pembanguan infrastruktur dan sarana prasarana olah raga terhadap daya dukung lingkungan, untuk itu perlu adanya kajian dampak lingkungan terhadap berbagai rencana program pembangunan yang akan dilaksanakan. • Adanya keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan berbagai sarana prasarana dan infrastruktur yang dibutuhkan, sehingga perlu adanya beberapa alternatif skenario pengangguran untuk kebutuhan PON XX yang mengoptimalkan sharing pembiayaan pemerintah dan swasta maupun BUMN, diantaranya adalah pengemasan promosi event PON XX dan peluang strategisnya bagi pengembangan investasi di Provinsi Papua. Berdasarkan berbagai pertimbangan dan permasalahan diatas, maka perlu disusun suatu Rencana Induk (Master Plan) Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua sebagai pedoman dan arahan untuk mempersiapkan penyelenggaran PON XX di Provinsi Papua. 1.2 Maksud dan Tujuan Berdasarkan latar belakang yang dijabarkan sebelumnya, maka maksud Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua adalah untuk menyiapkan dokumen rencana pembangunan infrastruktur dan sarana prasana PON serta pengembangan ekonomi untuk menunjang pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua Sedangkan Tujuannya adalah : • Menyusun rencana kebutuhan sarana prasarana PON XX di 6 (enam) kabupaten/kota sesuai cabang olah raga yang akan dipertandingkan • Menyusun rencana kebutuhan infrastruktur dasar yang meliputi transportasi terpadu, kelistrikan, air bersih dan sanitasi, telekomunikasi serta kebutuhan akomodasi di 6 (enam) kabupaten/kota. BAPPEDA Provinsi Papua Hal 3 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX • Menyusun rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal di 6 kabupaten/kota dan kawasan pengembangannya masing-masing di 5 (lima) wilayah adat di Provinsi Papua. • Menyusun Kajian Lingkungan Hidup Statergis (KLHS) dari dokumen rencana induk yang akan disusun. • Menyusun skenario pembiayaan, investasi dan promosi untuk penyiapan sarana prasarana, infrastruktur dasar dan pengembangan ekonomi lokal. 1.3 Sasaran Sasaran kegiatan adalah tersedianya pedoman dan arahan penyiapan pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua berupa dokumen Rencana Induk (Master Plan) Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi dengan pola pemberdayaan masyarakat lokal untuk mendukung pelaksanaan PON XX Tahun 2020 di Provinsi Papua. II. DISKRIPSI DAN URAIAN PEKERJAAN II.1. Nama pekerjaan Nama pekerjaan adalah “Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua”. II.2. Lokasi pekerjaan Lokasi kegiatan penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX Tahun 2020 di Provinsi Papua yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya. II.3. Penanggungjawab pekerjaan Penanggungjawab pekerjaan ini BAPPEDA Provinsi Papua. II.4. Sumber dana Sumber dana dari pekerjaan ini adalah DAU Provinsi Papua Tahun 2015. II.5. Ruang Lingkup 1. Ruang Lingkup Pelaksanaan a. Tahap persiapan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : • Persiapan administrasi • Studi pustaka tentang jalan dan jembatan • Penyusunan konsep Kerangka Acuan Kerja (KAK) BAPPEDA Provinsi Papua Hal 4 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX • Pemberitahuan/penyampaian kepada instansi/dinas terkait tentang rencana pelaksanaan kegiatan. b. Survey lapangan dalam rangka pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk upaya perolehan citra satelit dari lembaga terkait. c. Pengolahan dan analisa data baik data jenis dan jumlah fasilitas infrastruktur dan analisis kebutuhan bersadarkan standar internasional d. Pengelolaan dan analisis pengembangan ekonomi dan sumber daya alam lokal e. Penyusunan naskah laporan dan pembahasan. f. Distribusi laporan kepada pihak terkait tingkat provinsi dan kabupaten. 2. Lingkup Substansi Lingkup substansi Penyusunan Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua mencakup : a. Menyusun rencana kebutuhan sarana prasarana PON XX di 6 (enam) kabupaten/kota sesuai cabang olah raga yang akan dipertandingkan b. Menyusun rencana kebutuhan infrastruktur dasar yang meliputi transportasi terpadu, kelistrikan, air bersih dan sanitasi, telekomunikasi serta kebutuhan akomodasi di 6 (enam) kabupaten/kota. c. Menyusun rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal di 6 kabupaten/kota dan kawasan pengembangannya masing-masing di 5 (lima) wilayah adat di Provinsi Papua. d. Menyusun Kajian Lingkungan Hidup Statergis (KLHS) dari dokumen rencana induk yang akan disusun. e. Menyusun skenario pembiayaan, investasi dan promosi untuk penyiapan sarana prasarana, infrastruktur dasar dan pengembangan ekonomi lokal III. METODE, KELUARAN DAN JADWAL PELAKSANAAN III.1. Metode Analisis Dalam pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua terdiri dari: 1. Tahap persiapan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : • Persiapan administrasi BAPPEDA Provinsi Papua Hal 5 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX • Studi pustaka tentang jalan dan jembatan • Penyusunan konsep Kerangka Acuan Kerja (KAK) • Pemberitahuan/penyampaian kepada instansi/dinas terkait tentang rencana pelaksanaan kegiatan. 2. Survey lapangan dalam rangka pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk upaya perolehan citra satelit dari lembaga terkait. 3. Pengolahan dan analisa data baik data jenis dan jumlah fasilitas infrastruktur dan analisis kebutuhan bersadarkan standar internasional 4. Pengelolaan dan analisis pengembangan ekonomi dan sumber daya alam lokal 5. Penyusunan naskah laporan dan pembahasan. 6. Distribusi laporan kepada pihak terkait tingkat provinsi dan kabupaten. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua sebgaai berikut : a. Analisis Deskriptif Kualitatif Metode analisis deskriptif kualitatif merupakan bahagian dari metode analisis kuantitatif dengan menjabarkan analisis secara deskriptif kualitatif sehingga lahirlah suatu konsep dan sebagai dasar dalam analisis selanjutnya. Adapun alat analisisi deskriptif kualitatif yang dimaksud adalah; § Metode Evaluatif, digunakan untuk menilai sejauhmana implementasi arahan rencana tata ruang wilayah masing-masing Kabupaten/Kota dengan kondisi saat sekarang ini. § Metode Ekstrapolatif, diterapkan dalam hal keterbatasan data-data demografi dan biofisik lingkungan yang tersedia saat ini (existing condition) namun tetap mengikuti pola kecenderungan data-data tersebut. § Hubungan Fungsional Antar Kegiatan, digunakan untuk menciptakan meknisme kehidupan kota yang baik serta meningkatkan dayaguna dan hasil guna pemanfaatan ruang secara optimal. Selain itu, proses analisis dalam pekerjaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi eksisting dan konsep pengembangan di lokasi Perencanaan Pelaksanaan PON XX baik dalam hal fisik, sosial, ekonomi maupun demografi. Secara umum tahapan/proses analisis ini terdiri dari : BAPPEDA Provinsi Papua Hal 6 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX 1) Proses Penentuan kesesuaian Lokasi Pembangunan . Proses penentuan kesesuaian lokasi merupakan usaha optimal penentuan model pengembangan sarana dan prasarana PON dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah maupun rencana rinci tata ruang secara keseluruhan. Penentuan tersebut ditetapkan berdasarkan: a) Analisis kesesuaian lokasi berdasarkan rencana tata ruang; b) Analisis tingkat pelayanan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan hirarki sistem jaringan jalan. c) Analisis daya dukung dan daya tampung lahan d) Analisis kebutuhan ruang bagi pengembangan Infrastruktur PON XX sampai tahun 2020. e) Analisis kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan standarisasi internasional f) Analisis pola distribusi penduduk. 2) Proses Penentuan Jenis dan Intensitas Infrastruktur. Proses penentuan jenis dan intensitas Infrastruktur utama untuk pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX Tahun 2020 di Provinsi Papua ditetapkan berdasarkan: a) Analisis daya tampung ruang (land capability) untuk setiap lokasi yang telah ditetapkan. b) Analisis kebutuhan jenis Infrastruktur (prasarana dan sarana) PON XX Tahun 2020 yang didasarkan pada fungsi dan kapasitas daya tampung lokasi. c) Modifikasi dan penafsiran standar teknis yang berlaku guna menghitung besarnya kebutuhan ruang bagi prasarana dan sarana untuk PON XX Tahun 2020. d) Analisis kondisi eksisting dan analisis kebutuhan didasarkan pada standar internasional untuk kebuhan Venua 3) Analisis Penentuan Kawasan Ekonomi. Analisis ini dibuat sebagai dasar pertimbangan Penyusunan Masterpaln Infrastruktur dan pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua. Adapun analisis ini meliputi: BAPPEDA Provinsi Papua Hal 7 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX a. Analisis pengembangan prasarana ekonomi b. Analisis komoditas yang akan dikembangkan termasuk daerah hintarlandnya c. Analisis pemberdayaan masyarakat d. Analisis pola pengembangan investasi b. Analisis Deskriptif Kuantitatif Metode pengumpulan data yang diolah dan dianalisis untuk mendeskripsikan ciri-ciri atau karakteristik variabel yang telah ditetapkan dengan Model Analisa Perencanaan. Teknik dan metode analisis diperkirakan dapat digunakan dalam penyusunan Masterplan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua yang terdiri dari : 1. Teknik dan Model Analisa Dinamika Kependudukan. 2. Analisis Potensi Perkembangan Fisik Wilayah 3. Analisis Interaksi 4. Teknik Analisis Kegiatan Wilayah III.3. Keluaran Dari metode hasil analisa yang dilakukan dalam penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua maka keluaran yang dihasilkan sebagai berikut : a. Rencana kebutuhan sarana prasarana PON XX di 6 (enam) kabupaten/kota sesuai cabang olah raga yang akan dipertandingkan b. Rencana kebutuhan infrastruktur dasar yang meliputi transportasi terpadu, kelistrikan, air bersih dan sanitasi, telekomunikasi serta kebutuhan akomodasi di 6 (enam) kabupaten/kota. c. Rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal di 6 kabupaten/kota dan kawasan pengembangannya masing-masing di 5 (lima) wilayah adat di Provinsi Papua. d. Kajian Lingkungan Hidup Statergis (KLHS) dari dokumen rencana induk yang akan disusun. e. Skenario pembiayaan, investasi dan promosi untuk penyiapan sarana prasarana, infrastruktur dasar dan pengembangan ekonomi lokal BAPPEDA Provinsi Papua Hal 8 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX III.2. Jadwal pelaksanaan Secara keseluruhan pekerjaan ini berlangsung selama 6 (enam) bulan (Gambar 1). Kegiatan dimulai setelah penandatanganan kontrak antara pelaksana pekerjaan dengan BAPPEDA Provinsi Papua dilakukan Gambar 1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. Jadwal (bulan/minggu) N o 1 Kegiatan 1 1 2 Persiapan Penyusunan Laporan Pendahuluan 3 Survey Lapangan 4 Kompilasi Data 5 Penyusunan Fakta dan Analisis Penyusunan Draf Laporan Akhir 7 8 9 2 2 3 4 1 2 3 3 4 1 2 4 3 4 1 2 5 3 4 1 2 6 3 4 1 2 Penyusunan Laporan Akhir Penyusunan Album Peta dan Laporan Penunjang 13 Seminar/Sosialisasi 14 Penyusunan RAPERDA IV. SISTEM PELAPORAN Pihak kedua wajib membuat Laporan Pendahuluan, Laporan Fakta dan Analisis, Draft Laporan Akhir, Laporan Akhir dan Sosialisasi. Pada setiap laporan disertakan lampiranlampiran sesuai kebutuhan. 1. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan (Inception Report) berisi kegiatan-kegiatan persiapan berupa pengadaan citra digital satelit, peralatan-peralatan yang dibutuhkan dan pertemuanpertemuan (antar anggota tim dan dengan Tim Teknis) untuk mematangkan pelaksanaan pekerjaan. Laporan Pendahuluan diserahkan kepada PPTK pada minggu pertama sesudah penandatanganan kontrak kerja dan dibuat dalam rangkap 5 (lima). 2. Laporan Interm Laporan Fakta dan Analisis (Progress Report) berisi informasi kemajuan pekerjaan, kendala-kendala yang dihadapi serta rencana langkah-langkah penyelesaian yang akan diambil pada periode berikutnya. Pada Laporan Fakta dan Aanalisis ini dilakukan terhadap pengumpulan data-data dan dilakukan analisis terhadap BAPPEDA Provinsi Papua Hal 9 dari 18 3 4 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX infrastruktur, ekonomi dan social budaya. Laporan ini dibuat dan diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) kepada PPTK pada akhir bulan ketiga setelah kontrak ditandatangani (lihat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan). 3. Draft Laporan Final Draft Laporan Akhir (Draft Final Report) memuat rangkuman dan kesimpulan dari seluruh pekerjaan yang telah dilakukan, pencapaian, kendala-kendala yang dihadapi serta langkah-langkah yang diambil untuk penyelesaiannya laporan draf ini berisikan tentang rencana yang dihasilkan dari seluruh hasil analisis infrastruktur, ekonomi dan social budaya. Draft Laporaan Akhir diserahkan pada minggu kedua dari bulan terakhir kontrak kerja (lihat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan) dalam rangkap 10 (sepuluh), dipresentasikan di depan staf PEMDA. 4. Laporan Final Laporan Akhir (Final Report) dibangun berdasarkan elaborasi antara Draft Laporan Akhir dengan masukan-masukan yang diberikan pada saat presentasi Draft Laporan Akhir. Laporan Akhir diserahkan pada akhir masa pekerjaan (lihat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan) sebanyak 10 (sepuluh) rangkap kepada PPTK BAPPEDA Provinsi Papua. 5. Penyusunan Booklet 6. Sosialisasi/PKM Sosialisasi Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua akan dilaksanakan di 6 lokasi yaitu yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya. V. KEBUTUHAN TENAGA AHLI 1. Tenaga Ahli Tenaga ahli dibutuhkan untuk merencanakan pekerjaan dan memberikan supervisi pelaksanaan pekerjaan, sehingga tujuan pekerjaan tercapai dengan keluaran yang diinginkan. Untuk pekerjaan ini diperlukan tenaga ahli, minimum berkualifikasi magister dalam bidang: a. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim (Team leader) adalah seorang Magister (S3) Perencanaan Wilayah dan Kota dengan pengalaman minimal 10 (sepuluh) tahun di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota. Tugas dan tanggung jawab Ketua Tim (team leader) adalah: BAPPEDA Provinsi Papua Hal 10 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX § Melakukan pengendalian terhadap fungsi, tugas dan tanggungjawab serta kinerja tim; § Mengkoordinir seluruh kegiatan Pelaksanaan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON di Provinsi Papua, mulai dari tahap persiapan sampai pada tahap pelaksanaan dan penyerahan hasil-hasil kegiatan; § Mengadakan koordinasi, baik secara internal maupun eksternal dengan pihakpihak terkait, terutama dengan pihak pemberi tugas (pengguna jasa) dan anggota tim; § Mengkoordinir pelaksanaan penyusunan laporan (reporting) hasil-hasil kegiatan tim; § Mengkoordinir kegiatan ekspose (seminar) Draft Rancangan Rencana Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON di Provinsi Papua dengan pihak pengguna jasa dan pihak-pihak terkait lainnya; § Mengkoordinir penyusuna jadwal rencana kegiatan tim (kalender kejja) / time sechedulle § Menyusun jadwal rencana penugasan personil; § Menyusun rencana mobilisasi fasilitas dan peralatan; § Menyusun rencana keuangan tim (financing plan); § Membuat Project Quality Plan (PQP); § Menyusun Strategi Pelaksanaan Kegiatan dan sistem manajemen proyek. § Membuat jadwal rencana kegiatan § Mengadakan survey dan investigasi lapangan untuk menginventarisasi datadata kondisi eksisting kota dan data-data yang dibutuhkan dalam membuat analisa prediksi/estimasi ilmiah perkembangan kota kedepan; § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenaga-tenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan analisis perkotaan § Menganalisis data-data hasil survey dan investigasi § Bersama Team Leader dan tenaga ahli lainnya menyusun dan mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim (Laporan Draft Rencana) dihadapan pengguna jasa. b. Ahli Arsitektur/Urban Design BAPPEDA Provinsi Papua Hal 11 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX Ahli Arsitektur/Urban Design adalah seorang Magister (S2) Artsitek dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Arsitektur. Tugas dan tanggung jawab Ahli Arsitektur/Urban Design adalah § Melaksanakan semua pekerjaan yang diterimanya, sesuai dengan job description dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. § Menginterpretasikan data-data yang masuk dari surveyor serta hasil foto udara khususnya yang terkait dengan perencana Infrastruktur untuk dijadikan acuan dalam menghasilkan keluaran; § Meneliti dan menganalisis aspek estetika lingkungan wilayah dan kota yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur; § Mengidentifikasi dan menjastifikasi zona-zona permukiman masyarakat yang dapat dijadikan kawasan yang harus ditata ulang.. § Memodifikasi standar-standar kebutuahan bangunan sesuai dengan karakteristik kawasan; § Menyusun laporan tentang hasil analisis data-data yang berhubungan dengan perencanaan; § Membuat rencana pemanfaatan ruang kawasan, struktur pelayanan kegiatan dan tata bangunan. § Melakukan konsultasi tentang pekerjaan kepada Ketua Tim secara intern, dan kepada Pemda atau pemberi tugas secara ekstern. c. Ahli Ekonomi Pembangunan Ahli Ekonomi Pembangunan adalah seorang Magister (S2) Ekonomi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Ekonomi. Tugas dan tanggung jawab Ahli Ekonomi Wilayah adalah § Melaksanakan semua pekerjaan yang diterimanya, sesuai dengan job description dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. § Menginterpretasikan data-data yang masuk dari surveyor serta hasil foto udara khususnya yang terkait dengan Ekonomi pembangunan untuk dijadikan acuan dalam menghasilkan keluaran; § Meneliti dan menganalisis aspek kebutuhahn ekonomi dengan melibatkan masyarakat local dan analisis sumber daya alam yang dapat mendukung pelaksanaan PON; § Mengidentifikasi dan menjastifikasi zona-zona Ekonomi yang dapat dijadikan kawasan perekonomian BAPPEDA Provinsi Papua Hal 12 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX § Memodifikasi standar-standar kebutuahan ekonomi sesuai dengan karakteristik kawasan; § Menyusun laporan tentang hasil analisis data-data yang berhubungan dengan perencanaan; § Membuat rencana pemanfaatan ruang kawasan, struktur pelayanan kegiatan dan pengembangan ekonomi. § Melakukan konsultasi tentang pekerjaan kepada Ketua Tim secara intern, dan kepada Pemda atau pemberi tugas secara ekstern. d. Ahli Transportasi/Prasarana Perkotaan Ahli Transportasi adalah seorang Magister (S2) Sipil dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Transporasi dan Prasarana. Tugas dan tanggung jawab Ahli Transportasi/Prasarana Perkotaan adalah: § Membuat jadwal rencana kegiatan Ahli Transporasi dan prasarana Perkotaan § Mengadakan survey dan investigasi lapangan untuk menginventarisasi datadata yang dibutuhkan dalam analisis konstruksi § Membuat analisis rencana konstruksi sesuai dengan tata bangunan yang direncanakan § Bersama-sama dengan tenaga ahli lainnya melakukan kajian terhadap kelayakan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON Papua. § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenaga-tenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan analisis konstruksi § Menganalisis data-data hasil survey dan investigasi § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draf Final) dihadapan pengguna jasa e. Ahli Antropologi dan Sosiologi Ahli Sosial adalah seorang Magister (S2) Antropolgi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Antropologi dan sosial. Tugas dan tanggung jawab Ahli Antropogi dan Sosiologi adalah: § Membuat jadwal rencana kegiatan Ahli Antropogi dan Sosiologi § Mengadakan survey dan investigasi lapangan untuk menginventarisasi datadata yang dibutuhkan dalam analisis sosial BAPPEDA Provinsi Papua Hal 13 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX § Membuat analisis sosial budaya sesuai dengan karaketreistik wilayah untuk kabupaten pengembangan § Bersama-sama dengan tenaga ahli lainnya melakukan kajian terhadap kelayakan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON Papua. § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenaga-tenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan analisis sosial masyarakat § Menganalisis data-data hasil survey dan investigasi § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draf Final) dihadapan pengguna jasa f. Ahli Sistem Informasi Geografis Ahli Sistem Informasi Geografis adalah seorang Magister Ahli teknik Geologi atau Magister Teknik Perencanaan Wilayah yang menguasai GIS dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Sistem Informasi Geografis . Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Menyusun strategi dalam pelaksanaan observasi lapangan. § Melakukan pendataan dan pemetaan atau pengukuran dilapangan. § Membuat album peta, berupa dokumen spasial terkait dengan data, informasi, analisa dan hasil strategi dalam pengembangan kawasan. § Membuat album rencana teknis rinci, Master Plan yang prioritas untuk dikembangkan. § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draft Rencana Laporan Akhir) dihadapan pengguna jasa. § Melakukan koordinasi dengan para tenaga ahli lainnya guna merumuskan pembuatan album peta g. Ahli Parawisata Ahli Parawisata adalah seorang Sarjana (S2) Parawisata dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Parawisata. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Menyusun strategi dalam pelaksanaan observasi lapangan. § Melakukan pendataan objek-objek wisata BAPPEDA Provinsi Papua Hal 14 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX § Melakukan analisis terhadap kebutuhan pengembangan parawisata untuk menunjang pelaksanaan event olah raga. § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draft Rencana Laporan Akhir) dihadapan pengguna jasa. § Melakukan koordinasi dengan para tenaga ahli lainnya guna merumuskan pembuatan album peta h. Ahli Air Bersih dan Sanitasi Ahli air bersih dan sanitasi adalah seorang Sarjana (S2) Teknik Sipil Hidrologi atau Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang Sipil. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Menyusun strategi dalam pelaksanaan observasi lapangan. § Melakukan analisis terhadap kebutuhan air berih dan sistem pengelolaan sanitasi serta drainase § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draft Rencana Laporan Akhir) dihadapan pengguna jasa. § Melakukan koordinasi dengan para tenaga ahli lainnya guna merumuskan pembuatan album peta i. Ahli Telekomunikasi Ahli telekomunikasi adalah seorang Sarjana (S2) Teknik Elektro/Telekomunikasi dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang telekomunikasi. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Menyusun strategi dalam pelaksanaan observasi lapangan. § Melakukan analisis terhadap kebutuhan jaringan telekomunikasi § Menyusun rencana jaringan telekomunikasi. § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draft Rencana Laporan Akhir) dihadapan pengguna jasa. § Melakukan koordinasi dengan para tenaga ahli lainnya guna merumuskan pembuatan album peta j. Ahli Kelistrikan BAPPEDA Provinsi Papua Hal 15 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX Ahli kelistrikan adalah seorang Sarjana (S2) Teknik Elektro dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang kelistrikan. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Menyusun strategi dalam pelaksanaan observasi lapangan. § Melakukan analisis terhadap kebutuhan listrik; § Menyusun rencana pengembangan kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan. § Bersama Team Leader dan tenaga ahli mempresentasikan Laporan hasil kegiatan tim lainnya menyusun dan (Draft Rencana Laporan Akhir) dihadapan pengguna jasa. § Melakukan koordinasi dengan para tenaga ahli lainnya guna merumuskan pembuatan album peta k. Ahli Lingkungan Ahli Lingkungan adalah seorang Sarjana (S2) Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang lingkungan. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Membuat jadwal rencana kegiatan Ahli Geologi lingkungan § Mengadakan survey dan investigasi lapangan untuk menginventarisasi datadata kondisi eksisting /rona awal lingkungan § Melakukan kegiatan lingkungan hidup strategis terhadap berbagai program/kegiatan yang akan dituangkan dalam hasil akhir Master Plan § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenaga-tenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan kajian lingkungan § Membuat rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagai rekomendasi bagi pihak-pihak terkait pada tahap implementasi Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON yang telah disepakati dan ditetapkan § Menganalisis data-data hasil survey dan investigasi l. Ahli Kelembagaan Ahli Kelembagaan adalah seorang Sarjana (S2) Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 7 (tujuh) tahun di bidang lingkungan. Tugas dan tanggung jawab tenaga ahli adalah: § Membuat jadwal rencana kegiatan Ahli Kelembagaan BAPPEDA Provinsi Papua Hal 16 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX § Mengadakan survey dan investigasi lapangan untuk menginventarisasi data-data kondisi eksisting § Menyusun rancangan kelembagaan/regulasi yang dibutuhkan untuk implementasi Master Plan § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenagatenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan kajian kelembagaan § Membuat rencana kelembagaan sebagai rekomendasi bagi pihak-pihak terkait pada tahap implementasi Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON yang telah disepakati dan ditetapkan § Menganalisis bentuk kelembagaan m. Ahli Ekonomi Manajemen/Marketing § Membuat jadwal rencana kegiatan Ahli Marketing; § Menyusun skenario dan rencana pembiayaan/ investpr promosi dalam rangka pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi; § Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Team Leader dan tenagatenaga ahli lainnya dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan yang terkait dengan program pemasaran atau promosi § Membuat rencana kelembagaan sebagai rekomendasi bagi pihak-pihak terkait pada tahap implementasi Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON yang telah disepakati dan ditetapkan § Menganalisis bentuk promosi 2. Surveyor/asisten ahli Surveyor/asisten ahli dibutuhkan untuk mengumpulkan data-data lapangan, menjamin pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan, menjabarkan dan mewujudkan arahan yang diberikan tenaga ahli. Tenaga asisten ahli yang diperlukan minimal berpengalaman selama 5 (lima) tahun dan sekurang-kurangnya bergelar sarjana dalam bidang: • Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota • Teknik Sipil (Transportasi) • Ekonomi (ekonomi pembangunans) • Sistem Informasi Geografis BAPPEDA Provinsi Papua Hal 17 dari 18 KAK Penyusunan Master Plan Infrstruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX Untuk setiap bidang, dibutuhkan satu orang tenaga asisten ahli dengan lama penugasan tujuh bulan, sehingga secara keseluruhan dibutuhkan 4 bidang x 1 orang x 6 bulan = 24 MM tenaga asisten ahli. 3. Tenaga penunjang Tenaga penunjang Seorang computer operator yang mampu mengoperasikan komputer dengan baik, khususnya program aplikasi EXCEL, WORD, Arc View, Arc Info dan Power Point serta memahami prinsip-prinsip SIG dengan baik. Untuk CO ini diperlukan 6 MM. VI. BIAYA Sumber Pendanaan penyusunan Dokumen Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua bersumber dari DPA Bappeda Provinsi Papua Tahun Anggaran 2015. (RAB terlampir) VII. PENUTUP Demikian kerangka acuan kegiatan Penyusunan Master Plan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX di Provinsi Papua disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jayapura, 05 Mei 2015 KEPALA BAPPEDA PROVINSI PAPUA Dr. Drs. MUHAMMAD MUSAAD, M.Si PEMBINA TINGKAT I NIP 19650722 199404 1 002 BAPPEDA Provinsi Papua Hal 18 dari 18

Judul: Penyusunan Masterplan Infrastruktur Dan Pengembangan Ekonomi Pon Xx Di Provinsi Papua

Oleh: Sri Wahyuni


Ikuti kami